BOMA bolo manaqib

BOMA bolo manaqib BOLO MANAQIB KAB NGANJUK
Sekretariat Pasujudan Agung Mushola AT-TAQWA barat pasar gondang Kec Gondang Kab Nganjuk Prop Jawa Timur

05/11/2020
22/09/2020

Assalamu'Alaikum Wr. Wb...

Kisah ini terjadi pada diri Rasulullah SAW sebelum wafat.
Rasulullah SAW telah jatuh sakit agak lama, sehingga keadaan beliau sangat lemah.

Pada suatu hari, Rasulullah SAW meminta Bilal memanggil semua Sahabat datang ke Masjid. Tidak lama kemudian, penuhlah Masjid dgn para Sahabat.
Semuanya merasa rindu setelah agak lama tidak mendpt Taushiyah dari Rasulullah SAW.

Beliau duduk dgn lemah di atas mimbar. Wajahnya terlihat pucat,
menahan sakit yg tengah dideritanya.

Kemudian Rasulullah SAW bersabda: "Wahai sahabat2ku semua. Aku ingin bertanya, apakah telah aku sampaikan semua kpdmu,
bahwa sesungguhnya Allah SWT itu adalah satu2nya Tuhan yg layak disembah?"

Semua Sahabat menjwb dgn suara bersemangat,
"Benar wahai Rasulullah,
Engkau telah sampaikan kpd kami bahwa sesungguhnya Allah SWT adalah satu2nya Tuhan yg layak disembah."

Kemudian Rasulullah SAW bersabda:
"Persaksikanlah ya Allah. Sesungguhnya aku telah menyampaikan amanah ini kepada mereka."

Kemudian Rasulullah SAW bersabda lagi,
dan setiap apa yg Rasulullah sabdakan selalu dibenarkan oleh para sahabat.

Akhirnya sampailah pada satu pertanyaan yg menjadikan para Sahabat sedih dan terharu.

Rasulullah SAW bersabda:
"Sesungguhnya,
aku akan pergi menemui Allah SWT,
Dan sblm aku pergi,
aku ingin menyelesaikan segala urusan dgn manusia.
Maka aku ingin bertanya kepada kalian semua.
Adakah aku berhutang kepada kalian?
Aku ingin menyelesaikan hutang tersebut.
Karena aku tidak mau bertemu dgn Allah SWT dalam keadaan berhutang dgn manusia."

Ketika itu semua para Sahabat diam,
dan dalam hati masing2 berkata "Mana ada Rasullullah SAW berhutang dengan kita? Kamilah yg banyak berhutang kepada Rasulullah".

Rasulullah SAW mengulangi pertanyaan itu sebanyak 3 kali.

Tiba2 bangun seorang lelaki yg bernama UKASYAH,
seorg sahabat, mantan preman sblm masuk Islam, dan
dia berkata:

"Ya Rasulullah...
Aku ingin sampaikan masalah ini.
Seandainya ini dianggap hutang,
Maka aku minta engkau selesaikan. Seandainya bukan hutang, maka tidak perlulah engkau berbuat apa2".

Rasulullah SAW berkata: "Sampaikanlah wahai Ukasyah".

Maka Ukasyah pun mulai bercerita:
"Aku masih ingat ketika perang Uhud dulu, suatu ketika engkau menunggang kuda, lalu engkau pukulkan cemeti ke belakang kuda.
Tetapi cemeti tsb tidak kena pada belakang kuda,
Tapi justeru terkena pada dadaku,
Karena ketika itu aku berdiri dibelakang kuda yg engkau tunggangi wahai Rasulullah".

Mendengar itu,
Rasulullah SAW berkata: "Sesungguhnya itu adalah hutang wahai Ukasyah. Kalau dulu aku pukul engkau,
Maka hari ini aku akan terima hal yg sama."

Dengan suara yang agak tinggi,
Ukasyah berkata: "Kalau begitu aku ingin segera melakukannya wahai Rasulullah."

Ukasyah se-akan2 tidak merasa bersalah mengatakan demikian.

Sedangkan ketika itu sebagian sahabat berteriak marah kepada Ukasyah.
"Sungguh engkau tidak berperasaan Ukasyah. Bukankah Baginda sedang sakit..!!?

Ukasyah tidak menghiraukan semua itu.
Rasulullah SAW meminta Bilal mengambil cambuk di rumah Fatimah, anaknya.

Bilal meminta cambuk itu dari Fatimah,
Kemudian Fatimah bertanya: "Untuk apa Rasulullah meminta cambuk ini wahai Bilal?"

Bilal menjwb dengan nada sedih: "Cambuk ini akan digunakan Ukasyah untuk memukul Rasulullah."

Terperanjat dan menangislah Fatimah, seraya berkata:
"Kenapa Ukasyah hendak memukul Ayahku Rasulullah?
Ayahku sedang sakit,
kalau mau memukul,
pukullah aku anaknya".

Bilal menjawab: "Sesungguhnya ini adalah urusan antara mereka berdua".

Bilal membawa cambuk tersebut ke Masjid lalu diberikannya kepada Ukasyah.
Setelah mengambil cambuk itu,
Ukasyah menuju ke hadapan Rasulullah.

Tiba2, Abu Bakar berdiri menghalangi Ukasyah sambil
berkata: "Ukasyah... kalau kamu hendak memukul,
pukullah aku..!!
Aku adalah orang yang pertama beriman dgn apa yg Rasulullah SAW sampaikan.
Akulah sahabatnya di kala s**a dan duka.
Kalau engkau hendak memukul,
maka pukullah aku".

Rasulullah SAW bersabda: "Duduklah wahai Abu Bakar.
Ini urusan antara aku dgn Ukasyah".

Ukasyah menuju ke hadapan Rasulullah SAW. Kemudian Umar bin Khattab berdiri menghalangi Ukasyah sambil berkata:

"Ukasyah...
kalau engkau mau mukul, pukullah aku.
Dulu memang aku tidak s**a mendengar nama Muhammad,
bahkan aku pernah berniat untuk menyakitinya.
Itu dulu. Sekarang, tidak boleh ada seorang pun yg boleh menyakiti Rasulullah Muhammad SAW.
Kalau engkau berani menyakiti Rasulullah,
maka langkahi dulu mayatku..!!"

Lalu dijawab oleh Rasulullah SAW:
"Duduklah wahai Umar. Ini urusan antara aku dengan Ukasyah".

Ukasyah menuju ke hadapan Rasulullah, dan tiba2 berdirilah Ali bin Abu Talib, sepupu sekaligus menantu Rasulullah SAW.

Dia menghalangi Ukasyah sambil berkata: "Ukasyah, pukullah aku saja.
Darah yang sama mengalir pada tubuhku ini wahai Ukasyah".

Lalu dijawab oleh Rasulullah SAW:
"Duduklah wahai Ali,
ini urusan antara aku dengan Ukasyah".

Ukasyah semakin dekat dgn Rasulullah SAW. Tiba2 tanpa disangka, bangkitlah kedua cucu kesayangan Rasulullah SAW yaitu Hasan dan Husen.

Mereka berdua memegangi tangan Ukasyah sambil memohon...
"Wahai Paman,
pukullah kami Paman, Kakek kami sedang sakit,
Pukullah kami saja wahai Paman,,
sesungguhnya kami ini Cucu kesayangan Rasulullah SAW.
Dengan memukul kami, sesungguhnya itu sama dengan menyakiti Kakek kami,, wahai Paman."

Lalu Rasulullah SAW berkata: "Wahai Cucu2 kesayanganku, duduklah kalian.
Ini urusan kakek dengan Paman Ukasyah".

Begitu sampai di tangga mimbar,
dengan lantang Ukasyah berkata:

"Bagaimana aku mau memukul engkau ya Rasulullah. Engkau duduk di atas dan aku di bawah. Kalau engkau mau aku pukul, maka turunlah ke bawah sini..!!"

Rasulullah SAW memang manusia terbaik. Kekasih Allah itu meminta beberapa sahabat memapahnya ke bawah. Rasulullah SAW didudukkan pada sebuah kursi,
lalu dengan suara tegas Ukasyah berkata lagi:

"Dulu waktu engkau memukul aku, aku tidak memakai baju,
Ya Rasulullah."

Para sahabat sangat geram mendengar perkataan Ukasyah.
Tanpa ber-lama2 dalam keadaan lemah, Rasulullah SAW membuka bajunya. Kemudian terlihatlah tubuh Rasulullah yg sangat indah; sedang beberapa batu terikat di perut Rasulullah, pertanda Rasulullah sedang menahan lapar...

Kemudian Rasulullah SAW berkata:
"Wahai Ukasyah,
Segeralah dan janganlah kamu ber-lebih2an.
Nanti Allah SWT akan murka padamu."

Ukasyah langsung menghambur menuju Rasulullah SAW,, Cambuk di tangannya ia buang jauh2. Kemudian ia peluk tubuh Rasulullah SAW se-erat2nya,, sambil menangis sejadi-jadi2nya...

Ukasyah berkata:
"Ya Rasulullah, Ampuni aku,
Maafkan aku;
Mana ada manusia yg sanggup menyakiti engkau ya Rasulullah. Sengaja aku melakukannya, agar aku dapat merapatkan tubuhku dengan tubuhmu...
Karena Engkau pernah mengatakan "Barang siapa yang kulitnya pernah bersentuhan denganku, maka diharamkan api neraka atasnya."

Seumur hidupku aku ber-cita2 dapat memelukmu.
Karena sesungguhnya aku tahu bahwa tubuhmu tidak akan dimakan oleh api neraka.

Dan sungguh aku takut dengan api neraka.
Maafkan aku ya Rasulullah..."

Rasulullah SAW dgn senyum berkata:

"Wahai sahabat2ku semua, kalau kalian ingin melihat Ahli Syurga, maka lihatlah Ukasyah..!!"

Semua sahabat menitikkan air mata. Kemudian para sahabat bergantian memeluk Rasulullah SAW.

*Allahumma'sholli 'alaa Sayyidina Muhammad.*
*Allahumma sholli 'alayhi wassalam...*

Semoga Allah SWT selalu meridhai kita semua. Aamiin...

اللّٰهم صَلِّ عَلَی سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلَی آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدﷺ❤

https://youtu.be/ldu1bpKROlI
01/05/2020

https://youtu.be/ldu1bpKROlI

. ___ NU Online Nganjuk - Sumber Inspirasi Nahdliyyin . 📱ikuti media sosial Instagram : , dan Facebook: NU Online Nganjuk 🌐 nunganjuk.or.id...

 MBAH DIMYATI SEDANPunya Santri dari Kalangan JinSepulang dari Makkah, Mbah Dimyathi mengajarkan ilmu agama kepada beber...
08/01/2019



MBAH DIMYATI SEDAN

Punya Santri dari Kalangan Jin
Sepulang dari Makkah, Mbah Dimyathi mengajarkan ilmu agama kepada beberapa santri yang ada di pesantrennya. Kitab-kitab yang diajarkan terdiri dari semua aspek ilmu agama, mulai dari ilmu fiqih, tasawuf, hingga tauhid.
Di antara santri-santri beliau yang telah menunjukkan kiprahnya di antaranya KH Mawardi Gandrirojo, KH Ghozali Gandrirojo, KH Dahlan Blora (Syuriah PCNU Blora), Mbah Basyir Kajen, KH Tamlihan Pamotan, Kiai Syuaib Plawangan, KH Sidiq Narukan, KH Marzuki Sendangwaru, Kiai Syamsuri Sendangmulyo, Kiai Mashum Kopek, Kiai Suhini Menoro, KH Suyuti Menoro, KH Maskur Jambeyan, Kiai Abdul Rohim Kumbo, KH Darkum Gambiran, KH Maskur Galengan, KH Shodiq Ngroto, KH Mastur Lemahputih, Kiai Nuh Dadapan, Kiai Mawardi Macanireng, Kiai Barhud Bonang, KH Joned Bonang, KH Sendang Agung Pamotan, dan lain sebagainya.
Pada masa puncak keemasannya, Mbah Dimyathi memiliki 1000 santri dari berbagai penjuru, sehingga rumah beliau dibuat sekat-sekat kamar untuk menginap santri-santrinya. Ada yang menceritakan, Mbah Dimyathi juga memiliki santri dari kalangan jin. Jin tersebut merupakan bekas penghuni tanah yang kini menjadi lokasi masjid. Beberapa jin yang menolak ajakan beliau untuk masuk Islam pergi dari tempat tersebut, dan sebagian lagi mengikuti ajakan beliau.

Ada yang menceritakan, Mbah Dimyathi juga memiliki santri dari kalangan jin. Jin tersebut merupakan bekas

04/07/2018

Fatihah Satus, Shalawat Satus
Suatu hari Kiai Ahmad Dalhar Watu Congol,
Magelang kedatangan seseorang tamu
Tionghoa non Muslim. Sang tamu bercerita
bahwa perusahaannya bangkrut dan ia harus
menanggung hutang yang cukup banyak. Sang
tamu minta kepada Kiai agar diberi 'amalan'
yang dapat 'mendatangkan' rejeki sehingga
sang tamu dapat melunasi hutang-hutangnya.
Tanpa banyak kata Kiai Ahmad memberi
'ijazah' agar sang tamu mengamalkan wirid
dengan membaca fatihah dan shalawat. Kiai
Ahmad berucap " Wocoen: fatihah satus,
shalawat satus. bendino! " (Baca tiap hari!
fatihah dan shalawat 100 kali).
Tanpa banyak komentar sang tamu kemudian
mohon pamit dan pulang.
***
Setahun setelah peristiwa itu, Kiai Ahmad
kedatangan tamu yang membawa oleh-oleh
"wah" mulai dari makanan sampai barang-
barang berharga. Kiai Ahmad pun bertanya-
tanya kenapa ada tamu yang membawa
pemberian begitu banyak. Sang tamu pun
menjelaskan bahwa berkat menjalankan
'amalan" Kiai Ahmad ia mendapatkan jalan
keluar. Hutang-hutangnya terlunasi,
perusahaannya dapat bangkit kembali.
Kiai Ahmad bertanya, lho kamu Islam apa
bukan? Dijawab bukan Islam. Lalu kamu
mengamalkan apa? Dijawabnya, "Ya itu Kiai,
yang dari panjenengan itu. Panjenengan kan
nyuruh saya agar membaca " fatihah satus,
sholawat satus… fatihah satus, sholawat
satus… ". Ya itu yang saya baca sebanyak-
banyaknya."
Kiai Ahmad pun tertawa terpingkal-pingkal.
(Muhammad Nuh)

Bolomanakib.blogspot.comAnda yg sering kena musibah , banyak problem ( keluarga , usaha dan ekonomi ) , penyakit tak kun...
21/03/2018

Bolomanakib.blogspot.com

Anda yg sering kena musibah , banyak problem ( keluarga , usaha dan ekonomi ) , penyakit tak kunjung sembuh , belum punya keturunan , sulit jodoh ,hajat2 blm terkabul,terlilit hutang, dll ,

ikutilah Do'a bersama dan Manakib Kubro setiap MALAM RABO PAHING bersama JAMA'AH SHOLAWAT , DZIKIR DAN TAWASSUL BOLO MANAQIB KAB.NGANJUK , ANSOR , RIJALUL ANSOR DAN BANSER Kab. Nganjuk bsk. selasa 27 Maret 2018 pkl. 19.00 wib di Masjid dsn. Ngrapah ds. Musir lor KEC. Rejoso nganjuk.....

monggo dpun sebar undangan meniko mg2 mujarab lan berkah....al fatihah

nb.cek kesehatan mulai pkl.18.00 wib

DADIYO TULODHO KANG BECIK MARANG SEPODO - PODO KELAWAN CECEKELAN LAKU SABAR , NRIMAN , NGALAH , LOMAN , AKAS , TEMEN LAN TANSAH AJEG DZIKIR SIRRI

13/03/2018

Kalau hati bersih, maka akan peka terhadap hikmah yg Alloh sampaikan oleh lewat siapa saja

Shollu Nabi Muhammad...
24/02/2018

Shollu Nabi Muhammad...

Hadir and ikuti Gondang bersholawat...Silahken di Share ke sahabat" yang lain...!!!
23/02/2018

Hadir and ikuti Gondang bersholawat...

Silahken di Share ke sahabat" yang lain...!!!

Address

Gondang Kulon
Nganjuk

Telephone

081335777217

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when BOMA bolo manaqib posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share