Komsos Paroki SPPM

Komsos Paroki SPPM Halaman ini dibuat untuk pelayanan iman gereja katolik berbasis digital

Renungan Harian Paroki St.Paulus Pasar Merah MedanSenin 26 Agustus 2024Matius 22:13-22Oleh RP,Paschalis Tumarno, O.CarmV...
26/08/2024

Renungan Harian Paroki St.Paulus Pasar Merah Medan
Senin 26 Agustus 2024
Matius 22:13-22

Oleh RP,Paschalis Tumarno, O.Carm
Vikaris Paroki SPPM

Selamat pagi, salam sehat, syalom🌻

Adakah di antara kita yang tahu ada lagu Achmad Albar berikut ini?

Dunia ini panggung sandiwara
Ceritanya mudah berubah
Kisah Mahabrata
Atau tragedi dari Yunani

Setiap kita dapat satu peranan
Yang harus kita mainkan
Ada peran wajar
Ada peran berpura-pura

Mengapa kita bersandiwara?
Mengapa kita bersandiwara?

Lagu tersebut dapat menjadi pengantar untuk memahami pewartaan Injil kemarin dan pada hari ini.

Dengan pengajaran tentang Roti Hidup (Yoh 6:1-69) selama 5 pekan (Minggu Biasa XVII-XXI) yang lalu, Yesus sempat menelanjangi demikian banyak orang Yahudi yang mengikutiNya. Setelah ditelisik, maka ketahuan bahwa mereka tidak mempunyai motivasi yang cukup. Akhirnya mereka bersungut-sungut dan meninggalkan Sang Guru Kehidupan.

Mengapa orang-orang Yahudi bersungut-sungut dan meninggalkan Yesus? Jawabannya sudah jelas! Ketika Achmad Albar bertanya “Mengapa kita bersandiwara?” Jawabannya pun jelas, karena “Dunia ini panggung sandiriwara”!

Lalu kapan dan di mana manusia dapat berhenti bersandiwara? Jawabannya ialah ketika manusia berada di kamar mandi. Kamar mandi adalah tempat privat yang dirasa aman untuk menjadi diri sendiri terlepas dari seluk beluk peran kehidupan. Demikian sehingga Ebiet G. Ade berkata, “Kita mesti telanjang dan benar-benar bersih, suci lahir dan di dalam batin ...”

Sebagaimana Achmad Albar memertanyakan dunia (kehidupan), demikian juga dalam pewartaan Injil Matius (23:13-22) pada hari ini Yesus Sang Guru Kehidupan memertanyakan atau menelanjangi cara hidup dan peran ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi yang sedang bersandiwara.

Memang dalam pertunjukan sandiriwara para pemain di atas panggung bisa mementaskan drama dengan luar biasa dengan menampilkan orang yang kaya raya, suci, sedih, gembira, sengsara, jatuh cinta, kejam, dan lain sebagainya. Akan tetapi, tidaklah demikian bagi ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi! Hendaknya mereka hidup yang wajar selaras dengan cara hidup dan peran nyata sebagai pemuka umat!

Karena ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi bersandiwara, maka Sang Guru Kehidupan tak segan-segan menegur/mengeritik mereka dengan kata “munafik”.

Sikap munafik adalah apa yang di luar beda dengan apa yang di dalam diri. Apa yang mereka perankan di panggung, tidaklah sama dengan kehidupan nyata mereka.

Pada saat ini teguran/kritikan Sang Guru dapat juga tertuju kepada para pemimpin negara kita yang sedang berhadapan dengan para pengunjuk rasa dengan “Garuda Biru”. Juga menjadi bahan refleksi bagi kita sekalian sebagai murid-murid Sang Guru Kehidupan supaya “kita mesti telanjang dan benar-benar bersih, suci lahir dan di dalam batin …” demi mempunyai motivasi yang benar, sehingga berani melepaskan diri dari kepura-puraan.

Demi mengikuti Yesus Sang Guru Kehidupan dengan kemauan penuh dan totalitas, maka:

Kita mesti berjuang memerangi diri
Bercermin dan banyaklah bercermin
Tuhan ada di sini di dalam jiwa ini
Berusahalah agar Dia tersenyum...

Selamat melanjutkan aktivitas, Tuhan memberkati🙏🏻

Misa Perayaan Maria diangkat ke SurgaMinggu 18 Agustus 2024Misa dipimpin oleh RP.Tinto Hasugian, O.Carm
20/08/2024

Misa Perayaan Maria diangkat ke Surga
Minggu 18 Agustus 2024
Misa dipimpin oleh RP.Tinto Hasugian, O.Carm

Misa Syukur HUT RI di Gerja Paroki St.Paulus Pasar Merah Medan 16 Agustus 2024Misa dipimpin oleh RP,Godlif Sianipar, O.C...
16/08/2024

Misa Syukur HUT RI di Gerja Paroki St.Paulus Pasar Merah Medan 16 Agustus 2024
Misa dipimpin oleh RP,Godlif Sianipar, O.Carm

RENUNGAN HARIAN PAROKI ST.PAULUS PASAR MERAH MEDANJumat 16 Agustus 2024Mat : 19:3-12Selamat pagi, salam sehat, syalom🌻Da...
16/08/2024

RENUNGAN HARIAN PAROKI ST.PAULUS PASAR MERAH MEDAN
Jumat 16 Agustus 2024
Mat : 19:3-12

Selamat pagi, salam sehat, syalom🌻

Dalam dua hari kemarin Sang Guru Kehidupan mengajar tentang hidup bersama dalam persaudaraan.

Apabila ada sesama bersalah, semangat persaudaraan hendaknya diwujudkan dengan:

- menasihati secara santun dan bermartabat, juga tidak mengumbar kesalahan sesama.
- mengampuni secara total, tanpa jejak kepahitan, dan kebencian.

Selanjutnya dalam pewartaan Injil Matius (19:3-12) pada hari ini Sang Guru memerdalam hidup bersama dalam persaudaraan dengan gambaran suami istri atau pernikahan yang tak terceraikan.

Orang-orang Farisi bertanya, "Apakah diperbolehkan orang menceraikan istrinya dengan alasan apa saja?"

St. Tertulianus mengambarkan relasi suami istri itu sebagai saudara. Demikian sehingga kemungkinan kecillah suami istri bakal bercerai, sebab relasi mereka itu bagaikan saudara!

Maka jawaban Yesus kepada orang-orang Farisi itu sangat jelas, "Apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia."

Pasangan suami istri terbaik itu seperti SEPATU:

- Bentuknya tak persis sama, tetapi serasi.
- Saat berjalan terlihat tak kompak, tetapi tujuannya sama.
- Tak pernah berganti posisi, tetapi saling melengkapi.
- Selalu sederajat, tak ada yang lebih rendah atau lebih tinggi.
- Bila yang satu hilang, maka yang lain tak memiliki arti.

SEPATU itu akronim: SEjalan samPAi TUa, hingga maut yang memisahkan.

Pasutri Kristiani adalah pasangan sehidup semati sebagaimana telah ditegaskan oleh pewartaan Injil Matius pada hari ini.

Santo Tertulianus juga berkata, "Betapa mengagumkan PASANGAN itu: dua orang beriman, dengan SATU harapan, SATU keinginan, SATU cara hidup, SATU pengabdian! Anak-anak dari SATU Bapa, abdi dari SATU Tuhan."

Sambutlah pewartaan ini bukan sebagai perkataan manusia, melainkan sebagai sabda Allah (BPI).

Selamat beraktivitas, Tuhan memberkati🙏🏻
Oleh : RP.Paschalis Tumarno, O.Carm.
Vikaris Paroki SPP

Provisiat Ulangtahun Imamat Pastor Carmel
12/08/2024

Provisiat Ulangtahun Imamat Pastor Carmel

Minggu 30 juni 2024, Stasi St.Diego Martoba Paroki Santo Paulus Pasar Merah Medan (SPPM) Pengesahan Katekumen, Penerimaa...
02/07/2024

Minggu 30 juni 2024, Stasi St.Diego Martoba Paroki Santo Paulus Pasar Merah Medan (SPPM) Pengesahan Katekumen, Penerimaan Komuni Pertama dan Misa hari minggu Biasa XIII, dalamkesempatan ini Parocus Paroki SPPM. RP W***y Purwanto OCarm pamit kepada seluruh umat di Stasi St. Diego Martoba, artinya ini adalah Misa terakhir yg dipimpin Parochus SPPM di Stasi tersebut, karena beliau akan Mengahiri masa tugasnya di Paroki yang dicintainya ini. memang beberapa minggu belakangan ini RP W***y Purwanto OCarm berkeliling ke 4 Stasi di Paroki SPPM. untuk mempin Misa sekaligus pamit kepada umat di masing masing Stasi.

Medan senin 17 juni 2024  kontingen CARMEL CUP XVI OMK Paroki Santo Paulus Pasar Merah Medan (SPPM) besiap siap untuk  b...
17/06/2024

Medan senin 17 juni 2024 kontingen CARMEL CUP XVI OMK Paroki Santo Paulus Pasar Merah Medan (SPPM) besiap siap untuk berangkat menuju Paroki Kisaran sebagai tuan rumah Carmel Cup tahun 2024. OMK Paroki SPPM didampingi langsung oleh Parochus RP. W***y Purwanto OCarm, ,Vikaris RP. Paschalis Tumarno OCarm, Sekretaris 1 DPP Bapak Genisius Geni, dan Koord. Sie Kepemudaan DPP Bapak Mangatur Manalu. Selamat berjuang para Pejuang muda Gereja, jadilah anak anak yang berkarakter, disiplin dan Smart Doa Kami umat Paroki SPPM menyertai Kalian.

SAPAAN GEMBALA PAROKI SPPM 7 Juni 2024 Hari Raya Hati Yesus yang Maha KudusSelamat pagi, salam satu jiwa, salam sehat, s...
07/06/2024

SAPAAN GEMBALA PAROKI SPPM
7 Juni 2024 Hari Raya Hati Yesus yang Maha Kudus

Selamat pagi, salam satu jiwa, salam sehat, syalom🌻

Pewartaan Injil Yohanes (19:31-37) pada Hari Raya Hati Yesus yang Mahakudus ini mengingatkan kita, bahwa tidak mudah memahami kematian Yesus di salib. Bahkan ada beberapa kelompok yang tidak percaya akan keotentikan peristiwa itu. Pada umumnya mereka percaya, bahwa peristiwa penyaliban itu benar ada, tetapi tentang Yesus yang mati di salib itu yang ditolak.

Walaupun ada ajaran kematian Yesus di salib, namun pewartaan Injil pada hari ini menunjukkan fakta yang tak terbantahkan! Bahkan ketiga Injil yang lain (Sinoptik) juga menyatakan dengan jelas bahwa Yesus wafat.

Dari keempat Injil kita tahu bahwa Yesus ditangkap di taman Zaitun setelah merayakan perjamuan bersama kedua belas rasulNya. Di situ Ia ditangkap oleh serombongan petugas dan dibawa ke rumah Imam Agung. Setelah itu Ia dibawa ke pengadilan Pilatus.

Walaupun tidak ditemukan kesalahan apa pun, namun Yesus dijatuhi hukuman mati oleh Pilatus. Selanjutnya Yesus disesah dan dipaksa memikul salib ke Golgota. Sesampai di Golgota Ia disalibkan.

Penderitaan yang dialamiNya sangat berat termasuk perlakuan brutal yang diterimaNya, sehingga Ia mengalami suatu kematian yang sangat cepat di kayu salib. Dari Injil Sinoptik kita tahu, bahwa Yesus wafat setelah tergantung di salib selama 6 jam. Dan untuk membuktikan bahwa Yesus telah wafat, seorang prajurit menikam lambungNya sehingga keluarlah darah dan air!

Dalam hal ini kita harus yakin dengan apa yang ditulis oleh Penginjil Yohanes: Orang yang melihat sendiri hal itu bersaksi, dan benarlah kesaksiannya. Ia pun tahu bahwa ia mengatakan kebenaran, supaya kamu juga percaya. Inilah iman Katolik yang otentik!

Berdasarkan kebenaran iman ini ada banyak hal yang dapat kita refleksikan di antaranya devosi kepada Hati Yesus yang Mahakudus.

Semula devosi ini lebih bersifat pribadi dan berkembang sejak abad ke-11. Kemudian pada 31 Agustus 1670, di Renes, Prancis, devosi ini berkembang menjadi sebuah pesta yang dipopulerkan oleh St. Yohanes Eudes (1602-1680).

Devosi ini lebih berkembang ketika terdapat penglihatan yang dialami oleh St. Margaretha Maria Alacoque (1647-1690). Dalam penglihatan itu, Tuhan memerintahkan St. Margaretha Maria Alacoque untuk melaksanakan Pesta Hati Kudus yang dirayakan pada hari Jumat setelah oktaf dari Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus.

Pesta ini merupakan ungkapan terima kasih manusia karena pengurbanan Tuhan Yesus Kristus demi keselamatan manusia. Hati Kudus di sini bukan hanya terbatas pada HatiNya secara fisik, melainkan juga kasihNya bagi seluruh umat manusia.

Pada 1856 Paus Pius IX atas permintaan para uskup Prancis untuk memerluas pesta tersebut bagi Gereja universal.

Sekarang refleksi ini kita akhiri dengan menyenandungkan lagu Ya Hati Yesus, Raja Cinta (MB 508):

Ya hati Yesus, Raja Cinta
ditembusi tombak bengis
Yang rela menanggung sengsara
demi selamat dunia

Aduhai cinta yang abadi
betapa Kau dihina
Ampunilah kami ya, Tuhan
sebab besarlah kasihMu

Selamat beraktivitas di Hari Raya Hati Yesus yang Mahakudus, Tuhan memberkati🙏🏻

RP.Paschalis Tumarno OCarm

Selamat Jalan ke Rumah Bapa di Surga B**g Joss(yosef Tien) Sekretaris II Paroki Santo Paulus Pasar Merah Medan, Ketua Bi...
06/06/2024

Selamat Jalan ke Rumah Bapa di Surga B**g Joss(yosef Tien) Sekretaris II Paroki Santo Paulus Pasar Merah Medan, Ketua Bidang Komsos Paroki Santo Paulus Pasar Merah Medan, kami semua sangat kehilangan, Damailah dirumah Bapa di Surga.

MInggu 2 juni 2024, Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus, Gereja Paroki Santu Paulus Pasar Merah (SPPM)"Inilah darah-Ku, da...
02/06/2024

MInggu 2 juni 2024, Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus, Gereja Paroki Santu Paulus Pasar Merah (SPPM)

"Inilah darah-Ku, darah perjanjian, yang ditumpahkan bagi banyak orang"

Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus Minggu 2 juni 2024, sekitar 60 orang anak anak asmika di Gereja Paroki SPPM yg sudah berusia 11 tahun atau kelas 5 SD menerima Komuni pertama, anak anak Inilah darah-Ku, darah perjanjian, yang ditumpahkan bagi banyak orang.eserta Komini didampingi oleh para orangtua dan Pengurus lingkungan masing masing, Misa dipimpin oleh Parochus Paroki SPPM RP. W***y Purwanto OCarm.

Medan Sabtu Juni 2024 Gereja Paroki SPPM.Setelah anak anak asmika yang sudah ber usia minimal 11 tahun atau kelas 5 SD d...
01/06/2024

Medan Sabtu Juni 2024 Gereja Paroki SPPM.
Setelah anak anak asmika yang sudah ber usia minimal 11 tahun atau kelas 5 SD dipersiapkan kurang lebih 2 bulan oleh Guru guru asmika dan di komandoi oleh Kordinator Seksi Katekese Paroki SPPM, Bapak Sehat Sinaga, maka sebelum hari H diadakan Rekoleksi bagi Peserta Sambut Komuni Pertama yg bertempat diaula Paroki SPPM, sebagai narasumber langsung dipimpin Oleh Bapak Sehat Sinaga Senagai Kordinator Seksi Katekese. Semoga rekoleksi ini membantu persiapaan rohani para peserta untuk menyambut Tubuh dan Darah Kristus. Minggu tgl 2 Juni 2024

Address

Jalan Hm. Joni No. 64 A Medan
Medan
20217

Telephone

+6282160812042

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Komsos Paroki SPPM posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Organization

Send a message to Komsos Paroki SPPM:

Share

Category