04/12/2019
, pohon harus ditanam terlebih dahulu di hati manusia, baru kemudian manusia akan menanam pohon di tanah, kemudian merawatnya. š
Keyakinan itulah yang terus diupayakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, salah satunya dengan melakukan Gerakan Nasional Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (GNPDAS).
Pemulihan kondisi daerah tangkapan air adalah cara untuk mencapai tujuan akhir yaitu pulihnya fungsi hidrologis Daerah Aliran Sungai (DAS). Upaya untuk memulihkan dan menurunkan tingkat kekritisan lahan dapat dilakukan melalui Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL). Karena DAS pada dasarnya adalah seluruh daratan, maka DAS adalah ajang bagi setiap kegiatan manusia, setiap aktifitas pembangunan dan ekonomi. Rusaknya sebuah DAS adalah dampak dari kegiatan berbagai sektor. Oleh sebab itu, pemulihan DAS harus melibatkan sektor-sektor terkait. Semua sektor terkait harus bergerak pada satu arah yang sama agar terjadi bersinergi, bukan saling meniadakan.
Berangkat dari kondisi tersebut, maka dipandang perlu untuk melakukan sebuah gerakan nasional untuk bersama-sama memulihkan DAS. Kuncinya adalah Koordinasi, Integrasi, Sinkronisasi dan Sinergi (KISS) lintas sektor. RHL harus dilaksanakan secara sistematis, berorientasi pada hasil, dan terukur. Pelaksanaannya harus efektif dan efisien, akuntabel, transparan serta menempatkan masyarakat sebagai aktor. RHL juga harus dilaksanakan dengan pendekatan baru guna memastikan bahwa yang dihasilkan adalah hutan, yang akan berfungsi sebagai pengatur tata hidrologi wilayah DAS, bukan sekedar angka mengenai jumlah bibit yang ditanam.
Ayo Sukseskan Gerakan Nasional Pengelolaan DAS di daerah kalian juga. Cara sederhananya, dengan menanam pohon di setiap daerah aliran sungai ya .