PJSS Bukit

PJSS Bukit InsyaaAllah siap melayani penyelenggaraan jenazah sesuai Sunnah bagi ikhwan/akhwat di Kota Palembang

Bismillah,  Musholla tempat berkumpul para Pengurus dan anggota PJSS Bukit membutuhkan infaq dan donasi Anda yang terbai...
16/05/2025

Bismillah,

Musholla tempat berkumpul para Pengurus dan anggota PJSS Bukit membutuhkan infaq dan donasi Anda yang terbaik.

Ayo, mari kita bertaawun...

InsyaAllah Musholla akan dimaksimalkan terus fungsiny dan dengan dukungan Anda akan menjadi masjid tempat sholat Jumat, meningkat dari yang sudah ada, yakni sholat 5 waktu, taklim (Ust.Akhiruddin, Ust. Abu Afifah EA, Ust.Heri Junaidi), Taman Pendidikan Al-Qur’an, pembelajaran bahasa Arab, dan Tahsinul Qur’an...

*******

*[KESEMPATAN SEDEKAH JARIYAH]*

Sebuah kesempatan sedekah jariyah yang bisa kita manfaatkan saat ini. Alhamdulillah, sekarang Musholla Al-Khoir bersama Yayasan Khoirul 'Ilmi wal 'Amal sedang dalam proses Pembangunan Gudang PJSS (Penyelenggaraan Jenazah Sesuai Sunnah) dan Tempat Wudhu Akhwat (Donasi Tahap 1) sehingga dalam kegiatan ini dibutuhkan:

50 Sak Semen
1 Kubik Koral
2 Kubik Pasir
20 Batang Besi 8TI
10 Batang Besi 8 cincin
2 Kubik Hebel
3 Kg Kawat Ikat
2 Kg Paku 2 inci
4 Batang P**a 3 inci
5 Elbow 3 inci
1 Botol Lem P**a
2 Closet Jongkok
2 Pintu Kamar Mandi (PVC)
10 Batang P**a ½ inci (PVC)
15 Elbow ½ inci
10 T ½ inci
3 T 3 inci
6 Kran
10 Kt Keramik Lantai Kasar 40x40
24 Kt Keramik Dinding 25x40
2 Roll Kabel Ukuran 1x2,5
4 Buah Bola Lampu
4 Set Sakelar Lampu + Stopkontak
1 Galon Cat Jotun 25 Kg
1 Pail Sealer Jotun 5 Kg
Gaji Tukang (Borongan)

*(Total Kebutuhan Tahap 1: Rp 60.000.000)*

Jazaakumullahu Khayran untuk semua donator yang telah berpartisipasi pada kegiatan ini:
Sofiah Kasim Rp 5.000.000
Murni Rp 2.500.000
Hamba Allah Rp 500.000
Darman Rp 500.000
Riadi Rp 200.000
Hamba Allah Rp 500.000
Tasimin Rp 1.000.000
Siswadi Rp 500.000
Hamba Allah Rp 3.250.000
Ilham Rp 100.000
Hilman Rp 1.000.000
Hamba Allah Rp 50.000
Syamsul Bahri Rp 500.000
Agus Rp 500.000
Marbela Sari Rp 1.000.000
Riadi Rp 100.000
Asbawi Rp 400.000
Hamba Allah Rp 500.000
Elfa Fitra Jaya Rp 2.000.000
Ronaldi Rp 450.000
Yossi Hervandi Rp 2.000.000
Yahya Rp 150.000
Mgs M. Rp 500.000
Hendra Fitriyansyah Rp 300.000
Eko bin Muhammad Tohir Rp 1.600.000
Aisyah Rp 500.000
Baihaqi Rp 2.000.000
Baihaqi Rp 175.000
Hamba Allah Rp 500.000
Abu Hafiz Rp 100.000
Hamba Allah Rp 100.000
Sufi Krida Ismaya Rp 300.000
H. Fahmi Yoesmar Ar. Rp 1.100.000
Hamba Allah Rp 550.000
Sulaiman Rp 50.000
Jamali Rp. 1.000.000
M. Syahri Doni Rp 100.000
Hamba Allah Rp 100.000
Darman Rp 200.000
Hamba Allah Rp 150.000
Hamba Allah Rp 100.000
Al Hilman DM Rp 150.000
Adriyasyah Rp 100.000
Afriyanti Arfan binti H. Zainal Arfan (Istri Yahya) Rp 1.000.000
Abu Hafiz Rp 200.000
Herlina Rp 100.000
Hj. Nurbaiti H. Rasyid Rp 500.000
Riki Dkk Rp 278.000
Ahmad Hermasnya 20 Sak Semen
_*(Belum ada konfirmasi) Rp 7.000.000*_
Hamba Allah Rp 1.000.000
Agus Rp 500.000
Yuni Verawati Rp 1.000.000
Darmawan Rp 1.000.000

*_Total Donasi yang masuk = Rp 44.953.000_*

*(Sisa Kebutuhan = Rp 15.047.000)*

Mari kita manfaatkan kesempatan ini untuk dapat menyalurkan sedekah kita menjadi sedekah yang terbaik & jariyah. Donasi dapat disalurkan melalui:

_Rek. Bank Sumsel Babel Syariah: 80109007366_
(an. Musholla Al Khoir)

_Informasi & Konfirmasi: 081367640201_
(Ustadz Heri Junaidi)

🔰 Yayasan Khoirul Ilmi wal Amal
🔰 DKM Musholla Al-Khoir
*_ *





Alhamdulillah,  meskipun hari Lebaran telah berlalu, namun ukhuwah dan silaturahmi terus terjalin...jazakumullah khoiron...
19/04/2025

Alhamdulillah, meskipun hari Lebaran telah berlalu, namun ukhuwah dan silaturahmi terus terjalin...jazakumullah khoiron kepada pengurus yayasan KHIWA dan Pengurus PJSS yg telah berkunjung ke rumah kami




*Amalan Yang Pahalanya Terus Mengalir Setelah Kematian*Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, wa ba’du,Allah ...
15/05/2024

*Amalan Yang Pahalanya Terus Mengalir Setelah Kematian*

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, wa ba’du,

Allah tidak hanya mencatat amal perbuatan yang kita lakukan, namun Allah juga mencatat semua pengaruh dari perilaku dan perbuatan kita. Allah berfirman,
إِنَّا نَحْنُ نُحْيِي الْمَوْتَى وَنَكْتُبُ مَا قَدَّمُوا وَآَثَارَهُمْ وَكُلَّ شَيْءٍ أحْصَيْنَاهُ فِي إِمَامٍ مُبِينٍ

“Sesungguhnya Kami yang menghidupkan orang mati, Kami catat semua yang telah mereka lakukan dan bekas-bekas yang mereka tinggalkan. Dan semuanya kami kumpulkan dalam kitab (catatan amal) yang nyata.” (QS. Yasin: 12)

Al-Hafidz Ibnu Katsir menyebutkan dua tafsir ulama tentang makna kalimat, ‘bekas-bekas yang mereka tinggalkan’

Pertama, Jejak kaki mereka ketika melangkah menuju ketaatan atau maksiat

Ini merupakan pendapat Mujahid dan Qatadah sebagaimana yang iriwayatkan oleh Ibnu Abi Najih.

Diantara dalil yang menguatkan pendapat ini adalah hadis dari Jabir bin Abdillah radhiyallahu ‘anhuma, bahwa ada Bani Salamah ingin berpindah membuat perkampungan yang dekat dengan masjid nabawi. Karena mereka terlalu jauh jika harus berangkat shalat jamaah setiap hari ke masjid nabawi. Ketika informasi ini sampai kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam beliau bersabda,
يَا بَنِى سَلِمَةَ دِيَارَكُمْ تُكْتَبْ آثَارُكُمْ دِيَارَكُمْ تُكْتَبْ آثَارُكُمْ

Wahai Bani Salamah, perjalanan dari rumah kalian ke masjid akan dicatat jejak-jejak kali kalian. (HR. Muslim 1551, dan Ahmad 14940)

*Kedua, Pengaruh dari amal yang kita kerjakan*

Artinya, Allah mencatat bentuk amal yang mereka kerjakan dan pengaruh dari amal itu. Jika baik, maka dicatat sebagai kebaikan. Dan jika buruk dicatat sebagai keburukan.

Ini seperti yang disebutkan dalam hadis dari sahabat Jarir bin Abdillah, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ سَنَّ فِي الْإِسْلَامِ سُنَّةً حَسَنَةً، فَعُمِلَ بِهَا بَعْدَهُ، كُتِبَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِ مَنْ عَمِلَ بِهَا، وَلَا يَنْقُصُ مِنْ أُجُورِهِمْ شَيْءٌ، وَمَنْ سَنَّ فِي الْإِسْلَامِ سُنَّةً سَيِّئَةً، فَعُمِلَ بِهَا بَعْدَهُ، كُتِبَ عَلَيْهِ مِثْلُ وِزْرِ مَنْ عَمِلَ بِهَا، وَلَا يَنْقُصُ مِنْ أَوْزَارِهِمْ شَيْءٌ

“Siapa yang menghidupkan sunah yang baik dalam Islam, kemudian diikuti oleh orang lain setelahnya maka dicatat untuknya mendapatkan pahala seperti orang yang mengamalkannya, tanpa mengurangi pahala mereka sedikit pun. Siapa yang menghidupkan tradisi yang jelek di tengah kaum muslimin, kemudian diikuti oleh orang lain setelahnya, maka dia mendapatkan dosa sebagaimana dosa orang yang melakukannya tanpa mengurangi dosa mereka sedikit pun.” (HR. Muslim 2398, Ahmad 19674, dan yang lainnya)

Ayat di atas selayaknya memberikan motivasi bagi kita untuk semangat dalam menyebarkan kebaikan serta merasa takut ketika melakukan perbuatan yang mengundang orang lain untuk bermaksiat.

*10 Amal Yang Tidak Terputus Pahalanya*

Para penghuni kubur tergadai di kuburan mereka, terputus dari amalan shaleh, dan menunggu hari hisab yang tidak diketahui hasilnya. Mereka berada dalam kesepian, hanya ditemani amalnya ketika di dunia.

Dalam suasana demikian, ada beberapa orang yang kebaikannya terus mengalir.

Jasad mereka bersemayam dengan tenang di alam kubur, namun balasan pahala mereka tidak berhenti. Pahala mereka terus berdatangan, padahal mereka terdiam dalam kuburnya, menunggu datangnya kiamat. Sungguh masa pensiun yang sangat indah, yang tidak bisa terbeli dengan dunia seisinya.

Dalam hadis dari Anas bin Malik radhiallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
سَبْعٌ يَجْرِيْ لِلْعَبْدِ أَجْرُهُنَّ مِنْ بَعْدِ مَوْتِهِ وَهُوَ فِي قَبْرِهِ : مَنْ عَلَّمَ عِلْمًا ، أَوْ أَجْرَى نَهْرًا ، أَوْ حَفَرَ بِئْرًا ، أَوَ غَرَسَ نَخْلًا ، أَوْ بَنَى مَسْجِدًا ، أَوْ وَرَثَ مُصْحَفًا ، أَوْ تَرَكَ وَلَدًا يَسْتَغْفِرُ لَهُ بَعْدَ مَوْتِهِ

“Ada tujuh amalan yang pahalanya tetap mengalir untuk seorang hamba setelah dia meninggal, padahal dia berada di dalam kuburnya: (1) orang yang mengajarkan ilmu agama, (2) orang yang mengalirkan sungai (yang mati) (3) orang yang membuat sumur, (4) orang yang menanam kurma, (5) orang yang membangun masjid, (6) orang yang memberi mushaf al-Quran, dan (7) orang yang meninggalkan seorang anak yang senantiasa memohonkan ampun untuknya setelah dia wafat.” (HR. al-Bazzar dalam Musnadnya 7289, al-Baihaqi dalam Syuabul Iman 3449, dan yang lainnya. Al-Albani menilai hadis ini hasan).

Sudah saatnya kita bersemangat menanam investasi pahala selama masih di duni. Karena masa hidup di dunia adalah kesempatan yang Allah jadikan tempat beramal. Untuk masa yang leih abadi di setelah wafat.

Kita akan melihat lebihi dekat 7 amal yang dijanjikan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam

*Pertama, mengajarkan ilmu pengetahuan*

Yang dimaksud dengan ilmu di sini adalah ilmu yang bermanfaat, yang mengantarkan seseorang mengenal agama dan Rabbnya. Ilmu yang menjadi petunjuk seseorang ke jalan yang lurus. Ilmu yang mengenalkan jalan hidayah dan jalan kesesatan. Ilmu yang mengajarkan mana yang haq dan mana yang batil. Mana yang halal dan mana yang haram.

Ini menunjukkan betapa mulianya kedudukan seorang ulama yang memberi nasihat kepada umat. Para dai yang ikhlas memberika pencerahan bagi umat. Hingga Imam Ahmad pernah memuji ulama seperti orang yang menghidupkan masyarakat yang telah mati hatinya. Dalam pengantar bukunya ar-Rad ala Jahmiyah,

الحمد لله الذي جعل في كل زمان فترة من الرسل بقايا من أهل العلم يدعون من ضل إلى الهدى ويصبرون منهم على الأذى يحيون بكتاب الله الموتى ويبصرون بنور الله أهل العمى فكم من قتيل لإبليس قد أحيوه وكم من ضال تائه قد هدوه فما أحسن أثرهم على الناس وأقبح أثر الناس عليهم

Segala puji bagi Allah yang menjadikan generasi ulama sebagai pejuang di masa fatrah dari para rasul. Mereka mengajak orang yang sesat menujuk jalan petunjuk, bersabar terhadap setiap gangguan dari masyarakat. Mereka menghidupkan manusia yang mati hatinya dengan kitabullah.. dan membuat bisa melihat orang yang orang buta agama dengan cahaya Allah. Betapa banyak korban Iblis yang dia hidupkan, dan betapa banyak orang sesat dalam kebodohan yang mereka tunjukkan jalan hidayah. Sungguh indah kiprah mereka di tengah masyarakat, namun sungguh buruk sikap masyarakat yang tidak memahami hak mereka kepada ulama. (ar-Rad ‘ala al-Jahmiyah, hlm. 6)

Ketika orang yang berilmu wafat, maka ilmu mereka pun tetap kekal di tengah-tengah masyarakat. Di saat jasad mereka tertanam di tanah kuburan, pahala mereka tetap bermunculan. Para ulama mengatakan,

يموت العالم ويبقى كتابه

“Saat ulama pergi, buku-buku mereka tetap kekal abadi.”

Apakah ini juga berlaku untuk ilmu dunia?
Pertanyaan ini pernah disampaikan kepada Imam Ibnu Utsaimin.

Jawaban beliau,

الظاهر أن الحديث عام ، كل علم ينتفع به فإنه يحصل له الأجر ، لكن على رأسها وقمتها العلم الشرعي ، فلو فرضنا أن الإنسان توفي وقد علم بعض الناس صنعة من الصنائع المباحة ، وانتفع بها هذا الذي تعلمها فإنه ينال الأجر ، ويؤجر على هذا

Secara teks hadis, ilmu disini sifatnya umum, semua ilmu yang bermanfaat, bisa mendatangkan pahala. Hanya saja, yang paling bermanfaat adalah ilmu syariah. Andai ada orang yang wafat, dan dulu dia pernah mengajarkan tentang ketrampilan yang mubah, dan itu bermanfaat bagi orang yang diajari, maka dia mendapatkan pahala dan juga diberi pahala untuk memberikan ilmu semacam ini. (Liqaat Bab al-Maftuh, 117/16).

*Kedua, Mengalirkan sungai yang mati*

Maksudnya adalah membuat aliran pada sungai yang tertahan airnya, agar air tersebut bisa mengalir ke tempat-tempat pemukiman masyarakat, sehingga orang lain bisa memanfaatkannya.

Betapa besar kebaikan dari amalan yang mulia ini, memudahkan manusia memperoleh air yang merupakan kebutuhan yang paling utama dalam kehidupan manusia.

Kata Syaikh Dr. Abdurrazaq, serupa dengan amalan ini adalah membangun penampungan air di tempat-tempat yang dibutuhkan manusia.

*Ketiga, menggali sumur*

Dalam hadis dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
بَيْنَا رَجُلٌ بِطَرِيقٍ اشْتَدَّ عَلَيْهِ الْعَطَشُ فَوَجَدَ بِئْرًا فَنَزَلَ فِيهَا فَشَرِبَ ، ثُمَّ خَرَجَ فَإِذَا كَلْبٌ يَلْهَثُ يَأْكُلُ الثَّرَى مِنْ الْعَطَشِ ، فَقَالَ الرَّجُلُ لَقَدْ بَلَغَ هَذَا الْكَلْبَ مِنْ الْعَطَشِ مِثْلُ الَّذِي كَانَ بَلَغَ مِنِّي ، فَنَزَلَ الْبِئْرَ فَمَلَا خُفَّهُ مَاءً فَسَقَى الْكَلْبَ فَشَكَرَ اللَّهُ لَهُ فَغَفَرَ لَهُ ، قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّه وَإِنَّ لَنَا فِي الْبَهَائِمِ لَأَجْرًا ؟ فَقَالَ : فِي كُلِّ ذَاتِ كَبِدٍ رَطْبَةٍ أَجْرٌ

“Suatu ketika ada seorang lelaki yang merasakan sangat kehausan, lalu ia menjumpai sebuah sumur. Dipun turun, lalu meminum airnya. Setelah itu ia naik lagi. Sesampainya di atas, dia melihat seekor anjing yang menjulur-julurkan lidahnya memakan tanah yang lembab saking hausnya. Lelaki itu mengatakan, ‘Anjing ini pasti merasa sangat kehausan sebagaimana hausku tadi’.

Lalu ia kembali turun ke dalam sumur dan memenuhi sepatunya dengan air. Setelah itu ia beri minum anjing tersebut. (Oleh karena perbuatannya) Allah pun bersyukur kepadanya dan mengampuninya.”

Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah perbuatan baik kita terhadap hewan mendapat ganjaran pahala?” Rasulullah menjawab, “Pada setiap Ya, pada setiap nyawa itu ada ganjaran pahala.” (Muttafaqun ‘alaihi)

Jika hanya dengan memberi minum seekor anjing bisa menyebabkan semua dosanya terampuni, bagaimana p**a dengan orang yang membuat sebuah sumur, yang bisa dimanfaatkan banyak orang?! Tentu pahalanya sangat besar.

*Keempat, menanam pohon kurma*.

Mengapa kurma?

Kurma adalah pohon yang paling utama dan paling bermanfaat untuk manusia, barangsiapa yang menanam kurma lalu membagikan buahnya kepada kaum muslimin, maka pahalanya akan ia dapatkan dari setiap butir kurma yang dimakan. Dan setiap orang ataupun hewan bisa memperoleh manfaat dari buah kurma.

Sama halnya dengan orang yang menanam pohon yang bermanfaat lainnya, baik bermanfaat karena buahnya atau bermanfaat karena teduhnya atau karena lainnya. Dia juga akan memperoleh pahala.

Dalam hadis ini disebutkan kurma, karenakan keutamaan dan keistimewaan kurma yang tidak dimiliki pohon lainnya.

*Kelima, membangun masjid*.

Masjid adalah tempat yang paling dicintai Allah.

Dalam hadis dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
أَحَبُّ الْبِلَادِ إِلَى اللَّهِ مَسَاجِدُهَا وَأَبْغَضُ الْبِلَادِ إِلَى اللَّهِ أَسْوَاقُهَا

“Tempat yang paling dicintai Allah adalah masjid-masjidnya dan yang paling dibenci Allah adalah pasar-pasarnya.” (HR. Muslim 1560)

Karena di masjid, nama Allah diagungkan dan ditinggikan. Tempat ditegakkan shalat, ayat-ayat al-Quran dibacakan, ilmu agama disebarkan, umat Islam berkumpul, untuk maslahat agung lainnya. Allah memuji masjid dalam al-Quran,
فِي بُيُوتٍ أَذِنَ اللَّهُ أَنْ تُرْفَعَ وَيُذْكَرَ فِيهَا اسْمُهُ يُسَبِّحُ لَهُ فِيهَا بِالْغُدُوِّ وَالْآَصَالِ

“Bertasbih kepada Allah di masjid-masjid yang telah diperintahkan untuk dimuliakan dan disebut nama-Nya di dalamnya, pada waktu pagi dan waktu petang.” (QS. an-Nur: 36).

Karena itu, orang yang membangun masjid, dia akan memperoleh pahala dari setiap aktivitas kebaikan yang dilakukan di masjid tersebut. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ بَنَى مَسْجِدًا لِلَّهِ يَبْتَغِي بِهِ وَجْهَ اللَّهِ بَنَى اللَّهُ لَهُ بَيْتًا فِي الْجَنَّةِ

“Barangsiapa yang membangun sebuah masjid karena mengharap wajah Allah, maka Allah akan bangunkan untuknya sebuah rumah di dalam surga.” (Muttafaqun ‘alaihi)

*Keenam, menghadiahkan mushaf al-Quran*

Menghadiahkan al-Quran berarti memberi fasilitas orang lain untuk bisa mendapatkan pahala sebanyak huruf yang dibaca dalam al-Quran. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا

Siapa yang membaca satu huruf dalam al-Quran maka dia mendapatkan satu pahala. Dan satu pahala dilipatkan 10 kali. (HR. Turmudzi 3158).

Terutama ketika hadiah al-Quran itu tepat sasaran. Benar-benar diberikan kepada mereka yang rajin membaca al-Quran atau mereka yang menghafalkan al-Quran. Sangat disayangkan, jika al-Quran yang kita berikan itu salah sasaran. Diterima oleh mereka yang jarang membaca al-Quran, kecuali di bulan ramadhan.

*Ketujuh, anak soleh*

Anak soleh, harta yang paling tidak ternilai.

Ketika orang tua mendidik anaknya, maka dia akan mendapatkan pahala dari amal soleh yang dilakukan anaknya. Karena setiap orang yang mengajarkan kebaikan kepada orang lain, dia akan mendapatkan pahala selama orang itu mengamalkan ilmunya. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ دَعَا إِلَى هُدًى كَانَ لَهُ مِنْ الْأَجْرِ مِثْلُ أُجُورِ مَنْ تَبِعَهُ لَا يَنْقُصُ ذَلِكَ مِنْ أُجُورِهِمْ شَيْئًا وَمَنْ دَعَا إِلَى ضَلَالَةٍ كَانَ عَلَيْهِ مِنْ الْإِثْمِ مِثْلُ آثَامِ مَنْ تَبِعَهُ لَا يَنْقُصُ ذَلِكَ مِنْ آثَامِهِمْ شَيْئًا

Siapa yang mengajak ke jalan petunjuk, maka dia mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengikutinya, tanpa mengurangi pahala mereka sedikitpun. Sebaliknya siapa yang mengajak kepada kesesatan maka dia mendapat dosa seperti dosa orang yang mengamalkannya, tanpa mengurangi dosa mereka sedikitpun. (HR. Muslim 2674).

Sehingga tidak semua orang tua mendapatkan pahala dari amal anaknya. Kecuali jika orang tua yang mengajarkan kebaikan atau mengarahkan anak itu untuk belajar kebaikan.

Syaikhul Islam mengatakan,

النبي صلى الله عليه وسلم لم يجعل للأب مثل عمل جميع ابنه ، ولا نعلم دليلا على ذلك ، وإنما جعل ما يدعوه الابن له من عمله الذي لا ينقطع

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidaklah menjadikan pahala untuk bapak sama dengan pahala amal anaknya. Kami tidak mengetahui adanya dalil tentang itu. Namun beliau jadikan ajakan kebaikan kepada anaknya, bagian dari amal orang tuanya, yang tidak akan terputus. (Jami’ul Masail Ibnu Taimiyah, 4/266).

Hadis Kedua

Kemudian hadis kedua, hadis dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِنَّ مِمَّا يَلْحَقُ الْمُؤْمِنَ مِنْ عَمَلِهِ وَحَسَنَاتِهِ بَعْدَ مَوْتِهِ عِلْمًا عَلَّمَهُ وَنَشَرَهُ ، وَوَلَدًا صَالِحًا تَرَكَهُ ، وَمُصْحَفًا وَرَّثَهُ ، أَوْ مَسْجِدًا بَنَاهُ ، أَوْ بَيْتًا لِابْنِ السَّبِيلِ بَنَاهُ ، أَوْ نَهْرًا أَجْرَاهُ ، أَوْ صَدَقَةً أَخْرَجَهَا مِنْ مَالِهِ فِي صِحَّتِهِ وَحَيَاتِهِ يَلْحَقُهُ مِنْ بَعْدِ مَوْتِهِ

Diantara pahala amal mukmin yang akan tetap mengalir setelah kematiannya adalah ilmu yang dia sebarkan, anak soleh yang dia tinggalkan, mushaf yang dia wariskan, masjid yang dia bangun, rumah untuk Ibnu Sabil (orang yang di perjalanan), atau sungai yang dia alirkan, sedekah hartanya yang dia keluarkan ketika masih sehat dan kuat, yang masih dimanfaatkan setelah dia meninggal. (HR. Ibnu Majah 249 dan dihasankan al-Albani)

Sabda beliau “atau sebuah rumah yang dibangun untuk para musafir” ini menjelaskan tentang keutamaan membangun rumah yang diwakafkan untuk kepentingan umat Islam, baik itu untuk musafir, atau untuk penuntut ilmu, atau untuk anak yatim, atau untuk para janda, dan fakir miskin.

Dalam hadis lain, dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau bersabda,
إِذَا مَاتَ ابن آدم الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثلاث ثَلَاثَةٍ : إِلَّا مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ ، أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ ، أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ

“Apabila anak Adam meninggal, maka terputus darinya semua amalan kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak shaleh yang mendoakannya.” (HR. Muslim 4310)

Para ulama menafsirkan sedekah jariyah dengan wakaf, karena fisiknya tetap dan manfaatnya berkelanjutan.

Al-Khatib as-Syarbini – ulama syafiiyah – (w. 977 H). Dalam Mughni al-Muhtaj, beliau mengatakan,
الصدقة الجارية محمولة عند العلماء على الوقف كما قاله الرافعي ، فإن غيره من الصدقات ليست جارية

“Sedekah jariyah dipahami sebagai wakaf menurut para ulama, sebagaimana keterangan ar-Rafi’i. Karena sedekah lainnya bukan sedekah jariyah.” (Mughni al-Muhtaj, 3/522).

Diantara semangat beramal para sahabat, mereka yang mampu, semuanya pernah wakaf.

Sahabat Jabir bin Abdillah radhiyallahu ‘anhuma menuturkan,
لَـمْ يَكُنْ أَحَدٌ مِنْ أَصْحَابِ النَّبِـيِّ صَلّى اللهُ عليهِ وسَلّم ذُو مَقدِرَة إِلّا وَقَفَ

Tidak ada seorangpun sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang memiliki kemampuan, kecuali mereka wakaf. (Ahkam al-Auqaf, Abu Bakr al-Khasshaf, no. 15 dan disebutkan dalam Irwa’ al-Ghalil, 6/29).

Selain beberapa amalan yang di atas, masih ada amalan lainnya yang pahalanya tetap mengalir ketika pelakunya sudah meninggal. Amalan tersebut adalah berjihad di jalan Allah, menghadang musuh dan melindungi kaum muslimin.

Dari Salman al-Farisi radhiallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

رِبَاطُ يَوْمٍ وَلَيْلَةٍ خَيْرٌ مِنْ صِيَامِ شَهْرٍ وَقِيَامِهِ وَإِنْ مَاتَ جَرَى عَلَيْهِ عَمَلُهُ الَّذِي كَانَ يَعْمَلُهُ وَأُجْرِيَ عَلَيْهِ رِزْقُهُ وَأَمِنَ الْفَتَّانَ

“Berjaga di daerah perbatasan sehari semalam, lebih baik dari pada puasa dan tahajud selama satu bulan. Apabila ia wafat dalam perang tersebut, pahala dari amalnya ini tetap mengalir, demikian juga rezekinya, dan dia aman dari fitnah.” (HR. Muslim 5047).

Allahu a’lam

Ditulis oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina Konsultasisyariah.com)

========================

Kami mengundang Bapak/Ibu untuk ikut berinvestasi di akhirat (pahala jariyah) dengan mendukung usaha kami dalam PJSS (Penyelenggaraan Jenazah Sesuai Sunnah)

Salurkan infaq terbaik ke Rekening Yayasan Khoirul Ilmi wal Amal (SK Kemenkumham RI No, AHU-0005042.AH.01.04 tahun 2023)

BSI (451) 400-460-0601

Silahkan bergabung dengan komunitas PJSS, ikut sebagai sukarelawan, struktur PJSS, sopir Ambulans, mengurusi penggalian kubur, donatur, dan lain-lain:
https://chat.whatsapp.com/Kwg7as2yQGW5uDEvyMTfl7

Contact Person: 081274210255 (Ust. Arif)

Mengingat Kematian
15/05/2024

Mengingat Kematian


Sungguh sang kematian, pemutus kelezatan tidak akan ditangguhkan Allah Subhanahu wa Ta'ala. Ia senantiasa menantimu dengan sabar dan menunggumu dengan tidak ...

Firasat sebelum kematian, adakah?
15/05/2024

Firasat sebelum kematian, adakah?


VIDEO SHORT TANYA JAWAB SINGKAT TENTANG : TANDA TANDA KEMATIAN DALAM ISLAM, TANDA & FIRASAT ORANG AKAN MENINGGAL, TANDA KEMATIAN SUDAH DEKAT, APAKAH BENAR AD...

Nasehat Persiapan Menuju Kematian
15/05/2024

Nasehat Persiapan Menuju Kematian


Nasehat Persiapan Menuju Kematian - Ustadz DR Khalid Basalamah MA ...

🍂 KELAK SEDEKAH AKAN MELINDUNGI KITA PADA HARI KIAMAT Dari ‘Uqbah bin Amir radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi ...
25/12/2023

🍂 KELAK SEDEKAH AKAN MELINDUNGI KITA PADA HARI KIAMAT

Dari ‘Uqbah bin Amir radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Sesungguhnya sedekah akan memadamkan panas kubur bagi pelakunya. Sungguh pada hari kiamat, seorang mukmin akan berlindung di bawah naungan sedekahnya.” (Silsilah As-Shahihah, no. 3484).

============================

MARI BERJUANG BERSAMA YAYASAN KHOIRUL ILMI WAL AMAL

DALAM MELAYANI PENYELENGGARAAN JENAZAH SESUAI SUNNAH

BERGABUNGLAH DALAM KEANGGOTAAN PJSS Bukit DENGAN MENDAFTAR KE NOMOR DIBAWAH INI
081274210255 (Arif Wahyudi)

Atau menjadi donatur tetap (bulanan atau tahunan)

Silahkan salurkan infak terbaiknya ke Rekening Yayasan Khoirul Ilmi Wal Amal
Bank Sumselbabel Syariah no.8310900283

Bagi para donatur dimohon untuk konfirmasi ke WhatsApp wa.me/6281274210255

🗳️ Berapapun yang Anda infaqkan dengan ikhlas, insyaAllah akan menjadi pahala jariyah.

🗣️ Ayo, ikut serta tolong menolong dalam kebaikan dengan menyebarkan pesan ini.

🤲🏻 Jazakumullahu Khairan

25/12/2023

﷽ 🇱 🇦 🇱 🇦 🇮

Semakin bertambah usia seharusnya semakin taat, bukan justru semakin giat bermaksiat.

Tidakkah kita merenungi, bahwa setiap bertambahnya usia maka semakin berkurang p**a nikmat-nikmat yang kita miliki.

Lihatlah rambut kita yang semula hitam mulai memutih,
Mata yang semula jelas melihat mulai rabun,
Kulit yang semula kencang mulai keriput,
Gigi yang semula tersusun lengkap mulai ada yang copot,
Fisik yang semula kuat mulai lemah.

Lantas masihkah setiap pergantian waktu, hari, bulan dan tahun yang kita lewati tetap sama saja seperti hari-hari kemaren tanpa bertambah amal dan ketaqwaan ?

Saudaraku, keadaan fisik kita yang mulai banyak perubahan akibat usia itu merupakan pengingat akan semakin dekatnya kita dengan kematian. Dan ia juga menandakan masa "berangkat" sudah dekat, serta tidak lama lagi kita pun akan segera berpindah.

Maka semestinya kita bersegera mempersiapkan bekal amal, karena kita mulai sadar bahwa keberadaan kita di alam dunia ini tidaklah bisa selamanya, namun hanya sebentar saja.

Imam Ibnu Rajab rahimahullah berkata:

"Wahai orang-orang yang ubannya telah memperingatkannya (dengan dekatnya) kematian, sementara dia masih terus berkubang dengan dosa-dosa, tidakkah cukup bagimu (telah datang) penasehat berupa uban". (Lathaa-iful Ma'aarif I/259)

Sungguh tak banyak yang dapat kita lakukan di sisa-sisa usia ini, karenanya jangan sampai kita menjadi manusia yang LALAI dan terus berambisi mengejar dunia, namun hendaknya kita mulai bersegera menyiapkan bekal amal. Sehingga tatkala ajal kita tiba kita bukan termasuk orang-orang yang merugi.

Semoga hal ini kita jadikan renungan dan semakin menambah kita bersemangat untuk memanfaatkan waktu dalam kebaikan.

✍ Habibie Quotes, 28/10/2023

Wallahu waliyyut taufiq.

📲

Telegram:
➢ ​https://t.me/joinchat/SPFGWMuhLqwMxy99

===========================
PJSS Bukit siap melayani warga masyarakat di Kecamatan Ilir Barat 1, Ilir Barat II, Bukit Kecil, dan Gandus dalam penyelenggaraan jenazah sesuai Sunnah.

Silahkan kontak 081367640201 (Ust.Heri)
•┈┈•◎❅❀ 🤝 🌺 🤝 ❀❅◎•┈┈•

‼️ *HADIRILAH*Kajian Rutin PJSS BUKIT(Penyelenggaraan Jenazah Sesuai Sunnah Wilayah Bukit Bekerjasama dengan DKM Musholl...
03/03/2023

‼️ *HADIRILAH*
Kajian Rutin PJSS BUKIT
(Penyelenggaraan Jenazah Sesuai Sunnah Wilayah Bukit Bekerjasama dengan DKM Mushollah Al-Khoir)

*[KAJIAN KITAB]*

📚 *KITAB AT-TAUHID LIN NAASYI-AH WAL MUBTADIIN*
(Pertemuan ke-19)

Pemateri :
🎙️ *Al-Ustadz Abu Hisyam Achirudin حفظه الله*
(Alumni LIPIA | Pembina PJSS (Penyelenggaraan Jenazah Sesuai Sunnah) Wilayah Bukit)

🗓️ Jum'at, 3 Maret 2023
⏰ Ba'da Maghrib s.d Selesai
🕌 *Musholla Al-Khoir*
Jl. PDAM Lr. Mandi Api 4 (Belakang Kampus B PGRI)
https://maps.app.goo.gl/T2RtRNW2np5ay2MC6

📌 Gratis 💯
📌 *DIBUKA UNTUK UMUM*
📌 Jaga Protokol Kesehatan
📌 Menerima Infaq Terbaik

Diselenggarakan oleh :
🔰 PJSS Wilayah Bukit
🔰 DKM Musholla Al-Khoir

Info Kajian 📞 :
http://wa.me/6281367640201

_*Harap membawa pena dan buku agar mendapatkan semua faedah kajian yang dibahas.*_

Tabligh Akbar di Kota PalembangTerbuka untuk umum (Ikhwan dan Akhwat)Hadirilah Tabligh Akbar di kota Palembang Insyaalla...
24/01/2023

Tabligh Akbar di Kota Palembang

Terbuka untuk umum (Ikhwan dan Akhwat)

Hadirilah Tabligh Akbar di kota Palembang Insyaallah bersama Ustadz DR Erwandi Tarmizi, Lc, MA, pakar muamalah kontemporer

Tema I
Tanya Jawab Pengelolaan Yayasan dan Usaha Yayasan, Lembaga Sosial, Lembaga Keuangan, Amil Zakat
Jumat, 27 Januari 2023
Ba'da Magrib sampai Isya
Di Masjid Nur Hasanah, Faza Islamic School, Jl. Sapta Marga, Palembang https://goo.gl/maps/A9wrFnwFQLoaQE676

Tema II
Masih Ada Riba Di Bank Syariah? Solusi Modal Usaha Halal
Sabtu, 28 Januari 2023
Pukul 08.00 sampai jam 11.00
Di Masjid Al Falah, daerah Kampus, Palembang https://goo.gl/maps/VooySh8uyAYrNpK36

Tema III
Tanya Jawab Fiqh Muamalah
Ahad, 29 Januari 2023
Pukul 08.00 sampai jam 11.00
Di Masjid Al Falah, daerah Kampus, Palembang https://goo.gl/maps/VooySh8uyAYrNpK36

Tema IV
Konsultasi Syariah dan Konsultasi Bisnis Syariah
(Khusus Sponsor dan yang sudah mendaftar)
Sabtu, 28 Januari 2023
Pukul 16.00 sampai selesai
Di Kantor BMT Darussalam, Jl. Proklamasi, Palembang https://goo.gl/maps/TTmSEhNvxBJ4rRgz6

Ayo ajak keluarga, tetangga dan sahabat ke majelis ilmu, karena ilmu adalah sebab kebaikan di dunia dan akhirat
Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda,

مَنْ يُرِدِ اللَّهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِي الدِّينِ

Barangsiapa yang Allah inginkan kebaikan padanya, Allah akan faqihkan ia dalam agama.' (Muttafaq ‘alaihi).

Dan ilmu juga adalah jalan menuju surga, karena dengan ilmu kita bisa beribadah dengan benar sehingga akan mengantarkan kita kepada surga Allah Subhanahu wa Ta’ala. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ طَرِيقًا إِلَى الجَنَّةِ

Barang siapa yang menempuh perjalanan untuk mencari ilmu, maka akan Allah mudahkan jalannya menuju surga.' HR. Muslim

Ikut berdakwah dan raih banyak kebaikan dengan ikut menyebarluaskan pesan ini, Syukron Wajazakumullaahu Khairan.

Himbauan penting
Mengingat keterbatasan tempat parkir, hendakny para jama'ah yang hadir dapat menggunakan kendaraan roda dua atau tranportasi online, gocar, gojek atau yang semisalnya.

Barakallahufikum

Penyelenggara
Yayasan Ibnul Mubaarak
BMT Darussalam
DKM Nur Hasanah
DKM Al Falah
Fath Media

20/01/2023

Address

Jalan PDAM Bukit Lama
Palembang
40139

Telephone

+6281367543294

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when PJSS Bukit posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Organization

Send a message to PJSS Bukit:

Share

Category