PKS 8 PAGAR ALAM

PKS 8 PAGAR ALAM INFO PAGAR ALAM SUMSEL INDONESIA DAN DUNIA

5 suratPKS 8 PAGAR ALAM  PKSPagarAlam
25/03/2026

5 surat
PKS 8 PAGAR ALAM PKSPagarAlam

AL-WĀQI'AH: SURAH YANG MEMBUAT RASULULLAH ﷺ BERUBAN

Ada surah yang mengguncang jiwa Nabi ﷺ sehingga rambut beliau memutih karenanya. Bukan karena panjang ayatnya, tetapi karena pesan kepastian yang tidak memberi ruang untuk lalai.

Surah itu bernama Al-Wāqi'ah tentang hari yang pasti terjadi dan tentang manusia yang pasti dipertanyakan.

*01 – SURAH YANG MENGUBAH WARNA RAMBUT NABI ﷺ*

Suatu hari, Abu Bakar melihat uban mulai memenuhi rambut Rasulullah ﷺ. Dengan heran ia bertanya, "Wahai Rasulullah, engkau telah beruban."

Jawaban Nabi ﷺ mengejutkan, "Aku beruban karena surah Hud, Al-Wāqi'ah, Al-Mursalat, 'Amma Yatasā'alûn (An-Naba'), dan Idzasy-Syamsu Kuwwirat (At-Takwir)." (HR At-Tirmidzi)

Lima surah ini bukan sembarang bacaan!

Isinya begitu mengguncang tentang kehancuran umat terdahulu, tentang detik-detik Kiamat, tentang surga dan neraka hingga beban pemikirannya mengubah fisik Nabi.

Al-Wāqi'ah khususnya, dengan 96 ayatnya yang turun di masa awal dakwah Mekkah (setelah surah Thāhā, sebelum Maryam), menjadi pengingat konstan tentang akhir yang pasti datang.

Ini bukan sekadar cerita. Ini peringatan eksistensial: jika Rasulullah ﷺ yang dijamin masuk surga saja merasa tertohok, bagaimana dengan kita?

*02 – WARISAN TERAKHIR IBNU MAS'UD: BUKAN HARTA, TAPI SURAH*

Abdullah bin Mas'ud ra. adalah salah satu sahabat yang sangat mencintai surah ini. Bahkan, ia menjadikannya "warisan" untuk keluarganya.

Saat menjelang wafat, Utsman bin 'Affan ra. menawarkan bantuan harta untuk putri-putrinya. Abdullah bin Mas'ud ra. menjawab dengan keyakinan yang tenang,

"Aku telah memerintahkan putri-putriku membaca surah Al-Wāqi'ah setiap malam. Aku mendengar Rasulullah ﷺ bersabda:

'Siapa membaca surah Al-Wāqi'ah setiap malam, tidak akan ditimpa kemiskinan selama-lamanya.'" (HR Ibnu Asakir)

Pesan tersirat → Harta habis dimakan waktu. Ilmu dan amalan adalah warisan abadi. Ibnu Mas'ud tidak meninggalkan emas, akan tetapi kunci rezeki spiritual yang tak pernah bangkrut.

*03 – TIGA GOLONGAN MANUSIA: KITA GOLONGAN YANG MANA?*

Al-Wāqi'ah artinya "peristiwa yang pasti terjadi"Kiamat yang tidak bisa disangkal (ayat 1-2). Surah ini membuka tabir masa depan: pembagian manusia menjadi tiga kelompok besar (ayat 7-14):

*Golongan Kanan (Ashhabul Maimanah)*

Mereka yang menerima buku catatan amal dari tangan kanan. Orang-orang ini beramal karena Allah ﷻ. Di surga, mereka menikmati singgasana, buah-buahan segar, bidadari, dan kedamaian abadi (ayat 27-40).

Ciri khas → Allah ﷻ tidak menyebut alasan kenapa mereka diberi pahala. Mengapa?

Karena, pahala dari Allah ﷻ adalah keutamaan murni, bukan karena manusia "pantas." Ini pengingat: sekeras apapun ibadah kita, tetap kecil di hadapan kemurahan-Nya.

*Golongan Kiri (Ashhabul Masy'amah)*

Mereka yang menerima buku catatan dari tangan kiri. Masa hidupnya dimanjakan kenikmatan tetapi lupa bersyukur. Di neraka, mereka terkepung api, air mendidih, dan penyesalan tanpa ujung (ayat 41-56).

Ciri khas → Allah ﷻ menyebutkan alasan kenapa mereka dihukum (ayat 45-47):

* "Dahulu mereka hidup bermewah-mewah" (tenggelam dalam hura-hura)

* "Mereka berkeras melakukan dosa besar" (syirik, maksiat tanpa tobat)

* "Mereka berkata: 'Apabila kami mati jadi tanah, apakah kami dibangkitkan?'" (mengingkari akhirat)

Hikmahnya? Hukuman Allah ﷻ adalah keadilan, bukan kesewenangan. Jika kita tahu sebab-musabab, kita tidak akan menuduh Allah ﷻ berbuat zalim.

*As-Sabiqun (Al-Muqarrabun)*

Golongan teristimewa yang mendahului dalam kebaikan para nabi, syuhada, shiddiqin.

Sebagian besar dari umat terdahulu, sebagian kecil dari akhir zaman (ayat 10-14). Mereka mendapat surga paling tinggi, paling dekat dengan Allah ﷻ.

Mengapa jumlahnya sedikit di akhir zaman? Karena godaan dunia semakin besar. Media sosial, materialisme, hedonis semua menjauhkan kita dari sabiqun.

Namun demikian, pintunya tetap terbuka. Kuncinya: niat dan konsistensi.

*04 – PESAN TERSEMBUNYI: PAHALA ADALAH KASIH SAYANG, SIKSA ADALAH KEADILAN*

Masruq, salah satu tabi'in terkemuka, berkata, "Siapa ingin mengetahui berita orang terdahulu dan akhir, penghuni surga dan neraka, hendaklah membaca Al-Wāqi'ah."

Surah ini adalah mikrofilm kehidupan: dari penciptaan (ayat 57-74), rezeki (ayat 63-67), kematian (ayat 83-87), hingga balasan final. Semua dikemas dalam 96 ayat yang padat namun menusuk.

Imam Ibnu Katsir menjelaskan: Al-Wāqi'ah adalah nama Kiamat karena kepastiannya. Tidak ada yang bisa menolak saat Allah ﷻ berkata "Kun fayakun—Jadilah!" (ayat 60).

Seperti saat Dia meniup sangkakala, seluruh alam akan hancur—tanpa kompromi, tanpa perpanjangan waktu.

*05 – BAHAN RENUNGAN UNTUK KITA*

Al-Wāqi'ah bukan sekadar bacaan pada malam atau siang hari. Ia adalah cermin jiwa yang menanyakan: "Golongan mana yang kamu pilih?"

Surah yang membuat Nabi ﷺ beruban ini mengajarkan: hidup terlalu singkat untuk disia-siakan, Kiamat terlalu pasti untuk diabaikan dan kasih sayang Allah ﷻ terlalu besar untuk ditolak.

Jadi, malam ini sebelum tidur, buka Al-Wāqi'ah. Baca dengan hati. Dan bertanyalah, "Sudahkah aku siap bertemu-Nya?"

📚 … Disarikan dari Tafsir Al-Qur'ān Al-Azhīm (Imam Ibnu Katsir), Tadabbur Al-Quran* (Syaikh Adil Muhammad Khalil), Li Yaddabbaru Ayatih (Syaikh Prof. Dr. Ahmad Al-Muqbil), dan lainnya.

jalan panjangPKS 8 PAGAR ALAM
25/03/2026

jalan panjang
PKS 8 PAGAR ALAM

‎PKS dan Jalan Panjang Partai Kader
‎Muh Fuad Aprianto ,
Sekretaris DPD PKS Sragen

‎Pergantian kepemimpinan di tubuh Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dari Pusat hingga Daerah membawa harapan baru. Di bawah kepemimpinan Presiden Partai Al Muzammil Yusuf, PKS menegaskan kembali komitmennya sebagai partai kader. Sejak kelahirannya, PKS dibangun bukan hanya sebagai mesin elektoral, tetapi sebagai partai yang melahirkan pemimpin-pemimpin berkapasitas, berintegritas, dan berkomitmen untuk umat.
‎.
‎Sebagai partai kader, PKS memiliki sistem pembinaan yang khas. Unit Pembinaan Anggota (UPA), sekolah politik, dan berbagai program pelatihan kepemimpinan dirancang agar kader ditempa secara bertahap dan sistematis. Dari ruang UPA lahir kader yang memahami ideologi, mengasah kepemimpinan, dan membangun kesetiaan pada nilai perjuangan. Inilah yang membedakan PKS dengan partai lain.
‎.
‎Tentu, di tengah perjalanan panjang, selalu ada tantangan. Ada dinamika di lapangan yang membuat kualitas pembinaan tidak seragam, atau kebutuhan memperkuat kembali soliditas dan kepedulian antar kader. Namun, di sinilah arah kepemimpinan baru menjadi penting. Presiden Partai Al Muzammil Yusuf menaruh perhatian besar pada kader dan kaderisasi, agar setiap kader merasa mendapatkan ruang pembinaan yang layak, pendampingan yang konsisten, dan peluang untuk tumbuh dalam berbagai bidang.
‎.
‎Soliditas kader juga perlu terus dirawat. Sejak awal, PKS dibangun dengan kekuatan ukhuwah : ta’aruf, tafahum, ta'awun, takaful, hingga itsar. Nilai-nilai ini bukan sekadar jargon, melainkan energi moral yang membuat kader tidak merasa sendirian. Banyak kader yang menghadapi tantangan hidup, termasuk persoalan ekonomi, dan di situlah pentingnya kepedulian sesama. Partai kader bukan hanya tempat belajar politik, tetapi juga keluarga besar yang saling menopang.
‎.
‎Di sisi lain kaderisasi ada hal yang harus kita waspadai yaitu godaan jalan instan dan pragmatis. Terkadang demi mengejar kemenangan cepat, sering muncul dorongan untuk menempatkan orang/kader yang belum matang kapasitas dan kualitasnya di posisi kepemimpinan atau jabatan publik.
‎.
‎Namun, di tengah godaan itu, PKS harus tetap memilih jalan panjang : memastikan pemimpin lahir dari proses kaderisasi, bukan sekadar penunjukan sesaat. Jalan ini memang lebih berat, tetapi hanya dengan cara itulah akan lahir pemimpin-pemimpin yang kokoh, dipercaya rakyat, dan konsisten mengemban amanah.
‎.
‎Momentum kepemimpinan baru diberbagai level kepengurusan PKS ini adalah kesempatan emas untuk revitalisasi. UPA harus semakin dihidupkan, sekolah politik diperkuat, dan budaya ukhuwah ditumbuhkan lebih nyata. Dengan modal struktur yang rapi, pengalaman panjang, dan militansi kader yang teruji, kita optimis PKS mampu melangkah ke depan dengan teguh sebagai partai kader.
‎.
‎Inilah saatnya PKS kembali ke orisinalitasnya : partai kader yang tidak hanya ikut dalam kontestasi politik, tetapi juga menjadi kawah candradimuka lahirnya pemimpin bangsa. Pemimpin yang tidak hanya cakap dan profesional, tetapi juga berintegritas, peduli, dan setia pada perjuangan umat.

pksPKS 8 PAGAR ALAM
25/03/2026

pks
PKS 8 PAGAR ALAM

Menjelang Pemilu atau Pilkada, PKS selalu dibawa ke pusaran khilafiyah utk kemudian diobok-obok. Isu-isu agama yang sejatinya menjadi pembahasan fiqh dibawa-bawa demi menjatuhkan lawan politik. Bahkan ada yang menuduh bahwa PKS sudah seperti agama. Akhirnya, lahirlah slogan PKS Wahabi, PKS Anti Tahl...

uasPKS 8 PAGAR ALAM
25/03/2026

uas
PKS 8 PAGAR ALAM

CIRI LIQO' YANG BAIK

Sebagaimana yg dapat dimaklumi, dakwah Islam terdiri dari dua tahapan. Dakwah 'ammah (umum) dan dakwah khos (khusus). Dakwah umum contohnya semua sarana dakwah yg bersifat umum, seperti ceramah umum, tabligh akbar, majelis taklim, membaca buku, menonton ceramah di you tube, dll.

Sedang dakwah khusus adalah pertemuan (liqo') antara beberapa orang yg dipimpin oleh murobbi (mentor). Biasanya pesertanya terbatas untuk mempermudah interaksi dari orang2 yg lebih bersungguh2 belajar Islam dan beramal Islam. Liqo' (disebut juga mentoring/halaqoh/pengajian berkelompok) banyak dilakukan oleh berbagai kelompok (gerakan) Islam. Dan sebenarnya liqo' juga dilakukan oleh kelompok non Islam atau ideologi lain dgn berbagai nama dan istilah.

Ciri liqo' dalam Islam yg baik adalah :

1. Orientasi kepada Allah (Robbaniyah)
Liqo' yang baik adalah liqo' yang murobbinya mengajak peserta hanya kepada Allah semata (robbaniyah). “Tidak wajar bagi seorang manusia yang Allah berikan kepadanya Al Kitab, hikmah dan kenabian, lalu dia berkata kepada manusia; “Hendaklah kamu menjadi penyembah-penyembahku bukan penyembah Allah”. Akan tetapi (dia berkata): “Hendaklah kamu mejadi orang-orang robbani, karena kamu selalu mengajarkan Al Kitab dan disebabkan kamu tetap mempelajarinya” (QS. 3 : 79). Dalam ayat tersebut, Allah memerintahkan Nabi untuk mengajak orang hanya berorientasi kepada Allah semata. Tidak boleh mengajak orang untuk mengabdi kepada Nabi. Hal ini tentu berlaku juga untuk da’i dan murobbi zaman sekarang. Mereka tidak boleh mengajak peserta liqo'/halaqah untuk mengabdi atau mengkultuskan murobbi (da’i)nya. Termasuk juga tidak boleh mengajak peserta untuk mengkultuskan kelompoknya (jama'ahnya), sehingga peserta menganggap hanya kelompoknya yang benar, sedang kelompok lainnya sesat.

2. Rutinitas (Istimroriyah)
Liqo' yang baik juga terlihat dari pelaksanannya yang rutin. Artinya, liqo' tersebut berjalan dengan jadwal yang tetap dan pasti, misalnya sepekan sekali, dua pekan sekali, atau sebulan sekali. Kapanpun waktu pertemuan yang ditetapkan, yang jelas halaqah harus memiliki jadwal yang rutin, sehingga peserta mendapatkan tarbiyah secara berkesinambungan.

Yang dimaksud rutinitas disini juga berarti halaqah harus diikuti madal hayah (seumur hidup). Tak ada kata berhenti atau lulus dari liqo'. Bagaimanapun kondisi yang terjadi, liqo' harus tetap berjalan. Mungkin yang berubah hanya sistem dan murobbinya saja, tapi liqo' sebagai sarana utama tarbiyah harus tetap diikuti oleh peserta sepanjang hidupnya.

3. Integral (Syamil)
Liqo' yang baik juga liqo' yang murobbinya menyampaikan ajaran Islam secara syamil (menyeluruh). Murobbi tidak memilah-milah mana ajaran Islam yang disampaikan kepada peserta halaqah. Misalnya, ia hanya mau menyampaikan masalah akhlak, tapi tidak mau menyampaikan masalah akidah. Ia hanya menyampaikan masalah-masalah ibadah dan akhlak, tapi tidak mau menyinggung masalah politik. Islam bukanlah ajaran yang parsial (juz’iyah). Islam adalah ajaran yang mencakup seluruh aspek kehidupan manusia: ideologi, politik, ekonomi, sosial, dan budaya.Tidak boleh membatasi ajaran Islam hanya sekedar aspek tertentu saja. Sebab hal itu bertentangan dengan perintah Allah. Allah berfirman: “Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara menyeluruh…”(QS. 2 : 208).

4. Bertahap (Tadaruj)
Liqo' yang baik juga liqo' yang pesertanya mengikuti proses tarbiyah secara bertahap. Kurikulum pengajarannya dibuat secara bertahap dan berkesinambungan. Hal ini penting diperhatikan sebab tarbiyah Islamiyah yang tidak berlangsung secara bertahap besar kemungkinan akan menimbulkan kesalahpahaman terhadap Islam. Pentahapan merupakan sunnatullah (hukum Allah) di alam semesta ini. Karena itu, sudah sepatutnya tarbiyah Islamiyah juga berlangsung secara bertahap, tidak sekaligus dan tidak p**a acak. “Dan Al Qur’an itu telah Kami turunkan dengan berangsur-angsur agar kamu dapat membacakannya perlahan-lahan kepada manusia dan Kami menurunkannya bagian demi bagian” (QS. 17 : 106).

5. Bersungguh-sungguh (Tajarud)
Liqo' yang baik diselenggarakan dengan sungguh-sungguh. Murobbi bersungguh-sungguh membina dengan mengorbankan waktu, tenaga dan pikirannya. Begitu p**a peserta liqo'. Kesungguhan tersebut juga tampak dari disiplin yang tinggi di dalam halaqah. Murobbi dan peserta hadir secara rutin dan program berjalan dengan baik. “Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhoan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik” (QS. 29 : 69).

6. Moderat (Wasith)
Ciri selanjutnya dari liqo' yang baik adalah membawa nilai-nilai moderat (pertengahan). Yaitu, nilai-nilai Islam yang tidak mempersulit dan sebaliknya tidak terlalu menggampangkan orang untuk mengamalkan Islam. Nilai Islam yang tidak terlalu kaku, tapi sebaliknya juga tidak terlalu longgar. Tidak radikal (mengutamakan kekerasan dan menganggap kelompoknya saja yang benar), tapi juga tidak liberal (bebas nilai dan menganggap semua agama benar). Nilai Islam yang seimbang (tawazun) antara berbagai kebutuhan hidup. Yang tidak mementingkan satu aspek, tapi mengabaikan aspek lainnya. Nilai Islam yang mementingkan pencapaian sukses duniawi dan ukhrowi. Bukan nilai Islam yang hanya mementingkan duniawi belaka atau sebaliknya ukhrowi belaka. Islam adalah dien moderat, makanya mudah diterima milyaran manusia di muka bumi, seperti firman Allah, “Dan demikian (p**a) Kami telah menjadikan kamu (umat Islam), umat yang pertengahan agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu..” (QS. 2 : 143).

7. Menghidupkan persaudaraan (ukhuwah)
Liqo' yang baik juga adalah liqo' yang menjunjung tinggi nilai-nilai ukhuwah. Liqo' yang berusaha dengan sungguh-sungguh mengamalkan ukhuwah Islamiyah. “Sesungguhnya orang-orang mukmin adalah bersaudara…” (QS. 49 ; 10)

Di dalam liqo' tersebut ada proses saling mengenal (ta’aruf), saling memahami (tafahum), saling menolong (ta’awun) dan saling merasa senasib sepenanggungan (takaful) di antara sesama peserta, juga diantara peserta dengan murobbi. Hal itu terlihat dari munculnya indikasi ukhuwah yang paling rendah, yaitu sangka baik (husnudzhon), sampai munculnya indikasi ukhuwah yang paling tinggi, yakni sifat mengutamakan kepentingan orang lain (itsar).

8. Regenerasi (Tausi’ah)
Ciri berikutnya dari liqo' yang baik adalah adanya regenerasi dari liqo' tersebut. Artinya, liqo' tersebut mampu membina pesertanya untuk menjadi da’i dan murobbi baru yang siap memikul beban dakwah dan membina liqo'-liqo' baru. Regenerasi mutlak dibutuhkan untuk melanjutkan estafeta dakwah dan tarbiyah, sehingga Islam dapat menyebar ke seluruh kalangan. “Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam” (21 : 107).

Delapan ciri liqo' yang baik di atas sebaiknya dijadikan parameter dalam memilih liqo' yang akan diikuti. Semakin banyak ciri tersebut terdapat dalam sebuah liqo', maka semakin ideal liqo' tersebut untuk diikuti. Semakin bermanfaat liqo tersebut untuk masyarakat, agama, dan negara (termasuk Negara Kesatuan Republik Indonesia). Sebaliknya, semakin sedikit ciri tersebut ada pada sebuah liqo, maka semakin urgen liqo' tersebut untuk diperbaiki keberadaannya.

Yuk....ikutan liqo! ...🙂

By. Satria Hadi Lubis

movePKS 8 PAGAR ALAM
25/03/2026

move
PKS 8 PAGAR ALAM

DENYUT GERAKAN

Oleh : M Syaiful Ali Fatah
Ketua MPD PKS Kota Malang

Gagasan-gagasan besar hanya akan menjadi kenyataan jika ia bekerja di dalam dan melalui organisasi. Pikiran adalah arah, tapi gerakan adalah tanda kehidupan.

Sejak akhir abad ke-18, tantangan umat Islam ada pada pandangan dunia sekuler humanistik yang lahir dari reformasi, campur aduk industrialisasi dan penjajahan yang disebut 'modernitas'. Pada waktu dimana Khilafah islamiyah di Turki sedang kedodoran menghadapi konspirasi internasional, di isolasi dari negara-negara islam lainnya.

Muncullah kemudian pembaharu bernama Jamaluddin al-Afghani yang dengan lantang menyatakan, "penyebab kemunduran umat islam adalah penjajahan negeri-negeri Barat. Jika ingin bangkit kembali, umat islam, atau dunia islam, harus bersatu melawan penjajahan. Ilmu sejalan dengan iman islam, modernisasi tidak harus berarti westernisasi."

Seorang pemikir Syiria, Abdurrahman al-Kawakibi menjelaskan tesis Al-Afghani itu, "kemajuan setiap bangsa selalu dimulai dari kebebasan dan kemerdekaan. Jadi, tirani adalah akar dari seluruh dosa peradaban dan politik. Umat islam harus bersatu".

Di Mesir, muncul Muhammad Abduh, seorang ulama Al-Azhar. Ia menerima tesis Al-Afghani, namun baginya tesis itu tidaklah sempurna. "Jalan politik saja tidak akan menyelesaikan masalah, harus disempurnakan dengan perbaikan pendidikan. Umat bukan saja menghadapi masalah keterjajahan, tapi juga keterbelakangan dan kemiskinan. Kata kunci untuk kedua persoalan terakhir ini adalah pendidikan".

Gagasan-gagasan diatas pada mulanya hanya terbatas beredar di kalangan intelektual, dan tidak menyentuh orang banyak. Agenda kebangkitan ketika itu, masih berjalan di tempat.

Generasi setelahnya (para murid dan tokoh yang terinspirasi) yang kemudian menyadari, ada yang salah disini. Bukan terutama pada gagasannya, tapi pada keseluruhan situasinya.

Proses kebangkitan umat haruslah dipandang sebagai sebuah proyek peradaban yang besar dan kompleks. Terdiri dari sekian banyak pekerjaan yang bersifat sekuensial, bertahap, komprehensif, dan integral. Tentu saja membutuhkan waktu yang panjang. Ia haruslah dikelola dengan metode perencanaan strategi sosial. Wacana kebangkitan islam harus ditransformasi menjadi sebuah gerakan.

Pengaruhnya kemudian adalah, lahirnya pergerakan Muhammadiyah di Yogyakarta, tahun 1912. Mengilhami intelektual yang bernama Tarzi, yang mengajari Pangeran Amanullah cara memenangkan kemerdekaan penuh Afghanistan dari Inggris, tahun 1921. Hasan Al-Banna datang menyelesaikan 'peta masalah' dunia islam, menetapkan sasaran dan targetnya, kemudian memulai pekerjaannya dengan mendirikan organisasi bernama Al-Ikhwanul Muslimun, tahun 1928.

Para pembaharu dan tokoh-tokoh diatas, adalah pemegang saham terbesar bagi fenomena kebangkitan Islam abad ke-20.

elegan politikPKS 8 PAGAR ALAM  PKSPagarAlam
25/03/2026

elegan politik
PKS 8 PAGAR ALAM PKSPagarAlam

penyimpanganPKS 8 PAGAR ALAM  PKSPagarAlam
25/03/2026

penyimpangan
PKS 8 PAGAR ALAM PKSPagarAlam

Penyimpangan Da'wah di Era Partai
(Majalah TARBAWI)

Tak ada artinya Islam tanpa politik. Ungkapan tegas itu disampaikan oleh ulama dakwah Dr. Yusuf Al-Qaradhawi, ketika menyimpulkan misi strategis aktivitas politik bagi dakwah Islam. Dan, dalam negara yang menganut sistem parlementer pembentukan partai otomatis menjadi saluran paling tepat untuk memberi warna perubahan.

Menurut Qaradhawi, kemungkinan terbesar justru ada pada lingkup kekuasaan. Karena pemerintah adalah pihak yang paling bertanggung jawab memberi legitimasi ragam kemungkinan yang terjadi di masyarakat luas. Karenanya, gerakan dakwah harus menguasai, minimal berperan menegakkan misi amar ma’ruf nahi munkar dalam kekuasaan. Dan partai politik merupakan salah satu solusi yang paling realistis. Lebih lanjut, eksistensi dakwah di pentas politik akan membuka banyak pintu kebaikan yang bisa dinikmati ummat.

Bila kita perhatikan, seluruh aktivitas politik Rasulullah selalu berjalan seiring dengan kepentingan dakwah. Prinsip itulah yang kita dapati dalam lembaran sirah beliau.

Di Makkah, saat kekuatan dakwah masih sangat embrional, strategi politik Rasulullah adalah bertahan, bagaimana agar dakwah suci itu terus berjalan, tidak dilibas kekejaman kafir Quraisy. Sesekali, kaum muslimin unjuk kekuatan. Namun hanya diwakili beberapa personel yang memang secara sosial sangat mampu. Umar bin Khatab yang disegani karena keberaniannya, Abu Bakar yang bangga dengan Hamzah bin Abdul Muthalib, paman Nabi sendiri, adalah beberapa contoh. Kekuatan kolektif saat itu memang belum ada.

Baru di Madinah, spektrum peran politik itu semakin meluas. Setelah memiliki basis demografis, basis sosial, dan otoritas kekuasaan yang lebih besar, Rasulullah terus membangun dakwah, hingga memasuki seluruh sisi kehidupan.

Piagam Madinah adalah perjanjian politik demi keberlangsungan dakwah. Surat-surat Rasulullah ke berbagai penguasa, juga tak lain surat-surat dakwah, yang sekaligus surat-surat politik. Surat dakwah, karena ajakan utamanya tunduk kepada Allah. Dan surat politik, karena penolakan untuk tunduk di bawah kekuasaan Islam, akan mengundang konsekuensi ditundukkan secara paksa. Prinsipnya adalah, kebenaran Islam di mana pun harus bebas diterima oleh seluruh manusia. Tak boleh dihadang oleh arrogansi kekuasaan apapun.

Sepeninggal Rasulullah, ijtihad politik terus berkembang. Banyak hal baru muncul. Kaum muslimin terus melakukan pembenahan, mereka cipta, dan menggali gagasan-gagasan baru. Terjadilah pasang surut kekuasaan dominan di muka bumi. Persaingan hebat dari masa ke masa, antar kepentingan, untuk meraih kekuasaan, melalui berbagai cara, menghiasi perjuangan ummat Islam. Namun, semuanya masih dalam bingkai kekhilafahan Islam. Baru sejak Tahun 1924, setelah Khilafah Turki Utsmani dihancurkan oleh Kemal Pasya Ataturk, ummat Islam tidak lagi menjadi supremasi tunggal. Meski secara nilai, Islam tetap tinggi dan tidak ada yang mengunggulnya. Dunia mengenal babak baru penataan negara. Munculnya nasionalisme, dan sistem partai politik (baik multi partai atau mayoritas tunggal), maupun monarki atau kerajaan.

Pergeseran paradigma politik ini, turut mempengaruhi konsistensi ummat Islam dengan dakwah. Penyimpangan demi penyimpangan terus muncul. Padahal, dakwah tak boleh luntur, meski dibungkus dengan era apapun. Substansi dakwah harus terintegrasi dengan seluruh instrumen baru yang dikenal dan sah menurut Islam, termasuk era partai saat ini.

Di Indonesia, meski ummat Islam mayoritas, era reformasi bisa dikatakan awal pembelajaran politik bagi bangsa Indonesia. Karenanya, para juru dakwah harus hati-hati memasuki dakwah era partai. Antisipasi kemungkinan terjadinya penyimpangan harus dilakukan sejak dini.
Bersambung.....
InsyaAllah dalam bentuk audio....

gagasan pengabdianPKS 8 PAGAR ALAM  PKSPagarAlam
25/03/2026

gagasan pengabdian
PKS 8 PAGAR ALAM PKSPagarAlam

‎Politik : Dari Gagasan Menuju Pengabdian
Muh Fuad Aprianto
Sekretaris DPD PKS Sragen
‎.
‎Di tengah derasnya arus pragmatisme, politik kerap dipersempit hanya sebagai jalan pintas menuju ketenaran dan kekayaan. Tidak sedikit yang memandang bahwa menjadi politisi cukup dengan modal sensasi, lalu panggung akan terbuka, tepuk tangan berdatangan, dan rekening ikut bertambah. Padahal, hakikat politik jauh lebih mulia dari sekadar itu.
‎.
‎Sesungguhnya, politik adalah ruang besar untuk menuangkan gagasan. Gagasan tentang bagaimana bangsa ini bisa lebih adil, rakyat lebih sejahtera, dan generasi muda memperoleh masa depan yang lebih layak. Dengan kata lain, politik adalah sarana pengabdian, bukan sekadar panggung pencitraan.
‎.
‎Politisi tanpa gagasan ibarat kapal tanpa arah. Ia bisa saja berlayar, tetapi hanya mengikuti arus. Sebaliknya, politisi dengan gagasan berarti membawa kompas : tahu ke mana hendak menuju, serta siap menanggung risiko perjalanan.
‎.
‎Kondisi politik kebangsaan hari ini menuntut kehadiran generasi muda yang tidak sekadar mengejar kursi atau akses pada sumber kekuasaan, tetapi menghadirkan politik yang bermakna dan beretika. Politik yang jernih, segar, dan mencerahkan. Politik yang sudi mendengar suara rakyat, lalu mengubahnya menjadi kebijakan yang berpihak pada kepentingan banyak orang.
‎.
‎Menjadi politisi bukan berarti harus mengorbankan idealisme. Justru di sanalah kesempatan untuk membuktikan bahwa idealisme bisa menemukan jalannya dalam praktik nyata. Bahwa mimpi tentang perubahan tidak berhenti di ruang diskusi, tetapi diwujudkan lewat kerja-kerja politik yang nyata dan berkelanjutan.
‎.
‎Karena itu, bagi politisi muda, pertanyaan yang paling mendasar bukanlah : “Seberapa terkenal saya?” atau “Berapa banyak keuntungan yang bisa saya kumpulkan?”
‎Pertanyaan yang sesungguhnya adalah : “Gagasan apa yang saya bawa untuk bangsa ini?”
‎.
‎Sebab, ketika politik dijalani dengan semangat pengabdian, nama baik akan datang dengan sendirinya. Dan ketulusan, pada akhirnya, akan selalu lebih abadi daripada ketenaran instan.

Address

PAGAR ALAM SELATAN
Pagaralam

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when PKS 8 PAGAR ALAM posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share