Sekitar 10 tahun silam(tahun 2005) ada peristiwa yang sangat penting terjadi di luat pahae yaitu di kecamatan pahae jae dan kecamatan simangumban, persisnya di desa sarulla berbatasan dengan desa dolok saut (hulu aek sarulla dan muara aek puli). uraian peristiwa sangat penting di maksud adalah sebagai berikut:
1. Hulu aek sarulla dan muara aek puli merupakan kawasan hutan yang kaya akan kayu huta
n yang bernilai ekonomi tinggi, seperti meranti batu dan jenis kayu lainya, ini artinya potensi yang ada di lokasi ini, bila di olah akan memberikan keuntungan besar secara ekonomi kepada pihak pihak terkait.
2. Berdasarkan kedudukan letak geografis, kelerengan serta fungsi perlindungan lingkungan, wilayah sekitar hulu aek sarulla dan muara aek puli merupakan kawasan hutan lindung dan DAS untuk sungai-sungai yang ada di sekitarnya seperti aek sarulla, aek puli dan lainya, artinya kawsan ini haruslah di jaga kelestarianya(tidak boleh di rambah) oleh semua pihak baik masyarakat dan pengusaha serta pemerintah.
3.Tetapi ada satu perusahaan PT.Sarulla Nauli Lestari yang di pimpin langsung oleh orang asing bernama Mr.Kim dengan dalih sudah sudah punya izin dari pemerintah, memulai membuka hutan tersebut yang menurut mereka mau membuka lahan perkebunan (peralatan berat seperti dozer dan alat berat lainya sudah mulai beroperasi di lapangan). kegiatan ini di dukung oleh pemmerintah tapanuli utara pada masa itu, karena waktu peresmian operasional lapangan PT.Sarulla Nauli Lestari, ternyata di hadiri oleh Bupati dan Kadis Kehutanan Tapanuli Utara( masa 2005).
4.Mencermati kejadian ini (poin 3 di atas), beberapa generasi muda dari luat pahae seperi Hulman Sitompul, Huminsa Sitompul, Tunggul Gultom, Rein Simatupang, Supratman Sitompul, Saut Gultom, Soaduon Sitompul,Mahlil Gultom, Gandi Parapat, Pane dan lainya melakukan perlawanan langsung di lapangan bersama masyarakat luat pahae untuk membatalakan perambahan hutan di maksud serta memaksa semua kegiatan yang ada di lapangandi stop dan tidak boleh di lanjutkan.
5. Perjuangan anak muda luat pahae telah berhasil dan PT.Sarulla Nauli Lestari menghilang dari bumi luat pahae sampai sekarang, selamatlah bumi luat pahae sekitarnya dari bahaya ancaman bencana alam.Setelah perjuangan ini kumpulan anak muda ini menamakan kelompok perjuangan pemuda luat pahae atau PALAPA. Gerakan dan perjuangan pemuda-pemuda dan tokoh tokoh masyarakat luat pahae yang di perantauan dan di bona pasogit terus berjalan seiring perjalanan pembangunan di luat pahae, termasuk melakukan kasi - aksi sosial.salah satu akasi sosial yang dilakukan oleh masayarakat luat pahae yang ada di perantauan khususnya yang ada di kota Medan(sudah menamakan wadahnya Persatuan Luat Pahae INdonesia), Pada tahun 2007(8tahun silam) terjadi peristiiwa kebakaran di sarulla ibu kota Kecamatan Pahae Jae.Peristiwa ini menimbulkan duka mendalam dan kerugian material yang besar terutama masayarakat yang rumah atau tempat usahnya serta hartanya habis di lalap si jago merah tersebut. Pada peristiwa ini Persatuan Luat Pahae Indonesia atau PLPI berperak aktif membantu masyarakat yang di timpa bencana. Persatuan Luat Pahae Indonesia atau PLPI yang di wakili oleh Tunggul Gultom, Huminsa Sitompul, Soaduan Sitompul dan lainya melobi dan beraudiensi ke Pemprovsu dan Pemkab Taput, agar pembangunan kembali rumah dan ruko masyarakat yang terbakar dapat di bantu , hasilnya adalah sebagai berikut:
a. Semua bahan-bahan bagunan untuk pembagunan kembali di tanggung oleh Pemprovsu(APBD Provinsi Sumatera Utara). Dinas sosial Pemprovsu memberikan bantuan dalam bentuk tanggap darurat seperti pangan dan sandang. Pemkab Taanuli Utara menjadi pelaksana pembangunan (menanggung biaya pelaksanaan), menerima usulan PLPI agar melaksanakan pembagunan fisik sesuai dengan rencana gambar design pembagungan kota sarulla ( master plan kota sarulla) tahun 2008. Selantunya pada tanggal 02 februari 2015 disepakati untuk memakai nama perkumpulan yang di setujui oleh Kementerian Hukum dan Hak Azasi Manusia ( menjadi PARSADAAN LUAT PAHAE INDONESIA) atau PLPI.