14/04/2026
Jenazah Kris Biantoro alias Bento (49), pendaki asal Binjai, Sumatra Utara, yang meninggal dunia di puncak Gunung Leuser pada Kamis (9/4/2026), akhirnya dimakamkan di lokasi Lapangan Bola puncak Leuser.
Evakuasi jenazah gagal dilakukan akibat cuaca buruk dan medan ekstrem yang tidak memungkinkan.
Keputusan pemakaman di puncak Gunung Leuser diambil setelah pertemuan di kantor TNGL Wilayah III Blangkejeren bersama Polres, TNI, dan pihak keluarga, Senin (13/4/2026).
Abang kandung almarhum, Prionoto, menandatangani surat persetujuan resmi untuk pemakaman di lokasi terakhir jenazah ditinggalkan.
Sebelumnya, tim evakuasi berjumlah 13 orang dari Polres, Brimob, dan warga telah dikerahkan.
Namun, kondisi cuaca dan medan berbahaya membuat jenazah ditinggalkan di Lapangan Bola puncak Leuser, dijaga oleh empat orang, terdiri atas dua pemandu dan dua rekan pendakian.
Sementara itu, rombongan pendaki lainnya sudah bergerak turun menuju Pos Sungai Alas.
Jarak dari puncak ke pos tersebut diperkirakan membutuhkan waktu perjalanan sekitar empat hari.
Faktor Cuaca dan Medan Ekstrem
Kepala PTN/TNGL Wilayah III Blangkejeren, Ali Sadikin, mengatakan bahwa pemakaman di puncak dilakukan demi keselamatan tim evakuasi.
“Jenazah sangat berisiko jika dipaksakan dibawa turun.
Hal itu karena faktor cuaca dan medan ekstrem yang tidak memungkinkan sama sekali serta membutuhkan waktu beberapa hari di perjalanan.
Sehingga akhirnya keluarga korban yakni abang kandung almarhum bernama Prionoto menyetujui dan memohon adiknya Kris Biantoro alias Bento dimakamkan di puncak Leuser,” sebutnya.
Tim yang masih berada di puncak telah diarahkan untuk segera melakukan pemakaman di lokasi Lapangan Bola.
Informasi terbaru mengenai waktu pelaksanaan pemakaman masih menunggu laporan dari tim melalui komunikasi radio.
Turut berduka cita atas meninggalnya Kris Biantoro. Semoga almarhum mendapat tempat terbaik, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta ketabahan.🙏
Sc// Tribungayo com