Biro Umum dan Adpim Setda Provinsi NTB

Biro Umum dan Adpim Setda Provinsi NTB PPID Biro Umum dan Adpim Setda Provinsi NTB

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal meminta seluruh kepala Perangkat Daerah memperkuat penerapan manajemen risiko dalam seti...
08/08/2026

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal meminta seluruh kepala Perangkat Daerah memperkuat penerapan manajemen risiko dalam setiap tahapan pelaksanaan program pemerintah daerah.

Manajemen resiko, menurutnya, tidak boleh dipandang sekadar sebagai pemenuhan administrasi, tetapi harus menjadi bagian dari budaya kerja birokrasi, agar potensi kendala dapat diidentifikasi dan dikendalikan sejak awal.

"Manajemen risiko itu bukan sekadar urusan administratif atau SOP. Ini adalah mindset, cara kerja, dan corporate culture. Segala sesuatu sebelum dijalankan harus dihitung dulu risikonya di depan,” tegasnya, saat membuka Workshop Manajemen Risiko Pemerintah Provinsi NTB,di Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, Sabtu (8/8).

Ia menjelaskan, manajemen risiko bukan bertujuan menghilangkan seluruh risiko karena hal tersebut tidak mungkin dilakukan. Sebaliknya, pemimpin harus mampu mengidentifikasi, mengukur, dan mengantisipasi risiko sebelum mengambil keputusan.

Gubernur Iqbal mengibaratkan manajemen risiko seperti mempersiapkan kapal sebelum berlayar. Potensi badai dan ombak besar harus diperhitungkan sejak awal agar kapal memiliki kesiapan menghadapi berbagai kondisi.

“Tujuannya bukan menghilangkan risiko, karena itu mustahil. Tugas seorang pemimpin adalah mengambil calculated risk—risiko yang sudah dikalkulasi dengan matang. Kepala Perangkat Daerah harus menjadi buffer zone atau benteng utama pengelola risiko di unitnya masing-masing agar masalah tidak menumpuk di tingkat Gubernur,” lanjutnya, dihadapan peserta yang terdiri dari Kepala Perangkat Daerah dan Pejabat Administrator Lingkungan Pemerintah Provinsi NTB.

Untuk memperkuat penerapan manajemen risiko, Gubernur menginstruksikan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) NTB dan Inspektorat bekerja sama dengan Perwakilan BPKP Provinsi NTB dalam penyelenggaraan pelatihan dan sertifikasi Manajemen Risiko (MR).

"Sertifikasi manajemen risiko akan menjadi salah satu persyaratan pengembangan karier pejabat. Mulai tahun depan, pejabat Eselon III yang belum memiliki sertifikasi manajemen risiko tidak dapat dipromosikan ke jenjang Eselon II," katanya.

Sementara itu, Inspektur Provinsi NTB Budi Herman, selalu Ketua Pelaksana, mengatakan workshop tersebut berangkat dari hasil pembahasan program prioritas Desa Berdaya di Bappeda. Kompleksitas pelaksanaan program di lapangan dinilai membutuhkan penguatan kapasitas pimpinan OPD dalam mengidentifikasi dan mengelola risiko.

“Workshop ini bertujuan mendorong integrasi manajemen risiko ke dalam proses perencanaan, penganggaran, hingga eksekusi program. Kami mengapresiasi pendampingan dari BPKP NTB dan berharap langkah awal ini berlanjut pada diklat sertifikasi demi mewujudkan tata kelola pemerintahan yang akuntabel dan efektif,” jelasnya.

Workshop yang berlangsung sehari penuh, lanjutnya, sekaligus menjadi forum penguatan koordinasi antar-Perangkat Daerah dan penyegaran bagi jajaran pimpinan Pemprov NTB.

Melalui penguatan manajemen risiko, Pemprov NTB mendorong perubahan pola kerja birokrasi dari pendekatan reaktif menjadi lebih antisipatif, sehingga setiap program dapat dilaksanakan dengan perencanaan yang lebih matang dan risiko yang terukur.

Workshop Manajemen Risiko Pemerintah Provinsi NTB, yang digagas oleh Inspektorat Provinsi NTB, dihadiri oleh Wakil Gubernur NTB, Sekretaris Daerah Provinsi NTB, dan Kepala Perwakilan BPKP RI Provinsi NTB, serta menghadirkan narasumber Direktur Pengawasan Tata Kelola Pemerintahan Daerah BPKP RI dan Perwakilan Itjen Kementerian Dalam Negeri.

Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, meny...
08/08/2026

Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, menyapa langsung masyarakat Desa Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, Sabtu (8/8) pagi.

Gubernur memanfaatkan momentum tersebut untuk membagikan bendera Merah Putih secara gratis kepada para pedagang dan pengunjung di Pasar Sembalun. Aksi kemudian dilanjutkan dengan menyusuri jalan di kawasan Desa Sembalun dan menyapa warga yang ditemui saat beraktivitas maupun melintas.

Di sela-sela pembagian bendera, Gubernur juga berbincang santai dengan masyarakat. Ia menanyakan kabar warga sekaligus memastikan apakah bendera Merah Putih telah terpasang di rumah-rumah menjelang peringatan kemerdekaan.

“Sudah punya bendera Merah Putih untuk dipasang di rumah?” sapa gubernur ramah kepada salah satu warga.

Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi bagian dari upaya menyemarakkan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, tetapi juga dimanfaatkan Gubernur untuk menyerap aspirasi masyarakat secara langsung.

Gubernur menanyakan kondisi infrastruktur, khususnya jalan di wilayah Sembalun. Ia juga memastikan pembangunan yang dilaksanakan pemerintah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat setempat.

Interaksi langsung dengan warga menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah untuk memastikan berbagai kebutuhan masyarakat di lapangan dapat diketahui dan ditindaklanjuti. Sembari membagikan bendera, Gubernur juga mengajak masyarakat menjaga semangat persatuan dan nasionalisme dalam menyambut hari kemerdekaan.

Pembagian bendera Merah Putih di Sembalun diharapkan turut menyemarakkan peringatan kemerdekaan hingga ke pelosok daerah. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi ruang untuk mempererat hubungan antara pemerintah daerah dan masyarakat melalui interaksi langsung di tengah kehidupan warga.

Turut mendampingi Gubernur dalam kegiatan tersebut Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri (Bakesbangpoldagri) Provinsi NTB Surya Bahari, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi NTB Muhamad Riadi, serta Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikpora) Provinsi NTB Bowo Susatyo.

Upaya membangun generasi emas Nusa Tenggara Barat tidak cukup dimulai dari ruang kelas. Fondasi tumbuh kembang anak just...
07/08/2026

Upaya membangun generasi emas Nusa Tenggara Barat tidak cukup dimulai dari ruang kelas. Fondasi tumbuh kembang anak justru dibangun sejak usia dini melalui pengasuhan yang aman, penuh kasih sayang, dan sesuai dengan kebutuhan perkembangan anak.

Semangat tersebut menjadi perhatian Bunda Sinta saat meresmikan Taman Anak Sejahtera (TAS) Sentra Paramita Mataram di Desa Bengkel, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat, Jumat (7/8).

Layanan yang berada di bawah Kementerian Sosial RI tersebut dihadirkan sebagai ruang pengasuhan bagi anak usia dini sekaligus menjadi support system bagi keluarga, khususnya orang tua yang membutuhkan dukungan pengasuhan ketika menjalankan aktivitas sehari-hari. Pada tahap awal, TAS Sentra Paramita Mataram melayani 20 anak.

Dalam sambutannya, Bunda Sinta menegaskan bahwa setiap anak memiliki hak yang sama untuk tumbuh dan berkembang secara optimal, tanpa terkecuali.

“Konsep no one left behind harus kita pegang bersama. Seluruh anak harus memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan hak yang sama, apa pun kondisinya,” ujarnya.

Menurut Bunda Sinta, masa usia dini merupakan fase penting dalam pembentukan karakter dan kepribadian anak. Karena itu, lingkungan pengasuhan harus mampu menciptakan suasana yang aman dan menyenangkan sekaligus mendorong anak untuk percaya diri, memiliki empati, serta memiliki kegembiraan dalam belajar dan mengenal lingkungan sekitarnya.

Ia juga menyoroti persoalan kepercayaan diri yang menurutnya perlu menjadi perhatian bersama. Anak-anak perlu mendapatkan dukungan dan afirmasi sejak dini agar tumbuh sebagai pribadi yang berani bermimpi dan yakin terhadap kemampuan dirinya.

“Kita perlu memberikan afirmasi kepada anak-anak bahwa mereka bisa, mereka sanggup, mereka mampu. Itu menjadi salah satu pekerjaan rumah kita bersama,” katanya.

Bunda Sinta menekankan bahwa pengasuhan anak tidak dapat hanya dibebankan kepada satu pihak. Sinergi antara keluarga, tenaga pendidik, dan lingkungan pengasuhan menjadi kunci agar nilai-nilai yang diberikan kepada anak dapat diterapkan secara konsisten.

Menurutnya, keterlibatan orang tua, baik ibu maupun ayah, memiliki peran penting dalam membangun karakter dan kepercayaan diri anak. Kehadiran ayah, meskipun dilakukan melalui interaksi sederhana setiap hari, dinilai dapat memberikan pengaruh positif terhadap perkembangan anak.

“Saya titip anak-anak kita kepada Bapak dan Ibu semua. Semoga mereka tumbuh menjadi generasi emas NTB yang penuh percaya diri, berakhlak, dan memiliki masa depan yang baik,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Sentra Paramita Mataram Arif Rohman menjelaskan bahwa Taman Anak Sejahtera merupakan inisiasi Kementerian Sosial RI untuk menghadirkan layanan pengasuhan yang aman dan nyaman bagi anak sekaligus memberikan dukungan kepada orang tua.

Selain menyediakan lingkungan yang ramah anak, TAS Sentra Paramita Mataram didukung tenaga profesional yang melakukan pemantauan terhadap tumbuh kembang anak, meliputi aspek motorik, bahasa, kognitif, hingga kesehatan.

“Taman Anak Sejahtera ini diharapkan menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi anak sehingga orang tua dapat bekerja dengan tenang, sementara anak tetap memperoleh pengasuhan dan stimulasi tumbuh kembang yang optimal,” jelasnya.

Peresmian tersebut turut dihadiri Ketua Dharma Wanita Persatuan Provinsi NTB Windi Marlani Abul Chair, Kepala Dinas Sosial Provinsi NTB Ahmad Masyuri, jajaran Sentra Paramita Mataram, unsur Dharma Wanita Persatuan, para pendidik, serta orang tua peserta didik.

Usai peresmian, Bunda Sinta melakukan pengguntingan pita sebagai tanda dimulainya operasional TAS Sentra Paramita Mataram. Ia kemudian meninjau sejumlah ruang layanan dan berinteraksi langsung dengan anak-anak serta para orang tua.

Kehadiran TAS Sentra Paramita Mataram diharapkan memperluas akses terhadap layanan pengasuhan berkualitas bagi anak usia dini. Lebih dari sekadar tempat penitipan atau pengasuhan, layanan tersebut diharapkan menjadi bagian dari ekosistem yang mendukung tumbuh kembang anak agar sehat, percaya diri, berkarakter, dan memiliki kesiapan menghadapi masa depan.

Bagi NTB, investasi pada pengasuhan sejak usia dini menjadi bagian penting dalam menyiapkan generasi yang kelak tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, kepercayaan diri, dan kemampuan untuk berkembang di tengah perubahan zaman.

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat memperkuat kolaborasi dengan investor dalam mendorong pembangunan pariwisata ber...
07/08/2026

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat memperkuat kolaborasi dengan investor dalam mendorong pembangunan pariwisata berkelanjutan sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia lokal.

Komitmen tersebut mengemuka dalam audiensi Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal bersama jajaran direksi Baraca Capital di Ruang Kerja Gubernur NTB, Mataram, Jumat (7/8).

Dalam pertemuan tersebut, Pemprov NTB dan Baraca Capital memfinalisasi kerangka kerja sama yang mencakup komitmen investasi pariwisata hingga USD100 juta untuk pembangunan vila dan resor berkualitas tinggi di wilayah Lombok Selatan.

Investasi tersebut diarahkan tidak hanya pada pembangunan fasilitas pariwisata, tetapi juga terintegrasi dengan penataan sistem pengelolaan sampah serta penguatan kapasitas sumber daya manusia lokal di bidang pariwisata dan konstruksi.

Gubernur NTB menegaskan, pembangunan pariwisata tidak boleh hanya berorientasi pada investasi fisik. Menurutnya, pengembangan kawasan harus dibangun di atas lingkungan yang bersih dan sumber daya manusia lokal yang memiliki daya saing global.

Sementara itu, Chief Executive Officer (CEO) Baraca Capital Asos Harsin menegaskan komitmen perusahaan untuk mendukung pengembangan pariwisata yang bertanggung jawab dan berkelanjutan di Lombok Selatan.

“Investasi pariwisata bernilai tinggi hanya akan berkelanjutan jika dibangun bersamaan dengan kelestarian lingkungan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat lokal. Melalui kemitraan strategis dengan Pemprov NTB, kami tidak hanya menghadirkan destinasi dan hunian berkualitas dunia di Lombok Selatan, tetapi juga berinvestasi secara nyata pada sistem pengelolaan sampah modern serta pengembangan kapasitas SDM lokal agar masyarakat sekitar menjadi bagian utama dari pertumbuhan ekonomi ini.”, ujarnya.

Salah satu bagian penting dari kolaborasi tersebut adalah penguatan sistem pengelolaan sampah di kawasan Lancing dan Tampah, Lombok Selatan.

Baraca Capital berkomitmen mendukung penyediaan dan instalasi sistem penampungan sampah bawah tanah dan semi-bawah tanah atau underground and semi-underground waste container system. Sistem tersebut dirancang untuk menjaga kebersihan kawasan sekaligus mempertahankan estetika destinasi pariwisata.

Kerja sama juga mencakup pengadaan armada pengangkut sampah untuk memastikan proses pengumpulan dan pengangkutan berlangsung secara rutin. Operasional di lapangan akan melibatkan tenaga kerja lokal dari desa-desa sekitar serta bermitra dengan lembaga swadaya masyarakat yang bergerak di bidang lingkungan.

Asos Harsin mengatakan pendekatan tersebut menjadi bagian penting dari konsep pengembangan kawasan yang diusung Baraca Capital.

“Kami percaya bahwa standar kemewahan baru dalam industri hospitality adalah keberlanjutan. Penerapan sistem pengelolaan sampah bawah tanah yang modern serta penguatan keahlian warga lokal adalah bentuk komitmen nyata kami untuk memastikan Lombok Selatan berkembang sebagai destinasi eksklusif yang tetap hijau, bersih, dan berorientasi pada nilai-nilai ESG.”, ucapnya.

Selain investasi dan lingkungan, kerja sama Pemprov NTB dengan Baraca Capital juga diarahkan pada penguatan pendidikan vokasi untuk memenuhi kebutuhan industri pariwisata.

Pemprov NTB bersama Baraca Capital akan mendorong peninjauan kurikulum SMK pariwisata agar lebih sesuai dengan standar industri hospitality internasional. Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan keterampilan lulusan sehingga lebih siap diserap oleh industri pariwisata maupun konstruksi.

Gubernur NTB mengatakan penguatan vokasi tersebut akan diarahkan pada pengembangan SMK percontohan khusus hospitality.

“Dia mau bantu kita untuk review kurikulum di SMK-SMK kita dan rencana untuk mengembangkan percontohan SMK khusus hospitality. Saya mengusulkan di Kawasan Mandalika. Di dalam kawasan itu, yang sekolah disitulah anak-anak di sekitar. Jadi dia akan datangkan instrukturnya dari Europe. Dia akan bikin standarnya dulu supaya bisa dapat ESG score,” jelas Gubernur NTB.

Pemprov NTB selanjutnya akan berkoordinasi dengan ITDC terkait rencana alokasi lahan seluas dua hektare di kawasan Mandalika. Pemprov juga akan mengupayakan dukungan fasilitas kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

SMK percontohan tersebut dirancang untuk memberikan akses pendidikan vokasi kepada anak-anak masyarakat sekitar kawasan tanpa membebankan biaya, sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat aspek Environmental, Social, and Governance (ESG) kawasan.

Pemerintah Provinsi NTB menargetkan tahap persiapan, pemetaan kelembagaan, dan penyesuaian kurikulum dapat diselesaikan pada akhir 2026, sehingga implementasi program dapat berjalan pada tahun berikutnya.

Kolaborasi Pemprov NTB dan Baraca Capital tersebut diharapkan tidak hanya memperkuat investasi pariwisata di Lombok Selatan, tetapi juga memastikan pertumbuhan kawasan berjalan beriringan dengan perlindungan lingkungan dan peningkatan kapasitas masyarakat lokal.

Melalui pendekatan tersebut, NTB diarahkan semakin kuat sebagai destinasi pariwisata dunia yang mengedepankan prinsip green and sustainable tourism, dengan masyarakat lokal sebagai bagian penting dari pertumbuhan ekonomi kawasan.

Jalan Pejanggik, Kota Mataram, berubah menjadi lautan Merah Putih saat puluhan ribu warga memadati kawasan tersebut untu...
07/08/2026

Jalan Pejanggik, Kota Mataram, berubah menjadi lautan Merah Putih saat puluhan ribu warga memadati kawasan tersebut untuk mengikuti Gerakan Pembagian Bendera Merah Putih dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Jumat (7/8).

Sejak pagi, masyarakat dari berbagai kalangan telah berdatangan mengenakan atribut bernuansa Merah Putih. Pelajar, mahasiswa, organisasi kepemudaan, komunitas, aparatur pemerintah, hingga masyarakat umum berbaur dalam suasana penuh semangat kebangsaan. Ribuan bendera Merah Putih yang berkibar di sepanjang Jalan Pejanggik menghadirkan pemandangan yang menggugah rasa cinta tanah air sekaligus mempertegas semangat nasionalisme masyarakat NTB.

Antusiasme warga tampak begitu tinggi. Banyak peserta yang langsung mengibarkan bendera yang diterimanya dan berencana memasangnya di rumah, tempat usaha, maupun lingkungan tempat tinggal. Sorak-sorai peserta, lantunan lagu-lagu perjuangan, dan yel-yel kebangsaan semakin menyemarakkan suasana menjelang peringatan Hari Kemerdekaan.

Wakil Gubernur NTB, Indah Dhamayanti Putri, mengajak masyarakat menjadikan peringatan Hari Kemerdekaan sebagai momentum untuk memperkuat persatuan dan semangat kebangsaan.

“Alhamdulillah kita kembali bersama-sama menantikan perayaan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-81. Usia yang sudah cukup senja dan tua. Oleh karena itu, satu yang ingin saya sampaikan dalam momen ini dari Nusa Tenggara Barat, mari kita terus menggelorakan semangat kebangsaan kita, semangat untuk membangun Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujarnya.

Wagub yang akrab disapa Umi Dinda itu menegaskan bahwa keberagaman suku, agama, dan budaya yang dimiliki NTB merupakan kekuatan besar yang harus terus dijaga sebagai modal membangun daerah.

“Dengan keberagaman suku dan agama yang ada di Nusa Tenggara Barat, mari kita semua tetap bersatu padu dan tidak mudah terpecah belah oleh berbagai isu dan upaya-upaya pihak yang tidak bertanggung jawab. Saya mengajak kita semua untuk terus menambah semangat kebersamaan dalam mengisi kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-81 ini,” katanya.

Menurutnya, hamparan Merah Putih yang memenuhi Jalan Pejanggik menjadi bukti bahwa semangat nasionalisme masyarakat NTB tetap hidup dan terus diwariskan dari generasi ke generasi.

Senada dengan itu, Wali Kota Mataram, H. Mohan Roliskana, menyampaikan bahwa usia kemerdekaan Indonesia yang ke-81 merupakan perjalanan panjang bangsa yang berhasil dilalui berkat semangat patriotisme dan persatuan seluruh rakyat Indonesia.

“Usia kemerdekaan Indonesia ke-81 adalah fase perjalanan sejarah bangsa yang sangat panjang, yang dilalui dengan berbagai macam ancaman dan tantangan. Namun karena semangat patriotik kita semua, berbagai ujian itu dapat kita lalui dan kita masih berdiri hingga hari ini,” ungkap Mohan.

Ia menilai Gerakan Pembagian Bendera Merah Putih bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan wujud nyata kecintaan masyarakat terhadap bangsa dan negara.

“Hari ini tidak semata-mata secara simbolik kita melaksanakan kegiatan sebagai wujud sukacita kepada bangsa Indonesia, tetapi ini adalah manifestasi dari semangat patriotisme, rasa cinta tanah air, wawasan kebangsaan, dan semangat kita untuk membela Negara Kesatuan Republik Indonesia,” jelasnya.

Mohan juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga persatuan, kerukunan, dan keberagaman sebagai fondasi utama pembangunan daerah.

“Oleh karena itu mari kita rawat dan jaga keberagaman serta kedamaian bangsa Indonesia, Nusa Tenggara Barat khususnya, sebagai modal besar kita membangun bangsa dan daerah yang kita cintai ini menuju NTB yang Makmur Mendunia,” tegasnya.

Kemeriahan acara mencapai puncaknya ketika ribuan warga secara serentak mengibarkan bendera Merah Putih yang baru diterima. Sepanjang Jalan Pejanggik dipenuhi kibaran merah dan putih yang menghadirkan suasana haru sekaligus membangkitkan semangat perjuangan para pahlawan.

Gerakan Pembagian Bendera Merah Putih tahun ini tidak hanya menjadi simbol dimulainya rangkaian peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, tetapi juga memperlihatkan kuatnya semangat persatuan masyarakat NTB. Lautan Merah Putih yang memenuhi pusat Kota Mataram menjadi penanda bahwa nilai-nilai nasionalisme, kebersamaan, dan optimisme terus hidup di tengah masyarakat sebagai modal penting dalam melanjutkan pembangunan menuju Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur.

Realisasi investasi Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Semester I Tahun 2026 menunjukkan kinerja yang sangat mengge...
06/08/2026

Realisasi investasi Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Semester I Tahun 2026 menunjukkan kinerja yang sangat menggembirakan. Hingga pertengahan tahun, nilai investasi berhasil mencapai sekitar Rp32,8 triliun atau 51,25 persen dari target tahunan sebesar Rp64 triliun. Capaian tersebut tidak hanya mencerminkan meningkatnya kepercayaan investor, tetapi juga menunjukkan semakin besarnya kontribusi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai penggerak ekonomi daerah.

Ketua Dekranasda NTB, Sinta M. Iqbal, menyatakan bahwa keberhasilan pembangunan ekonomi daerah tidak hanya ditopang oleh investasi skala besar, tetapi juga oleh ribuan pelaku UMKM yang setiap hari menggerakkan roda perekonomian.

“Perusahaan besar memang ada dan sangat membantu. Tetapi UMKM kita adalah pahlawan tanpa tanda jasa, pahlawan di balik layar karena pergerakan mereka luar biasa,” katanya,saat menghadiri konferensi pers Realisasi Investasi Triwulan II dan Semester I Tahun 2026 yang diselenggarakan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) NTB bersama sejumlah perangkat daerah di Bale Kita, Mataram, Kamis (6/8).

Menurutnya, para pelaku UMKM di NTB telah menunjukkan keberanian luar biasa untuk terus berinovasi dan mengembangkan usaha, meskipun sebagian besar tidak memiliki latar belakang pendidikan bisnis formal. Keberanian mengambil risiko, kemauan belajar, dan semangat untuk terus mencoba menjadi modal utama yang telah terbukti menghasilkan berbagai keberhasilan.

Untuk memperkuat pembinaan, Dekranasda NTB mengintegrasikan sejumlah organisasi perangkat daerah ke dalam struktur kepengurusan. Dinas Perindustrian dan Perdagangan ditunjuk sebagai Ketua Harian, sedangkan Dinas Koperasi dan UMKM menjadi Wakil Ketua Harian.

Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui sistem pembinaan terpadu. Produk-produk UMKM yang belum memenuhi standar kurasi di Bale Kita akan langsung mendapatkan pendampingan dari Dinas Koperasi dan UMKM melalui pelatihan, peningkatan kualitas produk, hingga penguatan kapasitas usaha.

Menurut Sinta, pendekatan tersebut menjawab kebutuhan para pelaku usaha yang selama ini menginginkan pendampingan berkelanjutan, bukan sekadar kesempatan mengikuti pameran.

Selain pembinaan usaha, Dekranasda juga mendorong penyederhanaan proses perizinan agar semakin banyak masyarakat berani memulai usaha.

“Banyak yang belum tahu jalurnya dan menganggap perizinan itu ribet, mahal, atau lama. Padahal setelah dipelajari, sekarang sudah banyak kemudahan untuk memulai usaha,” tutur Sinta.

Sebagai contoh keberhasilan pembinaan, Sinta menyoroti perkembangan Desa Ekspor Aik Bukak di Kabupaten Lombok Tengah. Berawal dari inisiatif kelompok perempuan desa, produk olahan kemiri kini berhasil menembus pasar Jepang dan Arab Saudi. Bahkan, mereka sempat menolak permintaan dari Belanda karena keterbatasan kapasitas produksi.

Ia menambahkan, Bale Kita terus difungsikan sebagai rumah bersama bagi produk-produk lokal yang autentik sekaligus etalase bagi karya terbaik UMKM NTB. Sinta juga mengajak media massa untuk terus membangun narasi positif mengenai perkembangan ekonomi daerah guna menjaga optimisme masyarakat dan meningkatkan kepercayaan investor.

Sementara itu, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) NTB, Irnadi Kusuma, menjelaskan bahwa realisasi investasi Semester I Tahun 2026 telah mencapai sekitar Rp32,8 triliun atau 51,25 persen dari target tahunan sebesar Rp64 triliun. Angka tersebut meningkat tajam dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang saat itu bahkan belum mencapai seperempat target investasi.

“Kenaikan ini spektakuler. Keberadaan UMKM memberikan kejutan besar yang ikut menyeliap di dalam capaian indikator rilis Kementerian Investasi,” terang Irnadi.

Pada Triwulan II Tahun 2026, investasi non-UMK masih didominasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp12,41 triliun atau 81,85 persen dari total investasi, sedangkan Penanaman Modal Asing (PMA) berkontribusi sekitar Rp2,7 triliun atau 18,15 persen.

Dari sisi wilayah, Kabupaten Sumbawa Barat menjadi penyumbang investasi terbesar dengan nilai lebih dari Rp11 triliun, disusul Kabupaten Dompu dan Kabupaten Lombok Tengah, yang didukung perkembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika serta sektor pariwisata.

Berdasarkan sektor usaha, investasi masih didominasi sektor Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sebesar sekitar 79 persen, diikuti sektor Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (7,25 persen), Perindustrian dan Perdagangan (sekitar 7 persen), Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) (1,6 persen), serta sektor lainnya sebesar 4,8 persen. Sementara itu, berdasarkan asal investasi asing, kontribusi terbesar berasal dari konsorsium gabungan beberapa negara, diikuti investor dari Spanyol dan Australia.

Di sisi lain, realisasi investasi kategori UMKM hingga Semester I Tahun 2026 telah mencapai Rp496,6 miliar. Capaian tersebut menjadi modal optimistis untuk mencapai target investasi UMKM sebesar Rp1 triliun hingga akhir tahun.

Irnadi menegaskan, DPMPTSP NTB akan terus memperkuat iklim investasi melalui penyederhanaan layanan perizinan sesuai amanat PP Nomor 7 Tahun 2021, antara lain melalui integrasi sistem OSS-RBA, kemudahan pendirian koperasi, penyediaan lokasi pemasaran, serta penguatan kemitraan antara UMKM dan pelaku usaha skala besar.

Dengan sinergi pembinaan yang semakin kuat antara Dekranasda, perangkat daerah, dan dunia usaha, Pemerintah Provinsi NTB optimistis pertumbuhan investasi tidak hanya akan terus meningkat, tetapi juga semakin inklusif. Ke depan, UMKM diharapkan tidak hanya menjadi pelengkap pembangunan ekonomi, melainkan tampil sebagai motor utama yang mampu menciptakan lapangan kerja, memperkuat daya saing daerah, serta membawa produk-produk unggulan NTB menembus pasar nasional maupun internasional.

Pelestarian budaya dan kepedulian terhadap lingkungan menjadi dua nilai yang berpadu dalam Selamatan Bendungan Meninting...
06/08/2026

Pelestarian budaya dan kepedulian terhadap lingkungan menjadi dua nilai yang berpadu dalam Selamatan Bendungan Meninting yang dirangkaikan dengan tradisi Bubur Beaq, Mandiq Safar, serta penyaluran santunan kepada anak yatim dan lansia di kawasan Bendungan Meninting, Rabu (5/8). Tradisi yang telah lama menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Sasak tersebut kembali dihidupkan sebagai ungkapan rasa syukur sekaligus pengingat pentingnya menjaga air sebagai sumber kehidupan.

"Keberagaman budaya merupakan salah satu kekuatan terbesar yang dimiliki NTB. Karena itu, tradisi-tradisi lokal perlu terus dijaga sebagai perekat persaudaraan sekaligus media menanamkan nilai gotong royong dan kepedulian terhadap lingkungan," kata Wagub.

Menurutnya, keberadaan Bendungan Meninting yang telah diresmikan Presiden RI Prabowo Subianto akan memberikan manfaat yang optimal apabila diiringi dengan kesadaran masyarakat untuk merawat lingkungan dan menjaga keberlanjutan sumber daya air.

“Keberagaman adalah kekayaan NTB. Mari kita terus menjaga persaudaraan dan kebersamaan. Kalau kita mencintai alam, maka alam akan mencintai kita. Semoga keberadaan Bendungan Meninting memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat,” ajaknya kepada Ketua Padepokan Lingsir TGH. Lalu Imam Sanusi, Anggota DPRD NTB TGH. Muzihir, Kepala Kesbangpol Provinsi NTB Surya Bahari, unsur Forkopimda, tokoh agama, tokoh adat, serta masyarakat setempat, yang turut hadir menyemarakkan acara tersebut.

Wagub menilai pembangunan infrastruktur tidak cukup hanya diwujudkan melalui pembangunan fisik. Yang tidak kalah penting adalah membangun rasa memiliki masyarakat sehingga fasilitas yang telah dibangun dapat terus dijaga dan dimanfaatkan secara berkelanjutan.

"Tradisi Bubur Beaq dan Mandiq Safar memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar seremoni adat. Tradisi tersebut menjadi ruang pendidikan sosial yang mengajarkan nilai kebersamaan, rasa syukur, serta tanggung jawab untuk menjaga alam sebagai penopang kehidupan," pungkasnya.

Pandangan tersebut sejalan dengan Ketua Padepokan Lingsir, TGH. Lalu Imam Sanusi. Ia menjelaskan bahwa Bubur Beaq dan Mandiq Safar merupakan warisan budaya masyarakat Sasak yang tidak dapat dipisahkan dari nilai-nilai keagamaan.

“Adat jangan sampai lepas dengan agama. Lamun adat taq pelihara, insyaallah budaya Sasak tetap idup, anak putu tao jati dirina lan tetap ngelingang ajaran agama,” ujarnya.

Menurutnya, tradisi tersebut menjadi sarana mempererat persaudaraan sekaligus wujud syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. Karena itu, keberadaannya perlu terus dijaga dan diwariskan kepada generasi muda agar identitas budaya Sasak tetap lestari.

Sementara itu, Ketua Panitia Puspawan Akbar menyampaikan apresiasi kepada seluruh elemen masyarakat, Majelis Adat Sasak, Laskar Sasak, serta Pemerintah Provinsi NTB yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.

“Ini menjadi kebanggaan bagi kami karena baru pertama kali kegiatan Bubur Beaq-Mandiq Safar dihadiri langsung oleh Wakil Gubernur NTB,” katanya.

Ia menilai kolaborasi seluruh unsur masyarakat menjadi modal penting untuk menjaga keberlangsungan tradisi sebagai sarana memperkuat silaturahmi, mempererat kebersamaan, serta membangun kepedulian terhadap lingkungan.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan doa bersama dan penyerahan santunan kepada anak yatim serta lansia. Momentum tersebut memperlihatkan bahwa pelestarian budaya tidak hanya menjadi ruang menjaga tradisi, tetapi juga memperkuat nilai kepedulian sosial di tengah masyarakat.

Address

Jalan Pejanggik Nomor 12 Mataram
Mataram

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Biro Umum dan Adpim Setda Provinsi NTB posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share