23/11/2021
Sungguh luarbiasaa.. Subhaanallah.
Assalamu'alaykum Warahhmatullahi Wabarakatuh.
Nahmaduhu Wanushalli 'ala Rasullihil Karim.
Hadist Nabi Shallallahu 'alayhi wasallam yang artinya:
Dari Sayyidatina Aisyah Radhiyallahu 'anha, Baginda Rasullullah Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, "Sesungguhnya setiap kaum memiliki kemuliaan dan kebanggaan yang selalu mereka banggakan. Sesungguhnya kebanggaan dan kemuliaan umatku adalah Al-Qur'an." (H.R. Abu Nu'aim, dari Kitab Al-Hilyah)
Faedah.
Banyak orang yang membanggakan keturunan, keluarga, dan lain-lain, sebagai kebesaran dan kemuliaan mereka. Sedangkan kebanggaan bagi umat ini adalah Al-Qur'an, yaitu membaca, menghapal, mengajarkan, dan mengamalkannya. Setiap amalannya merupakan sesuatu yang patut dibanggakan. Betapa tidak, Al-Qur'an adalah kalamullah, Dzat yang paling kita cintai. Al-Qur'an adalah firman Allah Subhaanahu wata'ala yang di dunia ini tidak ada satu kebesaranpun yang dapat menyamainya. Kehebatan dunia, jika tidak kini, suatu ketika pasti akan binasa juga. Sedangkan kesempurnaan Kalamullah adalah selama-lamanya dan tidak akan pernah hilang. Bahkan, unsur-unsur sekecil apapun yang ada di dalam Al-Qur'an dapat dibanggakan karena kesempurnaannya apalagi unsur-unsur yang besar, seperti keindahan susunan dan paduan kata, penyesuaian kata, hubungan antarkalimat, berita tentang peristiwa-peristiwa masa lampau dan yang akan datang, celaan terhadap tingkah laku sekelompok manusia yang tidak mungkin bisa dipungkiri, misalnya celaan untuk Kaum Yahudi yang menyatakan cintanya kepada Allah Subhaanahu wata'ala tetapi enggan mati.
Selain itu, pendengar akan terpesona mendengarnya dan pembacanya tidak akan bosan membacanya. Setiap susunan kata akan menumbuhkan rasa cinta. Seindah apapun surat seseorang yang kita cintai hingga membuat kita mabuk cinta, kita akan bosan setelah membacanya sepuluh kali. Jika tidak, mungkin pada yang kedua puluh atau yang keempat puluh kali. Bagaimanapun juga, ia pasti akan bosan. Sementara Al-Qur'an, jika kita menghapal satu ruku'(batas-batas tertentu dalam mushaf Al-Qur'an yang ditandai dengan huruf 'ain), kita tidak akan bosan membacanya, meskipun untuk kedua ratus atau keempat ratus kalinya, bahkan selama hidup kita tidak akan merasa bosan. Bila ada sesuatu yang menghalangi kita, itu hanya bersifat sementara dan pasti akan hilang. Semakin sering membacanya akan semakin lezat dan nikmat. Begitu hebat keistimewaan Al-Qur'an, sehingga seandainya ada perkataan selain Al-Qur'an yang memiliki satu saja keistimewaan tersebut, betapa dibanggakan. Apalagi jika seluruh keistimewaan itu ada dengan sempurna, tentu akan lebih membanggakan lagi.
Kini, marilah kita memikirkan diri kita, berapa banyakkah di antara kita yang merasa bangga sebagai hafizh Al Qur'an? dan berapa banyak di antara kita yang menghormati dan bangga terhadap hafizh Al Qur'an? kita masih merasa bangga terhadap gelar dan pangkat yang tinggi. Padahal, setelah meninggal dunia nanti semua itu akan kita tinggalkan. Hanya kepada Allah Subhaanahu wata'ala-lah kita mengadu.
Syaikhul Hadist
Maulana Muhammad Zakariyya Al-Kandahlawi Rah.a