Renungan Kasih Yesus

Renungan Kasih Yesus ๐ŸŽ€"โ„œ๐”ข๐”ซ๐”ฒ๐”ซ๐”ค๐”ž๐”ซ ๐”Ž๐”ž๐”ฐ๐”ฆ๐”ฅ ๐”œ๐”ข๐”ฐ๐”ฒ๐”ฐ"๐ŸŽ€

"Hiduplah baik dimata Tuhan, karena setiap momen dlm hidup ini adalah anugerah.

Dunia ini seentara, manfaatkanlah selagi kita diberi kesempatan"

21/04/2026

Kencan Dengan Tuhan
Selasa, 21 April 2026

Bacaan: Lukas 23:4
Kata Pilatus kepada imam-imam kepala dan seluruh orang banyak itu: "Aku tidak mendapati kesalahan apa pun pada orang ini."

Renungan:
Gediminas Kirkilas, salah seorang Perdana Menteri Lithuania harus membayar denda sebesar 290 euro. la tertangkap tangan merokok di tempat umum, di sebuah bar di Klaipedia. Kirkilaslah yang mengusulkan larangan dikenakan denda bagi orang yang merokok di tempat umum. Ia tidak memungkiri pelanggaran yang dilakukannya dan ia segera membayar denda tersebut. Orang yang bersalah tentu harus menanggung sanksi yang berlaku.
Kita kembali diingatkan akan pengorbanan Tuhan Yesus di kayu salib. Mengapa Ia mau mati di kayu salib? Apakah la melakukan kesalahan? Sama sekali tidak benar! la mati justru karena menanggung dosa dunia ini. Ketika la diadili oleh Pontius Pilatus, di hadapan para imam kepala dan orang banyak, Pilatus berkata: "Aku tidak mendapati kesalahan apa pun pada orang ini." Namun orang banyak tetap menghukum Yesus dan menyalibkan Dia. Ya, betapa pun Tuhan Yesus tak bersalah, la menerima kematian di kayu salib sebagai hukuman. Hanya karena cinta-Nya demi keselamatan umat manusia, la menerimanya.
Adakah cinta kasih kita kepada-Nya sebesar cinta kasih Tuhan Yesus kepada kita? Mari kita wujudkan cinta kasih itu kepada sesama kita. Tuhan Yesus memberkati.

DOA:
Tuhan Yesus, terima kasih atas cinta-Mu yang begitu besar padaku sehingga Engkau mau mati untukku. Ubahlah aku untuk hidup lebih baik lagi sehingga aku dapat menghargai pengorbanan-Mu di kayu salib. Amin. (Dod).

20/04/2026

RENUNGAN FIRMAN TUHAN HARI SENIN
Jiwaku Memuliakan Tuhan
Lukas 1: 46-55.

Saudara terkasih dalam Tuhan, pada Minggu ini kita diingatkan untuk bersukacita dalam menyambut kedatangan Tuhan. Terkait dengan itu perikop kita, Lukas 1:46-55 merupakan nyanyian pujian Maria yang menunjukan suasana sukacita oleh Maria, yang mencetuskan kegembiraan atas rahmat Allah baginya karena ia menjadi ibu seorang Penebus, tetapi terlebih dari itu Maria menyanyikan pujian atas datangnya seorang Penebus untuk orang-orang berdosa yang sudah lama didambakan. Sukacita yang dialami oleh Maria mirip dengan sukacita yang dialami oleh Hana, Ibu Samuel. Itulah sebabnya nyanyian pujian Hana (1 Sam.2:1-10) paralel dengan nyanyian pujian Maria yang menunjukkan luapan sukacita atas kepedulian Tuhan terhadap orang-orang yang hina, dan di hadapan Tuhan mereka ditinggikan.

Saudara-saudara, pertama sekali ungkapan sukacita itu disampaikan oleh Maria dengan perkataan: โ€œJiwaku memuliakan Tuhan, dan hatiku bergembira karena Allah Juruselamatku.โ€ (ay.46-47). Kata โ€œjiwaโ€ di sini menunjukkan ungkapan kemanusiaan yang terdalam. Maria bukan tanpa dosa, tetapi dia mengaku membutuhkan Juruselamat, dan kini sudah datang. Dia juga merasakan bagaimana Tuhan peduli dengan dia dalam pergumulannya, sehingga ia mengungkapkan: โ€œIa telah memperhatikan kerendahan hamba-Nya. Sesungguhnya, mulai dari sekarang segala keturunan akan menyebut aku berbahagia.โ€ (ay.48). Karena itu teks ini menunjukkan sebuah gagasan bahwa Allah peduli dengan orang miskin atau orang kecil dan hina. Ketika Maria mengalami pergumulan, dia mengandung dari Roh Kudus sekalipun belum bersuami, tentu kekuatiran dan ketakutannya untuk dipermalukan akhirnya lenyap. Dia merasakan pertolongan Tuhan yang luar biasa, segingga dia mengaku: โ€œKarena Yang Mahakuasa telah melakukan perbuatan-perbuatan besar kepadaku dan nama-Nya adalah kudus. Dan rahmat-Nya turun-temurun atas orang yang takut akan Dia.โ€ (ay 49-50).

Jika pada saat ini kita dalam posisi menderita dan dikucilkan oleh orang-orang di sekitar kita, atau jika pada saat ini kita adalah orang-orang dalam posisi miskin dan papa, jangan kuatir dan takut. Sebab kita memiliki Tuhan Yang Mahakuasa yang dapat melakukan perbuatan-perbuatan besar bagi kita, sama seperti kepada Maria. Kita percaya Tuhan peduli kepada orang-orang miskin, hina, dan sengsara.

Dasar nyanyian yang memuliakan Tuhan bagi Maria diperlihatkan dengan sebuah perbandingan melalui ayat 51-55. Bagian yang pertama (ay.51-52) adalah bahwa Tuhan memperlihatkan kuasa-Nya dengan perbuatan tangan-Nya dan mencerai-beraikan orang-orang yang congkak hatinya, dan la menurunkan orang- orang yang berkuasa dari takhtanya dan meninggikan orang-orang yang rendah. Sikap Tuhan terhadap orang-orang congkak dan orang-orang yang berkuasa dengan tidak adil, menjadi sebuah pujian bagi Tuhan. Kemudian bagian yang kedua (ay.53-55) menunjukkan sikap pemeliharaan Tuhan yang juga menjadi kepujian. Ia melimpahkan segala yang baik kepada orang yang lapar, dan menyuruh orang kaya pergi dengan tangan hampa, la menolong Israel, hamba-Nya karena la mengingat rahmat-Nya, seperti yang dijanjikan-Nya kepada nenek moyang kita, kepada keturunan Abraham dan keturunannya untuk selama-lamanya.โ€

Jika kita berada dalam posisi yang direndahkan oleh orang-orang di sekitar kita, dan jika kita dipandang sebelah mata dan dianggap hina oleh orang-orang sombong di sekitar kita, sebagai orang percaya kita harus yakin bahwa Tuhan peduli dengan kita. Suatu saat nanti kita akan diangkat dan ditinggikan oleh Tuhan. Ia tidak pernah meninggalkan kita, malah la selalu memelihatra dan menolong hidup kita. Dengan demikian kita bisa mengatakan seperti yang disaksikan oleh Hana: โ€œHatiku bersukaria karena TUHAN, dan tanduk kekuatanku ditinggikan oleh TUHAN.โ€ (1 Sam.2:1).

Saudara-saudara, kita diajak oleh Firman Tuhan hari ini untuk senantiasa memuliakan Dia dengan kemanusiaan kita yang terdalam yaitu jiwa (roh) kita. Alasan mendasar untuk memuliakan Tuhan adalah karena sukacita yang kita alami dengan keselamatan yang berpusat pada Allah dengan kedatangan Yesus Kristus yang kelahirannya akan kita rayakan pada masa Natal. Mari kita semua mengungkapkan: โ€œJiwaku memuliakan Tuhan, dan hatiku bergembira karena Allah Juruselamatku.โ€ (ay.46b-47). Kegembiraan kita yang terutama adalah keselamatan yang disediakan oleh Allah melalui Anak-Nya, Yesus Kristus. Keselamatan dari kuasa dosa dan kematian, itulah sukacita kita yang terbesar. Itu adalah anugerah bagi kita.
Namun dalam kehidupan sehari-hari kita juga merasakan pertolongan dan kepedulian Tuhan bagi orang-orang yang menderita, miskin, hina dan sengsara. TUHAN bagi kita adalah Allah yang peduli dengan kesengsaraan kita. Suatu saat nanti kita akan diangkat dan ditinggikan sama seperti Maria dan Hana. Karena itu sebagai orang-orang percaya kita tidak perlu takut dan kuatir dalam hidup ini. Tetapi sebaliknya mari terus percaya dan berharap kepada Tuhan. Jadi tidak perlu putus asa. Kita percaya dalam Tuhan masih ada pengharapan. Itulah sukacita kita dalam Minggu ini. Biarlah kita seperti Maria dengan kerendahan hati menaikkan pujian: โ€œJiwaku memuliakan Tuhan, dan hatiku bergembira karena Allah Juruselamatku.โ€ Tuhan memberkati kita semua. Amin.

19/04/2026

Minggu, 19 April 2026
๐Ÿ“– Markus 9:19-20

Maka kata Yesus kepada mereka: "Hai kamu angkatan yang tidak percaya, berapa lama lagi Aku harus tinggal di antara kamu? Berapa lama lagi Aku harus sabar terhadap kamu? Bawalah anak itu ke mari!" Lalu mereka membawanya kepada-Nya. Waktu roh itu melihat Yesus, anak itu segera digoncang-goncangnya, dan anak itu terpelanting ke tanah dan terguling-guling, sedang mulutnya berbusa.

Shalom saudaraku,
Selamat beribadah di hari Minggu yang dikuduskan dan diberkati hari ini. ๐Ÿ™โœ๏ธ๐Ÿ’’

Tuhan Yesus seperti kecewa bahkan marah kepada murid-murid-Nya karena tidak melayani keluarga yang sedang berbeban berat.

Ketika roh jahat melihat Yesus dan ketakutan, anak itu digoncang dan dibanting ke tanah sampai terguling dengan mulut berbusa.

Kiranya firman Tuhan hari ini menjadi kekuatan kita agar dalam menghadapi segala penyakit, Tuhan Yesus adalah jawabannya. Sebab roh jahat dan roh penyakit takluk pada kuasa Yesus. Amin.

๐Ÿ”ฅ๐Ÿ™ Terimalah berkat Tuhan,
Tuhan memberkati engkau dan melindungi engkau, Tuhan menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia, Tuhan menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera sampai selama-lamanya. Amin. โœ๏ธ๐Ÿ™Œ

18/04/2026
18/04/2026

Selamat Sore. Shalom semuanya...!

Sabtu, 18 April 2026
Menjadi Berkat Di Saat Sulit

Kisah Para Rasul 27:21-26, 32-37

Sesudah berkata demikian, ia mengambil roti, mengucap syukur kepada Allah di hadapan semua mereka, memecah-mecahkannya, lalu mulai makan. Maka kuatlah hati semua orang itu, dan mereka pun makan juga.
- Kisah Para Rasul 27:35-36

Banyak hal di dunia ini sedang tidak berjalan baik-baik saja. Berita peperangan menjadi makanan kita sehari-hari, kesulitan ekonomi global membuat banyak orang tertekan dan penuh kekhawatiran. Apakah di tengah situasi sulit ini Anda masih terpikir untuk memberi kesaksian dan menjadi berkat bagi orang lain? Mungkin ada yang menjawab, โ€œMana mungkin bisa?โ€ Jawaban kita bisa berubah, jika melihat apa yang dilakukan Rasul Paulus di Kisah Para Rasul 27 ini.

Situasi saat itu sangat menakutkan dan tidak pasti. Kapal yang mereka naiki tidak bisa kemana-mana, terjebak angin badai (Kis. 27:20). Namun, Paulus yang saat itu menjadi tahanan, menyatakan apa yang Tuhan kehendaki untuk dirinya, termasuk orang-orang yang ada di kapal. Padahal kalau Paulus mau egois, hanya memikirkan dirinya, ia cukup diam saja. Akan tetapi, Paulus tidak tinggal diam. Ia malah menabahkan hati 275 orang yang ada di sana (ay. 25, 37) dengan menyatakan kepercayaannya kepada Tuhan di tengah situasi mencekam.

Bukan hanya menabahkan hati, Paulus juga mengajak mereka makan bersama supaya mendapat kekuatan. Ia memulainya dengan mengucap syukur (ay. 35) atas makanan yang disediakan meskipun terombang-ambing di atas kapal tak menentu. Tampak sederhana, tetapi lihat apa yang terjadi (ay. 36), mereka menjadi kuat hati dan makan bersama-sama.

Di dalam dunia ini, banyak orang yang belum mengenal Tuhan, hidup dalam ketakutan dan kecemasan. Perjalanan iman kita bersama Tuhan dapat menjadi kesaksian yang efektif bagi mereka. Kesaksian kita cukuplah yang sederhana dari keseharian kita, tetapi menyatakan iman percaya kepada Tuhan di saat-saat sulit.

Ucapan syukur kita kepada Tuhan adalah kesaksian yang dapat membawa orang melihat kebaikan Tuhan. Doa makan yang sederhana, dengan hati penuh ucapan syukur, akan menjadi berkat buat orang lain. Mungkin juga cerita bagaimana Tuhan menolong mencukupkan kebutuhan Anda saat usaha sedang turun omsetnya atau diberhentikan dari pekerjaan, bisa menguatkan orang lain. Pengalaman-pengalaman tersebut jika dibagikan bisa menjadi kesaksian yang memberkati banyak orang.

Refleksi Diri:

- Mengapa Anda dipanggil menjadi berkat bagi sesama, bahkan di saat-saat sulit?
- Apa pengalaman di masa sulit yang mau Anda saksikan untuk menjadi berkat bagi orang lain?

17/04/2026

RUAH

Jumat, 17 April 2026
Hari Biasa Pekan II P***ah

Yesus Kristus menjadi jalan yang pasti benar karena kemanusiaan yang Ia kenakan bagi kita. (St. Agustinus)

Antifon Pembuka (Why 5:9-10)

Tuhan, Engkau telah menebus kami dengan darah-Mu, dari tiap suku, bahasa, rakyat dan bangsa; dan Engkau telah menjadikan kami raja dan imam bagi Allah Bapa, alleluya.

You have redeemed us, Lord, by your Blood, from every tribe and tongue and people and nation, and have made us into a kingdom, priests for our God, alleluia.

Doa Pagi

Allah Bapa yang perkasa, Engkau menghendaki Putra-Mu menderita di salib untuk mengenyahkan kuasa musuh dari kami. Semoga abdi-abdi-Mu, kelak memperoleh rahmat kebangkitan. Dengan pengantaraan Tuhan kami, Yesus Kristus, Putra-Mu, yang hidup dan berkuasa bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa. Amin.

Bacaan dari Kisah Para Rasul (5:34-42)

"Para rasul bergembira karena mereka dianggap layak menderita penghinaan oleh karena nama Yesus."

Pada waktu itu para rasul sedang diperiksa oleh Mahkamah Agama Yahudi. (Vn) Maka seorang Farisi dalam Mahkamah Agama itu, yang bernama Gamaliel, seorang ahli Taurat yang sangat dihormati seluruh orang banyak, bangkit dan meminta supaya para rasul itu disuruh keluar sebentar. Sesudah itu ia berkata kepada sidang, "Hai orang-orang Israel, pertimbangkanlah baik-baik apa yang hendak kamu perbuat terhadap orang-orang ini! Sebab dahulu telah muncul Si Teudas, yang mengaku dirinya seorang istimewa, dan ia mempunyai kira-kira empat ratus pengikut; tetapi ia dibunuh, lalu cerai-berailah seluruh pengikutnya dan lenyap. Sesudah dia, pada waktu pendaftaran penduduk, muncullah Si Yudas, seorang Galilea. Ia menyeret banyak orang dalam pemberontakannya, tetapi ia juga tewas dan cerai-berailah seluruh pengikutnya. Karena itu aku berkata kepadamu: Janganlah bertindak terhadap orang-orang ini. Biarkanlah mereka, sebab jika maksud dan perbuatan mereka berasal dari manusia, tentu akan lenyap; tetapi kalau berasal dari Allah, kamu tidak akan dapat melenyapkan orang-orang ini; mungkin ternyata juga nanti, bahwa kamu melawan Allah." Nasihat itu diterima. Sesudah itu para rasul dilepaskan. Rasul-rasul itu meninggalkan sidang Mahkamah Agama dengan gembira, karena mereka telah dianggap layak menderita penghinaan oleh karena nama Yesus. Dan setiap hari mereka melanjutkan pengajaran mereka di Bait Allah dan di rumah-rumah umat dan memberitakan Injil tentang Yesus yang adalah Mesias.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan
Ref. Satu hal telah kuminta kepada Tuhan, diam di rumah Tuhan seumur hidupku.
Ayat. (Mzm 27:1.4.13-14; Ul:4b)
1. Tuhan adalah terang dan keselamatanku, kepada siapakah aku harus takut? Tuhan adalah benteng hidupku, terhadap siapakah aku harus gentar?
2. Satu hal telah kuminta kepada Tuhan, satu inilah yang kuingini: diam di rumah Tuhan seumur hidupku, menyaksikan kemurahan Tuhan, dan menikmati bait-Nya.
3. Sungguh, aku percaya akan melihat kebaikan Tuhan di negeri orang-orang yang hidup! Nantikanlah Tuhan! Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu! Ya, nantikanlah Tuhan.

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya, alleluya
Ayat. (Mat 4:4b)
Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah.

Inilah Injil Suci menurut Yohanes (6:1-15)

"Yesus membagi-bagikan roti kepada orang banyak yang duduk di situ, sebanyak mereka kehendaki."

Pada waktu itu Yesus berangkat ke seberang danau Galilea, yaitu danau Tiberias. Orang banyak berbondong-bondong mengikuti Dia, karena mereka melihat mukjizat-mukjizat penyembuhan, yang diadakan-Nya terhadap orang-orang sakit. Yesus naik ke atas gunung dan duduk di situ dengan murid-murid-Nya. Ketika itu P***a, hari raya orang Yahudi, sudah dekat. Ketika Yesus memandang sekeliling-Nya, dan melihat bahwa orang banyak berbondong-bondong datang kepada-Nya, berkatalah Ia kepada Filipus, "Di manakah kita akan membeli roti, sehingga mereka ini dapat makan?" Hal itu dikatakan-Nya untuk mencobai dia, sebab Ia sendiri tahu apa yang hendak dilakukan-Nya. Jawab Filipus kepada-Nya, "Roti seharga dua ratus dinar tidak akan cukup untuk mereka ini, sekalipun masing-masing mendapat sepotong kecil saja!" Seorang dari murid-murid-Nya, yaitu Andreas, saudara Simon Petrus, berkata kepada-Nya, "Di sini ada seorang anak, yang membawa lima roti jelai dan mempunyai dua ikan; tetapi apakah artinya itu untuk orang sebanyak ini?" Kata Yesus, "Suruhlah orang-orang itu duduk!" Ada pun di tempat itu banyak rumput. Maka duduklah orang-orang itu, kira-kira lima ribu laki-laki banyaknya. Lalu Yesus mengambil roti itu, mengucap syukur dan membagi-bagikannya kepada mereka yang duduk di situ; demikian juga dibuat-Nya dengan ikan-ikan itu, sebanyak yang mereka kehendaki. Dan setelah mereka kenyang Ia berkata kepada murid-murid-Nya, "Kumpulkanlah potongan-potongan yang lebih, supaya tidak ada yang terbuang." Maka mereka pun mengumpulkannya, dan mengisi dua belas bakul penuh dengan potongan-potongan dari kelima roti jelai yang lebih setelah orang makan. Ketika orang-orang itu melihat mukjizat yang telah diadakan Yesus, mereka berkata, "Dia ini benar-benar nabi yang akan datang ke dalam dunia!" Karena Yesus tahu bahwa mereka akan datang dan hendak membawa Dia dengan paksa untuk dijadikan raja, Ia menyingkir lagi ke gunung seorang diri.
Verbum Domini
(Demikianlah Sabda Tuhan)
U. Laus tibi Christe
(U. Terpujilah Kristus)

Renungan

Ketika kita mengatakan bahwa suatu produk telah dicoba dan diuji, itu berarti produk tersebut cukup baik untuk digunakan. Itu tentu saja publisitas yang baik untuk produk tersebut karena merupakan kesaksian bagi mereka yang telah menggunakan produk tersebut. Itu juga dapat berarti bahwa produk tersebut berkualitas dan mungkin juga telah teruji oleh waktu.

Dalam hal usaha bisnis atau gerakan keagamaan, tolok ukurnya bukan hanya seberapa suksesnya. Ia juga harus mampu bertahan dalam ujian waktu, serta bagaimana ia mengatasi kemunduran dan perubahan kepemimpinan.

Dalam bacaan pertama, Gamaliel yang bijaksana dan dihormati menasihati anggota Sanhedrin untuk membiarkan ujian waktu menentukan gerakan yang telah muncul dari para rasul. Pernyataannya yang mendalam adalah ini: "Jika gerakan mereka ini berasal dari manusia, ia akan hancur dengan sendirinya. Tetapi jika memang berasal dari Allah, kalian tidak hanya tidak akan mampu menghancurkan mereka, tetapi kalian mungkin akan mendapati diri kalian melawan Allah."

Dalam sejarah Gereja selama 2000 tahun, ada masa-masa kemenangan dan kejayaan, serta masa-masa gelap dan mengerikan. Namun Yesus telah berjanji bahwa alam maut tidak akan mengalahkan Gereja. Yesus adalah Kepala Gereja dan kita adalah anggota Tubuh-Nya. Semoga janji Yesus meneguhkan iman kita dan semoga kita tetap bersatu dengan Gereja baik di masa baik maupun buruk.

Antifon Komuni (Rm 4:25)

Kristus, Tuhan kita diserahkan karena pelanggaran kita dan dibangkitkan karena pembenaran kita, alleluya.

Christ our Lord was handed over for our transgressions and was raised again for our justification, alleluia.

Doa Malam

Allah Bapa yang kekal dan kuasa, kami bersyukur karena telah menerima jaminan keselamatan abadi. Kami mohon, perkenankanlah kami mengerahkan segala upaya agar dapat mencapainya. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Amin.

Baca renungan lainnya di lumenchristi.id silakan klik tautan ini

Ekaristi adalah jaminan yang paling aman dan tanda yang paling jelas bahwa harapan besar akan surga baru dan dunia baru, di mana terdapat keadilan, Bdk. 2 Ptr 3:13. akan terpenuhi. Setiap kali misteri ini dirayakan, "terlaksanalah karya penebusan kita" (LG 3) dan kita memecahkan "satu roti..., obat kebakaan, penangkal racun, sehingga orang tidak mati, tetapi hidup selama-lamanya dalam Yesus Kristus" (Ignasius dari Antiokia, Eph. 20,2). (Katekismus Gereja Katolik, 1405) (Renunganid/vn)

16/04/2026

Renungan Kamis 16 April 2026

Dipulihkan dari Keraguan
Pengharapan yang Hidup

Karena itu hatiku bersukacita dan jiwaku bersorak sorak bahkan tubuhku akan diam dengan tenteram
Mazmur 16 ayat 9 TB

Renungan

Lilias Trotter seorang seniman berbakat dari Inggris yang memilih meninggalkan peluang besar di dunia seni demi melayani Tuhan di Aljazair Di tengah kesepian penolakan dan kondisi kesehatan yang rapuh ia sering bergumul dengan keraguan apakah hidupnya benar benar berarti Namun melalui ketaatan yang sederhana dan setia ia menemukan bahwa Tuhan tidak pernah menyia nyiakan langkah yang diserahkan kepada Nya Hidupnya menjadi kesaksian bahwa iman bukanlah tanpa keraguan melainkan keberanian untuk tetap berjalan bersama Tuhan di tengah keraguan itu

Dalam Mazmur 16 ayat 9 ini terlihat sebuah pernyataan iman yang lahir bukan dari keadaan yang mudah tetapi dari kepercayaan yang dalam kepada Tuhan Kata tenteram dalam bahasa Ibrani betach mengandung arti rasa aman yang utuh tanpa kegelisahan yang tersembunyi Ini bukan sekadar perasaan damai sesaat tetapi kondisi jiwa yang berakar pada keyakinan bahwa Tuhan memegang kendali sepenuhnya Sukacita yang disebutkan bukan hasil dari kepastian situasi melainkan buah dari relasi yang hidup dengan Tuhan Di sinilah pengharapan yang hidup itu nyata ketika hati tetap bersukacita bahkan saat pikiran masih dipenuhi tanda tanya

Lilias Trotter menunjukkan bahwa keraguan tidak membatalkan panggilan lebih dari itu Mazmur 16 ayat 9 ini menegaskan bahwa hati yang bersandar pada Tuhan tetap bisa bersukacita di tengah ketidakpastian dan di situlah iman diuji bukan saat semuanya jelas tetapi saat tetap percaya tanpa melihat jawaban

Pertanyaan refleksi

Pertama apakah hati kita masih menunggu kepastian sebelum percaya sepenuhnya kepada Tuhan

Kedua beranikah kita tetap bersukacita meskipun jawaban belum terlihat

Doa

Tuhan ajar kami percaya meskipun hati kami masih bergumul dengan keraguan Pulihkan iman kami agar tetap bersukacita di dalam Engkau Dalam Nama Tuhan Yesus Amin

Kalimat bijak

Iman yang hidup bukan bebas dari keraguan tetapi tetap bersandar di tengah ketidakpastian sTy

15/04/2026

Renungan
Rabu 15 April 2026

KEKAYAAN SEJATI

Ada seorang yang miskin bertanya pada Sang Guru Bijak
Mengapa aku menjadi orang yang sangat miskin dan selalu mengalami kesulitan hidup

Sang Guru menjawab
Karena engkau tidak pernah berusaha untuk memberi pada orang lain

Tapi saya tidak punya apapun untuk diberikan pada orang lain Jawab si miskin

Sang Guru Bijak berkata
Sebenarnya engkau masih punya banyak untuk engkau berikan pada orang lain

Apakah itu guru

Sang guru menjawab

Dengan mulut yang engkau punya engkau bisa berikan senyuman dan pujian

Dengan mata yang engkau punya engkau bisa memberikan tatapan yang lembut

Dengan telinga yang engkau punya engkau bisa memberikan perhatian untuk mendengar keluh kesah orang di sekitar mu

Dengan wajah yang engkau punya engkau bisa memberikan keramahan

Dengan tangan yang engkau punya engkau bisa memberikan bantuan dan pertolongan pada orang lain yang membutuhkan dan masih banyak lagi

Jadi sesungguhnya kamu bukanlah miskin hanya saja engkau tidak pernah mau memberi pada orang lain
Itulah yang menyebabkan orang lain juga tidak pernah mau memberikan apapun pada dirimu

Engkau akan terus seperti ini jika engkau tidak mau memberi dan berbagi pada orang lain serta siapapun

Pulanglah dan berbagilah pada orang lain dari apa yang masih engkau punya agar orang lain juga mau berbagi denganmu
Memberi tidak ditentukan oleh seberapa besar atau kecil tapi berdasarkan kebutuhan

Ada yang butuh didengarkan
Ada yang butuh dikuatkan
Ada yang butuh diperhatikan
Ada yang butuh disemangati
Ada yang butuh diberi pengharapan

Apa yang kita tanam sekarang akan kita tuai di kemudian hari

Ketika kita menanam padi mungkin rumput ikut tumbuh ketika kita menanam rumput tidak mungkin padi ikut tumbuh

Jadi
Ketika kita melakukan kebaikan mungkin hal buruk bisa terjadi
Tapi
Ketika kita melakukan keburukan tidak mungkin muncul kebaikan

Mari tetaplah berbuat kebaikan

Selamat pagi
Good morning
ๅคงๅฎถๆ—ฉไธŠๅฅฝ
semoga harimu dipenuhi keberkahan dan kebijaksanaan
To All My Dear Friends
Have a Wonderful Day

Selamat pagi. Shalom semuanya...!Rabu, 15 April 2026Sabar Menanggung Kesulitan1 Korintus 13:1-13Kasih itu sabar; kasih i...
15/04/2026

Selamat pagi. Shalom semuanya...!

Rabu, 15 April 2026
Sabar Menanggung Kesulitan

1 Korintus 13:1-13

Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong.
- 1 Korintus 13:4

Kita hidup di era teknologi digital dimana informasi dengan mudah dan cepat didapatkan. Akibatnya, orang-orang hidup seperti begitu tergesa-gesa, mudah bereaksi, impulsif, dan tidak cukup tahan untuk menjalani โ€œprosesโ€. Sadar atau tidak sadar, daya tahan dan daya juang kita menjadi berkurang. Kita menjadi kurang sabar menjalani โ€œprosesโ€ kehidupan. Kesabaran bisa diartikan sebagai kemampuan seseorang untuk bertahan menghadapi tekanan hidup tanpa mengeluh.

Kesabaran diuji terutama pada saat-saat yang tidak baik dan kurang ideal. Pergumulan dan permasalahan hidup membantu kita dalam proses pembentukan menjadi pribadi yang lebih tangguh dan penuh kasih, yang menumbuhkan kesabaran.

Perikop hari ini berbicara tentang kasih, salah satu definisinya menyebutkan bahwa kasih itu sabar. Kata โ€œsabarโ€ dalam bahasa Yunani menggunakan kata makrothumeo yang bisa berarti bertahan dengan sabar (to persevere patiently) dan kuat menanggung kesulitan/masalah (bravely in enduring misfortunes and trouble). Tindakan sabar dalam menghadapi masalah perlu kita upayakan dan pertahankan secara kontinu saat menjalani hidup. Mengapa? Karena ada banyak situasi dan kondisi yang sering mendesak kita untuk mengabaikan kesabaran. Adakalanya, kita mengeluh saat mendampingi anggota keluarga yang sakit karena harus melewati berbagai tahap proses pengobatan dan pemulihan yang panjang. Atau saat kita setiap hari berelasi dengan rekan kerja atau atasan yang menjengkelkan dan mengesalkan hati. Atau saat diperhadapkan dengan anak-anak yang perlu berulang kali diingatkan karena melakukan hal-hal yang kurang tepat. Ada banyak alasan memicu kita menjadi kurang sabar, dari hal-hal sederhana sampai yang rumit dan memakan waktu yang cukup panjang. Mendemonstrasikan tindakan kasih sering kali menjadi jawaban dari persoalan-persoalan di atas. Tetaplah sabar ketika Tuhan mengizinkan kita menghadapi hal-hal yang sulit.

Apa yang bisa menolong Anda agar dapat menerapkan kesabaran dalam menjalani kehidupan yang tampaknya begitu tergesa-gesa? Pertama, tumbuhkan kesadaran betapa pentingnya memiliki kasih seperti kasih Tuhan Yesus. Mintalah kepada-Nya untuk mengisi hati Anda dengan kasih-Nya. Kedua, memohon pertolongan Roh Kudus untuk menumbuhkan buah-buah roh, salah satunya kesabaran (Gal. 5:22-23). Yuk, penuhi hati dengan kasih Yesus dan minta Roh Kudus memampukan Anda untuk bersabar.

Refleksi Diri:

- Bagaimana respons Anda ketika diperhadapkan dengan kondisi dan situasi yang tidak baik dan kurang ideal?
- Apakah Anda sudah menerapkan kesabaran dalam situasi tersebut? Adakah kasih Yesus mengisi hati Anda?

RENUNGAN MALAMSelasa 14 April 2026MENJADI SESAMALukas 10 ayat 36 sampai 37Siapakah di antara ketiga orang ini menurut pe...
14/04/2026

RENUNGAN MALAM
Selasa 14 April 2026

MENJADI SESAMA

Lukas 10 ayat 36 sampai 37
Siapakah di antara ketiga orang ini menurut pendapatmu menjadi sesama manusia bagi orang yang jatuh ke tangan penyamun itu Jawab orang itu Orang yang telah menunjukkan belas kasihan kepadanya Kata Yesus kepadanya Pergilah dan perbuatlah demikian

Perumpamaan orang Samaria yang murah hati dipakai Yesus untuk menjawab pertanyaan ahli Taurat

Meski Yesus tahu bahwa ahli Taurat itu hanya mencobai Nya Ia tetap menjawab dengan hikmat

Kesempatan itu digunakan Yesus untuk mengungkap bahwa sesama tidak terbatas etnis status maupun agama

Yesus tidak hanya menjawab pertanyaan secara intelektual melainkan juga menyingkap isi hati manusia termasuk di dalamnya motivasi ahli Taurat yang ingin mencari pembenaran diri

Melalui gambaran orang Samaria yang biasanya dipandang rendah oleh orang Yahudi Yesus menjadikannya teladan kasih sejati

Yesus menantang sikap eksklusif orang Yahudi dan pemimpin agama yang menguasai hukum Taurat tetapi tidak menghidupi kasih

Imam dan Lewi gambaran hukum dan agama tidak mampu menyelamatkan Justru orang asing yang tak dianggap orang Samaria yang memberi hidup

Perumpamaan ini memang tidak menyatakan bahwa Yesus adalah orang Samaria secara eksplisit Namun melalui karakter orang Samaria yang mengasihi secara tuntas tanpa pamrih gambaran hati Yesus ditunjukkan

Yesus adalah pribadi yang datang menolong yang terluka dan terabaikan Yesus adalah Sang Penyelamat yang tidak terikat oleh batas agama budaya atau status

Yesus datang membawa hidup dan kasih sejati bukan sekadar hukum Yesus tidak hanya mengajarkan kasih melainkan Dia sendirilah kasih itu

Yesus hadir menjadi sesama demi memberi hidup bagi kita manusia berdosa Kini kepada kita Yesus berkata Pergilah dan perbuatlah demikian

Karena KasihNya DIA rela menjadi sama dengan manusia agar manusia mengasihi sesamanya

SUDAHKAH ANDA MEMBACA ALKITAB HARI INI

Hikamgkan

Address

Padang

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Renungan Kasih Yesus posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Organization

Send a message to Renungan Kasih Yesus:

Share

Category