Dinas Puprpkp Provinsi NTB

Dinas Puprpkp Provinsi NTB 🏋 Bekerja Keras | ⚡Bergerak Cepat | 🎯Bertindak Tepat


🌐 Informasi Publik DPUPR: https://shorturl.at/BW3JF

Menindaklanjuti permohonan dari LSM-LKPB NTB, Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DP...
03/09/2026

Menindaklanjuti permohonan dari LSM-LKPB NTB, Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Provinsi NTB memfasilitasi Rapat Audiensi/Hearing terkait usulan pembangunan Bendungan Keli yang direncanakan berlokasi di Desa Keli, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima.

Audiensi ini menjadi ruang dialog dan koordinasi antara masyarakat dengan para pemangku kepentingan untuk membahas kebutuhan air, potensi sumber daya air, serta peluang pengembangan infrastruktur pendukung pertanian di wilayah tersebut.

Kegiatan dihadiri langsung oleh Ketua LSM-LKPB NTB, Kepala Desa Keli, tokoh masyarakat, BBWS Nusa Tenggara I Mataram, serta perwakilan Pemerintah Provinsi NTB dari Bappeda, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, dan DPUPRPKP NTB. Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Bima yang terdiri dari Dinas PUPR, Bappeda, serta Dinas Pertanian dan Perkebunan mengikuti kegiatan secara daring.

Mewakili Kepala DPUPRPKP NTB, Kepala Bidang Sumber Daya Air, Lalu Gede Teguh Darmawangsa, menyampaikan bahwa audiensi ini penting untuk menyamakan persepsi sekaligus mengoordinasikan langkah lanjutan terhadap usulan pembangunan Bendungan Keli.

Menurutnya, usulan tersebut perlu diperkuat dengan data dan dokumen pendukung yang menggambarkan urgensi pembangunan, di antaranya luasan areal layanan, produktivitas pertanian, serta Indeks Pertanaman (IP). Data tersebut menjadi bagian penting dalam melihat kebutuhan dan manfaat infrastruktur sumber daya air yang diusulkan.

Ketua LSM-LKPB NTB, Burhan, menyampaikan bahwa perjuangan masyarakat untuk menghadirkan Bendungan Keli telah berlangsung sejak 2012. Upaya tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan pelaksanaan Studi Kelayakan (Feasibility Study/FS) pada 2014 oleh BBWS Nusa Tenggara I.

Masyarakat juga menyampaikan bahwa kawasan Keli memiliki potensi sumber air yang cukup besar dengan kondisi kawasan hulu yang masih terjaga. Selain itu, terdapat lahan yang sebelumnya telah dibebaskan secara legal sebagai bagian dari kesiapan mendukung rencana pembangunan.

Kepala Desa Keli menyampaikan bahwa ketersediaan infrastruktur air menjadi salah satu harapan masyarakat, khususnya bagi sektor pertanian. Sekitar 5.579 are lahan pertanian di Kecamatan Woha bagian barat diperkirakan berpotensi mendapatkan manfaat dari peningkatan ketersediaan air.

Keterbatasan air selama ini menjadi salah satu tantangan bagi masyarakat yang sebagian besar menggantungkan kehidupan pada sektor pertanian. Karena itu, pengembangan infrastruktur sumber daya air dinilai penting untuk mendukung produktivitas pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan di wilayah tersebut.

Dukungan terhadap penguatan usulan juga disampaikan oleh Bappeda serta Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTB. Kedua instansi mendorong agar FS Bendungan Keli dilakukan review untuk menyesuaikan kajian dengan kondisi, kebutuhan, serta perkembangan wilayah saat ini.

Sementara itu, BBWS Nusa Tenggara I menyampaikan bahwa berdasarkan hasil FS tahun 2014, rencana Bendungan Keli dinilai layak (feasible). Namun, realisasi pembangunan masih perlu mempertimbangkan prioritas pembangunan serta ketersediaan anggaran pada tingkat nasional.

Sebagai langkah jangka pendek dalam memenuhi kebutuhan air, Pemerintah Kabupaten Bima telah mengusulkan Embung Keli melalui Sistem Informasi Prioritas Infrastruktur (SIPURI) Tahap I Tahun 2026. Usulan tersebut belum terakomodasi dan direncanakan untuk kembali diusulkan pada SIPURI Tahap II yang berlangsung hingga 20 September 2026.

Melalui audiensi ini, DPUPRPKP NTB bersama pemerintah daerah, pemerintah pusat, masyarakat, dan pemangku kepentingan terkait terus mendorong penguatan data, kajian, serta koordinasi sebagai dasar dalam menentukan langkah selanjutnya terhadap usulan pembangunan Bendungan Keli. Upaya tersebut diharapkan dapat mendukung peningkatan ketersediaan air irigasi, produktivitas pertanian, dan ketahanan pangan di Kabupaten Bima.

Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Provinsi NTB menggelar rapat pembahasa...
02/09/2026

Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Provinsi NTB menggelar rapat pembahasan Laporan Pendahuluan penyusunan Detail Engineering Design (DED) Bypass Port to Port Lembar–Kayangan, Selasa (1/9/2026).

Rapat tersebut melibatkan tim konsultan perencana, sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, serta Tim Ahli dari akademisi Universitas Mataram. Pembahasan dilakukan untuk memastikan tahapan awal penyusunan DED berjalan sesuai dengan rencana kerja dan Kerangka Acuan Kerja (KAK) yang telah ditetapkan.

Dalam pemaparan Laporan Pendahuluan, tim konsultan menyampaikan rencana rangkaian survei lapangan yang akan menjadi dasar dalam penyusunan desain teknis pembangunan jalan. Survei tersebut meliputi survei topografi, penyelidikan geoteknik dan tanah, survei lalu lintas, serta survei hidrologi.

Data hasil survei nantinya menjadi bagian penting dalam menentukan kondisi eksisting, karakteristik tanah, kebutuhan geometrik dan lalu lintas, hingga aspek drainase serta hidrologi yang diperlukan dalam perencanaan jalan.

Penyusunan DED dilaksanakan dengan mengacu pada regulasi dan standar teknis yang berlaku. Melalui koordinasi berkala antara DPUPRPKP NTB, khususnya Bidang Bina Marga, bersama tim konsultan dan pihak terkait, setiap tahapan perencanaan diharapkan dapat berjalan secara terarah dan menghasilkan dokumen desain yang komprehensif sebagai dasar pelaksanaan pembangunan Bypass Port to Port Lembar–Kayangan.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya DPUPRPKP NTB memastikan perencanaan infrastruktur dilakukan secara matang, berbasis data, dan memenuhi standar teknis sebelum memasuki tahapan pembangunan.

02/09/2026

Provisional Hand Over (PHO) Sumur Bor
Desa Batu Putik, Kecamatan Keruak, Kabupaten Lombok Timur.

02/09/2026

Provisional Hand Over (PHO) Sumur Bor
Desa Suwangi Timur, Kecamatan Sakra, Kabupaten Lombok Timur.

02/09/2026

provisional Hand Over (PHO) Sumur Bor
Desa Sukaraja, Kabupaten Lombok Timur.

02/09/2026

provisional Hand Over (PHO) Sumur Bor
Dusun Pampang, Desa Sengkol, Kabupaten Lombok Tengah.

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat melalui Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (...
02/09/2026

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat melalui Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Provinsi NTB menggelar Rapat Pembahasan Pengadaan Tanah untuk Pembangunan Jalan Port to Port Lembar–Kayangan Segmen I, Senin (31/8/2026), bertempat di Aula Pengga DPUPRPKP Provinsi NTB.

Rapat dipimpin langsung oleh Kepala DPUPRPKP Provinsi NTB, Lalu Kusuma Wijaya, S.T., M.T., dan dihadiri sejumlah instansi terkait, di antaranya Kanwil BPN Provinsi NTB, Kantor Pertanahan Kabupaten Lombok Timur, Polres Lombok Timur, Kejaksaan Tinggi NTB, Biro Hukum Setda NTB, serta Inspektorat Provinsi NTB.

Pembahasan difokuskan pada pemenuhan readiness criteria sebagai bagian dari persiapan pembangunan, khususnya kebutuhan pengadaan lahan dalam skala kecil dan penanganan satu unit jembatan pada trase Segmen I. Kesiapan aspek tersebut menjadi bagian penting untuk mendukung kelancaran tahapan konstruksi dan pengadaan barang/jasa.

Jalan Port to Port Lembar–Kayangan merupakan salah satu program strategis daerah yang diharapkan dapat memperkuat konektivitas antarwilayah, menekan biaya logistik, membuka peluang pertumbuhan ekonomi baru, serta memberikan dampak positif bagi masyarakat di sepanjang trase jalan.

Melalui rapat koordinasi ini, Pemprov NTB bersama instansi terkait memperkuat sinergi dan menyamakan persepsi dalam penyiapan tim serta penyempurnaan administrasi pengadaan tanah. Seluruh tahapan akan dilaksanakan secara terukur dengan mengedepankan kepastian hukum, prinsip kehati-hatian, serta perlindungan terhadap hak-hak masyarakat.

Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen DPUPRPKP NTB untuk memastikan setiap tahapan persiapan pembangunan infrastruktur berjalan secara tertib, akuntabel, dan sesuai ketentuan, sehingga pembangunan Jalan Port to Port Lembar–Kayangan dapat dipersiapkan secara optimal.

Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Provinsi NTB melalui Bidang Sumber Day...
31/08/2026

Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Provinsi NTB melalui Bidang Sumber Daya Air (SDA) turut memperkuat sinergi pengelolaan irigasi dalam menghadapi ancaman kekeringan dan perubahan iklim. Hal tersebut dibahas dalam Sidang I Komisi Irigasi Provinsi NTB Tahun 2026 yang digelar di Ruang Rapat Geopark Bappeda Provinsi NTB, Kamis (27/8/2026).

Sidang Komisi Irigasi menjadi ruang koordinasi lintas sektor untuk menyelaraskan pengelolaan sumber daya air, kebutuhan irigasi, dan sektor pertanian. Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan Bappeda, DPUPRPKP NTB, Dinas Pertanian dan Perkebunan, BBWS Nusa Tenggara I, BMKG, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan, TNI, Universitas Mataram, Komisi Irigasi Kabupaten/Kota se-NTB, serta kelompok petani GP3A, IP3A, dan KWT.

Dalam pembahasan, Kepala Bidang Sumber Daya Air DPUPRPKP NTB, Lalu Gede Teguh Darmawangsa, menyampaikan bahwa salah satu tantangan dalam pengelolaan jaringan irigasi di NTB adalah keterbatasan dukungan biaya Operasi dan Pemeliharaan (OP) irigasi. Kondisi tersebut menjadi perhatian penting karena kinerja jaringan irigasi sangat berpengaruh terhadap keberlanjutan layanan air bagi lahan pertanian.

Selain aspek pembiayaan OP, pembahasan juga menyoroti kondisi jaringan irigasi di sejumlah wilayah yang membutuhkan penanganan agar tetap berfungsi optimal. Infrastruktur pendukung ketersediaan air, termasuk jaringan irigasi yang berkaitan dengan Bendungan Bintang Bano dan Tiu Suntuk, turut menjadi perhatian dalam upaya memperkuat layanan irigasi di NTB.

Ancaman kekeringan juga menjadi tantangan yang perlu diantisipasi bersama. Berdasarkan paparan BBWS Nusa Tenggara I, Wilayah Sungai Lombok diproyeksikan mengalami defisit air hingga 271,83 juta m³ pada September 2026, sementara Wilayah Sungai Sumbawa diproyeksikan mengalami defisit 104,64 juta m³ pada periode yang sama. Kondisi tersebut berkaitan dengan pengaruh El Niño yang diperkirakan berlangsung hingga awal 2027.

Menghadapi kondisi tersebut, pengelolaan irigasi membutuhkan koordinasi yang semakin kuat antara pemerintah, pengelola sumber daya air, pemerintah daerah, dan kelembagaan petani. Optimalisasi operasi jaringan, pemeliharaan infrastruktur, pengaturan distribusi air, serta penyesuaian pola tanam menjadi bagian penting dalam menjaga ketersediaan air bagi sektor pertanian.

Dalam sidang tersebut, DPUPRPKP NTB bersama anggota Komisi Irigasi juga menerima berbagai masukan terkait permasalahan jaringan irigasi di lapangan, termasuk pengambilan air tanpa izin, sampah pada jaringan irigasi, alih fungsi lahan pertanian, serta perlunya sinkronisasi program dan pemutakhiran data kelembagaan Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A/GP3A/IP3A).

Seluruh hasil pembahasan dan masukan tersebut akan menjadi bahan penyusunan rekomendasi Komisi Irigasi Provinsi NTB sebagai langkah bersama dalam memperkuat pengelolaan sumber daya air dan jaringan irigasi, sekaligus menjaga keberlanjutan produksi pangan di tengah ancaman kekeringan dan perubahan iklim.

Dalam upaya mengentaskan kawasan kumuh dan sekaligus memperkuat ketahanan daerah terhadap potensi bencana, yang merupaka...
27/08/2026

Dalam upaya mengentaskan kawasan kumuh dan sekaligus memperkuat ketahanan daerah terhadap potensi bencana, yang merupakan Standar Pelayanan Minimal (SPM) Perumahan Rakyat. Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim) Provinsi Kalimantan Barat melakukan kunjungan kerja dan kaji tiru ke Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPRPKP) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Kamis (27/8/2026).

Rombongan Kalbar yang dipimpin oleh Sekretaris Dinas Bapak A.M. Hendra Gunawan, S.P., M.Eng., Dan diterima langsung oleh jajaran Dinas PUPRPKP Provinsi NTB yang di wakili oleh sekdis provinsi NTB Ilham Ardiansyah, ST, MT. Di temani oleh kabid PKP Mulyadi ST. Fokus utama pertemuannya adalah membedah strategi penanganan Kawasan Prasarana, Sarana, dan Utilitas Umum (PSU) serta pengentasan kawasan kumuh kewenangan provinsi yang telah diterapkan di NTB.

Dalam pemaparannya, Kepala Bidang Perumahan dan Kawasan Permukiman Provinsi NTB, Mulyadi, membagikan data integratif serta formula penanganan daerah kumuh yang tidak hanya berfokus pada perbaikan fisik, tetapi juga mendorong transformasi ekonomi masyarakat setempat. ​Diskusi berjalan interaktif pada sesi tanya jawab. Perwakilan Dinas Perkim Kalbar mendalami teknis pemetaan data kawasan kumuh, metode penganggaran PSU, hingga kiat penataan permukiman berbasis mitigasi bencana sebagai penanganan melalui SPM Perumahan, mengingat tantangan iklim dan kebencanaan yang makin meningkat saat ini.

Melalui agenda kaji tiru ini, Pemprov Kalimantan Barat berharap dapat mengadaptasi praktik-praktik baik (best practices) dari NTB maupun sebaliknya untuk dapat diimplementasikan dalam pengembangan dan penataan kawasan permukiman. Semoga dengan adanya kolaborasi antar provinsi ini dapat mendorong kemajuan bagi kedua provinsi. Kegiatan ini di akhiri dengan penyerahan cenderamata

Memperkuat sinergi lintas sektor demi keselamatan jalan raya, Polda NTB menggelar Focus Group Discussion (FGD) Keamanan ...
27/08/2026

Memperkuat sinergi lintas sektor demi keselamatan jalan raya, Polda NTB menggelar Focus Group Discussion (FGD) Keamanan dan Keselamatan bertajuk "Melalui Kemitraan Layanan Polantas Guna Mendukung Transformasi POLRI PRESISI Dalam Rangka Terwujudnya Asta Cita" di Hotel Puri Indah, Mataram, Rabu (26/8/2026).

Kegiatan ini menghadirkan jajaran narasumber strategis, mulai dari Kasubit Kamsel Polda NTB AKBP I Wayan Alus Aditya, S.H., M.i.Kom., Kepala Balai Jalan Nasional NTB, Dishub Provinsi NTB, Kanwil Jasa Raharja NTB, hingga akademisi Universitas Mataram Dr. I Made Mahendra, S.T., M.T.

Diskusi interaktif yang dihadiri perwakilan jajaran Polresta/Polres se-NTB, Dinas PUPR-PKP, serta Organda ini menegaskan satu komitmen bersama. Keselamatan lalu lintas adalah tanggung jawab kolektif, bukan hanya tugas Polri. Adapun pembahasan:
- Integrasi Data Kecelakaan Pentingnya penanganan berbasis data yang terintegrasi antarlembaga demi respons cepat dan tepat.
- ​Penanganan Titik Rawan Laka yakni Kolaborasi aktif Balai Jalan Nasional, PUPR, dan Dishub dalam memetakan serta merekayasa fisik jalan yang berisiko.
- ​Edukasi & Perlindungan Peran aktif Organda dan Jasa Raharja dalam membina pengemudi serta menjamin kepastian perlindungan korban kecelakaan.
- ​Penguatan Layanan PRESISI: Mewujudkan pelayanan Polantas yang Prediktif, Responsibilitas, dan Transparansi Berkeadilan.

Sebagai langkah konkret, FGD ini menghasilkan tiga rekomendasi utama: pembentukan Tim Kerja Bersama untuk penanganan blackspot (titik rawan laka), pelaksanaaan sosialisasi keselamatan secara masif, serta penyusunan MoU kemitraan lintas instansi. Mari tingkatkan kesadaran dan ketertiban di jalan raya. Keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas terwujud melalui sinergi nyata

Address

Majapahit No. 8
Mataram

Opening Hours

Monday 07:30 - 16:00
Tuesday 07:30 - 16:00
Wednesday 07:30 - 16:00
Thursday 07:30 - 16:00
Friday 07:30 - 17:00

Telephone

+628123456789

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Dinas Puprpkp Provinsi NTB posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Organization

Send a message to Dinas Puprpkp Provinsi NTB:

Shortcuts

Share