07/09/2025
Permenpora 14/2024: Menyelamatkan atau Menenggelamkan Olahraga Indonesia?
# Olahraga Indonesia di Persimpangan Jalan
Setiap kali atlet Indonesia naik ke podium tertinggi, ada getaran yang sama di dada jutaan rakyat. Ketika lagu kebangsaan bergema, ketika bendera berkibar, kita semua merasakan kebanggaan yang sama. Itu adalah momen yang mengikat kita sebagai bangsa.
Hari ini, sistem yang selama puluhan tahun melahirkan para juara itu sedang dipertanyakan. Permenpora No. 14 Tahun 2024 telah menghadirkan perdebatan fundamental tentang bagaimana seharusnya olahraga Indonesia dikelola.
# # Akar Permasalahan
Selama bertahun-tahun, dunia olahraga Indonesia memang diwarnai konflik internal. Dualisme kepengurusan di berbagai cabang olahraga sering kali menghabiskan energi yang seharusnya dicurahkan untuk pembinaan atlet. Pemerintah melihat ini sebagai masalah yang harus diselesaikan.
Di sisi lain, organisasi olahraga yang sudah puluhan tahun berkecimpung di lapangan merasa bahwa mereka memahami dinamika olahraga lebih baik daripada birokrat. Mereka khawatir intervensi berlebihan justru akan mengganggu mekanisme yang sudah berjalan.
# # Dilema yang Nyata
Permenpora ini menghadirkan dilema klasik antara kontrol dan kebebasan. Pemerintah menginginkan standarisasi dan akuntabilitas yang jelas. Organisasi olahraga menginginkan ruang gerak untuk berkreasi dan berinovasi.
Kedua pandangan ini punya dasar yang kuat. Tata kelola yang baik memang diperlukan, tapi kekakuan birokrasi juga bisa mematikan kreativitas. Yang menjadi pertanyaan adalah: mana yang lebih penting untuk mencapai prestasi optimal?
# # Dampak di Lapangan
Yang tidak bisa dipungkiri adalah dampak nyata di lapangan. KONI sebagai koordinator olahraga nasional menghadapi ketidakpastian peran. Induk cabang olahraga harus menyesuaikan diri dengan aturan baru yang belum tentu mereka pahami sepenuhnya.
Yang paling mengkhawatirkan adalah dampaknya terhadap atlet. Mereka butuh kepastian dalam pembinaan, kejelasan program latihan, dan dukungan penuh dari organisasi. Ketika organisasi sedang bergolak, fokus pada atlet bisa teralihkan.
# # Sudut Pandang yang Berbeda
**Pemerintah berargumen:** Regulasi ini diperlukan