Puisi Terindah

Puisi Terindah kata-kata terindah

07/10/2023

Aku tahu, jika hal ini akan terjadi.
Namun saat itu, aku terlalu sombong.
Merasa hebat dan kuat.
Namun nyatanya, hari ini aku sekarat.
Aku lelah dan ingin berhenti.
Tak sanggup lagi kulanjutkan hari ini.
Sungguh, ingin rasanya hilang diri.
Namun aku lihat,
Ada hal yg tak dapat kutinggal sendiri.
Capek ...
Kenapa semua menjadi tak terkendali?
Kemana perginya diriku yang pemberani?
Mengapa perasaan menjadi sesakit ini?
Seolah patah hati setiap hari.

Pasuruan, 8 Oktober 2023

14/12/2020

- Kamu, yang kuharap adalah jodohku -

Hei kamu!
Yang selalu memenuhi malamku akhir-akhir ini.
Jangan membuatku menunggu terlalu lama.
Aku tidak s**a hidup tanpa kepastian.
Hei kamu!
Yang membuatku jatuh hati karena sikapmu yang pendiam.
Yang membuatku ingin tahu banyak hal karena sifatmu yang pemalu.
Yang membuatku terus bertanya,
Tentang hari saat kau ganti status 'lajang'mu menjadi pemilik hatiku.
Hei kamu!
Yang kusebut namamu dalam doaku.
Juga dalam doa ibuku yang begitu menyukaimu.
Yang diistikharahkan oleh banyak orang yg mengenalku.
Semoga Allah lekas memantapkan hatimu.
Hei kamu!
Yang bacaan Al-Qur'annya membuatku candu.
Yang tutur katamu membuatku rindu.
Yang nasehatmu selalu kutunggu.
Tidak ada yang kulihat darimu.
Selain ketaqwaanmu pada Rabb-ku.

08/12/2020

♡ Malam Ahad yang Istimewa ♡

Sebelumnya, semua terasa biasa.
Tak ada yang spesial.
Malam Minggu, berlalu tanpa kenangan.
Satu hari itu saja.
Tiba-tiba menjadi sangat istimewa.
Membuat pipiku merona.
Walau tak semerah Delima.
Ibu memanggilku, dengan bahasa isyarat yang tentu kumengerti.
Aku menolak malu. Bukan karena tidak mau.
bersemu malu, kuberjalan merunduk.
Dan duduk pun tetap merunduk.
Hingga seseorang berkata,
Meminta kami untuk saling bertatap muka.
Dengan malu, aku mencoba melirik.
Sedikit saja. Awalnya hanya rasa ingin tahu.
Bagaimana kondisi sebenarnya.
Namun, setengah jam itu,
Kuhabiskan untuk mencuri pandang.
Membuat jantungku makin berdetak kencang.
Saat waktu sudah berlalu,
Yang kulihat pun perlahan menghilang.
Tak ada sepatah kata,
Hanya sebuah permintaan,
Ingin aku untuk belikan jajan.
Ah ... dia sangat manis ...
Seperti permen kapas yang meleleh di mulutku.

08/12/2020

*Tentang hari Senin*

Senin pagi yang malas,
Kebanyakan orang berpendapat begitu.
Mereka enggan melepas Ahad,
Berharap hari itu tak pernah berganti Senin.
Karena ... setumpuk tugas menunggu.
Sejuta kerjaan memburu.
Tapi hari Senin selalu istimewa bagiku.
Karena kekasihku, Rosulullah lahir pada hari Senin.
Aku ingin selalu bersemangat,
Melalui Seninku yang mulia.
Tapi terjadi lagi,
Kesakitan di hari yang aku s**ai.
Tubuhku meriang dari pagi,
Perut terasa mual? Tidak.
Hanya saja terasa ingin lepas dari empunya.
Perih, dan itu membuatku ingin mengeluarkan seluruh isinya.
Sakit. Sungguh ini sakit sekali.
Aku terus meronta dalam diam.
Malu, jika yang lain melihat betapa lemahnya aku.
Masalahnya tidak hanya perut.
Namun seluruh anggota badan terasa remuk.
Beberapa kali aku masuk kamar mandi.
Untuk apa? Nangis sendirian.
Rasanya ingin pulang, bermanja pada ibuku yang penyayang.
Tapi hatiku berat. Sangat berat.
Padahal, tempat ini sering memperlakukanku dg tidak adil.
Namun aku masih tidak bisa lari begitu saja meninggalkan yg lain dalam kekcauan.
Tanggung jawab itu bertumpu dg sekaligus di pundakku yang kecil.
Membuat punggung dan dadaku terasa sesak.
Jika aku ingat, ini terjadi setiap hari Senin.
Prasangka buruk itu ada, namun aku ingin menepisnya.
Jika bukan karena Allah, sebab apalagi aku berusaha sabar?
Semoga Allah menjagaku.
Semoga Allah menguatkanku.

24/07/2020

Aku benar-benar sendiri
Terabaikan dan tak ada yang peduli
Apa ini yang dinamakan takdir
Atau ini hanyalah suatu peran yang harus kujalani dan
akan berakhir….
Dengan langkah sigap dan tujuan pasti, kuawali hari
Berharap kesulitan tak menhampiri kutentukan misi
Tapi apa yang terjadi
Aku masuk ke dalam dunia yang sama sekali tak ku
mengerti
Aku hanyalah seorang pemimpi yang selalu lari dari
kenyataan
Tenggelam dalam kerapuhan dan terus larut dalam
kesedihan
Aku hanyalah seorang pecundang yang takut akan rin
tangan dan kekalahan
Yang kini mencoba merangkai mimpi dan harapan

05/01/2020

Kesabaranmu..
Meluluhkan hatiku
Membuka mataku
Menghapus air mataKu
Mendekap kasihku
Kesabaranmu..
Membuatku mengerti
Arti mencintai
Arti memahami
Sebuah ketulusan hati
Kesabaranmu..
Tegarkan hidupku
Tenangkan jiwaku
Redamkan amarahku
Hancurkan egoku
Karna sabarnya
Kembalikan cinta
Yang sempat sirna
Menjadi hidup n penuh warna
Kembaliku ceria

02/01/2020

Sepiring amarah

Aku memang sedang lapar
Aku memang ingin makan
Entah apa yang Akan kau suguhkan
Entah apa yang Akan kau Hidangkan

Fikiran ini Sedang Jenuh
Kalut
Bingung
Resah
Gelisah
Menelaah kerasnya Dunia
Bersaing demi sebutir Padi
Demi setetes Air,,
Demi secercah Rasa

Semua itu untukmu
Itu untukmu
Untuk Kebahagiaanmu

Senyum si kecil adalah obat
Dikala Aku ingin menyerah
Dikala Aku ingin Pergi
Aku Tak berharap Bisa Bahagia
Tapi Aku tak kan rela
Melihat si kecilku Tak Bahagia
Biar ku tanggung sendiri Beban ini
Demi masa Depan indah di hari nanti

Simpanlah Sepiring Amarah itu
Tutup rapat dengan tudung saji putih
Aku berjanji
Saat ku pulang nanti, Akan ku bawa Bahagia di Atas piring ini


Maaf baru bisa menulis lagi :)

02/01/2020
30/10/2018

🕯 Kerinduan Dalam Hening 🕯

Kedua pasang iris itu saling menatap. Bercengkrama dalam diam. Setiap detik seakan menyiratkan banyak pertanyaan. Ataukah ... sebuah kerinduan? Ini adalah waktu yang cukup lama. Saat keduanya memutuskan untuk saling berhenti dan tak lagi berjumpa apalagi bertegur sapa. Tapi kali ini, dalam diam pun bisikan hati itu seakan terdengar seperti berteriak. Ingin merangkul, memeluk dan saling berkecup. Namun ego itu terlalu tinggi. Bahkan mampu menahan getaran bibir yang sebenarnya sudah tidak sanggup untuk terus bergeming. Ingin berucap, "Apa kabarmu hari ini?" Atau sekedar menyapa "Hai".

Akankah, takdir yang terpisah itu saling bertaut lagi? Setelah sekian banyak kata nahas yang saling terlontar karena perasaan marah dan kekecewaan. Akankah takdir yang terhenti itu dapat saling bertemu lagi? Kembali menumbuhkan benih-benih cinta yang sebenarnya tidak pernah mati?

Ah, sekali lagi ego itu cukup mampu untuk saling membungkam. Setelah sekian lama saling memandang untuk sekedar melepas kerinduan dari bingkai mata yang hanya bertatap dalam diam. Namun akhirnya hanya berlalu tanpa sepatah kata. Membungkam perasaan bergejolak yang sekian lama telah merintih dalam menahan sakitnya keinginan tuk saling berjumpa.

24/07/2018

🕯 Betapa Angkuhnya 🕯

Sering ...
Sebuah usaha yang tak diakui
Sebuah Ketulusan yang tak dianghap
Sebuah Kerja keras yang ternistakan
Suatu Keberadaan yang terabaikan
Sering ...
Sebuah kesalahan dilimpahkan
Menjadi obyek tuk dikambing hitamkan
Disalahkan. Dipermalukan. Dicaci habis-habisan.
Dunia tahu!
Ke empat jari itu menunjuk sebaliknya
Tapi ego itu tak mau kalah
Rasa angkuh tetap merajalela
Yang penting, "Saya benar!"
Selalu benar. Dan selamanya benar.
Ego itu mengabaikan logika
Menggerogoti nurani
Menutup mata hati.

24/07/2018

🕯Kesunyian Hati 🕯

Suara denting jarum jam
Terus melangkah pada tempat tak bertepi
Perlahan, derap detak suara jantung
Menyisihkan pilu yang tak berujung
Wahai ...
Kemana perginya perasaan bahagia?
Kemana berlalunya jiwa yang periang?
Hati ini terasa begitu sunyi
Terpeluk erat oleh kehampaan
Terombang ambing dalam kekosongan
Wahai hati!
Bangkitlah dan jangan terpuruk
Tak ada kebahagiaan tanpa usaha
Tak ada senyuman tanpa derita.

Address

Pasuruan
Pasuruan
67161

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Puisi Terindah posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share

Category