Movietopia

Movietopia Komunitas terbuka untuk para penikmat film dan pecinta diskusi. Membangun minat baca dan mendekatkan perpustakaan dg masyarakat melalui film.

 Dalam wawancaranya bersama Goerge Plimpton, Wolfe menyebutkan bahwa ia mempunyai kebiasaan menulis dengan kuota yang sa...
18/10/2016


Dalam wawancaranya bersama Goerge Plimpton, Wolfe menyebutkan bahwa ia mempunyai kebiasaan menulis dengan kuota yang sama. Dengan bantuan mesin ketiknya, Wolfe menulis tidak kurang dari 10 lembar tulisan dalam seharinya. Jika ia dapat menyelesaikan kuotanya dalam 3 jam, kadang-kadang ia akan menutup harinya dengan istirahat atau jalan-jalan, tanpa ada proses menulis lagi. Tapi jika 3 jam pun belum ia selesaikan, ia akan menyelesaikan sampai kuotanya terlaksana, walaupun itu akan menghabiskan waktu 12 jam. Sialnya (atau malah beruntungnya), ia lebih sering menulis melebihi kuota yang ia tetapkan sendiri dan membuatnya tidak terkendali.

 UNDANGAN BAGI PENIKMAT FILM DAN KOPI HANGAT KETIKA MALAM SEDANG MENUJU MINGGU
11/10/2016


UNDANGAN BAGI PENIKMAT FILM DAN KOPI HANGAT KETIKA MALAM SEDANG MENUJU MINGGU

 Thomas Wolfe : "I prefer to get my rejections in the mail but I wanted to meet you, the man who first read Hemingway, F...
07/10/2016


Thomas Wolfe : "I prefer to get my rejections in the mail but I wanted to meet you, the man who first read Hemingway, F. Scott Fitzgerald and said, genius.
Every son of a bitch publisher in New York hates my book."
Maxwel Perkins : "Mr. Wolfe, we intend to publish your book."

kita, sebagaimana kutipan-kutipan motifasi berkata, tidak pernah tahu sudah sedekat apa diri kita dg kesuksesan. Thomas Wolfe mendatangi kantor Max Perkins dengan perasaan putus asa bahwa naskah bukunya pasti akan ditolak lagi dan tidak akan pernah masuk dapur cetak. Dia telah menggilir separuh kantor penerbitan buku di New York dan tidak ada redaktur yang melihat bahwa naskahnya memiliki potensi. karena itu p**a, sebelum masuk ke gedung Scribner's Son Publisher, Wolfe tidak berharap terlalu banyak. Dia lebih s**a penolakan naskahnya diberitahukan melalui surat pos. Tapi dia ingin bertemu dengan Perkins, orang pertama yang membaca karya Hemingway dan Fitzgerald, dan menyadari bahwa orang tua itu memang berbeda. Perkins ingin menerbitkan naskah Wolfe. Penilaian Perkins tidak salah, sebab setelah nanti diterbitkan, buku itu meraih best seller dan menjadikan penulisnya sebagai salah satu novelis yang paling berpengaruh di Amerika Serikat dan bahkan dunia. Dialah si jenius, Maxwel Perkins.
Penasaran cerita lengkapnya?
Tonton Filmnya di Perpustakaan Umum Kabupaten Mojokerto
Jl. Raya Jabon no.190
Sabtu 29 Oktober 2016
Pukul 16.00 WIB

"You've been working every night for two years. Do you have any idea what it's like coming home to an empty apartment ev...
30/09/2016

"You've been working every night for two years. Do you have any idea what it's like coming home to an empty apartment every night?"
adegan ini nda akan banyak mempengaruhi kalau kamu adalah seorang jomblo sejati dengan perasaan yang mati. sebaliknya, ia bisa bikin kamu yang memiliki kekasih jadi Baper nda karu-karuan ketika membayangkan, selama 2 tahun, kamu harus p**ang ke tempat di mana si doi tidak pernah ada untuk menyambutmu sebab ia sedang terobsesi dengan pekerjaannya.
(terj. kau bekerja setiap malam selama 2 tahun ini. apa kau tahu seperti apa rasanya p**ang ke apartemen kosong setiap malam?)

28/09/2016

"Dokter bedah mengatakan bahwa di otaknya telah tumbuh tumor. Bermyriad tumor. Kata yang oleh dokter itu gunakan, 'myriad', aku kira Tom pasti akan menyukainya.
Ngomong-ngomong, bentuk jamak dari myriad adalah myriads."
-Max Perkins, ketika mengomentari kabar penyakit sahabat sekaligus mantan penulisnya, Thomas Wolfe.
*Myriad berasal dari Bahasa Perancis untuk menyatakan ketakterhinggaan. Sebagai seorang editor bahasa, Max Perkins menyadari bahwa kata itu cukup istimewa karena, dalam kondisi guyon dan hiperbolik, kata itu masih bisa diubah menjadi bentuk jamak.
dialog ini diambil dari film The Genius

24/09/2016

Komunitas terbuka bagi para penggemar film dan pecinta diskusi.
Kami mengundang teman-teman Mojokerto dan sekitarnya memutar film-film seru dan menontonnya bersama-sama di perpustakaan dan mendiskusikannya sebagai sesama penikmat film.
Program ini digagas oleh Kantor Perpustakaan Arsip danDokumentasi Kabupaten Mojokerto dalam rangka memasyarakatkan Perpustakaan.
Partisipasi tidak dipungut biaya apapun.

Address

Mojokerto

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Movietopia posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share

Category