GEMA Pembebasan Kota Parepare

GEMA Pembebasan Kota Parepare GEMA Pembebasan Kordinator Daerah Kota Parepare | Bersatu, Bergerak, Tegakkan Ideologi Islam. Depar

[DOK.] GP-Press. Gelombang tuntutan pembubaran Densus 88 terus mengalir, tak terkecuali dari GEMA (Gerakan Mahasiswa ) P...
20/03/2016

[DOK.] GP-Press. Gelombang tuntutan pembubaran Densus 88 terus mengalir, tak terkecuali dari GEMA (Gerakan Mahasiswa ) Pembebasan Kota Parepare pada Sabtu pagi (19/3/2016) di depan Monumen BJ Habibi. Gema Pembebasan membentangkan spanduk yang bertuliskan “ DENSUS 88 Algojo AS Kafir Penjajah Dzalim dan Biadab Kepada Umat Islam, Bubarkan dan Adili!” dan juga poster-poster yang berisi tuntutan-tuntutan untuk Densus maupun seruan Revolusi Islam. Idhar yang menjadi Koordinator aksi menjelaskan bahwa aksi ini untuk menuntut kekejian Densus 88 yang harus segera di hentikan. Salah seorang orator, Zainal menjelaskan pembunuhan Siyono telah menambah daftar panjang data-data yang menjadi korban kebrutalan Densus 88,” Kasus kematian terduga teroris oleh Densus 88 ini bukan pertama kalinya. Komnas HAM telah menerima setidaknya 118 laporan terduga teroris yang ditembak mati tanpa adanya pemeriksaan. Densus telah melakukan tindakan biadab ini dengan masih bermodalkan kata terduga.” Jelas Zainal.
Orator lainnya yakni Zulfikar memaparkan bahwa terbentuknya Densus 88 ini untuk menjadi mesin pembunuh penjajah dalam menjaga kepentingannya, “Terbentuknya Densus jelas menjadi alat penjajah membunuhi kaum Muslimin yang belum terbukti bersalah. Tentunya semua itu untuk menjaga kepentingan mereka dalam menjajah negeri ini yang semakin masuk dalam ancaman Neo-Liberalisme.” Ungkap Zulfikar.
Sementara itu Ketua Gema Pembebasan Kota Parepare, Syakir menyoroti sikap arogan Densus dalam melakukan aksi penangkapan, “Islam sangat membenci terorisme, namun ketika pembunuhan apalagi kepada muslim yang belum terbukti bersalah jelas sangat tidak dibolehkan. Kinerja Densus yang terjadi di lapangan membuktikan bahwa Densus harus segera dibubarkan. Apalagi kesatuan ini telah mendapat campur tangan asing dan ini tentu menunjukkan bahwa negeri ini tidak berdaulat. Maka dari itu kami menyerukan solusi dengan tegaknya Syariah Islam.” Teriak Syakir.
Diakhir aksi dibacakan press release Gema Pembebasan oleh Syaiful. Tampak p**a para awak media yang meliput maupun aparat kepolisian yang mengawal jalannya aksi.[]

Beberapa jam menjelang berakhirnya tahun 2015, Gerakan Mahasiswa (GEMA) Pembebasan Kota Parepare melakukan Aksi Refleksi...
03/01/2016

Beberapa jam menjelang berakhirnya tahun 2015, Gerakan Mahasiswa (GEMA) Pembebasan Kota Parepare melakukan Aksi Refleksi Akhir Tahun dengan mengangkat Tema: “2015: Indonesia Semakin Liberal dan Terjajah” pada Kamis pagi (31/12/2015). Aksi yang di gelar di depan Monumen BJ Habibie ini di ikuti mahasiswa yang berasal dari STAIN dan UMPAR. Zainal selaku korlap membuka aksi dengan memberikan penjelasan tentang permasalahan yang mewarnai di sepanjang tahun 2015. Orator pertama yakni Muhammad Syakir menjelaskan di tahun 2015 pemerintah semakin mengkhianati rakyat melalui kebijakan yang menyengsarakan, “Di tahun ini, rakyat dikhianati dengan banyaknya kebijakan yang tidak pro kepada rakyat melalui adanya pemalakan berupa BPJS, di naikkannya pajak kepada rakyat sementara subsidi di segala lini semakin dipangkas. Begitup**a utang LN yang terus saja meningkat. Ini adalah bukti Indonesia masih terjajah yang disebabkan oleh Demokrasi Kapitalisme” Teriak Syakir. Sementara itu salah seorang orator yaitu Muhammad Zulfikar yang mengungkap perselingkuhan pemerintah dengan Freeport untuk memperpanjang Kontrak Karya dengan Freeport McMoran, “Kebijakan ini tentu melanggar UU No. 4 Tahun 2009 yang menyebutkan kontrak akan berakhir di tahun 2021. Disinilah bukti kemunafikan Demokrasi dan kita melihat pada faktanya belum sampai pada tahun 2021 nyatanya kontrak itu terus diperpanjang hingga tahun 2041.” Ungkap Zulfikar. Muhammad Idhar yang orator berikutnya juga menjelaskan semua permasalahan itu hanya bisa di tuntaskan dengan solusi Islam, “Semua permasalahan yang terus mendera negeri ini setiap tahunnya hanya bisa diselesaikan dengan Syariah dan Khilafah!.” Jelas Idhar. Tampak para wartawan yang meliput aksi begitup**a para Polisi maupun TNI yang antusias menyaksikan jalannya aksi. Di akhir aksi, dibacakan Press Release Gema Pembebasan dan ditutup dengan doa oleh Darmansyah.[]

Mari Bergabung dalam Training Pembebasan!Ahad, 8 November 2015Pelataran Masjid Al-Munawwir STAIN Parepare.By: Gerakan Ma...
05/11/2015

Mari Bergabung dalam Training Pembebasan!
Ahad, 8 November 2015
Pelataran Masjid Al-Munawwir STAIN Parepare.
By: Gerakan Mahasiswa Pembebasan Kota Parepare

[Dok.] Panasnya terik matahari yang menyengat tidak menyurutkan semangat sejumlah aktivis Gerakan Mahasiswa (Gema) Pembe...
05/11/2015

[Dok.] Panasnya terik matahari yang menyengat tidak menyurutkan semangat sejumlah aktivis Gerakan Mahasiswa (Gema) Pembebasan kota Parepare untuk menggelar aksi refleksi satu tahun rezim Jokowi-JK pada sabtu pagi (31/10/2015) dengan tema "2015 Indonesia Semakin Terjual dan Tejajah" yang berlangsung di depan Monumen Habibie Jl. Andi makkasau. Selaku korlap oleh Muh. Nurul Amin mengatakan dalam satu tahun kepemimpinan Jokowi-JK nyatanya yang terjadi hanya janji kosong, "Jokowi mengatakan akan membangun perekonomian mandiri tapi ternyata membohongi rakyat." Ungkap Amin. Salah seorang orator, Zulfikar menjelaskan penjualan dan penjajahan di indonesia telah lama berlangsung, "Penjualan berbagai aset negeri ini telah berlangsung sejak masa Soeharto hingga Jokowi saat ini. Jokowi telah berhasil memperpanjang kontrak PT. Freeport hingga tahun 2041 serta masih membiarkan para pengusaha dan korporasi asing merampok." Seru Zulfikar. Sementara itu Zainal mengungkapkan dalam orasinya bahwa Indonesia telah merdeka secara fisik tapi faktanya Indonesia masih terjajah secara non-fisik, "Satu tahun kepemimpinan Jokowi-JK telah membuat Indonesia semakin terjual dan terjajah yakni sejak di berlakukannya UU Migas, UU Penanaman Modal, dan Kelistrikan yang semakin mempermudah langkah para penjajah". Teriaknya.
Johari pun memberikan pandangannnya sejak awal rakyat harus menelan pil pahit dari Jokowi, "Di awal jabatannya, rakyat telah diberikan pil pahit berupa kenaikan harga BBM dan kita telah melihat pengkhianatan berupa perpanjangan kontrak PT. Freeport serta adanya anggaran kasur untuk DPR." Ungkap Johari. Syakir selaku ketua umum Gema Pembebasan kota Parepare menjelaskan semua itu bersumber dari sistem yang berlaku di negeri ini, "Semua problem ini tidak lepas dari sistem yang selama ini yakni Demokrasi Kapitalisme yang dengannya Indonesia sampai saat ini semakin terjual dan terjajah. Maka kami selalu memberikan solusi Syariah Islam dalam bingkai negara Khilafah." jelasnya. Di akhir aksi, dibacakan Resolusi Pergerakan Mahasiswa Muslim Indonesia oleh Maftuh. Aksi yang diikuti oleh mahasiswa STAIN Parepare maupun UMPAR ini berakhir menjelang siang dan ditutup dengan doa oleh Darmansyah.[]

[Dok.] Ditengah berbagai euforia hari Sumpah Pemuda, Gerakan Mahasiswa Pembebasan (Gema) Pembebasan Kota Parepare tidak ...
05/11/2015

[Dok.] Ditengah berbagai euforia hari Sumpah Pemuda, Gerakan Mahasiswa Pembebasan (Gema) Pembebasan Kota Parepare tidak ketinggalan memberikan pandangannya melalui forum bulanan Dialogika dengan mengangkat tema "Refleksi Sumpah Pemuda: Peran Mahasiswa dan Pemuda dalam Kebangkitan Islam" pada jumat sore (30/10/2015). Forum yang diselenggarakan di pelataran Masjid Al-Munawwir STAIN Parepare ini menghadirkan dua pembicara yakni Subri selaku Ketua Umum Himpunan Mahasiswa islam (HMI) Parepare dan Johari berasal dari pengurus Gema Pembebasan Kota parepare bidang kaderisasi.
Subri mengatakan euforia yang dirasakan pemuda dulu berbeda dengan yang ada sekarang, "Euforia yang terjadi dimasa lampau sangat berbeda rasanya dengan Sumpah Pemuda yang dirasakan saat ini yang mana sudah menghadapi berbagai persoalan baik masalah internal maupun eksternal mahasiswa." Pungkasnya. "Maka ada beberapa faktor yang mempengaruhi untuk mendorong mahasiswa untuk maju yakni ikut dalam pemerintahan, menjadi pengusaha, mempunyai otoritas, serta kembali dalam dunia kampus." Tambahnya.
Sementara itu, Johari lebih spesifik menjelaskan esensi dari Sumpah Pemuda yang dia katakan mengandung ide-ide berbahaya, "Sumpah Pemuda harus kita pahami yakni di dalamnya mengandung ide-ide yang merusak seperti Nasionalisme, Demokrasi, serta Pluralisme. Nasionalisme adalah ikatan yang rapuh yang hanya ada ketika ada ancaman dari luar" Jelasnya. Dia menambahkan bahwa ide-ide itulah yang melanggengkan permasalahan dan penjajahan di negeri ini, "Karena ide Demokrasi lah yang kemudian melahirkan berbagai aturan yang pro kepada penjajah hingga saat ini." Ungkapnya.
Dalam sesi tanya jawab, salah seorang menanyakan pandangan dengan Neoliberalisme yang semakin menghancurkan Indonesia serta mempertanyakan pandangannnya dengan ideologi Islam yang seharusnya menggantikan ideologi yang ada. Subri menjawab bahwa tidak masalah bagi negeri ini di ubah dengan ideologi yang lain, "Neoliberalisme sudah lama ditentang oleh bangsa ini tapi paling tidak ada kemajuan sedikit demi sedikit dengan di ambilnya proyek-proyek yang dikerjakan oleh anak bangsa. menurut saya, tak masalah bila negeri ini diganti dengan ideologi lain, tapi harus kita tahu bahwa kita harus mempunyai otoritas dulu." jawabnya.
Diakhir forum yang dihadiri puluhan mahasiswa ini, Johari menyimpulkan bahwa Sumpah Pemuda jelas bathil dan permasalahan yang ada di negeri ini tidak akan selesai tanpa mengganti ideologi Indonesia menjadi Islam dengan tegaknya Syariah dan Khilafah serta di perlukannya peran pemuda dalam kebangkitan Islam. Sementara itu, Subri pun menyimpulkan memang pemuda yang menjadi pendorong menuju kebangkitan. Subri juga mengapresiasi kegiatan-kegiatan Gema Pembebasan selama ini dalam membangun Intelektual mahasiswa.[]

[DOK.] Gema Pembebasan kota Parepare kembali melakukan rekrutmen anggota baru melalui agenda bulanan Training Pembebasan...
05/11/2015

[DOK.] Gema Pembebasan kota Parepare kembali melakukan rekrutmen anggota baru melalui agenda bulanan Training Pembebasan (11/10) yang dilaksanakan di Pelataran Masjid Al-munawwir STAIN Parepare. Agenda yang diikuti mahasiswa Universitas Muhammadiyah Parepare (UMPAR) dan STAIN Parepare ini, dimulai pukul 08.30 pagi menjelang siang. Peserta antusias mengikuti Training Pembebasan dengan tiga materi yakni "Hakekat Berfikir" oleh Syakir, "Islam Politik dan Spiritual" oleh Aspar, dan "Corak Gerakan Mahasiswa" oleh Zulfikar. Syakir menjelaskan tentang metode berfikir serta bagaimana mengetahui hakikat berfikir. Pada materi kedua, Aspar mengupas tuntas terkait Islam yang tidak hanya mengatur seputar spiritual. Di materi yang terakhir, Zulfikar menjelaskan corak gerak mahasiswa serta bagaimana mahasiswa memegang ideologi Islam dalam meraih sebuah perubahan. Para peserta memberikan komitmennya untuk ikut dalam barisan revolusi Islam.[]

Pernyataan Sikap GEMA Pembebasan“TOLAK PESTA DEMOKRASI, PILIH SYARIAH DAN KHILAFAH”Pada tanggal 9 April nanti Indonesia ...
02/04/2014

Pernyataan Sikap GEMA Pembebasan
“TOLAK PESTA DEMOKRASI, PILIH SYARIAH DAN KHILAFAH”

Pada tanggal 9 April nanti Indonesia akan kembali menggelar pesta demokrasi. Untuk menggelar Pesta lima tahunan tersebut Komisi Pemilihan Umum (KPU) membutuhkan alokasi anggaran untuk pemilu 2014 yakni pemilihan anggota DPR, DPD, dan DPRD sebesar Rp14,4 triliun. Dana tersebut juga sudah termasuk untuk pelaksanaan Pemilu Presiden (Pilpres) dan Wakil Presiden putaran pertama dan kedua.

Sistem politik demokrasi membuat kontenlasi di dalam pemilu jadi sangat mahal, persaingan sangat ketat dan peluang berhasil sangat kecil. Peluang seorang caleg hanya 10%. Untuk DPR ada 560 kursi, DPD ada 132 kursi, DPRD provinsi ada 2.112 kursi dan DPRD Kabupaten Kota 16.895 kursi. Total nasional ada 19.699 kursi. Jumlah kursi sebanyak itu diperebutkan oleh sekitar 200 ribu caleg DPR, DPD, DPRD I dan DPRD II. Artinya, hanya 10% caleg yang akan berhasil. Sekitar 180 ribu caleg atau 90 % dipastikan akan gagal. Persaingan itu untuk kursi DPR malah lebih ketat lagi. Jumlah 560 kursi diperebutkan oleh 6.607 caleg. Hanya 8,5% yang akan lolos ke senayan. Sebanyak 6.047 caleg DPR dipastikan akan gagal. Anggaran dana yang sangat besar dalam prosesi penyelenggaraan pemilu 2014 ternyata mempunyai kans dalam mengundang “tikus-tikus” politik untuk melakukan tindak korupsi. Hal ini sudah dibuktikan oleh pernyataan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Bambang Widjojanto. “Pada pemilu-pemilu sebelumnya selalu ada kasus yang menjebol keuangan negara, “ tegas Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Bambang Widjojanto. Beliau menyimpulkan bahwa angka korupsi di Indonesia semakin meroket menjelang pemilu. (Sumber : Republika, 4/12/13)

Maka tidak heran, pada Selasa (3/12/13), Transparency International (TI) kembali meluncurkan Corruption Perception Index (CPI) atau indeksi tingkat persepsi publik terhadap korupsi secara global. Indeks persepsi korupsi Indonesia pada tahun ini masih lebih buruk dari sejumlah negara miskin Afrika. Saudara, pada CPI 2013 kali ini, Indonesia mendapatkan nilai skor sebesar 32 poin dan menempati peringkat ke-114 dari 177 negara. Nilai yang diraih Indonesia ini masih kalah dengan sejumlah negara dari Afrika yang tergolong miskin, seperti Ethiopia dan Tanzania, dengan nilai 33 poin. (Republika, 4/12/13). Bisa dikatakan bahwa setiap tahunnya, Indonesia senantiasa menyelenggarakan pemilu dengan anggaran yang sangat besar dan disaat yang sama p**a anggaran yang besar dirampok setelah mereka mendapatkan kursi kekuasaan. Padahal, di sisi lain, kemiskinan, pengangguran, dan problematika rakyat masih belum terselesaikan. Sungguh ironis !

Demokrasi yang katanya merupakan pemerintahan dari rakyat oleh rakyat dan untuk rakyat ternyata hanyalah utopia. memang betul mereka dipilih oleh rakyat tapi apakah mereka memperjuangkan kepentingan rakyat.? Buktinya di negeri ini ada 76 UU pesanan asing (IMF, Bank Dunia, USAID) yang telah disahkan, tengok saja UU Migas, UU Penanaman Modal, UU Kelistrikan, UU Sumber Daya Air, UU Perguruan Tinggi yang akibatnya seluruh kebutuhan bahan pangan, bbm, listrik dan biaya pendidikan terus merangkak naik dan disaat yang sama 70-80% SDA/SDE/Migas rakyat Indonesia dikuasai Asing.!
Dari gambaran fakta inilah, GEMA Pembebasan menyatakan :
1. menyeru rakyat Indonesia untuk menolak Pesta Demokrasi yang hanya merupakan gelaran konyol untuk menipu dan membohongi rakyat Indonesia yang telah terpuruk, dimana melalui mekanisme pesta demokrasi terjadi perampokan besar besaran uang negara yang dilakukan oleh elit politik busuk. sungguh ini merupakan pengkhianatan dan kedzaliman terhadap rakyat Indonesia.
2. menyeru rakyat Indonesia untuk mencampakkan Demokrasi yang telah terbukti gagal total dan tak mampu membawa indonesia kepada perubahan dan kebangkitan yang hakiki, malah justru dengan demokrasi, Indonesia semakin jatuh pada jeratan penjajahan asing dan jurang kesengsaraan.
3. menyeru rakyat Indonesia untuk memilih solusi baru yakni Syari'ah Islam dalam bingkai negara Khilafah yang memang sangatlah dibutuhkan oleh Indonesia, bahkan dunia. Hanya hukum Allah SWT berupa Syari'at Islamlah yang mampu menyejahterakan ummat manusia. Hal ini sudah digambarkan dengan jelas dalam firman Allah SWT : “Jika sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi.” (QS. Al-A'raf [7]:96)

Ricky Fattamazaya
Sekjen PP GEMA Pembebasan

Demokrasi berarti kedaulatan rakyat dan itu adalah menetapkan syariat selain Allah SWT. Yakni menghalalkan dan mengharam...
26/03/2014

Demokrasi berarti kedaulatan rakyat dan itu adalah menetapkan syariat selain Allah SWT. Yakni menghalalkan dan mengharamkan, selain Allah SWT. Padahal Allah SWT berfirman:

إِنِ الْحُكْمُ إِلَّا لِلَّهِ يَقُصُّ الْحَقَّ وَهُوَ خَيْرُ الْفَاصِلِينَ

Menetapkan hukum itu hanyalah hak Allah. Dia menerangkan yang sebenarnya dan Dia Pemberi keputusan yang paling baik. (TQS al-An’am [6]: 57)

Atha’ bin Khalil Abu ar-Rasytah

Seribuan Mahasiwa Islam Se-Sulawesi Berkumpul di Makassar Serukan Penegakan Syariah dan KhilafahHari ini sabtu (15/3) se...
15/03/2014

Seribuan Mahasiwa Islam Se-Sulawesi Berkumpul di Makassar Serukan Penegakan Syariah dan Khilafah

Hari ini sabtu (15/3) sekitar seribuan Mahasiswa Islam Se-Sulawesi berkumpul di Monumen Mandala Makassar dalam rangka Kongres Mahasiswa Islam se-p**au Sulawesi.

Kongres Mahasiswa Islam Sulawesi ini bertujuan untuk mengukuhkan komitmen perjuangan Mahasiswa Islam Se-Sulawesi dalam perjuangan penegakan Syariah dan Khilafah.

Kongres Mahasiswa Islam yang diinisiasi oleh Lajnah Khusus Mahasiswa Hizbut Tahrir Indonesia Sulawesi Selatan ini mendapat dukungan dari berbagai elemen pergerakan Mahasiswa diantaranya Gema Pembebasan Sulawesi Selatan dan Badan Koordinasi Lembaga Dakwah Kampus (BKLDK) Sulsel.

Selain itu, kongres ini dihadiri oleh perwakilan beberapa kampus ternama di seluruh penjuru p**au Sulawesi. Di antaranya, perwakilan mahasiswa sulawesi tenggara, perwakilan mahasiswa sulawesi tengah, gorontalo, bau-bau dan sebagai tuan rumah perwakilan mahasiswa sulsel yang terdiri dari berbagai elemen mahasiwa di berbagai kampus di Sulsel.
[visimuslim]

13/03/2014

NKRI Harga Mati??

NKRI Harga Mati? Gak usah belagu, NKRI yang mana dulu? NKRI ala Konferensi Meja Bundar? NKRI yang cuma Jawa, Madura, sama Bali? NKRI pas masa Soeharto? NKRI pas masa setelah Habiebie? Dari dulu sampai sekarang, wilayah yang disebut NKRI aja gak pernah pasti, masuk-lepas-masuk-lepas. Timor Timur masuk, terus dilepas. Papua masuk, sekarang protes mau lepas. Apanya yang harga mati kalau begini?

NKRI Harga Mati? Gak usah belagu, emangnya sistem yang diterapkan Indonesia itu asli Indonesia? Demokrasi? Itu dari peradaban Yunani Kuno, yang terkubur dalam ketika keruntuhan Athena dan baru bangkit lagi habis Renaissance, untuk mengakomodir ideologi sekularisme! Ngomong-ngomong, negeri ini juga pake ideologi Kapitalisme-Sekularisme, bisa dilihat dari situasi negara, masyarakat, dan individunya. Yakin itu asalnya dari Indonesia? Bukan dari Eropa, bro?

NKRI Harga Mati? Gak usah belagu, mana suaranya pas GAM memberontak? Mana suaranya pas OPM menyatakan pengen merdeka dari pemerintah pusat? Mana suaranya pas gerakan RMS bikin prahara di Maluku? Padahal semua itu jelas-jelas mengancam ‘kedaulatan’ yang sering digembar-gemborkan para pengusung slogan ini. Apa cermin udah jadi barang langka di negeri ini?

NKRI Harga Mati? Gak usah belagu, SDA negeri ini dicaplok asing kenapa diem aja? Pertamina cuma nguasain 13% tambang minyak, batubara dan gas alam banyak diekspor, illegal logging dimana-mana, Freeport nguasain emas (dan mungkin Uranium) di Papua, kok gak ada ribut-ribut menuntut supaya dinasionalisasi? Konsistensinya mana??

NKRI Harga Mati? Gak usah belagu, KUHP emangnya warisan siapa? Belanda! Dan itu masih jadi patokan penerapan hukum di negeri ini yang, ehem, bisa dibeli. Oh, apa begini NKRI yang pengen dipertahankan mati-matian? Negeri dengan hukum yang penuh kecacatan dan bisa dibeli?

NKRI Harga Mati? Gak usah belagu, sekarang lihat, budaya apa yang lagi merasuki negeri ini? K-Pop, J-Pop, otaku, pacaran, seks bebas, pengumbaran syahwat di mana-mana, dan nggak ada yang ngoceh ini invasi budaya Barat yang mengancam NKRI? Mengancam generasi penerus bangsa? Dan kenapa juga, gak ada yang menyerukan supaya invasi budaya asing ini dibendung? Oh, jangan-jangan ikut menikmati, ya?

NKRI Harga Mati? Gak usah belagu, yang mengendalikan nasib bangsa ini siapa? Korporat, pengusaha, kapitalis asing, yang masuk ke dalam negeri lewat lembaga yang katanya ‘mewakili rakyat’ untuk membuat kebijakan-kebijakan yang menguntungkan kantong mereka sendiri, dengan mengorbankan nasib ratusan juta penduduk negeri ini. Mananya pemerintah ini berdaulat? Mananya mempertahankan kedaulatan, kalau kedaulatannya sendiri aja gak punya??

NKRI Harga Mati? Gak usah belagu, emangnya udah punya konsep lengkap negeri ini mau dibentuk kayak apa? Undang-undangnya? Sistem pemerintahan? Ideologi yang diusung? Harus original loh ya, jangan nyontek dari pemikiran asing. Bisa?

NKRI Harga Mati? Ngaca dulu deh, emang siapa yang menciptakan bumi? Yang menciptakan tanah Indonesia? Yang menciptakan penduduknya? Jadi tuan rumahnya itu yang koar-koar NKRI Harga Mati atau Yang Menciptakan bumi ini sama semua isinya? Oh, atau para pengusung slogan ini ngira mereka yang menciptakan bumi dan tanah Indonesia ini?

NKRI Harga Mati?? EPIC FAIL!
Milik Allah, maka sepatutnya kita hidup dalam naungan Syariah dan Khilafah..

06/03/2014

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,,.
lama tak jumpa, btw tadi sore ALhamdulillah diberi kelancaran nempel da'wah melalui kertas "Kongres Mahasiswa Islam Sulawesi".

12/02/2014

Tidak lama lagi tanggal 14-02-2014 sobat-sobatku tercinta. tinggal menghitung jam saja. setelah merayakan tahun baru tahun 2014, di sambut lagi 14 Pebruari yang pastinya di tunggu sama remaja yang dangkal dan kuno pemahamannya. yaitu perayaan valentin.

Sudah lama rasanya para alim ulama, cerdik pandai ustadz-ustadzah menghukumi Valentine Yang selalu didengungkan tiap bulan Pebruari, tapi ternyata masih banyak orang tua para remaja terutama mahasiswa-mahasiswi yang masih berpemahaman salah dan renta tentang Valentine’s Day. Valentine hanya dianggap sebagai budaya remaja modern saja. Padahal ada bahaya besar di balik Valentine yang siap menerkam para remaja. Ini yang tidak disadari para orang tua.

Tiap bulan Pebruari remaja yang notabene mengaku beragama Islam ikut-ikutan sibuk mempersiapkan perayaan Valentine. Walau banyak ustad-ustazah memperingatkan nilai-nilai akidah Kristen yang dikandung dalam peringatan tersebut, namun hal itu tidak terlalu dipusingkan mereka.

"Aku ngerayain Valentine kan buat fun-fun aja...."

“ segan karena teman dekatku yang ngajak”

“ Ah.. semua orang merayakannya kok, masak kita tidak” begitu kata mereka.

Tanggal 14 Pebruari dikatakan sebagai ‘Hari Kasih Sayang’. Apa benar? Mari kita tilik sejarahnya.

Siapakah Valentine?

Tidak ada kejelasan, siapakah sesungguhnya yang bernama Valentine. Beragam kisah dan semuanya hanyalah dongeng tentang sosok Valentine ini. Tetapi setidaknya ada tiga dongeng yang umum tentang siapa Valentine.

Pertama, St Valentine adalah seorang pemuda bernama Valentino yang kematiannya pada 14 Pebruari 269 M karena eksekusi oleh Raja Romawi, Claudius II (265-270). Eksekusi yang didapatnya ini karena perbuatannya yang menentang ketetapan raja, memimpin gerakan yang menolak wajib militer dan menikahkan pasangan muda-mudi, yang hal tersebut justru dilarang. Karena pada saat itu aturan yang ditetapkan adalah boleh menikah jika sudah mengikuti wajib militer.

Kedua, Valentine seorang pastor di Roma yang berani menentang Raja Claudius II dengan menyatakan bahwa Yesus adalah Tuhan dan menolak menyembah dewa-dewa Romawi. Ia kemudian meninggal karena dibunuh dan oleh gereja dianggap sebagai orang suci.

Ketiga, seorang yang meninggal dan dianggap sebagai martir, terjadi di Afrika di sebuah provinsi Romawi. Meninggal pada pertengahan abad ke-3 Masehi. Dia juga bernama Valentine.

Ucapan ”Be My Valentine”

Ken Sweiger dalam artikel “Should Biblical Christians Observe It?” (www.korrnet.org) mengatakan kata “Valentine” berasal dari Latin yang berarti : “Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuat dan Yang Maha Kuasa”. Kata ini ditujukan kepada Ni**od dan Lupercus, tuhan orang Romawi. Maka disadari atau tidak, -tulis Ken Sweiger- jika kita meminta orang menjadi “to be my Valentine”, hal itu berarti melakukan perbuatan yang dimurkai Tuhan (karena memintanya menjadi “Sang Maha Kuasa”) dan menghidupkan budaya pemujaan kepada berhala. Dalam Islam hal ini disebut syirik, artinya menyekutukan Allah Subhannahu wa Ta’ala. Adapun Cupid (berarti:the desire), si bayi bersayap dengan panah adalah putra Ni**od “the hunter” dewa Matahari. Disebut Tuhan Cinta, karena ia rupawan sehingga diburu wanita bahkan ia pun berzina dengan ibunya sendiri!



Tradisi penyembah berhala

Sebelum masa kekristenan, masyarakat Yunani dan Romawi beragama pagan yakni menyembah banyak Tuhan atau Paganis-polytheisme. Mereka memiliki perayaan/pesta yang dilakukan pada pertengahan bulan Pebruari yang sudah menjadi tradisi budaya mereka. Dan gereja menyebut mereka sebagai kaum kafir.

Di zaman Athena Kuno, tersebut disebut sebagai bulan GAMELION. Yakni masa menikahnya ZEUS dan HERA. Sedangkan di zaman Romawi Kuno, disebut hari raya LUPERCALIA sebagai peringatan terhadap Dewa LUPERCUS, dewa kesuburan yang digambarkan setengah telanjang dengan pakaian dari kulit domba.

Perayaan ini berlangsung dari 13 hingga 18 Pebruari, yang berpuncak pada tanggal 15. Dua hari pertama (13-14 Februari) dipersembahkan untuk Dewi Cinta (Queen of Feverish Love) Juno Februata. Di masa ini ada kebiasaan yang digandrungi yang disebut sebagai Love Lottery/Lotre pasangan, di mana para wanita muda memasukkan nama mereka dalam sebuah bejana kemudian para pria mengambil satu nama dalam bejana tersebut yang kemudian menjadi kekasihnya selama festival berlangsung. Seiring dengan invasi tentara Roma, tradisi ini menyebar dengan cepat ke hampir seluruh Eropa.

Hal ini menjadi penyebab sulitnya penyebaran agama Kristen yang saat itu tergolong sebagai agama baru di Eropa. Sehingga untuk menarik jemaat masuk ke Gereja maka diadopsilah perayaan kafir pagan ini dengan memberi kemasan kekristenan. Maka Paus Gelasius I pada tahun 469 M mengubah upacara Roma Kuno Lupercalia ini menjadi Saint Valentine's Day.

Ini adalah upaya Gelasius menyebarkan agama kristen melalui budaya setempat. Menggantikan posisi dewa-dewa pagan dan mengambil St Valentine sebagai sosok suci lambang cinta. Ini adalah bentuk sinkretisme agama, mencampuradukkan budaya pagan dalam tradisi Kristen. Dan akhirnya diresmikanlah Hari Valentine oleh Paus Gelasius pada 14 Pebruari di tahun 498.

Bagaimanapun juga lebih mudah mengubah keyakinan masyarakat setempat jika mereka dibiarkan merayakan perayaan di hari yang sama hanya saja diubah ideologinya. Umat Kristen meyakini St Valentino sebagai pejuang cinta kasih. Melalui kelihaian misionaris, Valentine’s Day dimasyarakatkan secara internasional.

Jelas sudah, Hari Valentine sesungguhnya berasal dari tradisi masyarakat di zaman Romawi Kuno, masyarakat kafir yang menyembah banyak Tuhan juga berhala. Dan hingga kini Gereja Katholik sendiri tidak bisa menyepakati siapa sesungguhnya St Valentine. Meskipun demikian perayaan ini juga dirayakan secara resmi di Gereja Whitefriar Street Carmelite di Dublin-Irlandia.

Valentin di Indonesia

Valentine’s Day disebut ‘Hari Kasih Sayang’, disimbolkan dengan kata ‘LOVE’. Padahal kalau kita mau jeli, kata ‘kasih sayang’ dalam bahasa inggris bukan ‘love’ tetapi ‘Affection’. Tapi mengapa di negeri-negeri muslim seperti Indonesia dan Malaysia, menggunakan istilah Hari Kasih Sayang. Ini penyesatan.

Makna ‘love’ sesungguhnya adalah sebagaimana sejarah GAMELION dan LUPERCALIA pada masa masyarakat penyembah berhala, yakni sebuah ritual seks/perkawinan. Jadi Valentine’s Day memang tidak memperingati kasih sayang tapi memperingati love/cinta dalam arti seks. Atau dengan bahasa lain, Valentine’s Day adalah HARI SEKS BEBAS.

Dan pada kenyataannya tradisi seks bebas inilah yang berkembang saat ini di Indonesia. Padahal di Eropa sendiri tradisi ini mulai ditinggalkan. Maka, semua ini adalah upaya pendangkalan akidah generasi muda Islam mahasiswa-mahasiswi islam.

Inilah yang dikatakan Samuel Zweimer dalam konferensi gereja di Quds (1935): “Misi utama kita bukan menghancurkan kaum Muslim. Sebagai seorang Kristen tujuan kalian adalah mempersiapkan generasi baru yang jauh dari Islam, generasi yang sesuai dengan kehendak kaum penjajah, generasi malas yang hanya mengejar kepuasan hawa nafsu”. Nauzubillah. [S_At-Tamaam/ Irene H]

Address

Parepare
91132

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when GEMA Pembebasan Kota Parepare posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share