07/07/2025
Alih-alih menunjukkan kepemimpinan yang berpihak pada rakyat dan lingkungan, ini malah justru membuat keputusan kontroversial yang mencederai akal sehat dan martabat daerah. menampung sampah dari luar kabupaten. Ketika masyarakat menyuarakan penolakan, kekhawatiran, dan protes, beliau malah meminta publik untuk “jangan antipati dulu” karena ini dianggap sebagai bentuk kerja sama. Pernyataan ini bukan hanya dangkal, tetapi juga menyesatkan.
Mari kita luruskan satu hal Pandeglang bukan tempat sampah regional. Kabupaten ini memiliki problematika lingkungan yang belum terselesaikan di pantai labuan, mulai dari buruknya pengelolaan limbah rumah tangga, minimnya fasilitas daur ulang, hingga tumpukan sampah liar yang masih merajalela di berbagai titik. Lalu, di tengah semua itu, justru ada kebijakan yang menambah beban ekologis dan sosial dengan membawa masuk limbah dari daerah lain? Ini bukan kerja sama, ini penindasan yang dibungkus diplomasi murahan.
Apa untungnya bagi rakyat Pandeglang? Apakah mereka akan mendapat udara yang lebih segar? Air yang lebih bersih? Atau hanya mendapat resiko penyakit, bau busuk, pencemaran air tanah, dan kerusakan ekosistem? Jika kerja sama hanya menguntungkan segelintir elit dan pihak ketiga misalnya kontraktor atau pengusaha transportasi sampah, maka ini bukan kolaborasi, ini eksploitasi.
Tanggapan “jangan antipati dulu” dari seorang pejabat publik terhadap keresahan rakyat justru menunjukkan betapa jauhnya jarak emosional antara penguasa dan masyarakat. Pernyataan tersebut seolah meremehkan kecemasan warga yang akan hidup berdampingan dengan tumpukan sampah, lalat, bau busuk, dan potensi krisis kesehatan. Ini bukan soal “antipati”, ini soal hak hidup layak yang dirampas oleh keputusan sepihak.
Lebih ironis lagi, kata “kerja sama” seolah menjadi tameng untuk menutupi kebijakan yang tidak transparan. Apakah masyarakat pernah diajak berdialog sebelumnya? Apakah ada studi lingkungan independen yang melibatkan akademisi dan komunitas? Atau semuanya diputuskan diam-diam atas nama kepentingan proyek dan hubungan antar-elite?