01/09/2026
HEMPASKAN BURNOUT: BERATNYA PEKERJAAN, ATAU PIKIRAN KITA? ๐ง โจ
Burnout ternyata tidak selalu tentang pekerjaan yang terlalu banyak atau menumpuk. Bisa jadi, yang membuat pekerjaan terasa berat adalah bagaimana pikiran kita memandang beban tersebut.
Hal ini disampaikan oleh Bapak Addin Diyan Guritno, S.ST., M.M. dalam PMB pada Selasa, 1 September 2026.
Pekerjaan yang sama bisa terasa sangat berat ketika pikiran kita sudah mengatakan, โWah, ini pasti berat.โ Namun, ketika mulai dikerjakan, ternyata pekerjaan itu bisa selesai dan tidak seberat yang sebelumnya kita bayangkan.
Dari buku yang pernah beliau baca, manusia memiliki sesuatu yang unik: alam sadar dan alam bawah sadar. Keduanya dapat memengaruhi bagaimana kita memandang dan merespons sesuatu. Karena itu, mengelola pikiran menjadi salah satu bagian penting dalam menghadapi burnout.
Lalu, bagaimana cara mengatasinya? Setiap orang tentu punya cara masing-masing. Bagi Pak Addin, salah satu cara terbaik untuk mengisi kembali energi adalah jalan-jalan ke alam ๐ฟ seperti menikmati pantai atau mendaki gunung, daripada menghabiskan waktu di tempat yang ramai seperti mal.
Sebab, terkadang yang kita butuhkan bukan benar-benar menjauh dari pekerjaan, tetapi berhenti sejenak, mengubah suasana, dan memberi ruang bagi pikiran untuk bernapas.
Jadi, sebelum mengatakan โAku sudah terlalu capek,โ mungkin kita bisa berhenti sejenak dan bertanya:
Apakah pekerjaannya yang benar-benar berat, atau pikiran kita yang sudah lebih dulu menganggapnya berat?
Yuk, hempaskan burnout.
Atur beban, kelola pikiran, dan jangan lupa beri diri sendiri waktu untuk pulih ๐