IPMM Padang

IPMM Padang IPMM Padang adalah organisasi kemahasiswaan Daerah asal Kabupaten Mandailing Natal di Kota Padang dan Sekitarnya

14/04/2016

PESAN DARI SESEPUH IPMM PADANG

Untuk adik-adik IPMM Kota Padang dan adik-adik mahasiswa:

Harapan kami para sepuh, IPMM Padang harus tetap menjadi organisasi pelajar-mahasiswa yang mandiri, jangan menjadi onderbow dari organisasi-jaringan-kepentingan manapun. Sejak awal berdiri tahun 1984, IPMM diharapkan menjadi rumah bagi seluruh pelajar dan mahasiswa yang ada di Sumatera Barat, khususnya di Kota Padang. Tujuannya memberi perlindungan, bimbingan, santunan, dan berbagai support bagi keberlanjutan pendidikan anggota. IPMM tidak menjadi afiliasi organisasi tertentu, tetapi menjadi organisasi yang otonom dan independen, bukan menjadi gerakan politis, bukan partisan. IPMM murni gerakan sosial untuk memberdayakan para pelajar mahasiswa.

IPMM harus tetap menjadi rumah bagi pelajar mahasiswa di Kota Padang sebagai gerakan sosial, sesuai dengan AD/ART, memberi marwah sebagai organisasi pelajar-mahasiswa yang berkehormatan dan berdaulat. Untuk aspirasi politik, silakan dengan organisasi lain, karena itu hak setiap orang. Tetapi tentu tidak etis jika mengatasnamakan seluruh pelajar mahasiswa Kota Padang secara pukul rata, karena itu juga mengabaikan hak merdeka pada orang lain.

Tentu saja mahasiswa mesti memiliki kepedulian sosial. Mahasiswa harus menjadi kekuatan moral yang dapat meluruskan kekuasaan yang salah kaprah. Itu sudah menjadi ruh yang melekat pada diri mahasiswa sepanjang sejarah pergerakan Indonesia. Lumrah ada “pemberontakan” terhadap kemapanan, sepanjang seluruhnya berada pada tataran kekuatan moral. Tapi naif jika mahasiswa melacurkan diri untuk kepentingan kelompok tertentu. Lumrah kalau mahasiswa menjadi pionir, ujung tombak perjuangan kemaslahatan, dan menjadi martir perubahan sosial. Tetapi naif jika ada dalam kendali vested-intrest tertentu. Belajarlah dari Tan Malaka, Soekarno, Hatta, Syahrir. Mereka juga martir perjuangan, tetapi mereka membentuk kenderaan politik sendiri, membangun ruh perjuangan sendiri, menumbuhkan massa sendiri. Dan mereka menuliskan konsep perjuangannya, mempublikasikannya, bukan sekedar mengumpulkan orang, lalu berdemo, mengkritisi hal-hal sepele, atau hal-hal yang dangkal sifatnya. Kalau itu yang Anda lakukan, Anda tidak akan pernah menjadi tokoh besar. Anda selamanya hanya akan menjadi kacung dari tokoh lain. Menjadi rakyat merdeka bukan sekedar berani menyampaikan kebenaran, berani berorasi, berani berorganisasi, berani menulis, tetapi juga berani memilih jalan perjuangan yang membawa misi besar dengan metode perjuangan yang juga besar.

Tapi yakinlah, selama Anda tidak menulis, tidak menyebarluaskan konsep dan kerangka politis Anda, Anda tidak akan pernah menjadi tokoh besar. Selamanya Anda hanya menjadi spesialis demo, Anda hanya akan diminta perjuangannya untuk aksi massa saja, Anda tidak akan pernah menjadi tokoh yang diperhitungkan. Nama Anda tidak akan pernah menjadi nama jalan, bahkan di kampung Anda sendiri. Hariman Siregar, dll. mungkin tak tertandingi untuk aksi massa, tetapi yang jadi pahlawan tetap Tan Malaka, Soekarno, Hatta, Syahrir, dll. Karena mereka menulis, mereka punya konsep perjuangan, mereka pejuang, mereka punya ruh pembebasan, bukan menjadi domain orang lain. Berpikirlah tentang hal-hal besar! Agar jangan hanya para bandit yang mendengar orasimu.

09/02/2015

Publikasi Acara MTQ Tingkat MDTA melalui media on line

Budaya seni mandailing natal baru-baru ini menjadi topik bahasan Pelajar dan Mahasiswa yang berhimpun dalam IKATAN PELAJ...
13/01/2014

Budaya seni mandailing natal baru-baru ini menjadi topik bahasan Pelajar dan Mahasiswa yang berhimpun dalam IKATAN PELAJAR MAHASISWA MANDAILING NATAL (IPMM) di Padang, Sumatera barat. Topik ini sengaja dimunculkan pada forum silaturrahmi IPMM hari minggu 22 Desember 2013 di Gedung Teater Universitas Negeri Padang (UNP), sebagai wujud kepedulian Pelajar dan Mahasiswa yang menimba ilmu di ranah minang terhadap keadaan budaya seni madina yang dewasa ini kurang mendapat apresiasi, khususnya dari kalangan generasi muda Madina.
Acara yang digelar dari pukul 09:00 sampai 13:30 WIB ini dihadiri 60-an Pelajar dan Mahasiswa dari berbagai sekolah dan perguruan tinggi di Sumatera Barat. Tampil memberikan sambutan ketua IPMM, Muhammad Ilham Rangkuti, mahasiswa UPI. Untuk memberikan motivasi kepada anggota IPMM, dua orang pendiri dan pentolan IPMM menyampaikan arahan dan bimbingan. Berturut-turut, dari Dr. Yahya Tambunan, M.Pd, kajur Seni Rupa UNP dilanjutkan Drs. Armen rangkuti, MM, Kabag Umum pemkab Padang Pariaman. Acara yang memunculkan tema “Bangkitnya Marwah IPMM Dengan Mengaplikasikan Karakter Budaya Madina” ni sengaja menghadirkan seorang pemateri dari Mandailing Natal yaitu Erwin Azhari Hasibuan, pemerhati budaya seni Mandailing Natal.
Dalam arahannya, Drs. Yahya Tambunan, M.Pd menyampaika kronologi berdirinya IPMM pada tahun 1985, semasa dirinya kuliah di UNP. Selaku salah seorang pendiri oraganisasi IPMM, dia berharap kepada segenap pengurus IPMM supaya megadakan konsolidasi dan menyusun program kerja.
Drs. Armen Rangkuti, MMselaku pentolan IPMM dan kini sudah berhasil menduduki jabatan eselon-3 di pemkab Padang Pariaman tersebut, hanya menekankan kepada anggota IPMM supaya lebih mengedepankan rasa kekeluargaan khususnya antara sesama anggota. Walaupun dirinya selalu penasehat dalam IPMM, dirinya siap membantu dan memberikan konstribusi baut kejayaan IPMM ini.
Pada sesi inti, Erwin Ashari Hasibuan tampil dengan memaparkan makalah yang disusunnya berjudul “Budaya Seni Mandailing Natal Dan Pelestariannya”. Dalam paparannya, Erwin Azhari Hasibuan mengulas kondisi budaya seni Madina dewasa ini yang Kurang mendapat apesiasi dari masyarakat Mandaling Natal, terutama generasi mudanya yang kini lebih menggandrungi budaya seni asing. Dirinya menyinggung pengklaiman negeri jiran malaysia terhadap Gordang Sambilan sebagai budaya seni bangsa Malaysia. Secara implisit dirinya mengajukan pertanyaan, apakah kita sudah seperti kata pribahasa, “Anak Di Pangku Dilepaskan, Beruk Di Rimba disusukan”. Pada bagian akhir penyampaiaanya, dirinya menyampaikan beberapa upaya dalam rangka pelestarian budaya seni Madina.
Acara tersebut verlangsung dengan hidmad dan meninggalkan kesan yang dalam bagi para pelajar dan Mahasiswa, sehingga IPMM berencana untuk menindaklanjutinya dengan menggelar budaya seni Madina dalam waktu dekat ini di Mandailing Natal.

http://ilhambrank.blogspot.com/2014/01/budaya-seni-madina-dibahas-pelajar-dan.html

15/12/2013

IPMM Padang adalah organisasi kemahasiswaan Daerah asal Kabupaten Mandailing Natal di Kota Padang dan Sekitarnya

Address

Padang

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when IPMM Padang posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share