Disnakkeswan NTB

Disnakkeswan NTB Disnakkeswan NTB : Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi NTB.

Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) PT Berdikari __________Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan a Provinsi Nus...
13/06/2026

Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) PT Berdikari
__________

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan a Provinsi Nusa Tenggara Barat, Muhamad Riadi, S.P, M.Ec.Dev menghadiri Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) PT Berdikari dengan Pemerintah Provinsi Gorontalo Pemerintah Kabupaten Boalema dan Pemerintah Kabupaten Bima Provinsi Nusa Tenggara Barat yang dilaksanakan di Gedung Graha Gabah Lantai 3 Jakarta Selatan, Jumat 12 Juni 2026.

Penandatanganan MoU tersebut menjadi langkah awal kerjasama pembangunan hilirisasi peternakan ayam terintegrasi di Kabupaten Bima Provinsi Nusa Tenggara Barat yang merupakan bagian dari program strategis nasional di sektor peternakan.

Pada kesempatan itu, Muhamad Riadi bersama Bupati Bima dan Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Bima menjelaskan bahwa ruang lingkup kerjasama mencakup pembangunan sejumlah fasilitas peternakan modern dimana program tersebut meliputi pembangunan pabrik pakan, pusat indukan ayam (Parent Stock), Day Old Chick (DOC), pusat budidaya (hatchery), serta rumah potong unggas yang terintegrasi dalam satu kawasan.

Dari enam lokasi yang diusulkan Pemerintah Kabupaten Bima, pihak konsultan PT Berdikari menetapkan Kecamatan Madapangga sebagai lokasi yang paling memenuhi persyaratan biosecurity peternakan.

Acara penandatanganan MoU ini dihadiri juga oleh Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian Republik Indonesia, Dr. drh. Agung Suganda,M.Si, Sekretaris Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Dr. drh. Nuryani Zainudin, M.Si, Direktur Hilirisasi Peternakan, drh. Makmun, Direktur Utama PT Berdikari, Maryadi, jajaran General Manager PT Berdikari, Pimpinan ID Food, serta Perwakilan BUMN Danantara.

Rapat Koordinasi Penanganan Anjing Liar di Kabupaten Lombok Utara__________Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan P...
11/06/2026

Rapat Koordinasi Penanganan Anjing Liar di Kabupaten Lombok Utara
__________

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Nusa Tenggara Barat, Muhamad Riadi, S.P, M.ec.Dev didampingi Kepala Bidang Kesehatan Hewan menghadiri Rapat Koordinasi Penanganan Anjing Liar di Kabupaten Lombok Utara yang dilaksanakan di Ruang Vicon Kantor Bupati Lombok Utara, Kamis 11 Juni 2026.

Keberadaan anjing liar dalam jumlah melebihi anjing yang berpemilik di sejumlah wilayah Kabupaten Lombok Utara menjadi perhatian pemerintah daerah karena berpotensi mengganggu kenyamanan dan keamanan masyarakat dalam beraktivitas, terkait dengan ketersediaan sumber makanan.

Fenomena meningkatnya keberadaan anjing liar di sejumlah lokasi harus segera ditindaklanjuti dengan melibatkan seluruh pihak terkait, termasuk komunitas pecinta hewan. Dialog aktif dinilai penting untuk mencari solusi yang tepat dan berimbang antara aspek keselamatan masyarakat dan kesejahteraan hewan.

Rapat koordinasi yang dipimpin oleh Asisten II Setda Kabupaten Lombok Utara ini menjelaskan langkah penanggulangan yang perlu dilakukan tidak hanya berupa penertiban, tetapi juga melalui sosialisasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pemeliharaan hewan secara bertanggung jawab. Selain itu juga, program pengendalian populasi (melalui sterilisasi/kastrasi massal) dan vaksinasi terhadap anjing liar juga perlu menjadi perhatian guna menurunkan resiko munculnya penyakit rabies.

Pada kesempatan itu, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi NTB menyampaikan bahwa lonjakan populasi anjing liar di Pulau Lombok menjadi sorotan utama. Pasalnya fenomena ini berdampak langsung pada kesehatan masyarakat, kenyamanan lingkungan, hingga tingginya risiko penularan penyakit zoonosis berbahaya seperti rabies. Isu ini dinilai makin mendesak mengingat posisi geografis Pulau Lombok yang sangat strategis, karena dihimpit langsung oleh dua wilayah yaitu Pulau Sumbawa dan Provinsi Bali.

Tingginya mobilitas logistik dan manusia lintas pulau tersebut menuntut adanya sistem pengawasan serta pengendalian kesehatan hewan yang ekstra ketat.

Kendati demikian, upaya pengendalian populasi anjing liar ini masih dihadapkan pada sejumlah tantangan klasik dilapangan, salah satunya adalah keterbatasan jumlah penangkap anjing (dog catcher) yang terampil dan bersertifikasi. Selain itu juga, tingginya biaya operasional untuk program sterilisasi massal kerap terbentur oleh keterbatasan anggaran daerah.

Namun, Kepala Disnakkeswan Provinsi NTB menyambut baik dan mengapresiasi inisiatif dari para komunitas peduli hewan yang terus bergerak aktif di lapangan. Yang dimana komunitas tersebut dinilai konsisten mencari solusi jangka panjang yang cerdas dan tetap mengedepankan prinsip memperhatikan kesejahteraan hewan serta penanggulangan masalah kesehatan lintas sektor (one health).

Kepala Disnakkeswan Provinsi NTB, Muhamad Riadi menegaskan sikap suportifnya dan siap mendukung penuh program kerja komunitas di lapangan di mana dukungan tersebut akan diwujudkan mulai dari fasilitasi teknis, edukasi bersama kepada masyarakat hingga koordinasi kebijakan yang diperlukan di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.

Rapat Koordinasi untuk kebutuhan dapur Sistem Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Makan Bergizi Gratis (MBG)Kepala Dinas Pet...
11/06/2026

Rapat Koordinasi untuk kebutuhan dapur Sistem Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Makan Bergizi Gratis (MBG)

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Nusa Tenggara Barat, Muhamad Riadi, S.P, M.Ec.Dev didampingi Kepala Bidang Budidaya Sarana dan Prasarana serta Fungsional Pengawas Bibit Ternak Ahli Muda menghadiri sekaligus memberikan arahan pada Rapat Koordinasi dalam rangka memfasilitasi Peternak Ayam Petelur untuk kebutuhan dapur Sistem Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dilaksanakan di Puskeswan Wanasaba Kabupaten Lombok Timur, Rabu 10 Juni 2026.

Rapat koordinasi ini berfokus pada sinergi antara peternak lokal dan SPPG untuk memastikan pasokan telur harian terpenuhi secara higienis, aman dan tepat waktu.

Melalui rapat koordinasi ini ada beberapa langkah strategis yang dibahas antara lain (1) Pemenuhan komoditas. Memastikan peternak di sekitar Kecamatan Wanasaba dan Kecamatan Pringgabaya mampu menyuplai kebutuhan telur harian untuk SPPG yang beroperasi sesuai kuota standar gizi nasional, (2) Kualitas dan standar keamanan pangan. Bekerjasama dengan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi NTB untuk menjaga kesehatan ayam dan kualitas telur higienis yang layak didistribusikan, (3) Evaluasi kendala distribusi. Menindaklanjuti berbagai tantangan operasional dan kelancaran program MBG agar kebutuhan harian anak sekolah terpenuhi dengan baik.

Rapat koordinasi ini dihadiri oleh Koordinator Regional Program MBG Provinsi NTB, Koordinator Wilayah Program MBG Kabupaten Lombok Timur, Koordinator Kecamatan Wanasaba dan Pringgabaya, Kepala SPPG se Kecamatan Wanasaba dan Pringgabaya, Mitra/Yayasan Kecamatan Wanasaba dan Pringgabaya serta Perwakilan Peternak Ayam Petelur Kecamatan Wanasaba dan Pringgabaya.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Nusa Tenggara Barat, Muhamad Riadi, S.P, M.Ec.Dev menghadiri Pembuk...
11/06/2026

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Nusa Tenggara Barat, Muhamad Riadi, S.P, M.Ec.Dev menghadiri Pembukaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ###I Tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun 2026 yang digelar di Bencingah Agung Masmirah Kabupaten Lombok Tengah, Selasa 9 Juni 2026.

Pembukaan MTQ XXI ini dibuka langsung oleh Gubernur Nusa Tenggara Barat, Lalu Muhamad Iqbal dimana MTQ ###I ini mengusung tema "Masmirah Mendunia, Menebar Rahmatan Lil Alamin" ini disaksikan ribuan masyarakat tumpah ruah dengan penuh antusiasme.

Dalam arahannya, Gubernur menekankan bahwa pelaksanaan MTQ sejatinya bukan sekedar ajang perlombaan seni membaca Al-Quran melainkan sebuah ikhtisar besar pemerintah dan masyarakat dalam menjadikan Al-Quran sebagai pedoman hidup untuk membangun kehidupan yang penuh kebaikan dan kemuliaan akhlak.

Pada kesempatan itu juga, Bupati Lombok Tengah, Lalu Pathul Bahri menjelaskan filosofi mendalam dibalik tema "Masmirah" yang diangkat. Bupati menganalogikan wilayah Kabupaten Lombok Tengah seperti Emas atau Logam Mulia yang harus disayangi dan dikelilingi oleh Mirah yang bermakna batu permata.

Pembukaan MTQ ###I dihadiri juga oleh Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat, Indah Dhamayanti Putri, Sekretaris Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat, Abul Chair, Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Nusa Tenggara Barat, Sinta M Iqbal, Wakil Bupati Lombok Tengah, Nursiah, para Bupati dan Walikota se Nusa Tenggara Barat, jajaran Forkopimda Provinsi Nusa Tenggara Barat dan Kabupaten Lombok Tengah, jajaran Dewan Hakim MTQ ###I serta Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat.

Data Harga Komoditas Peternakan 1 - 7 Juni 2026
08/06/2026

Data Harga Komoditas Peternakan
1 - 7 Juni 2026

Grand Launching Asosiasi Beef NTB____________Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Nusa Tenggara Barat, M...
07/06/2026

Grand Launching Asosiasi Beef NTB
____________

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Nusa Tenggara Barat, Muhamad Riadi, S.P, M.Ec.Dev didampingi Kepala Bidang Tata Niaga Peternakan menghadiri Grand Launching Asosiasi Beef NTB yang digelar di Hotel Illira Praya Lombok Tengah, Minggu 7 Juni 2026.

Asosiasi Beef NTB ini merupakan wadah kolaborasi bagi para peternak, akademisi, dokter hewan, pelaku usaha pakan dan obat-obatan serta sebagai pemangku kepentingan di sektor Peternakan.

Tujuan terbentuknya Asosiasi Beef NTB ini adalah untuk menyatukan empat pilar yaitu dunia bisnis, akademisi, para ahli seperti dokter hewan dan tenaga teknis peternakan, serta para peternak untuk membangun kekuatan bersama menuju NTB sebagai Lumbung Ternak Nasional.

Pada kesempatan tersebut, Muhamad Riadi sangat mendukung terbentuknya Asosiasi Beef NTB ini karena bisa menjadi partner dalam membangun Nusa Tenggara Barat khususnya di sektor Peternakan.

Salah satu fokus utama Beef NTB adalah membantu peternak mendapatkan akses pasar yang lebih luas dan harga jual yang lebih menguntungkan.

Tidak hanya soal pemasaran, Beef NTB juga akan menjalankan program edukasi dan pendampingan peternak secara berkelanjutan. Program tersebut akan dilakukan melalui roadshow ke Kabupaten, Kecamatan hinga Desa dengan melibatkan akademisi dan praktisi kesehatan hewan.

Keberadaan Beef NTB ini diharapkan mendapat dukungan dari pemerintah daerah baik tingkat Kabupaten/Kota maupun Provinsi agar berbagai program pemberdayaan Peternakan dapat berjalan maksimal.

Deklarasi Beef NTB ini menghadirkan berbagai unsur yang berasal dari dunia usaha, perguruan tinggi, organisasi profesi, hingga kelompok peternak dari sejumlah Kabupaten/Kota di Nusa Tenggara Barat.

Audiensi Aliansi Kesehatan Hewan Lombok (AKHL) ____________Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Nusa Ten...
05/06/2026

Audiensi Aliansi Kesehatan Hewan Lombok (AKHL)
____________

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Nusa Tenggara Barat, Muhamad Riadi, S.P, M.Ec.Dev beserta fungsional Medik dan Paramedik Veteriner menerima audiensi dari Aliansi Kesehatan Hewan Lombok (AKHL) beserta sejumlah komunitas pencinta dan peduli hewan area Kota Mataram dan Kab. Lombok Tengah di Aula Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi NTB

Pertemuan ini fokus membahas langkah strategis terkait program pengendalian populasi anjing liar dan program sterilisasi. Dalam diskusi tersebut, lonjakan populasi anjing liar di Pulau Lombok menjadi perhatian yang sangat penting karena berdampak langsung pada kesehatan masyarakat, kenyamanan lingkungan, serta tingginya risiko penularan penyakit zoonosis seperti rabies. Isu ini makin mendesak dikarenakan posisi geografis Pulau Lombok yang strategis dihimpit langsung oleh Pulau Sumbawa dan Provinsi Bali. Mobilitas lintas pulau yang tinggi ini menuntut adanya sistem pengawasan kesehatan hewan yang ketat.

Upaya pengendalian populasi juga menghadapi tantangan, terutama keterbatasan _dog catcher_ (penangkap anjing) yang terampil, serta tingginya biaya operasional untuk program sterilisasi massal yang selama ini terbentur keterbatasan anggaran. Meskipun demikian, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi NTB sangat menyambut baik dan mengapresiasi inisiatif dari para komunitas yang terus bergerak mencari solusi pengendalian populasi anjing liar jangka panjang yang cerdas dan humane (manusiawi).

Kepala Dinas menegaskan sikap suportifnya dan siap mendukung penuh program komunitas di lapangan, baik melalui fasilitasi teknis, edukasi bersama, hingga koordinasi kebijakan yang diperlukan. Sinergi kuat antara pemerintah dan komunitas ini diharapkan mampu menyelesaikan masalah kompleks, demi mewujudkan Pulau Lombok yang aman, sehat, dan sejahtera bagi seluruh masyarakat sekaligus ramah terhadap kesejahteraan hewan.

Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila di Disnakkeswan Provinsi NTB __________Senin, 1 Juni 2026. Dinas Peternakan dan ...
02/06/2026

Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila di Disnakkeswan Provinsi NTB
__________

Senin, 1 Juni 2026. Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi NTB melakukan Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila di halaman kantor Dinas, bertindak sebagai Inspektur Upacara Sekretaris Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi NTB, Lalu Amjad, S.H, M.H.

Peringatan ini Mengusung tema "Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia", peringatan ini menjadi momentum untuk meneguhkan kembali nilai-nilai luhur Pancasila sebagai dasar negara, pemersatu keberagaman, serta pedoman dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026____________Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Nusa ...
02/06/2026

Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026
____________

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Nusa Tenggara Barat, Muhamad Riadi, S.P, M.Ec.Dev menghadiri Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 yang dilaksanakan di Lapangan Bumi Gora Kantor Gubernur Nusa Tenggara Barat, Senin 2 Juni 2026.

Upacara yang dipimpin langsung oleh Gubernur Nusa Tenggara Barat, Lalu Muhamad Iqbal mengusung tema "Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia". Turut hadir dalam upacara tersebut Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat, Indah Dhamayanti Putri, Sekretaris Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat, Abul Chair, jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah, Kepala Perangkat Daerah, ASN, TNI/Polri, Pelajar serta berbagai unsur masyarakat.

Pada kesempatan itu, Gubernur menyampaikan bahwa Pancasila telah terbukti menjadi perekat bangsa yang mampu menjaga keutuhan Indonesia di tengah keberagaman suku, budaya, agama dan wilayah. Selain itu juga Gubernur menegaskan pentingnya menjadikan Pancasila sebagai pedoman hidup bangsa ditengah berbagai tantangan global yang semakin kompleks.

Pada momentum Hari Lahir Pancasila tersebut, generasi muda diajak untuk menjadikan Pancasila sebagai living ideologi yang hidup dan diwujudkan dalam tindakan sehari-hari. Nilai-nilai Pancasila tidak boleh berhenti sebagai simbol atau slogan melainkan harus tercermin dalam semangat persatuan, gotong royong dan keadilan sosial.

Diakhir amanatnya, Gubernur mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk terus meneguhkan komitmen kebangsaan dan menunjukan kepada dunia bahwa Indonesia adalah bangsa besar yang menjunjung tinggi nilai religius, kmanusiaan dan persatuan.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Nusa Tenggara Barat, Muhamad Riadi, S.P, M.Ec.Dev mengikuti pelaksa...
27/05/2026

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Nusa Tenggara Barat, Muhamad Riadi, S.P, M.Ec.Dev mengikuti pelaksanaan Shalat Idul Adha 1447 H di Lapangan Bumi Gora Kantor Gubernur Nusa Tenggara Barat, Rabu 27 Mei 2026.

Melalui momentum suci ini, umat muslim diajak untuk meneladani keikhlasan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS sekaligus memperkuat nilai solidaritas, kesetaraan dan semangat berbagai kepada sesama.

Selain itu juga, Kepala Disnakkeswan turut serta mendampingi Gubernur Nusa Tenggara Barat, Lalu Muhamad Iqbal menyerahkan secara simbolis hewan kurban ke Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Nusa Tenggara Barat.

Dari Lapangan Bumi Gora, Kepala Disnakkeswan bergerak menuju Lingkungan Bebidas Kelurahan Pagesangan Kota Mataram untuk turut serta melaksanakan penyerahan sapi kurban bantuan Presiden yang diserahkan langsung oleh Sekretaris Daerah Kota Mataram, H. Lalu Alwan Basri kepada Takmir Masjid Nurul Yakin/Nurul Falah Bebidas. Sapi jenis Simental dengan bobot 979 kilogram merupakan bantuan dari Presiden Prabowo Subianto.

Sekretaris Daerah Kota Mataram mengatakan bantuan hewan kurban dari Presiden Republik Indonesia merupakan amanah yang harus dijaga dan dimanfaatkan sebesar-besarnya bagi masyarakat.

Sementara itu, Ketua Takmir Masjid Nurul Falah menyampaikan apresiasi atas bantuan sapi kurban dari Presiden Republik Indonesia melalui Pemerintah Kota Mataram. Pihaknya memastikan proses penyembelihan hingga pendistribusian daging kurban akan dilakukan secara tertib dan tepat sasaran kepada sekitar masyarakat.

Setelah dari Masjid Nurul Falah Bebidas Kelurahan Pagesangan, Kepala Disnakkeswan bergerak menuju Pondok Pesantren Abu Hurairah untuk melaksanakan pengawasan dan pemeriksaan hewan kurban. Dalam pemeriksaan hewan kurban Kepala Disnakkeswan terjun langsung untuk memastikan hewan kurban yang disembelih dalam kondisi sehat.

Address

Mataram

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Disnakkeswan NTB posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Organization

Send a message to Disnakkeswan NTB:

Shortcuts

Share