04/04/2026
Warga Pekalongan diimbau mulai meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi dampak El Nino dan musim kemarau 2026 yang diprediksi lebih kering dari biasanya. Kondisi ini berisiko menyebabkan berkurangnya ketersediaan air bersih, meningkatnya suhu udara, hingga potensi kebakaran di lingkungan permukiman maupun lahan terbuka.
BMKG memproyeksikan sebagian wilayah Indonesia mulai memasuki musim kemarau sejak April 2026. Selain itu, terdapat peluang munculnya El Nino lemah hingga moderat pada semester kedua tahun ini yang dapat menurunkan curah hujan, khususnya di wilayah Jawa.
Di Pekalongan, kondisi ini perlu diantisipasi sejak dini, terutama di wilayah pesisir dan daerah yang selama ini rentan kekurangan air bersih. Saat kemarau panjang, debit air sumur bisa menurun, bahkan sebagian mengalami penurunan kualitas akibat intrusi air laut.
Langkah paling penting yang bisa dilakukan masyarakat adalah mulai menghemat penggunaan air. Gunakan air seperlunya, periksa kebocoran saluran, serta siapkan cadangan air bersih di rumah. Peralatan seperti toren, p***a, dan tempat penampungan juga perlu dipastikan dalam kondisi baik.
Selain itu, warga juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran. Cuaca panas dan kering membuat api lebih mudah menyebar, sehingga aktivitas membakar sampah sembarangan sebaiknya dihindari. Instalasi listrik di rumah juga perlu dicek secara berkala untuk mencegah korsleting.
Bagi petani, penyesuaian pola tanam menjadi langkah penting. Memilih jenis tanaman yang lebih tahan kekeringan serta mengatur penggunaan air irigasi dapat membantu mengurangi risiko gagal panen.
Masyarakat juga diimbau untuk aktif memantau informasi resmi dari BMKG dan pemerintah daerah agar tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi. Jika mulai mengalami kesulitan air bersih, warga dapat segera melapor kepada pihak terkait agar bantuan dapat segera disalurkan.
Menghadapi El Nino bukan soal panik, tetapi soal kesiapan. Dengan langkah antisipasi