Obyek Wisata Linggo Asri

Obyek Wisata Linggo Asri Kirab Budaya Setiap Syawalan (Gunungan Sego Megono)

Obyek wisata alam Pegunungan Linggoasri Kecamatan Kajen obyek wisata ini merupakan wahana untuk berekreasi, pendidikan, olahraga dan hiburan yang terpadu di kawasan ini pada khususnya dan Kabupaten Pekalongan pada umumnya. Obyek Wisata Linggo Asri Panorama alami dan udara yang sejuk menjadi ciri khas obyek Wisata Linggo Asri yang terletak di sebelah selatan kecamatan Kajen kabupaten Pekalongan pad

a ketinggian 700 m dari permukaan air laut. Perpaduan potensi alam, pegunungan dan hutan wisata serta kondisi masyarakat yang masih pedesaan menjadi faktor yang menarik untuk dinikmati. Disamping itu, letak yang cukup menguntungkan di tepi jalan antara kabupaten Pekalongan dan Banjarnegara sehingga

Read more: http://www.wisatanesia.com/2010/05/obyek-wisata-linggo-asri-pekalongan.html

29/03/2016

Dibutuhkan Sinergi untuk Ubah Kesan Buruk Linggoasri

Dibutuhkan sinergis antar-SKPD di jajaran Pemkab Pekalongan untuk mengubah kesan buruk yang melekat pada objek wisata alam Linggoasri, Kajen.

Hal itu disampaikan anggota DPRD Kabupaten Pekalongan, Edy Setiawan, Selasa (29/3). Menurutnya, kesan buruk (mesum) di objek wisata alam saat ini diakui atau tidak memang melekat di objek wisata alam yang berada di wilayah Kecamatan Kajen tersebut.

Untuk itu, dia meminta semua elemen baik pemerintah maupun masyarakat untuk berjuang bersama-sama mengubah kesan buruk di objek wisata yang mengandalkan pesona pemandangan alam di Kajen itu.

Daya Tarik

”Objek wisata alam Linggoasari sebenarnya lebih pas dijadikan wisata keluarga. Konsukuensinya, pemerintah harus menambahkan beberapa fasilitas di lokasi tersebut yang sesuai dengan objek wisata untuk keluarga,” kata dia.

Misalnya membangun waterboom, permainan air, dan sebagainya. Dengan begitu, akan menambah daya tarik wisatawan lokal ataupun dari luar daerah untuk melancong ke sana. Selain itu, antar-SKPD atau dinas yang ada di Pemkab Pekalongan juga harus bersinergi antara satu dinas dan dinas lainnya.

Pasalnya, lanjut dia, untuk mengubah kesan buruk itu memang tidak mudah. Sarana infrastruktur juga perlu dilakukan pembenahan sehingga masyarakat yang hendak ke lokasi wisata tidak terkendala oleh sarana infrastruktur.

”Bagaimana mungkin mau jualan wisata, tapi sarana infrastruktur masih belum beres. Ini penting dipikirkan, sebab pos wisata berpotensi untuk meningkatkan pendapatan asli daerah Kabupaten Pekalongan,” ujar politikus asal Fraksi PAN tersebut.

berita.suaramerdeka.com

Selamat Sore :)
18/01/2016

Selamat Sore :)

16/01/2015

Polres Pekalongan Gelar Latsar Saka Bhayangkara

Dalam rangka membentuk karakter generasi bangsa agar memiliki sifat kepemimpinan, nasionalisme, dan tanggung jawab, Polres Pekalongan menggelar Latihan Dasar (Latsar) Saka Bhayangkara 2015. Kegiatan yang diikuti puluhan peserta itu dibuka di halaman Mapolres Pekalongan lalu diteruskan ke Bumi Perkemahan Linggo Arsi, Desa Linggo, Kecamatan Kajen, Kabupaten Pekalongan.

Kasat Binmas Polres Pekalongan AKP Ardhie Demastyo mengatakan, kegiatan itu biasa diselenggarakan Polres Pekalongan secara rutin untuk membantu menciptakan generasi emas penerus bangsa.

Beberapa bentuk kegiatan yang diberikan dalam acara tersebut adalah jelajah alam, outbound, pemberian materi NAC, dan pendalaman Krida Saka Bhayangkara, serta diskusi forum.

Tema yang diusung dalam kegiatan kali ini adalah “Dengan Latihan Dasar (Latsar) Kita Tingkatkan Rasa Tanggung Jawab dan Kebersamaan dalam Menjaga Kamtibmas”.

Beberapa hasil yang ingin dicapai dalam latsar tersebut adalah terbentuknya kemitraan antar Polri dan masyarakat serta tumbuhnya kesadaran generasi muda, terutama anggota Pramuka yang tergabung dalam kepramukaan Saka Bhayangkara Polres Pekalongan, akan pentingya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Hasil lainnya yang juga ingin dicapai adalah menciptakan generasi muda bebas dari penyalahgunaan narkoba, bahaya kenakalan remaja yang menjurus ke arah kriminalitas, meminimalkan terjadinya pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas, serta terciptanya generasi muda bebas dari pengaruh negatif globalisasi.

“Mudah-mudahan apa yang diharapkan bersama bisa terwujud,” harapnya.

suaramerdeka.com

Kemah Nyaman di Bumi Perkemahan LinggoasriKetika kita mendengar kata “kemah” yang terlintas di benak kita adalah suatu k...
02/12/2014

Kemah Nyaman di Bumi Perkemahan Linggoasri

Ketika kita mendengar kata “kemah” yang terlintas di benak kita adalah suatu kegiatan yang dilaksanakan di alam terbuka dan menginap di tenda. Biasanya kegiatan kemah diikuti oleh anak sekolah, mahasiswa atau Organisasi Pemuda yang sedang menjalani Masa Orientasi. Hal yang sering terjadi dalam kegiatan kemah adalah minimnya sarana MCK yang memaksa peserta harus antri lama ketika membutuhkannya. Belum lagi, kondisi MCK yang kotor dan bau terkadang menjadi masalah utama yang banyak dikeluhkan oleh para peserta. Karena kondisi yang tidak nyaman tersebut, terkadang mereka hanya mencuci muka seperlunya saja. Ketidaknyamanan lain yang dirasakan oleh para peserta adalah suhu udara yang dingin, walaupun sudah menggunakan jaket, namun terkadang masih ada para peserta yang menggigil kedinginan. Bagi mereka yang mempunyai jiwa petualang kondisi yang demikian bukan masalah besar, namun berbeda bagi mereka yang tidak memiliki jiwa petualang tentu saja ha-hal yang demikian itu, membuat mereka merasa sangat tersiksa. Kenangan buruk itu terkadang akan teringat sampai kita tua. Sehingga ketika anak kita akan melakukan suatu kegiatan kemah, maka kita akan membekali anak kita dengan persiapan yang terlalu berlebihan. Selain itu rasa khawatir terhadap anak kita juga terkesan berlebihan.

Nah, Bumi Perkemahan Linggoasri yang terletak di desa Linggoasri Kabupaten Pekalongan menawarkan suatu kegiatan kemah nyaman yang dapat dinikmati tidak hanya bagi anak sekolah,mahasiswa atau organisasi pemuda tetapi dapat juga dinikmati bagi mereka para pegawai yang ingin mengulang lagi kenangan mereka di masa remaja. Mengapa demikian? Karena Buper Linggoasri memiliki jumlah MCK banyak, bersih dan wangi. Para petugas Buper selalu menjaga kebersihan MCK agar para pengguna buper tidak merasa risih. Kebersihan lingkungan perkemahan juga selalu dijaga, mereka setiap hari membersihkan lingkungan agar para mengunjung tidak terganggu oleh pemandangan yang kotor. Kondisi lahan yang berupa terasering juga memudahkan air hujan mengalir, sehingga ketika turun hujan tidak terjadi genangan di lokasi tenda.

Para petugas Buper juga menyediakan tenda-tenda kemah yang sangat nyaman. Karena tenda terbuat dari bahan parasut tahan air, sehingga ketika turun hujan, air tidak menembus kedalam tenda. Tenda yang berukuran 2mx2m ini bisa diisi dengan 3-4 orang peserta. Selain itu untuk mengurangi suhu udara yang dingin, para petugas juga telah menyiapkan sleeping bad. Sehingga para peserta dapat tidur pulas tanpa rasa kedinginan.

Ada peserta yang merasa takut berkemah karena alasan gelap. Namun jika mereka memilih berkemah di Buper Linggoasri mereka tidak akan mengalaminya karena Buper Linggoasri mempunyai penerangan yang cukup, hal ini tentu saja semakin membuat para peserta merasa nyaman. Suasana yang terang memudahkan peserta untuk berjalan dari satu tempat ke tempat lain yang dituju. Suasana terang juga memudahkan para peserta untuk melakukan aktivitas lainnya. Selain itu suasana terang juga bermanfaat besar bagi para petugas keamanan untuk memantau keamanan di lingkungan sekitar Buper.

Bagi para peminat yang ingin berkemah di Linggoasri namun tidak mau repot dengan urusan konsumsi, transportasi, hiburan dan acara-acara pendukung lainnya, para petugas Buper senantiasa siap untuk membantu anda dalam menyusun acara-acara yang menarik sesuai dengan keinginan. Buper Linggoasri juga memiliki tim yang profesional di bidang kegiatan outbond. Selain itu, juga memiliki relasi profesional di bidang hiburan dan kegiatan revolusi mental yang siap mendukung anda dalam menikmati kegiatan kemah nyaman di Buper Linggoasri.

Tim Buper Linggoasri biasanya melayani peserta untuk bermain outbond dan kemah untuk anak sekolah, mahasiswa dan Organisasi Pemuda, namun di bulan Oktober 2014 para Tim Buper siap untuk melayani kemah nyaman untuk suatu instansi. Salah satu instansi yang melakukan kegiatan kemah adalah RSUD Kajen Kabupaten Pekalongan. Para peserta yang terdiri dari seluruh pegawai baik medis maupun non medis ini mengikuti kegiatan selama 2 hari. Semua peserta sangat antusias sekali mengikuti kegiatan mulai hari jumat sore sampai sabtu sore.

Nah, tunggu apa lagi.... jika anda ingin melaksanakan kegiatan acara kemah nyaman tanpa ribet serahkan saja ke Tim Buper Linggoasri. Untuk informasi yang lebih jelas silahkan hubungi Dinporapar no telp (0285) 381783 atau langsung hubungi Saudara Hari Purnomo nomor telepon 0856 4259 1999 atau email [email protected]

Syawalan di Linggoasri Akan Dimeriahkan Arak-arakan Hasil BumiBerbeda dengan syawalan tahun-tahun sebelumnya, pagelaran ...
25/07/2014

Syawalan di Linggoasri Akan Dimeriahkan Arak-arakan Hasil Bumi

Berbeda dengan syawalan tahun-tahun sebelumnya, pagelaran Syawalan di Wana Wisata Linggoasri, Kajen, Kabupaten Pekalongan tahun ini, selain mengusung gunungan megono, juga akan dimeriahkan dengan arak-arakan gunungan hasil bumi dari 19 kecamatan. Gunungan hasil bumi akan dinilai oleh tim juri yang terdiri dari unsur PKK, Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan (BKPP) serta Dinas Pertanian Perkebunan dan Kehutanan (DPPK). Syawalan di Linggoasri akan digelar Senin (4/8) mendatang.

Kepala Dinas Pemuda Olah Raga dan Pariwisata (Dinporapar) Kabupaten Pekalongan, Ir. Siswanto melalui Kabid Pariwisata, Endang Lasminingsih SE, MM, Selasa (22/7) menerangkan, gunungan hasil bumi akan dikirab dari Balai Desa Linggoasri. Rombongan kirab akan dilepas Wakil Bupati Fadia Arafik menuju Lapangan Parkir Wana Wisata Linggoasri. “Arak-arakan juga akan dimeriahkan dengan drum band dari SMP Islam Bojong,” tutur Endang.

Bupati Drs. H. A. Antono, MSi akan menyaksikan kirab gunungan hasil bumi dari Panggung Kehormatan di depan Kantor UPT Linggoasri. Bupati Antono dan Ketua DPRD H. Asip Kholbihi, SH, MH direncanakan akan naik gajah Edo dan Shinta menuju Lapangan Parkir Wana Wisata.

Pembukaan Kegiatan Syawalan akan menampilkan tari kreasi Jawa dan hiburan organ tunggal. Usai memberikan sambutan, Bupati akan memotong tumpeng nasi kuning untuk diserahkan kepada Ketua DPRD yang mewakili masyarakat Kabupaten Pekalongan. Panitia menyiapkan gunungan megono setinggi 2 meter serta 2000 bungkus nasi megono diperuntukkan warga yang hadir di acara tersebut.

Endang berharap, kegiatan dapat memotivasi masyarakat agar selalu nguri-uri atau menjaga tradisi dan budaya Syawalan di Kabupaten Pekalongan. “Dengan mengusung gunungan hasil bumi, diharapkan dapat menyosialisasikan potensi yang dimiliki Kabupaten Pekalongan dan harapannya, hasil panen selalu melimpah,” imbuh Endang.

Setelah menyaksikan prosesi Syawalan, para pengunjung Wana Wisata Linggoasri juga bisa menikmati hiburan live music di panggung hiburan di area bawah. Live music sudah digelar sejak H + 1 Lebaran, dengan suguhan berbagai jenis musik, dari dangdut hingga reggae.

Pengunjung Wana Wisata Linggoasri bisa memanfaatkan arena bermain anak dan melihat-lihat satwa langka di kebun binatang mini ataupun mencoba petualangan mengendarai motor ATV menyusuri hutan Linggoasri. Bahkan, saat ini objek wisata hutan itu membuka arena paint ball melengkapi paket outbond yang sudah ada sebelumnya. Bagi pengunjung Luar Kota, bisa menyewa vila di kawasan tersebut untuk menginap, menikmati suasana pegunungan.

Pemkab Pekalongan sebagai pemilik dan pengelola Kawasan Wana Wisata Linggoasri memiliki kebijakan tidak menaikkan tiket masuk pada saat Syawalan. Tiket dijual seharga hari biasa, yakni Rp. 5.250 per orang. Target pengunjung pada saat Hari H Syawalan sebanyak 8.000 orang dan 2.000 orang per hari setelah Syawalan sampai seminggu berikutnya.

LIBURAN PANJANG PENGUNJUNG LINGGO ASRI MENINGKATSelama liburan panjang minggu kemarin, Obyek Wisata Linggo Asri Kabupate...
03/04/2013

LIBURAN PANJANG PENGUNJUNG LINGGO ASRI MENINGKAT

Selama liburan panjang minggu kemarin, Obyek Wisata Linggo Asri Kabupaten Pekalongan Kajen mengalami peningkatan wisatawan hingga 20 % dari hari biasa. Jika tidak hari libur rata rata pengunjung kurang lebih hanya 50 -70 wisatawan saja, namun pada hari libur panjang kemarin, jumlah wisatawan bisa mencapai kurang lebih 100 orang. ” Pengunjung ini sebagian besar masih didominasi wisatan lokal yang berasal dari wilayah Kabupaten Pekalongan sekitarnya” ungkap Drs.Didik Permadi S Plt Dinporapar minggu kemarin.

Menurut Didik, kecenderungan meningkatnya para wisatawan ini, dimungkinkan karena semakin bertambah dan menariknya OW Linggo Asri sebagai tempat tujuan wisata keluarga. Oleh karena itu untuk mempertahan kondisi ini pihaknya selalu berusaha memoles dan menata sarana prasarana agar obyek wisata alam ini semakin diminati masyarakat.

Pembanguan sarana prasarana ini pada tahun 2012, dari anggaran bantuan Propinsi Jawa Tengah telah dibangun berbagi sarana prasarana menujang obyek wisata seperti pembangunan sarana outbond, pengadaan kendaraan APV, pembangungan gardupandang dan pembangunan pintu gerbang . Sedangkan pada tahun 2013, pihaknya menganggarkan penataan lingkungan taman dan pembangunan jalan lingkar di kawasan wisata. “Hal ini bertujuan untuk memberi kenyamanan dan memanjakan wisatawan dalam menikmati pemandangan alam dan suasana di Linggo Asri “ ungkap Didik Permadi S.

Sementara itu pada kesempatan lain Bupati Pekalongan Drs. Antono menambahkan bahwa untuk memajukan OW Linggo Asri sebagai tempat wisata keluarga dibutuhkan dorongan dan koordinasi dengan berbagai pihak. Dengan mengedepankan fungsi terintregasi pada masing masing dinas terkait . Misalnya untuk pemeliharaan satwa lakukan oleh BKSDA dan Dinas Pertanian Kehutanan untuk menjalankan fungsi konservasi, Dinas Lutkan pada aspek kesehatan dan Dinporapar sebagai pengelolaan dan pemanfaatannya. “ Untuk memajukan obyek wisata ini pun harus dikelola dengan profesional, yang dimulai meningkatkan kualitas sumber daya manusianya”ungkap Bupati.

Sementara itu seorang wisatawan, Widiyati ( 35 tahun ) warga tirto merasakan terkesannya dengan adanya beberapa pembenahan di OW Linggo asri, yang terlihat semakin tertata dan nyaman. Namun Ia berharap ada penambahan vareasi satwa agar bisa memberi hiburan dan pendidikan anak anak. Karena keberadaan satwa inilah yang menjadi salah satu tujuan kami .” Seperti kehadiran Edo dan Shinta di OW linggo Asri ini semakin menjadi daya tarik kami dan sekelurga untuk selalu berkunjung setiap liburan tiba “ ungkap ibu 3 anak ini.(hamin)

Bupati Pekalongan: Tradisi Syawalan Sebagai Sarana SilaturahmiKAJEN – Minggu pagi(26/8), ribuan warga berbondong-bondong...
27/08/2012

Bupati Pekalongan: Tradisi Syawalan Sebagai Sarana Silaturahmi

KAJEN – Minggu pagi(26/8), ribuan warga berbondong-bondong memadati Kawasan Objek Wisata Linggoasri, Kajen, Kabupaten Pekalongan untuk menyaksikan acara Syawalan. Acara tahunan yang digelar seminggu setelah Lebaran itu berlangsung meriah.
Sebelum diperebutkan, gunungan megono, nasi kuning, dan gunungan hasil bumi serta buah dikirab dari Balai Desa Linggoasri menuju Lapangan Parkir Wana Wisata di desa tersebut. Peserta kirab terdiri atas cucuk lampah sebagai pimpinan rombongan, diikuti rombongan silat temanten, grup rebana, kesenian ngarak pengatin sunat, kuda kepang,egrang dan masyarakat Desa Linggoasri serta tak ketinggalan sepasang gajah (Edo dan Shinta). Peserta kirab dilepas Wakil Bupati, Fadia Arafiq, sekitar pukul 09.30. Bupati Pekalongan Drs. H. Amat Antono, MSi serta anggota Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD) bergabung dengan peserta kirab menuju tempat acara gunungan megono.
Bupati Pekalongan, Drs. H. Amat Antono MSi mengawali sambutannya dengan menyampaikan selamat hari raya Idul Fitri 1 Syawal 1433H dan minal aidzin wal faizin mohon maaf lahir dan batin kepada seluruh masyarakat yang hadir.
Selanjutnya Bupati menyampaikan bahwa tradisi Syawalan ini untuk terus dilestarikan. “Tradisi ini sangat baik dan patut dilestarikan karena merupakan sarana untuk saling bertatap muka, bersilaturahim, saling memaafkan sekaligus untuk merayakan kemenangan setelah selama satu bulan penuh kita menunaikan ibadah puasa serta untuk mempersiapkan hari esok yang lebih baik,”ungkapnya.
Bupati juga menyampaikan terimakasih kepada panitia Syawalan yang telah mempersiapkan acara ini dengan baik. Dan mengajak kepada masyarakat untuk menjaga tradisi tahunan tersebut serta memajukan objek wisata Linggoasri.
”Mari kita jaga tradisi Syawalan dan Linggoasri adalah milik kita bersama sehingga saya harapkan dukungan dari masyarakat semakin baik untuk memajukan acara Syawalan ini dan kedepan agar menjadi tujuan utama masyarakat dalam merayakan Syawalan”,tandasnya.
Dan untuk memajukan serta meningkatkan objek wisata Linggoasri yang lebih representatif dan dapat menarik minat pengunjung dari luar kota kedepan Pemkab akan bekerjasama dengan DPRD dan untuk merealisasikannya.
Sementara itu Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan, Asip Kholbihi dalam sambutannya, atas nama masyarakat Kabupaten Pekalongan mengucapkan terima kasih pada Pemkab yang telah menyelenggarakan acara Syawalan dari tahun ke tahun. Dalam kesempatan Syawalan kali ini Asip mengajak pada seluruh masyarakat untuk terus menerus merekatkan persatuan dalam rangka membangun bersama Kabupaten Pekalongan yang lebih sejahtera.
Sementara kepala Dinas Pemuda Olah Raga Pariwisata dan Kebudayaan (Dinporaparbud), Drs.H.Muritno, MM melaporkan, tradisi syawalan dilaksanakan satu minggu setelah Hari Raya Idul Fitri berupa parade budaya yang didukung oleh masyarakat Desa Linggoasri dan sekitarnya. “Syawalan merupakan ungkapan rasa syukur pada Allah SWT yang telah melimpahkan Rahmat, Barokah, Hidayah dan Innayah-Nya, sehingga dapat melewati Bulan suci Ramadhan dengan selamat dan lancar serta dalam suasana yang khidmat / fitri bertemu dengan sanak keluarga, teman/ sahabat dekat dan handai taulan dan saling memaafkan” ujar Muritno.
Membuka acara perebutan gunungan nasi megono, diawali terlebih dahulu dengan pemotongan tumpeng oleh Bupati dan diserahkan kepada Ketua DPRD. Upacara Tradisi Syawalan dimulai sekitar pukul 10.00 dan diawali dengan penampilan kesenian kuda kepang, egrang dan atraksi silat temanten yang diiringi kesenian rebana. Acara dihadiri Sekda dan para Kepala SKPD di lingkungan Pemkab Pekalongan, Muspida, masyarakat Desa Linggoasri dan sekitarnya serta pengunjung dari berbagai daerah yang ikut menyaksikan acara tersebut.

26/08/2012

Ribuan Warga Berebut Gunungan Megono

Ribuan warga Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, berebut gunungan nasi megono dalam acara perayaan tradisi syawalan di Objek Wisata Linggo Asri, Kecamatan Kajen, Minggu siang.

Pada perayaan tradisi syawalan yang dimulai sekitar pukul 10.30 WIB itu mereka rela berdesak-desakan memperebutkan makanan khas berasal dari Kabupaten Pekalongan itu.

Peserta kirab yang terdiri atas "cucuk lampah" sebagai pimpinan rombongan yang diikuti rombongan silat temanten, grup rebana, kesenian "ngarak pengatin sunat", kuda kepang, egrang, dan sepasang gajah (Edo dan Shinta, red) membawa gunungan nasi megono dan hasil bumi dari Balai Desa Linggoasri menuju lapangan parkir Wana Wisata.

Para pengunjung di tempat wisata Linggo Asri juga disuguhi pertunjukan tari "Kuda Lumping" dan "Jatilan Satriyo Budoyo" dari Karanggondang, Kecamatan Karanganyar.

Seorang warga Desa Srinahan, Kecamatan Kesesi, Tuti, mengaku ikut senang berebut gunungan nasi megono sebagai upaya mendapatkan berkah dalam hidupnya.

"Gunungan nasi megono ini dipercaya masyarakat mempunyai kelebihan jika orang itu mampu makan nasi itu sehingga saya ikut berebut supaya dapat berkah dan tambah rejeki," katanya.

Meskipun warga sempat saling berdesakan mendapatkan nasi megono gunungan, acara perayaan tradisi syawalan berjalan tertib.

Selamat hari jadi yang ke-389 tahun Kabupaten Pekalongan Kota Santri (25 Agustus 1622 - 25 Agustus 2011), semoga pembang...
25/08/2011

Selamat hari jadi yang ke-389 tahun Kabupaten Pekalongan Kota Santri (25 Agustus 1622 - 25 Agustus 2011), semoga pembangunan di seluruh wilayah Pekalongan Regency of Town Moslem semakin merata & maju. Amin...

~ JAYALAH KOTA SANTRI ~

10/04/2011

Address

Jalan Raya Kajen/Kalibening
Metro
51161

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Obyek Wisata Linggo Asri posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share