Balai Guru dan Tenaga Kependidikan Provinsi Sumatera Selatan

Balai Guru dan Tenaga Kependidikan Provinsi Sumatera Selatan Balai Guru dan Tenaga Kependidikan Provinsi Sumatera Selatan

Keluarga besar BGTK Sumsel mengucapkan selamat hari Pramuka nasional 65 tahun, memantapkan langkah organisasi mendukung ...
13/08/2026

Keluarga besar BGTK Sumsel mengucapkan selamat hari Pramuka nasional 65 tahun, memantapkan langkah organisasi mendukung swasembada pangan menuju Indonesia emas 2045

Koordinasi Lintas Sektoral, Perkuat Sinergi Pendidikan di Sumatera SelatanBalai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Suma...
13/08/2026

Koordinasi Lintas Sektoral, Perkuat Sinergi Pendidikan di Sumatera Selatan

Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Sumatera Selatan menerima kunjungan kerja dari Tim Dinas Pendidikan Kabupaten Empat Lawang, Kamis (13/8/2026).

Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat koordinasi dan sinergi lintas sektoral, khususnya dalam membahas rencana kerja serta program kegiatan pendidikan di Kabupaten Empat Lawang.

Kolaborasi antara BGTK Sumsel dan pemerintah daerah diharapkan dapat terus terjalin untuk mendukung peningkatan mutu pendidikan dan penguatan kompetensi guru serta tenaga kependidikan di Sumatera Selatan.

🤝 Bersinergi, berkolaborasi, dan bergerak bersama untuk pendidikan yang bermutu untuk semua.

Biro Perencanaan dan Kerja Sama Gelar Asistensi Optimalisasi Capaian Nilai Kinerja Anggaran TA 2026 di PalembangPalemban...
12/08/2026

Biro Perencanaan dan Kerja Sama Gelar Asistensi Optimalisasi Capaian Nilai Kinerja Anggaran TA 2026 di Palembang

Palembang, 12 Agustus 2026 — Dalam rangka mengoptimalkan capaian Nilai Kinerja Anggaran (NKA) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Tahun Anggaran 2026, Biro Perencanaan dan Kerja Sama melaksanakan kegiatan Asistensi Optimalisasi Capaian Nilai Kinerja Anggaran (NKA) bagi Unit Pelaksana Teknis (UPT) di lingkungan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

Kegiatan tersebut dipusatkan di Aula Utama Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Sumatera Selatan, Jalan Naskah II, Palembang, yang menjadi lokasi Regional Palembang Wilayah Sumatera. Kegiatan berlangsung selama empat hari, mulai 11 hingga 14 Agustus 2026.

Asistensi ini diikuti oleh seluruh UPT Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah yang berada di lingkungan Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Nonformal dan Informal, serta Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa di wilayah Sumatera.

Kegiatan Asistensi Optimalisasi Capaian NKA menjadi bagian dari upaya Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah untuk memastikan pelaksanaan anggaran berjalan secara efektif, efisien, akuntabel, dan sesuai dengan target yang telah ditetapkan. Melalui kegiatan ini, setiap UPT mendapatkan pendampingan dan asistensi dalam mengidentifikasi berbagai kendala serta merumuskan langkah-langkah strategis untuk meningkatkan capaian kinerja anggaran.

Selain sebagai forum asistensi, kegiatan ini juga menjadi sarana koordinasi dan evaluasi bagi UPT di wilayah Sumatera dalam memperkuat pengelolaan anggaran. Dengan adanya pendampingan secara langsung, diharapkan setiap satuan kerja dapat melakukan optimalisasi terhadap pelaksanaan program dan kegiatan, sekaligus meningkatkan kualitas pelaporan dan pertanggungjawaban anggaran.

Pelaksanaan kegiatan di Regional Palembang diharapkan dapat memberikan penguatan kepada seluruh UPT dalam mencapai target NKA Tahun Anggaran 2026. Optimalisasi tersebut pada akhirnya diharapkan dapat mendukung peningkatan kualitas tata kelola anggaran serta pencapaian kinerja Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah secara keseluruhan.

Kegiatan Asistensi Optimalisasi Capaian NKA akan dilaksanakan hingga 14 Agustus 2026, dengan agenda yang berfokus pada pendampingan, evaluasi, koordinasi, serta penyusunan langkah tindak lanjut untuk meningkatkan capaian kinerja anggaran masing-masing UPT.

Rakornas TKA 2026: Perkuat Koordinasi Pusat dan Daerah Wujudkan TKA BerintegritasJakarta, 12 Agustus 2026 – Kementerian ...
12/08/2026

Rakornas TKA 2026: Perkuat Koordinasi Pusat dan Daerah Wujudkan TKA Berintegritas

Jakarta, 12 Agustus 2026 – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), melalui Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah (BKPDM), terus memperkuat koordinasi lintas pemangku kepentingan bidang pendidikan guna memastikan kesiapan pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) tahun 2026. Upaya tersebut diwujudkan melalui Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pelaksanaan TKA Jenjang SD/MI, SMP/MTs, dan SMA/SMK/sederajat tahun 2026.

Dalam sambutan sekaligus membuka acara, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, mengapresiasi kerja keras seluruh pihak yang telah menyelenggarakan TKA dengan baik. Menurutnya, pelaksanaan TKA tahun 2025 mencatat pelaksanaan terbaik dan mampu mendapatkan kepercayaan yang semakin tinggi dari masyarakat.

Kepercayaan tersebut antara lain terlihat dari semakin luasnya pemanfaatan hasil TKA. Di antaranya yaitu hasil TKA telah menjadi salah satu referensi dalam penerimaan mahasiswa baru di perguruan tinggi serta digunakan dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB), khususnya pada jalur prestasi akademik.

“TKA tidak semestinya hanya dipandang sebagai angka atau peringkat. Sejatinya, hasil asesmen harus dimanfaatkan sebagai informasi penting guna memperbaiki kualitas pembelajaran dan pendidikan,” ungkap Mendikdasmen, Abdul Mu’ti, saat membuka Rakornas, di Jakarta, Selasa (11/8).

Lebih lanjut, Menteri Abdul Mu’ti menjelaskan pemanfaatan hasil asesmen melalui konsep assessment of learning. Ia menyebut, apabila asesmen pada tahap awal digunakan untuk mengukur capaian pembelajaran, maka hasil asesmen tersebut selanjutnya perlu dimanfaatkan sebagai masukan untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas proses pembelajaran.

“TKA merupakan bagian tak terpisahkan dari upaya kita mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua. TKA bukan hanya untuk mengukur capaian pembelajaran, tetapi hasil TKA harus menjadi input yang sangat penting dan bernilai dalam rangka memperbaiki kualitas pembelajaran dan kualitas pendidikan,” jelasnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala BKPDM, Toni Toharudin, menegaskan bahwa penyelenggaraan TKA merupakan kerja bersama yang membutuhkan kesiapan seluruh pihak. Keberhasilan TKA menurutnya tidak hanya ditentukan pada saat pelaksanaan, tetapi dimulai dari kualitas koordinasi, ketepatan perencanaan, serta kedisiplinan dalam mempersiapkan setiap tahapan.

Rakornas ini dijelaskannya menjadi momentum penting untuk memastikan seluruh penyelenggara memiliki persepsi dan standar yang sama. Koordinasi tersebut mencakup kesiapan kebijakan, sistem teknologi, pendataan peserta, infrastruktur, mekanisme pelaksanaan, pengawasan, hingga strategi komunikasi publik.

Lebih lanjut, Toni memandang Rakornas ini juga menjadi tahap penting dalam menyelaraskan pemanfaatan hasil TKA SD dan SMP tahun 2026. Hasil TKA diharapkan dapat dimanfaatkan oleh para pemangku kepentingan pendidikan sebagai salah satu sumber informasi untuk melakukan evaluasi dan perbaikan pembelajaran.

“Melalui Rakornas ini kami berharap terdapat diskusi secara terbuka, mampu mengidentifikasi berbagai potensi risiko, serta menyusun solusi secara bersama. Dengan mempersiapkan TKA yang lebih matang, semoga pelaksanaan TKA 2026 dapat berlangsung secara tertib, memberikan layanan asesmen terbaik bagi seluruh peserta didik, serta dimaknai dengan sikap jujur dan gembira,” tutup Toni.

Keluarga Besar BGTK SUMSEL  mengucapkan selamat dan sukses kepada Prof. Dr. Nunuk Suryani, M.Pd., Direktur Jenderal Guru...
12/08/2026

Keluarga Besar BGTK SUMSEL mengucapkan selamat dan sukses kepada Prof. Dr. Nunuk Suryani, M.Pd., Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, atas diraihnya penghargaan sebagai Tokoh Teknologi Pendidikan.

Penghargaan yang diberikan oleh Asosiasi Program Studi Teknologi Pendidikan Indonesia (APS-TPI) ini menjadi sebuah apresiasi sekaligus inspirasi untuk terus mendorong inovasi dan kolaborasi dalam pengembangan pendidikan, khususnya dalam memperkuat peran guru dan tenaga kependidikan di seluruh Indonesia.

Semoga penghargaan ini semakin memotivasi untuk terus berkarya dan memberikan kontribusi bagi kemajuan pendidikan Indonesia.


17 SNT Mulai Beroperasi, Tandai Babak Baru Pemerataan Pendidikan BermutuKabupaten Bogor,  Sebanyak 17 Sekolah Nasional T...
12/08/2026

17 SNT Mulai Beroperasi, Tandai Babak Baru Pemerataan Pendidikan Bermutu

Kabupaten Bogor, Sebanyak 17 Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) di berbagai wilayah Indonesia telah resmi memulai layanan pendidikan untuk tahun ajaran 2026/2027. SNT menjadi bagian dari langkah pemerintah untuk mendorong pemerataan pendidikan bermutu sekaligus menghadirkan ruang belajar yang memungkinkan setiap murid mengembangkan potensi, kemampuan, minat, dan bakatnya secara optimal.

Beroperasinya 17 SNT ditandai dengan pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah yang dimulai pada Senin (10/8). Di SNT 7 Bogor, Jawa Barat, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, hadir dan menjadi pembina upacara pada hari pertama MPLS.

Mendikdasmen mengatakan bahwa penyelenggaraan SNT merupakan bagian dari upaya besar pemerintah membangun sumber daya manusia unggul menuju Generasi Emas Indonesia 2045. Dimulainya layanan pendidikan SNT pada tahun ajaran 2026/2027 sekaligus menjadi momentum penting dalam perjalanan pendidikan Indonesia.

“Sekolah Nasional Terintegrasi merupakan salah satu model pendidikan khusus yang kita kembangkan sebagai penjabaran dari Instruksi Presiden yang telah diterbitkan oleh Bapak Presiden dan sebagai bagian dari usaha besar bangsa Indonesia untuk mewujudkan Generasi Emas Indonesia 2045. Penyelenggaraan Sekolah Nasional Terintegrasi menjadi sejarah baru karena mulai dilaksanakan pada tahun ajaran 2026/2027,” ujar Menteri Mu’ti.

Menurut Mendikdasmen, SNT memberikan kesempatan dan layanan pendidikan yang memungkinkan murid dengan kemampuan istimewa, baik dalam bidang akademik maupun nonakademik, memperoleh lingkungan belajar yang mendukung perkembangan potensinya secara lebih optimal.

“Tujuannya untuk memberikan kesempatan dan pelayanan kepada anak-anak yang memiliki kemampuan istimewa, khususnya dalam bidang akademik maupun nonakademik, untuk dapat tumbuh dan berkembang lebih cepat dan lebih baik lagi,” tuturnya.

SNT dikembangkan untuk memberikan ruang tumbuh yang lebih luas bagi potensi murid melalui lingkungan dan proses pembelajaran yang berkualitas. Kehadiran SNT di berbagai daerah juga menjadi bagian dari upaya pemerintah menghadirkan pusat-pusat mutu pendidikan yang diharapkan dapat memberikan manfaat bagi peningkatan kualitas pendidikan di wilayah sekitarnya.

Mendikdasmen menekankan bahwa setiap murid memiliki kemampuan dan kebutuhan belajar yang beragam. Karena itu, diperlukan pendekatan pendidikan yang dapat memberikan ruang bagi murid untuk berkembang sesuai dengan potensi yang dimilikinya.

“Model pendidikan khusus ini adalah satu pilihan agar kalian semua dapat tumbuh, dapat berkembang sesuai dengan kemampuan akademik yang kalian miliki, dan berkembang menjadi generasi hebat Indonesia 2045,” kata Mendikdasmen kepada para murid.

Untuk memastikan layanan pendidikan SNT dapat segera dimulai pada tahun ajaran 2026/2027, pemerintah pada tahap awal mengoptimalkan fasilitas yang dimiliki Kemendikdasmen dan pemerintah daerah di sejumlah kabupaten/kota sebagai lokasi pembelajaran. Pada saat yang sama, pemerintah terus mempersiapkan pembangunan gedung SNT dengan fasilitas yang lebih representatif.

“Pada tahap awal, penyelenggaraan 17 Sekolah Nasional Terintegrasi di seluruh Indonesia dilakukan di fasilitas yang dimiliki Kemendikdasmen dan fasilitas yang dimiliki pemerintah daerah. Proses pembangunan sedang dipersiapkan dan diharapkan pada tahun depan Sekolah Nasional Terintegrasi telah memiliki gedung sendiri dengan fasilitas yang representatif, yang memungkinkan kalian semua dapat belajar dengan sebaik-baiknya,” ujar Mendikdasmen.

Hari pertama pembelajaran di SNT juga menjadi awal perjalanan baru bagi para murid angkatan pertama. Mereka datang membawa pengalaman, prestasi, cita-cita, serta semangat untuk tumbuh bersama di lingkungan belajar yang baru.

Salah satunya adalah Agisni Ramadani, murid jenjang SMP di SNT 7 Bogor. Sebelum bergabung dengan SNT, Agisni berhasil meraih peringkat pertama di kelas dan menjadi lulusan terbaik di sekolah asalnya. Ia berharap kesempatan belajar di SNT dapat membantunya terus mengembangkan kemampuan dan mewujudkan cita-citanya.

“Saya sangat senang setelah diterima di sini. Saya berharap bisa berkembang dan menjadi lebih baik lagi. Saya ingin menjadi dokter spesialis,” ujar Agisni.

Semangat yang sama disampaikan Nadine A. Zuhrah Farista, murid kelas X SNT 7 Bogor. Nadine membawa pengalaman dan prestasi nonakademik, khususnya di bidang kepramukaan. Sebelumnya ia berhasil meraih predikat Pramuka Garuda tingkat penggalang.

“Harapan saya ke depan semoga saya bisa lebih berkembang lagi di sini dan menjadi jauh lebih baik dari sebelumnya,” ujar Nadine.

Dimulainya pembelajaran di 17 SNT menjadi langkah awal pemerintah dalam mengembangkan SNT sebagai lingkungan pendidikan yang memberikan kesempatan kepada murid untuk belajar, bertumbuh, berprestasi, dan mengembangkan potensi terbaiknya. Melalui SNT, pemerintah berkomitmen memperluas hadirnya pendidikan bermutu di berbagai daerah sekaligus menyiapkan generasi Indonesia yang unggul menuju Indonesia Emas 2045.

Semarak Lomba Kemerdekaan, Kemendikdasmen Bangun Budaya Sehat untuk Dukung Pendidikan BermutuJakarta, Semangat membangun...
12/08/2026

Semarak Lomba Kemerdekaan, Kemendikdasmen Bangun Budaya Sehat untuk Dukung Pendidikan Bermutu

Jakarta, Semangat membangun pendidikan bermutu tidak hanya dilakukan melalui kebijakan dan program pendidikan. Di lingkungan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), semangat tersebut juga dibangun melalui budaya hidup sehat, kebersamaan, dan sportivitas di antara para pegawainya. Pesan itu mengemuka saat 896 pegawai mengikuti rangkaian perlombaan memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Selasa (11/8).

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mengatakan, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mensyukuri kemerdekaan sekaligus memperkuat relasi sosial keluarga besar Kemendikdasmen. Kebersamaan itu, menurutnya, menjadi bagian dari upaya seluruh pegawai untuk menjalankan tugas dalam mewujudkan pendidikan bermutu bagi semua.

“Penyelenggaraan lomba ini tujuannya adalah untuk mensyukuri kemerdekaan Indonesia, dan meningkatkan keakraban, meningkatkan relasi sosial di antara semua keluarga besar Kemendikdasmen. Karena itu semangatnya adalah semangat kebersamaan, spirit-nya adalah bahwa kita semuanya ini harus bisa bersama-sama mewujudkan cita-cita para pahlawan, mengisi kemerdekaan sesuai dengan tupoksi kita (yaitu) mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa,” ujarnya

Rangkaian kegiatan yang berlangsung selama empat hari tersebut dibuka dengan Senam Sehat Anak Indonesia Hebat, dilanjutkan berbagai pertandingan olahraga dan seni. Sebanyak 11 cabang dipertandingkan, mulai dari Senam Anak Indonesia Hebat, bulu tangkis, tenis meja, tenis lapangan, bola voli, futsal, catur, memancing, E-sport, baca puisi, hingga stand-up comedy.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen, Suharti, mengatakan keberagaman cabang tersebut sekaligus membuka ruang partisipasi bagi pegawai dengan minat dan latar belakang yang berbeda. Peserta berasal dari delapan unit kerja, termasuk ASN dan non-ASN.

“Komposisi ini menggambarkan kita tidak hanya mempertandingkan olahraga saja, tetapi juga ada seni dan tentu saja untuk melihat minat sehingga ruang partisipasi ini terbuka untuk semua pegawai, serta diberi kesempatan untuk bertanding dari delapan unit kerja Kemendikdasmen,” ujarnya.

Bagi Kemendikdasmen, budaya hidup sehat dan sportivitas menjadi nilai yang relevan dengan pembangunan ekosistem pendidikan. Lingkungan kerja yang sehat dan kolaboratif diharapkan turut mendukung para pegawai dalam menjalankan tugas pelayanan pendidikan.

Karena itu, rangkaian perlombaan tidak ditempatkan sebagai ajang mengejar kemenangan. Mendikdasmen menekankan pentingnya nilai yang dibangun melalui kegiatan tersebut.

“Semangatnya tentu bukan siapa yang menjadi juara, tetapi semangatnya (untuk) membangun budaya hidup sehat dan kemudian membangun keakraban di antara kita semua warga Kemendikdasmen. Selamat bertanding, selamat berlomba, selamat bergembira memperingati kemerdekaan Indonesia yang ke-81. Merdeka!,” ujar Mendikdasmen meresmikan pembukaan rangkaian perlombaan.

Suharti menambahkan, kegiatan tersebut tetap dirancang agar tidak mengganggu tugas kedinasan. Menurutnya, aktivitas bersama di tengah kesibukan bekerja justru diharapkan memperkuat kebugaran, kebersamaan, dan sportivitas pegawai.

“Panitia sudah menyusun jadwal sedemikian rupa supaya pelaksanaan lomba tidak mengganggu pelayanan dan tugas kedinasan. Jadi, lomba ini bukan liburan, tetapi di sela-sela pekerjaan. Harapan kami, rangkaian perlombaan ini juga bisa menumbuhkan tidak hanya kebugaran dan budaya hidup sehat, tetapi juga kebersamaan dan sportivitas di antara seluruh pegawai Kemendikdasmen,” tutup Sesjen Suharti.

Semangat tersebut menjadi bagian dari upaya membangun lingkungan kerja yang sehat dan kolaboratif sebagai pendukung pelaksanaan tugas Kemendikdasmen dalam menghadirkan pendidikan bermutu untuk semua.

Kemendikdasmen Dorong Akreditasi Jadi Penggerak Budaya Mutu PendidikanJakarta, 11 Agustus 2026 — Kementerian Pendidikan ...
12/08/2026

Kemendikdasmen Dorong Akreditasi Jadi Penggerak Budaya Mutu Pendidikan

Jakarta, 11 Agustus 2026 — Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mendorong transformasi standardisasi dan akreditasi pendidikan agar tidak berhenti pada pemenuhan standar administratif, tetapi menjadi bagian dari upaya membangun budaya mutu dan mendorong perbaikan satuan pendidikan.

Hal tersebut disampaikan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, saat membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Badan Standar dan Akreditasi Nasional Pendidikan (BSANP) dan Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah (BAN-PDM) Provinsi Tahun 2026 di Jakarta, Senin (10/8). Rakornas yang berlangsung pada 10–12 Agustus 2026 menjadi momentum memperkuat koordinasi pusat dan daerah dalam membangun sistem penjaminan mutu pendidikan yang terintegrasi, adaptif, dan berkelanjutan.

“Ketika kita berbicara pendidikan yang bermutu, tentu kita perlu memiliki standar sebagai ukuran mutu pendidikan kita,” ujar Mendikdasmen.

Menurut Mendikdasmen, standar pendidikan perlu bersifat dinamis dan relevan dengan perubahan dunia pendidikan serta kondisi Indonesia yang beragam. Standar tetap diperlukan sebagai ukuran yang relatif objektif dalam pencapaian mutu pendidikan. “Saya telah mengambil satu kebijakan, kita buat standar yang relevan. Karena itu, standar itu bersifat dinamis,” jelasnya.

Dalam penguatan akreditasi, Mendikdasmen menekankan pentingnya melihat kondisi satuan pendidikan secara nyata. Akreditasi tidak semestinya hanya menggambarkan pemenuhan administrasi, tetapi menjadi bagian dari proses membangun budaya mutu dan memberikan informasi mengenai capaian satuan pendidikan.

“Akreditasi ini harus kita bangun sebagai bagian dari upaya kita membangun budaya mutu, ketika mutu itu tidak lagi bersifat administrasi, tetapi built in atau inherent dengan keinginan kuat untuk memberikan layanan pendidikan yang bermutu,” tegasnya.

Penguatan akreditasi juga berkaitan dengan kebijakan berbasis data. Kemendikdasmen tidak hanya mengandalkan data, tetapi juga fakta empiris sebagai dasar pengambilan keputusan dan penentuan arah pengembangan pendidikan.

Pada kesempatan tersebut, Ketua BSANP, Waras Kamdi, mengatakan BSANP ingin menegaskan arah baru standardisasi dan akreditasi pendidikan Indonesia. BSANP tidak hanya berperan sebagai penjaga standar, tetapi juga menjadi penggerak transformasi mutu pendidikan.

“Akreditasi bukan lagi proses yang menakutkan, akan tetapi proses yang mencerahkan. Bukan untuk menghakimi, tetapi untuk memahami. Bukan untuk memberi label, tetapi untuk mendorong perubahan,” katanya.

“Sistem standar dan akreditasi yang kita bangun harus terbuka, transparan, berbasis data, dan berbasis kepercayaan,” tambahnya.

Dalam pelaksanaan tahun ini, BSANP juga menyiapkan strategi percepatan akreditasi. Masih sekitar 70 persen atau 22 ribu satuan pendidikan yang belum terakreditasi, sehingga diperlukan strategi percepatan nasional.

Rakornas BSANP dan BAN-PDM Provinsi Tahun 2026 diikuti sekitar 165 peserta dari unsur BSANP dan BAN-PDM Provinsi seluruh Indonesia untuk menyamakan persepsi dan menyusun tindak lanjut penguatan mutu pendidikan.

Melalui penguatan standardisasi dan akreditasi, Kemendikdasmen mendorong sistem penjaminan mutu yang tidak berhenti pada kepatuhan terhadap standar, tetapi menjadi penggerak perbaikan dan perubahan di satuan pendidikan.

BGTK SUMSEL LAKSANAKAN MONEV PELATIHAN PENDIDIKAN INKLUSIF TINGKAT MAHIR TAHUN 2026Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (B...
09/08/2026

BGTK SUMSEL LAKSANAKAN MONEV PELATIHAN PENDIDIKAN INKLUSIF TINGKAT MAHIR TAHUN 2026

Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Sumatera Selatan melaksanakan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Pelatihan Pendidikan Inklusif Tingkat Mahir Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2026.

Kegiatan pelatihan pendidikan inklusif (Pensif) ini dilaksanakan secara tersebar di 13 kabupaten/kota di wilayah Sumatera Selatan, dengan total 22 titik/lokasi pelaksanaan.

Pada Jumat, 7 Agustus 2026, Tim BGTK Sumsel yang bertugas dalam Monev Pensif hadir secara langsung di sejumlah lokasi untuk memastikan pelaksanaan kegiatan berjalan sesuai dengan tujuan dan ketentuan yang telah ditetapkan.

Dalam pelaksanaan Monev, tim melakukan berbagai agenda, di antaranya monitoring dan observasi secara langsung terhadap jalannya kegiatan, serta wawancara mendalam dengan berbagai pihak terkait, mulai dari guru pendamping magang, kepala sekolah, hingga unsur Dinas Pendidikan.

Melalui kegiatan monitoring dan evaluasi ini, BGTK Sumsel terus berkomitmen memastikan pelaksanaan Pelatihan Pendidikan Inklusif memberikan dampak nyata dalam meningkatkan kompetensi pendidik serta mendukung terwujudnya layanan pendidikan yang inklusif, bermutu, dan berpihak pada setiap peserta didik.

BGTK Sumsel Mengucapkan Selamat dan sukses kepada Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, (Prof.Dr.Nunuk Suryani...
08/08/2026

BGTK Sumsel Mengucapkan Selamat dan sukses kepada Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, (Prof.Dr.Nunuk Suryani, M.Pd.) Mendapatkan Penghargaan Apprection Award Of National Outstanding Educator yang diberikan oleh Indonesian Educational Tehnology Association (IPTRI)

Address

Jalan Naskah II No. 734
Palembang

Opening Hours

Monday 07:30 - 16:00
Tuesday 07:30 - 16:00
Wednesday 07:30 - 16:00
Thursday 07:30 - 16:00
Friday 07:30 - 16:30

Telephone

+627115613427

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Balai Guru dan Tenaga Kependidikan Provinsi Sumatera Selatan posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Organization

Send a message to Balai Guru dan Tenaga Kependidikan Provinsi Sumatera Selatan:

Shortcuts

Share