02/10/2026
Kader PKK Didorong Jadi Motor Pengelolaan Sampah dari Rumah
MATARAM — 300 sampai 400 ton sampah lahir setiap hari dari Kota Mataram. Angka itu bukan sekadar statistik. Ia adalah gambaran tentang seberapa banyak beban yang harus ditanggung sebuah kota yang ruangnya terbatas, penduduknya terus bergerak, dan gaya hidup warganya semakin praktis.
Persoalannya, sampah tidak pernah benar-benar hilang ketika diangkut dari depan rumah. Ia hanya berpindah tempat. Dan ketika tempat pembuangan akhir mulai menghadapi keterbatasan kapasitas, pertanyaan paling mendasar kembali muncul: sampai kapan Mataram hanya mengandalkan pola angkut–buang?
Di tengah situasi itu, Wali Kota Mataram H. Mohan Roliskana memilih mendorong perubahan dari sumbernya: rumah tangga. Dalam Tasyakuran Hari Kesatuan Gerak PKK ke-54 Tahun 2026, Orang nomor satu di Kota Mataram ini meminta Tempah Dedoro tidak berhenti menjadi program, jargon, atau sekadar gagasan yang bagus di atas kertas. Ia ingin program itu bekerja, menghasilkan sesuatu, dan menjadi bagian dari cara baru Mataram menghadapi persoalan sampah.
“Tempah Dedoro ini tidak boleh mandek. Saya tidak mau hanya diterangkan ide saja, tidak mau selesai dalam rangka gagasan saja, tetapi ini harus dioperasionalkan dan harus berdampak,” tegasnya.
Baginya, keberhasilan pembangunan tidak lahir dari satu sektor yang bekerja sendirian. PKK, perangkat daerah dan masyarakat harus bergerak dalam satu ekosistem. Persoalan stunting, kemiskinan, narkoba, kenakalan remaja, kesehatan ibu dan anak hingga lingkungan, semuanya memiliki irisan yang membutuhkan kerja bersama.
Ia mengapresiasi keterlibatan PKK yang selama ini bersinergi dengan organisasi perangkat daerah. Menurutnya, berbagai agenda pemerintah memiliki keterhubungan sehingga penyelesaiannya tidak bisa dilakukan secara parsial.
“Setiap agenda pemerintah, baik isu utama, prioritas maupun lanjutan, semuanya terhubung satu sama lain. Perlu kolaborasi, perlu kolektivitas kita semua,” ujarnya.
Namun, isu sampah kini membutuhkan perhatian yang lebih konkret.