27/08/2020
Calon Tunggal Bukti kaderisasi Partai Politik Lemah
Jika partai secara beramai-ramai mendukung hanya pada salah satu pasang calon, partai lebih memilih jalur pragmatis daripada mengkontestasikan gagasan yang dimilikinya. Terlebih lagi pragmatisme partai politik ini semakin menguat karena masifnya politik transaksional yang terjadi. Seperti halnya adanya biaya mahar politik yang harus dikeluarkan oleh kandidat agar partai mau mengusung mereka
Oleh karena itu, jika fenomena calon tunggal ini terus berlanjut dan tren angkanya terus meningkat, publik akan semakin dirugikan. Masyarakat tidak memiliki pilihan kandidat lain yang dapat dipertimbangkan. Selain itu, kehadiran calon tunggal dapat berpotensi melemahkan fungsi checks and balances DPRD terhadap Kepala Daerah. Maka dari itu, ke depan partai politik harus lebih serius melakukan kaderisasi kepemimpinan di internal mereka.
Fadel Basrianto, Peneliti Bidang Politik The Indonesian Institute, [email protected]