14/05/2026
๐ ๐ฎ๐ต๐ฎ๐๐ถ๐๐๐ถ ๐ฑ๐ถ ๐ ๐ฎ๐ธ๐ฎ๐๐๐ฎ๐ฟ ๐๐ถ๐๐ฒ๐ธ๐ฎ๐ฝ ๐ฑ๐ฎ๐ป ๐๐น๐ฎ๐บ๐ถ ๐๐ฏ๐ธ๐ฒ๐ฟ๐ฎ๐๐ฐ๐ป ๐ฆ๐ฏ๐ธ๐๐๐ฐ๐น ๐๐ฒ๐ฟ๐บ๐ผ๐ฑ๐๐ ๐๐ผ๐๐ผ๐ป๐ด๐ฎ๐ป ๐๐ฒ๐ฟ๐ท๐ฎ ๐ฑ๐ถ ๐๐ฎ๐ฐ๐ฒ๐ฏ๐ผ๐ผ๐ธ
MAKASSAR โ Nasib pilu menimpa seorang mahasiswi berinisial MR (20) di Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Korban diduga menjadi korban penyekapan dan kekerasan seksual setelah tergiur tawaran pekerjaan sebagai pengasuh anak (babysitter) yang diunggah melalui media sosial Facebook.
โKejadian bermula saat MR melihat lowongan kerja tersebut dan memutuskan untuk mengirimkan berkas lamaran. Setelah dinyatakan lolos, korban diminta datang ke sebuah rumah kontrakan yang berlokasi di kawasan Jalan Metro Tanjung Bunga, Kecamatan Tamalate, Makassar. Bukannya mendapatkan pekerjaan, korban justru tertahan dan mengalami tindakan kekerasan.
โKasus ini mulai terungkap pada Minggu, 10 Mei 2026. Korban berhasil melarikan diri dari rumah kontrakan tersebut dan ditemukan oleh warga sekitar dalam kondisi yang memprihatinkan, dengan tangan yang masih terikat tali.
โKanit Reskrim Polsek Tamalate, Iptu Abd Latief, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Pihaknya segera menuju lokasi setelah menerima laporan dari warga yang menemukan korban di dalam kompleks perumahan komersial.
โ"Iya, benar. Kami mendapat laporan kemarin dan saat ke lokasi kami menemukan seorang perempuan dalam kondisi tangannya terikat," ujar Iptu Abd Latief pada Rabu, 13 Mei 2026.
โSetelah berhasil dievakuasi oleh petugas, penanganan kasus ini kini telah dilimpahkan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) untuk penyelidikan lebih lanjut. Sementara itu, terduga pelaku yang berinisial FR dilaporkan telah melarikan diri dan saat ini masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) oleh pihak kepolisian.
โMasyarakat diimbau untuk selalu waspada dan melakukan verifikasi mendalam terhadap tawaran pekerjaan yang beredar di media sosial guna menghindari modus kejahatan serupa.