06/03/2024
Pesta demokrasi di Indonesia yang di laksanakan setiap 5 tahun sekali untuk memilih presiden, wakil presiden serta anggota legislatif, merupakan salah satu pesta demokrasi terbesar di dunia.
Pesta demokrasi di indonesia selalu di warnai narasi terjadinya kecurangan saat penyelenggaraan pemilu baik itu di dunia nyata maupun di dunia maya oleh seseorang atau golongan secara TSM.
Akan tetapi, Narasi yang dibangun tersebut selalu tidak di lengkapi dengan bukti dan saksi, sehingga narasi tersebut bisa dikatagorikan fitnah yang di propagandakan secara TSM.
Sebagian besar petugas partai beserta anggota dan akar rumput belum memiliki sportifitas yang tinggi dalam berkompetisi, karena semboyan "Siap Menang dan Tak Siap Kalah" sudah terbentuk secara TSM sebelum kompetisi di mulai.
Kebiasaan buruk fitnah yang di propagandakan di akhir kompetisi pemilu harus segera di tanggulangi, agar tidak menjadi sebuah tradisi demokrasi di Indonesia.
Sinergi dan komitmen bersama parpol sangat di butuhkan untuk menyelesaikan permasalahan ini, karena mereka adalah peserta kompetisi.
Lebih dewasa dan bijaklah dalam berdemokrasi, peserta pemilu dapat menyelesaikan permasalah/sengketa pemilu secara kekeluargaan dan atau bisa juga melalui jalur hukum sesuai peraturan perundang undangan yang ada di Indonesia untuk penyelesaian sengketa pemilu.
*) Narasi yang tidak di lengkapi dengan bukti dan saksi hanya bisa menjadi alat propaganda tetapi kecil kemungkin bisa di pakai menjadi alat agitasi.
*)Strategy fitnah sudah tidak relevan lagi untuk di pakai menjadi alat propaganda atau alat agitasi, karena mayoritas warga negara indonesia sudah berpendidikan semua, warga negara Indonesia hanya bisa menerima fakta dan logika ketimbang sebuah narasi fitnah yang di propagandakan.
*)Propaganda fitnah bisa menjadi blunder buat sang pemakainya, karena bisa di pakai menjadi alat playing victim oleh lawan politiknya untuk menaikan elektabilitasnya.
*)Fakta dan logika bisa menjadi alat agitasi yang paling efiktif di jaman sekarang untuk melawan narasi propaganda yang tidak memiliki alat bukti dan saksi.
*)Naiklah tanpa menjatuhkan orang lain dan junjung selalu sportifitas dalam berkompetisi.
*)Jabatan hanyalah amanah sesaat yang di berikan tuhan dan pada akhirnya amanah tersebut akan di pertanggung jawabkan di akherat kelak.