Desa Sukolilo

Desa Sukolilo Desa Sukolilo, Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati, Jawa Tengah Sukolilo adalah Desa di Kecamatan Sukolilo, Pati, Jawa Tengah, Indonesia. Sumber Jatipohon Kec.

Tepat di tengah-tengah desa di belah oleh jalan raya yang menghubungkan Kabupaten Pati dengan Kabupaten Grobogan. Jalan ini sekaligus menjadi jalan alternatif untuk menuju Semarang, Solo, maupun Yogyakarta. Luas wilayah desa Sukolilo adalah 928 Ha. Batas desa :
Sebelah Utara Ds. Baturejo
Sebelah Timur Ds. Gadudero
Sebelah Selatan Ds. Grobogan
Sebelah Barat Ds. Kedungwinong

Secara adminstratif

desa Sukolilo terbagi dalam 10 RW / Dusun dan total 59 RT (Rumah Tetangga) seperti berikut :

RW / Dusun Jumlah RT Jumlah KK
01 Jembangan 4
02 Ngawen 5
03 Bowong 7
04 Ledok 3
05 Misik 6
06 Lebak Wetan 8
07 Lebak Kulon 8
08 Tengahan 6
09 Sanggrahan 5
10 Gemblung 7
JUMLAH 59 3.673

16/11/2017

MuriaNewsCom, Pati - Warga Pati mendapatkan jatah program sertifikasi tanah gratis sebanyak 45.000 sertifikat. Hal itu disampaikan Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Pati Yoyok Hadimulyo Anwar, Rabu (15/11/2017). "Tahun depan, warga Pati mendapatkan jatah pendaftaran tanah sistematis lengkap

16/11/2017

MuriaNewsCom, Pati - Jajaran Polsek Sukolilo melakukan razia penyakit masyarakat di sejumlah titik di Kecamatan Sukolilo, Rabu (15/11/2017). Dalam razia tersebut, polisi menemukan sejumlah siswa yang mangkal di warung. Mereka membawa senjata dari rantai yang dikaitkan dengan gir sepeda motor.

12/08/2017
Peta Desa SukoliloLuas wilayah Desa Sukolilo adalah 928 Ha.Batas desa :Sebelah Utara  Ds. BaturejoSebelah Timur  Ds. Gad...
12/08/2017

Peta Desa Sukolilo
Luas wilayah Desa Sukolilo adalah 928 Ha.

Batas desa :
Sebelah Utara Ds. Baturejo
Sebelah Timur Ds. Gadudero
Sebelah Selatan Ds. Sumber Jatipohon Kec. Grobogan
Sebelah Barat Ds. Kedungwinong
Secara adminstratif desa Sukolilo terbagi dalam 10 RW / Dusun dan total 59 RT (Rumah Tetangga)

Sebagaimana tercantum pada Peraturan Daerah Kab Pati Nomor 5 tahun 2015 yang dapat dilihat di Inspektorat Kabupaten Pati...
12/08/2017

Sebagaimana tercantum pada Peraturan Daerah Kab Pati Nomor 5 tahun 2015 yang dapat dilihat di Inspektorat Kabupaten Pati, maka susunan struktur pemerintah desa Sukolilo tahun 2015

Tradisi MeronMeron merupakan tradisi yang ada di Desa Sukolilo. Meron merupakan tiruan adat Sekatenan menyambut Maulid N...
12/08/2017

Tradisi Meron

Meron merupakan tradisi yang ada di Desa Sukolilo. Meron merupakan tiruan adat Sekatenan menyambut Maulid Nabi Muhammad S.A.W di Mataram atau Yogyakarta.

Sejarah Tradisi Meron berawal dari Desa Sukolilo yang merupakan Kademangan dibawah kekuasaan Kadipaten Pati Pesantenan. Usai perang Kesultanan Mataram menumpas perlawanan Adipati Pati, sekitar tahun 1600 sisa-sisa prajurit Mataram yang bertugas di Kademangan Sukolilo tidak pulang ke Mataram namun mesanggrah (beristirahat) di Kademangan Sukolilo.

Para prajurit ingat setiap tanggal 12 Maulud di Mataram menyelenggarakan upacara Sekaten menyambut Maulid Nabi S.A.W. Para prajurit ijin untuk tidak pulang dengan alasan berjaga-jaga agar tidak terjadi pembangkangan, dan juga menyampaikan permohonan untuk menyelenggarakan upacara Sekatenan di Sukolilo.

Berkat ijin tersebut Kademangan Sukolilo diperkenankan mengadakan upacara serupa (Sekaten) setiap tahunnya di Sukolilo. Namun tidak lagi menggunakan nama Sekaten tetapi menjadi Meron. Tradisi ini setiap tahunnya dilestarikan oleh masyarakat Sukolilo hingga sekarang.

Sumber : Zuhdi, Ali dan Swidarto. 2005. Tradisi Meron di Desa Sukolilo Pati Sejarah dan Makna Filosofinya. Pati. Sultan.Com
sumber gambar: www.sekitarpantura.com

12/08/2017

Sejarah Asal Usul Nama Sukolilo

Sukolilo berasal dari dua kosakata Suko berarti senang dan Lilo yang berarti ikhlas. Dengan harapan masyarakat Sukolilo memiliki budi pekerti senang, ikhlas, saling menolong dan senang memberi.

Soal sejarah nama Sukolilo sendiri belum diketahui secara pasti. Namun Desa Sukolilo sering dihubungkan dengan legenda Ki Ageng Giring dan Ki Ageng Pemanahan. Pada saat itu Ki Ageng Pemanahan sedang mencari kakak seperguruannya Ki Ageng Giring. Setelah sampai, Ki Ageng Pemanahan dijamu oleh Nyai Ageng Giring (istri Ki Ageng Giring).

Singkat cerita, Ki Ageng Pemanahan diberi jamuan air kelapa oleh Nyai Ageng Giring. Saat mengetahui hal tersebut Ki Ageng Giring marah kepada Nyai Ageng. Ternyara air kelapa yang diminum oleh Ki Ageng Pemanahan memiliki petuah, niscaya siapapun yang meminum air kelapa tersebut akan melahirkan raja-raja ditanah Jawa.

Ki Ageng Giring meminta kepada Ki Ageng Pemanahan untuk menjadikan agar kelak merelakan anaknya (Ki Ageng Giring) menjadi raja pada keturunan ketiga. Mendengar permintaan tersebut Ki Ageng Pemanahan menolak dan melanjutkan negosiasi, hingga menghasilkan kesepakatan kelak pada keturunan ketujuh menjadi raja ditanah Jawa.

“Dhi, sampai sini saja saya dapat mengantarkan adhi,” kata Ki Ageng Giring saat mengantarkan Ki Ageng Pemanahan sampai Tulang Tumenggung (lokasi penyebrangan aliran sungai Sumber Lawang yang memiliki dua muara).

“Ya, Kang, Trimakasih atas keluhuran budi kakang terhadap saya.. lelakon sing wis dak tindakake wingi-wingi, mengepokan karo degan sing tak ombe banyune aku yo ora ngerti sak sukolilamu aku njaluk pengapuro” Ki Ageng Pemanahan berpesan.

“ Yo, dhi, podho-podho pengapurane”.

Talang Tumenggung merupakan saksi ucapan Ki Ageng Giring dan Ki Ageng Pemanahan, hingga menjadi nama “Sukolilo”.

Address

Jalan Pati/Purwodadi Km 27, Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati, Indonesia/
Pati
59172

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Desa Sukolilo posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share