20/03/2016
[DOK.] GP-Press. Gelombang tuntutan pembubaran Densus 88 terus mengalir, tak terkecuali dari GEMA (Gerakan Mahasiswa ) Pembebasan Kota Parepare pada Sabtu pagi (19/3/2016) di depan Monumen BJ Habibi. Gema Pembebasan membentangkan spanduk yang bertuliskan “ DENSUS 88 Algojo AS Kafir Penjajah Dzalim dan Biadab Kepada Umat Islam, Bubarkan dan Adili!” dan juga poster-poster yang berisi tuntutan-tuntutan untuk Densus maupun seruan Revolusi Islam. Idhar yang menjadi Koordinator aksi menjelaskan bahwa aksi ini untuk menuntut kekejian Densus 88 yang harus segera di hentikan. Salah seorang orator, Zainal menjelaskan pembunuhan Siyono telah menambah daftar panjang data-data yang menjadi korban kebrutalan Densus 88,” Kasus kematian terduga teroris oleh Densus 88 ini bukan pertama kalinya. Komnas HAM telah menerima setidaknya 118 laporan terduga teroris yang ditembak mati tanpa adanya pemeriksaan. Densus telah melakukan tindakan biadab ini dengan masih bermodalkan kata terduga.” Jelas Zainal.
Orator lainnya yakni Zulfikar memaparkan bahwa terbentuknya Densus 88 ini untuk menjadi mesin pembunuh penjajah dalam menjaga kepentingannya, “Terbentuknya Densus jelas menjadi alat penjajah membunuhi kaum Muslimin yang belum terbukti bersalah. Tentunya semua itu untuk menjaga kepentingan mereka dalam menjajah negeri ini yang semakin masuk dalam ancaman Neo-Liberalisme.” Ungkap Zulfikar.
Sementara itu Ketua Gema Pembebasan Kota Parepare, Syakir menyoroti sikap arogan Densus dalam melakukan aksi penangkapan, “Islam sangat membenci terorisme, namun ketika pembunuhan apalagi kepada muslim yang belum terbukti bersalah jelas sangat tidak dibolehkan. Kinerja Densus yang terjadi di lapangan membuktikan bahwa Densus harus segera dibubarkan. Apalagi kesatuan ini telah mendapat campur tangan asing dan ini tentu menunjukkan bahwa negeri ini tidak berdaulat. Maka dari itu kami menyerukan solusi dengan tegaknya Syariah Islam.” Teriak Syakir.
Diakhir aksi dibacakan press release Gema Pembebasan oleh Syaiful. Tampak p**a para awak media yang meliput maupun aparat kepolisian yang mengawal jalannya aksi.[]