18/11/2021
Pengalaman Berharga Laskar Singo Barong
Jadi Juru Kunci karena Pemain Lambat Panas
TRENGGALEK, JP Radar Nganjuk- Persenga mendapat pengalaman berharga di Liga 3 Jawa Timur. Kemarin, Persenga harus mengakui ketangguhan tuan rumah Persiga Trenggalek di Stadion Menak Sopal, Trenggalek dengan skor tipis 2-3. Kekalahan Persenga ini karena Jatmiko dkk lambat panas.
Di babak pertama, Persenga memilih bermain terlalu hati-hati. Mereka khawatir kehabisan tenaga seperti di laga melawan Persemag Magetan dan Swiss FC. Karena di laga itu, Persenga harus kebobolan di menit-menit akhir.
Sayang, permainan yang hati-hati menjadi bumerang. Gawang Persenga yang dikawal Joko Aditama harus bobol dua kali di menit ke-37 dan 43. Penyerang Persiga Montela yang mencetak gol tersebut.
Di babak kedua, Persenga mulai bangkit. Sayang, di menit ke-60, Persiga kembali berhasil mencetak gol. Kedudukan menjadi 3-0. Tidak ingin malu karena kalah dengan skor telak, Jatmiko dkk meningkatkan intensitas serangan. Meski diguyur hujan deras, Persenga tidak patah semangat. Hasilnya, di menit ke-75, Jatmiko berhasil memperkecil kedudukan menjadi 3-1. Kemudian, di menit ke-88, Persenga berhasil mencetak gol lewat heading Andika. Sayang, di dua menit terakhir, Persenga gagal mencetak gol penyama kedudukan. Sehingga, skor 3-2 tidak berubah hingga wasit meniup peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan.
Kekalahan ini membuat Persenga harus puas dengan menjadi juru kunci grup H Liga 3 Jatim. Laskar Singo Barong hanya mengemas satu poin dari empat kali laga. “Kompetisi Liga 3 Jatim ini jadi pengalaman berharga anak-anak,” ujar Pelatih Persenga Seger Sutrisno.
Meski hanya mendapat satu poin dari empat pertandingan, Seger tetap mengapresiasi perjuangan Sendy Sitmawan dkk. Apalagi, dari tiga kekalahan yang dialami, Persenga tidak pernah kalah dengan skor mencolok. Kekalahan paling banyak hanya 0-2 saat menghadapi Persemag. “Perjuangan anak-anak luar biasa,” ujarnya.
Sementara itu, Pelatih Persiga Mursyid Effendi mengaku bersyukur Persiga bisa mengalahkan Persenga. Sehingga, bisa menjadi juara grup dan lolos ke babak selanjutnya. “Pemain lapis kedua kami tampil bagus,” ujarnya.