02/09/2026
Salam
Jabatan Bukan Hadiah, Melainkan Amanah.
Kisah Nabi Yusuf AS dalam QS. Yusuf ayat 55 memberikan pelajaran penting tentang bagaimana sebuah amanah seharusnya dipercayakan.
“Sesungguhnya aku adalah orang yang pandai menjaga dan berpengetahuan.”
Dua hal yang menjadi perhatian: integritas dan kompetensi. Sebab amanah tanpa kemampuan tidak cukup, sementara kemampuan tanpa integritas dapat menjadi persoalan.
Dalam kehidupan organisasi dan pelayanan publik, meritokrasi mengajarkan kita untuk menempatkan orang berdasarkan kualifikasi, kompetensi, kinerja, integritas, dan kesesuaiannya dengan kebutuhan jabatan.
Karena itu, jabatan semestinya bukan diberikan karena kedekatan, loyalitas personal, atau sekadar penghargaan atas pengabdian. Jabatan adalah kepercayaan yang harus dipikul dengan tanggung jawab dan diarahkan sebesar-besarnya untuk kemaslahatan.
Pada akhirnya, yang penting bukan siapa yang mendapatkan kursi, tetapi siapa yang paling siap memikul amanah di atasnya.
Sudahkah kita memilih orang yang tepat untuk amanah yang tepat?
===========================================
Facebook Fanpage : Kanwil Kemenag Sumut
Twitter : kanwilkemenagsu
Youtube : Kanwil Kemenagsu
Email : kanwilsumut@kemenag@go.id
Website : sumut.kemenag.go.id