05/09/2026
π«β¨ ACTIVE CASE FINDING (ACF) TBC β HARI KE-2
π’ RUTAN KELAS 2A PEKALONGAN
π TEMUKAN LEBIH CEPAT, CEGAH PENULARAN, OBATI SAMPAI SEMBUH!
Upaya menemukan kasus Tuberkulosis (TBC) terus diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor. Dinas Kesehatan Kota Pekalongan kembali melaksanakan Active Case Finding (ACF) TBC Hari Ke-2 di RUTAN Kelas 2A Pekalongan.
π
Sabtu, 5 September 2026
β° 08.00 WIB β selesai
π RUTAN Kelas 2A Pekalongan
Kegiatan ini merupakan wujud nyata kolaborasi multisektoral yang melibatkan Puskesmas Kusuma Bangsa, Kecamatan, Kelurahan, Bhabinkamtibmas, Kader Mentari Sehat Indonesia (MSI), serta radiografer dari organisasi profesi PARI.
π©Ί RANGKAIAN KEGIATAN
π€ Edukasi TBC
Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekalongan memberikan edukasi mengenai TBC, mulai dari pentingnya mengenali gejala, mencegah penularan, melakukan pemeriksaan, hingga menjalani pengobatan sampai sembuh.
π©Ί Cek Kesehatan Gratis (CKG)
Pemeriksaan kesehatan dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga dan meningkatkan derajat kesehatan WBP.
π©» Skrining TBC dengan Portable X-Ray
Teknologi Portable X-Ray berbasis Artificial Intelligence (AI) dimanfaatkan untuk membantu menemukan indikasi TBC secara lebih cepat.
π¬ Follow Up Pemeriksaan TCM
WBP yang terindikasi TBC berdasarkan hasil pembacaan AI Portable X-Ray mendapatkan tindak lanjut pemeriksaan Tes Cepat Molekuler (TCM).
π Motivasi Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT)
Kontak pasien TBC diberikan edukasi dan motivasi agar bersedia menjalani TPT sesuai indikasi, sebagai bagian dari upaya mencegah berkembangnya TBC.
π HASIL KEGIATAN
π₯ Jumlah sasaran: 100 orang
π©» Jumlah yang menjalani rontgen: 100 orang
β οΈ Terduga TBC: 5 orang
Kegiatan turut dihadiri oleh:
π€ Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekalongan
π€ Kepala Rutan Kelas 2A Pekalongan
π€ Supervisor Kegiatan Dinas Kesehatan Kota Pekalongan
π€ Didukung oleh:
β’ Persatuan Asosiasi Radiografer Indonesia (PARI)
β’ Mentari Sehat Indonesia (MSI) Cabang Kota Pekalongan
π ACF TBC bukan sekadar pemeriksaan, tetapi langkah nyata untuk memutus mata rantai penularan TBC.
Dengan kolaborasi lintas sektor, pemanfaatan teknologi, edukasi, pemeriksaan dini, dan tindak lanjut yang tepat, kita bergerak ber