28/05/2024
Seorang Pemabuk
Diceritakan dalam kitab irsyadul ibad halaman 83. Bahwasanya ada seorang laki-laki yang sering melakukan kerusakan/kemaksiatan dia meninggal dunia didaerah kota Bashroh, istrinya tidak menemukan seseorang mau yang memikul jenazahnya suaminya karena banyak orang yang tahu mengenai banyak kefasikan dan kemaksiatan yang dilakukan oleh seorang laki-laki tadi bahkan para manusia menjauhinya,akhirnya istrinya menyewa 2 orang guna untuk memikul jenazah tersebut ke tempat sholat, dan tidak satupun seseorang yang mensholatinya,kemudian dibawahlah ke gua untuk dikuburkan disana.Tempat tersebut dekat dengan gunung yang disitulah ada seorang laki-laki yang terkenal sifat kezuhud tanya dan termasuk orang mulia ditempat tinggalnya,kemudian laki-laki itu turun dari gunung bertujuan untuk mensholati jenazah tadi.Berita itu sampai menyebar ke penjuru daerah ,mereka berkata : si fulan itu turun demi untuk mensholati jenazah yang selama hidupnya sering melakukan kemaksiatan.Kemudian para manusia berbondong-bondong keluar juga ikut serta mensholati jenazah itu bersama seseorang yang zuhud tadi.Mereka semua tampak ta’jub dan penasaran dengan hal itu lantas orang yang zuhud tadi memberikan penjelasan kepada Masyarakat : saat saya tidur ada seseorang atau siapa yang berkata kepada saya “turunlah ke suatu tempat disitu ada jenazah yang tidak punya siapa-siapa lagi kecuali hanya seorang istrinya dan sholatlah terhadap jenazah itu ,jenazah itu sudah diampuni dosa-dosanya”. Setelah mendengar itu keta’juban mereka semakin bertambah.Kemudian orang zuhud tadi mengundang istrinya dari jenazah tersebut lantas bertanya kepadanya mengenai tingkahnya suaminya : Bagaiamana tingkahnya suamimu? suamiku ketika disiang hari selalu berada ditempat kemaksiatan tersibukkan untuk selalu minum khamr jawab seorang istri.Orang zahud menanggapi lagi :Tunggulah, coba ingat-ingat atau periksalah amal kebaikannya suaminya apa?
Istrinya lalu menjawab dan menceritakan kejadian suaminya :Demi Allah setiap hari setiap mau menjelang subuh suamiku selalu sadar lalu mengganti pakaianya(saat digunakan/diapakai dalam kemaksiatan) lalu melakukan wudhu dan melakukan sholat subuh kemudian setelah itu Kembali untuk melakukan kemaksiatan,meminum khamr dan bersenang-senang.Rumahnya(rumahku) tidak pernah sepi adanya 1 anak yatim dan 2 anak yatim suamiku selalu memuliakan anak-anak yatim bahkan sampai mengalahkan anaknya sendiri. Suatu hari ditengah-tengah kemabukannya suamiku sadar lalu menangis dan berkata : Wahai Tuhanku Ditingkat manakah neraka cocok untuk saya tempati ? yang Engkau berikan kepada saya atas segala kemaksiatan yang pernah kulakukan.
(Kajen, 28 Mei 2024)