Baznas Provinsi Kalimantan Barat

Baznas Provinsi Kalimantan Barat BAZNAS PROVINSI KALBAR
Mari Bersama Memuliakan Diri Dengan Berzakat, dan Mensejahterakan Umat Denga

https://baznaskalbar.com/campaign/bantuan-sembako-untuk-dai-guru-ngaji-marbot-masjid/BAZNAS Provinsi Kalbar Salurkan Ban...
29/07/2026

https://baznaskalbar.com/campaign/bantuan-sembako-untuk-dai-guru-ngaji-marbot-masjid/

BAZNAS Provinsi Kalbar Salurkan Bantuan Sarana dan Prasarana untuk Surau Al-Ikhlas

Pontianak – BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat menyalurkan bantuan sarana dan prasarana untuk mendukung aktivitas ibadah masyarakat. Kali ini, bantuan diberikan kepada Surau Al-Ikhlas sebagai bentuk kepedulian terhadap rumah ibadah yang telah lama menjadi pusat pembinaan keagamaan dan pendidikan Al-Qur'an bagi masyarakat sekitar.

Pimpinan Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS Provinsi Kalbar, Iswardani, S.E.I., menyampaikan bahwa Surau Al-Ikhlas merupakan salah satu surau yang telah berdiri cukup lama dan telah melahirkan banyak generasi yang belajar mengaji melalui Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPA). Namun, keberadaannya sering kali luput dari perhatian sehingga masih menghadapi berbagai keterbatasan dalam operasional sehari-hari.

"Dari sekian banyak masjid dan surau yang ada di Kota Pontianak, Surau Al-Ikhlas merupakan salah satu yang terkadang luput dari perhatian umat. Surau ini telah berdiri cukup lama dan telah melahirkan banyak lulusan TPA. Namun, untuk membayar tagihan listrik dan PDAM saja terkadang harus terlambat karena belum memiliki kas yang mencukupi," ujarnya.

Ia berharap bantuan yang berasal dari dana zakat, infak, dan sedekah masyarakat Kalimantan Barat dapat membantu memenuhi kebutuhan sarana dan prasarana surau, sehingga aktivitas ibadah dan pembinaan keagamaan dapat terus berjalan dengan baik.

"Mudah-mudahan melalui bantuan yang dihimpun dari zakat, infak, dan sedekah masyarakat Kalimantan Barat ini, Surau Al-Ikhlas dapat terus memberikan penerangan, kenyamanan, dan menjadi tempat ibadah yang semakin bermanfaat bagi masyarakat sekitar," tambahnya.

Sementara itu, Ust. H. Solihin selaku imam Surau Al-Ikhlas menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian yang diberikan oleh BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat.

Melalui program ini, BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat terus berkomitmen menyalurkan amanah zakat, infak, dan sedekah secara tepat sasaran, termasuk mendukung keberlangsungan rumah-rumah ibadah yang menjadi pusat pembinaan umat dan syia

https://baznaskalbar.com/campaign/program-peduli-disabilitas-dan-anak-yatim/Menguatkan Senyum Anak Yatim, BAZNAS Provins...
29/07/2026

https://baznaskalbar.com/campaign/program-peduli-disabilitas-dan-anak-yatim/
Menguatkan Senyum Anak Yatim, BAZNAS Provinsi Kalbar Salurkan Bantuan untuk Azmi

Pontianak – BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat menyalurkan bantuan kepada Azmi, seorang anak berusia 6 tahun yang kehilangan ayahnya, Muhammad Nur Arifin, pada April 2025. Azmi yang tinggal di Gang Tenaga Baru, Sungai Jawi, harus menghadapi kehilangan sosok ayah di usia yang masih sangat belia.

Pimpinan Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS Provinsi Kalbar, Iswardani, S.E.I., menyampaikan bahwa perhatian terhadap anak yatim merupakan bagian dari nilai-nilai yang diajarkan Rasulullah SAW.

"Rasulullah mengajarkan bahwa mengusap kepala anak yatim merupakan amalan yang sangat dianjurkan. Makna mengusap kepala anak yatim bukan sekadar sentuhan fisik, tetapi juga menghadirkan perhatian, kepedulian, kasih sayang, dan empati kepada mereka yang harus kehilangan sosok ayah di usia yang belum siap menerima kenyataan tersebut," ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa BAZNAS Provinsi Kalbar menaruh perhatian besar terhadap kesejahteraan anak-anak yatim sebagai bagian dari amanah pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS). Melalui berbagai program kepedulian, BAZNAS berupaya memastikan mereka tetap memiliki kesempatan untuk tumbuh, belajar, dan meraih masa depan yang lebih baik.

"Karena itu, BAZNAS Provinsi Kalbar mengajak seluruh masyarakat Kalimantan Barat untuk bersama-sama menjadi orang tua asuh bagi anak-anak yatim. Caranya sangat sederhana, cukup menyisihkan sebagian rezeki atau sisa uang belanja yang kita miliki. Insya Allah, dari kepedulian kecil tersebut, mereka dapat terus tersenyum, melanjutkan pendidikan, dan tidak lagi merasa khawatir akan kebutuhan hidup sehari-hari," tambahnya.

Melalui bantuan ini, BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat berharap semakin banyak masyarakat yang tergerak untuk berbagi kebahagiaan dengan anak-anak yatim. Sebab, kepedulian yang diberikan hari ini dapat menjadi harapan besar bagi masa depan mereka sekaligus menjadi amal jariyah yang terus mengalir bagi para dermawan.

https://baznaskalbar.com/campaign/program-insentif-guru-honorer/BAZNAS Provinsi Kalbar Salurkan Bantuan untuk 10 Guru Ho...
29/07/2026

https://baznaskalbar.com/campaign/program-insentif-guru-honorer/

BAZNAS Provinsi Kalbar Salurkan Bantuan untuk 10 Guru Honorer SMK Muhammadiyah 2 Pontianak

Pontianak – BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung dunia pendidikan melalui penyaluran bantuan kepada 10 guru honorer di SMK Muhammadiyah 2 Pontianak. Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian terhadap para tenaga pendidik yang telah mengabdikan diri, khususnya guru honorer yang belum memperoleh sertifikasi.

Kepala SMK Muhammadiyah 2 Pontianak, Suratno, S.T., menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas perhatian yang diberikan BAZNAS Provinsi Kalbar kepada para guru honorer di sekolahnya.

"Guru-guru kami yang belum tersertifikasi tentu sangat terbantu dengan adanya bantuan ini. Mudah-mudahan apa yang diberikan BAZNAS membawa manfaat dan keberkahan bagi para penerima," ujarnya.

Sementara itu, Pimpinan Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS Provinsi Kalbar, Iswardani, S.E.I., menegaskan bahwa bantuan ini merupakan bentuk kepedulian BAZNAS terhadap kesejahteraan guru honorer.

"Melalui bantuan ini kami ingin menunjukkan bahwa BAZNAS turut peduli terhadap nasib para guru honorer, khususnya yang belum tersertifikasi. Kami berharap ke depan para guru honorer dapat memperoleh kesempatan menjadi aparatur sipil negara maupun mendapatkan kesejahteraan yang lebih baik," ungkapnya.

Ia menjelaskan bahwa dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang dihimpun dari masyarakat dapat disalurkan kepada berbagai program yang memberikan manfaat luas, termasuk mendukung sektor pendidikan.

"BAZNAS Kalbar menghimpun dana umat agar kebermanfaatannya dapat dirasakan lebih luas. Semakin banyak masyarakat yang menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS, semakin banyak p**a guru, pelajar, dan masyarakat yang dapat menerima manfaat," jelasnya.

Menurut Iswardani, penyaluran bantuan kepada 10 guru honorer di SMK Muhammadiyah 2 Pontianak merupakan langkah awal yang diharapkan dapat terus berkembang.

"Program ini masih merupakan tahap perintisan. Hari ini kami menyalurkan bantuan kepada 10 guru honorer, dan ke depan kami berharap dapat menjangkau lebih banyak guru secara bertahap di berbagai sekolah di Kalimantan Barat," tambahnya.

Selain itu, ia menyampaikan bahwa BAZNAS Provinsi Kalbar terus mendorong program pendayagunaan zakat yang tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi juga produktif, sehingga mampu meningkatkan kemandirian dan kesejahteraan para penerima manfaat.

Dalam kesempatan tersebut juga dibahas peluang kolaborasi antara BAZNAS Provinsi Kalbar dan SMK Muhammadiyah 2 Pontianak, khususnya melalui Jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV), untuk mendukung publikasi dan peliputan berbagai kegiatan sosial serta pemberdayaan yang dilaksanakan BAZNAS.

Melalui program ini, BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat berharap kepedulian terhadap para guru honorer dapat terus tumbuh, sehingga mereka semakin termotivasi dalam menjalankan tugas mulia mencerdaskan generasi bangsa sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan di Kalimantan Barat.

https://baznaskalbar.com/campaign/program-bantuan-modal-usaha-umkm-baznas-kalbar/BAZNAS Provinsi Kalbar Kembali Perkuat ...
24/07/2026

https://baznaskalbar.com/campaign/program-bantuan-modal-usaha-umkm-baznas-kalbar/
BAZNAS Provinsi Kalbar Kembali Perkuat UMKM Ibu Lisdiana Melalui Program Pemberdayaan Ekonomi

Pontianak – Semangat pantang menyerah menjadi gambaran perjuangan Ibu Lisdiana, seorang ibu yang harus menjalani peran ganda setelah kepergian sang suami. Selain menjadi ibu bagi anak-anaknya, ia juga menjadi tulang punggung keluarga dengan mengandalkan usaha warung mie ayam yang dikelolanya setiap hari.

Setiap dini hari, Ibu Lisdiana memulai aktivitasnya dengan menyiapkan bahan dagangan. Semua dilakukan demi memastikan kebutuhan keluarga tetap terpenuhi dan agar anaknya yang masih menempuh pendidikan di bangku kuliah dapat terus melanjutkan cita-citanya tanpa harus terhenti karena keterbatasan ekonomi.

Melihat semangat dan kegigihan tersebut, BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat terus memberikan pendampingan melalui Program Pemberdayaan Ekonomi Mustahik.

Sebelumnya, pada 24 Februari 2026, BAZNAS Provinsi Kalbar telah menyalurkan bantuan berupa payung tenda jualan untuk menunjang aktivitas usaha Ibu Lisdiana. Bantuan tersebut menjadi langkah awal dalam meningkatkan kenyamanan dan daya tarik usahanya.

Seiring berkembangnya usaha dan meningkatnya jumlah pelanggan, Kamis (23/07/2026) BAZNAS Provinsi Kalbar kembali menyalurkan bantuan lanjutan berupa 10 kursi besi, 1 meja kecil, dan 1 meja sedang guna meningkatkan kapasitas pelayanan warung mie ayam milik Ibu Lisdiana.

Bantuan ini merupakan bentuk komitmen BAZNAS Provinsi Kalbar dalam mendukung keberlangsungan usaha para mustahik agar mampu berkembang secara bertahap, meningkatkan pendapatan keluarga, serta mendorong terwujudnya kemandirian ekonomi.

Melalui program pemberdayaan ekonomi, BAZNAS tidak hanya memberikan bantuan sesaat, tetapi juga berupaya menghadirkan solusi berkelanjutan agar para penerima manfaat dapat meningkatkan taraf hidupnya dan perlahan bertransformasi dari mustahik menjadi muzaki.

BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat berharap bantuan yang diberikan dapat semakin memperkuat usaha Ibu Lisdiana, memperluas kesempatan memperoleh penghasilan, serta menjadi penyemangat untuk terus berjuang demi masa depan keluarganya.

https://baznaskalbar.com/campaign/program-desa-sakti-desa-bebas-anak-putus-sekolah/Pontianak – BAZNAS Provinsi Kalimanta...
23/07/2026

https://baznaskalbar.com/campaign/program-desa-sakti-desa-bebas-anak-putus-sekolah/

Pontianak – BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat menghadiri Rapat Penguatan Kolaborasi dan Sinergitas Program Desa Sakti (Desa Bebas Anak Tidak Sekolah) sebagai bentuk komitmen mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui penanganan anak-anak yang tidak mengenyam pendidikan. Pertemuan ini melibatkan berbagai perangkat daerah, lembaga pendidikan, dan pemangku kepentingan lainnya untuk menyusun langkah strategis dalam mendukung keberhasilan program tersebut.

Kepala BAPPERIDA Provinsi Kalimantan Barat, Dra. Linda Purnama, M.Si, menyampaikan bahwa rapat ini merupakan tindak lanjut dari audiensi yang sebelumnya dilakukan bersama BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat. Menurutnya, seluruh pihak perlu terus memperkuat kolaborasi dalam menjalankan tugas besar meningkatkan kualitas pembangunan manusia di Kalimantan Barat.

Ia menjelaskan bahwa Program Desa Sakti bertujuan menangani persoalan anak-anak yang putus sekolah melalui pendekatan lintas sektor. Dalam kesempatan tersebut, Linda mengungkapkan bahwa BAZNAS Provinsi Kalbar akan menjadi salah satu mitra strategis dalam mendukung program tersebut melalui pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) bagi masyarakat yang membutuhkan.

Selain itu, ia juga menyampaikan bahwa Program Desa Sakti direncanakan akan diresmikan oleh Gubernur Kalimantan Barat pada kegiatan Gerakan Masyarakat Desa (GMD), dengan BAZNAS Provinsi Kalbar turut menghadirkan layanan dan program ZIS dalam rangkaian kegiatan tersebut.

Sementara itu, Pimpinan Bidang Administrasi, SDM, Umum dan Hukum BAZNAS Provinsi Kalbar, Ali Rohman, S.Kom., M.B.A, menegaskan bahwa sejak dilantik, jajaran pimpinan BAZNAS Provinsi Kalbar berkomitmen menghadirkan program-program yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Dalam paparannya, Ali Rohman memperkenalkan platform baznaskalbar.com beserta konsep UPZ Tematik, yaitu pengelolaan zakat yang manfaatnya dikembalikan kepada lingkungan atau instansi tempat zakat tersebut dihimpun. Ia juga menjelaskan kerja sama yang telah dilakukan bersama Pengadilan Tinggi Agama Pontianak dalam memberikan bantuan kepada perempuan rentan dan anak-anak pasca perceraian.

Menurutnya, BAZNAS siap berkolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), melalui penyusunan nota kesepahaman (MoU), proses verifikasi calon penerima manfaat, hingga optimalisasi peran BAZNAS kabupaten/kota dalam mendukung penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS).

"Kami ingin hadir bukan hanya sebagai lembaga penghimpun zakat, tetapi juga sebagai mitra kolaborasi yang membantu menyelesaikan berbagai persoalan sosial, termasuk mendukung anak-anak agar kembali memperoleh akses pendidikan," ujarnya.

Dalam sesi diskusi, Dewan Pendidikan Kalimantan Barat mengusulkan pentingnya pemetaan (mapping) berdasarkan karakteristik penyebab anak tidak sekolah, baik karena faktor ekonomi maupun rendahnya motivasi belajar. Dengan pemetaan tersebut, diharapkan intervensi yang diberikan dapat lebih tepat sasaran sesuai tingkat prioritas.

Selain itu, peserta rapat juga menyoroti pentingnya pemutakhiran data Anak Tidak Sekolah tahun 2026, khususnya pada lima kabupaten dengan capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang masih rendah, yaitu Kayong Utara, Sekadau, Kapuas Hulu, Melawi, dan Landak.

Perwakilan PKBM Kalimantan Barat menyampaikan perlunya sinkronisasi data lintas instansi melalui surat edaran, penguatan kolaborasi dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), serta dukungan BAZNAS dalam pembiayaan pendidikan bagi kelompok rentan, termasuk warga binaan perempuan.

Sementara itu, perwakilan Pemerintah Desa dan Biro Pemerintahan Provinsi Kalimantan Barat menekankan pentingnya penyusunan nota kesepahaman beserta rencana kerja yang jelas sebagai dasar pelaksanaan kolaborasi lintas sektor, sehingga implementasi Program Desa Sakti dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.

https://baznaskalbar.com/campaign/program-bantuan-sembako-untuk-mustahik/BAZNAS Provinsi Kalbar Berikan Bantuan kepada P...
23/07/2026

https://baznaskalbar.com/campaign/program-bantuan-sembako-untuk-mustahik/
BAZNAS Provinsi Kalbar Berikan Bantuan kepada Penyintas Disabilitas di Kubu Raya

Kubu Raya – BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat kembali menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada masyarakat yang membutuhkan. Kali ini, bantuan diberikan kepada Muhammad Thamrin, warga Kabupaten Kubu Raya yang mengalami disabilitas permanen akibat kecelakaan kerja dan kini hidup dalam keterbatasan. Rabu (22/07/2026).

Muhammad Thamrin diketahui mengalami kecelakaan kerja sekitar sembilan bulan yang lalu. Sebelum musibah tersebut, ia menjalani kehidupan dengan normal sejak tahun 1998 hingga 2024. Namun setelah mengalami cedera serius yang berawal dari bagian kaki hingga berdampak pada organ dalam, ia tidak lagi dapat berjalan dan harus menjalani operasi.

Saat ini, Thamrin hidup sebatang kara setelah ibu dan kakaknya meninggal dunia, sementara ayah kandungnya telah lama berpisah dengan ibunya. Kondisi tersebut membuatnya tidak memiliki keluarga yang mendampingi, sehingga kebutuhan sehari-harinya banyak bergantung pada kepedulian warga sekitar.

Meski memiliki rumah sendiri, keterbatasan fisik membuatnya sulit beraktivitas. Untuk memenuhi kebutuhan makan, ia hanya dapat mengonsumsi makanan bertekstur lembut seperti bubur dan buah-buahan. Tidak jarang ia harus menahan lapar ketika tidak ada bantuan dari warga.

Di tengah keterbatasan tersebut, kepedulian masyarakat sekitar terus hadir. Beberapa tetangga dan seorang ayah angkat secara bergantian menemani dan membantu kebutuhannya, terutama pada malam hari. Sebelumnya, Thamrin masih sempat berjalan menggunakan tongkat sebelum kondisinya semakin menurun.

Selain berjuang menghadapi kondisi kesehatannya, Thamrin juga memiliki seorang anak yang saat ini duduk di bangku kelas II Sekolah Dasar dan menempuh pendidikan di MI yang berada di lingkungan panti asuhan.

https://baznaskalbar.com/campaign/program-bantuan-bagi-penyintas-tuberkulosis-tb/Pontianak – BAZNAS Provinsi Kalimantan ...
23/07/2026

https://baznaskalbar.com/campaign/program-bantuan-bagi-penyintas-tuberkulosis-tb/

Pontianak – BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat turut menghadiri kegiatan Penguatan Komitmen Lintas Sektor dalam Percepatan Penanggulangan Tuberkulosis (TB) di Provinsi Kalimantan Barat, yang diselenggarakan sebagai tindak lanjut penguatan kolaborasi lintas sektor dalam upaya percepatan eliminasi TB. Kegiatan ini mengacu pada Peraturan Presiden tentang Optimalisasi Penanggulangan Tuberkulosis, Peraturan Gubernur Kalimantan Barat tentang Penanggulangan Tuberkulosis, serta Surat Keputusan Gubernur mengenai Tim Percepatan Penanggulangan TB Kalimantan Barat.

Ketua Panitia, Endang Maman Sudirman, S.KM., M.AP, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan lintas sektor yang telah dilaksanakan pada 29 April 2026. Pada pertemuan sebelumnya telah terbangun kesamaan persepsi mengenai pentingnya keterlibatan seluruh pemangku kepentingan dalam percepatan penanggulangan TB serta disepakati berbagai langkah yang perlu ditindaklanjuti bersama.

Menurutnya, pertemuan kali ini tidak hanya bertujuan melakukan evaluasi terhadap capaian yang telah dilaksanakan, tetapi juga mengidentifikasi berbagai tantangan yang masih dihadapi serta menyusun langkah-langkah strategis agar program penanggulangan TB dapat berjalan lebih efektif, terintegrasi, dan berkelanjutan.

Ia menjelaskan bahwa tujuan kegiatan adalah memperkuat komitmen lintas sektor di Kalimantan Barat, menyampaikan perkembangan hasil tindak lanjut pasca pertemuan April 2026, mengidentifikasi tantangan dan kebutuhan dalam penanggulangan TB, serta memperkuat peran setiap pemangku kepentingan sesuai tugas dan fungsinya dalam mendukung percepatan eliminasi TB.

Peserta kegiatan terdiri dari anggota Tim Percepatan Penanggulangan TB yang telah ditetapkan melalui Surat Keputusan Gubernur Kalimantan Barat, perangkat daerah, perguruan tinggi, organisasi masyarakat, mitra pembangunan, serta berbagai lembaga terkait dengan jumlah peserta sekitar 55 orang.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat, Dr. H. Hamzah Tawil, M.Si, menyampaikan bahwa BAZNAS sebagai lembaga pemerintah nonstruktural yang mengelola zakat, infak, dan sedekah (ZIS) memiliki peran strategis dalam mendukung penanggulangan Tuberkulosis (TBC) melalui pendekatan sosial, ekonomi, dan kemanusiaan. Menurutnya, peran tersebut sejalan dengan komitmen pemerintah dalam mewujudkan target eliminasi TBC di Indonesia.

Ia menegaskan bahwa penanggulangan TBC bukan hanya menjadi tanggung jawab sektor kesehatan, tetapi membutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat. Melalui pengelolaan dana ZIS yang tepat sasaran, BAZNAS dapat memberikan dukungan berupa bantuan nutrisi, pendampingan pengobatan, pemberdayaan ekonomi keluarga penyintas, hingga penguatan edukasi kesehatan di tengah masyarakat.

"BAZNAS siap menjadi mitra strategis pemerintah dalam memperkuat aspek sosial, ekonomi, dan spiritual bagi para penyintas TBC. Dengan optimalisasi Unit Pengumpul Zakat (UPZ), kolaborasi lintas sektor, serta pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah yang tepat sasaran, kami berharap dapat berkontribusi mempercepat terwujudnya Indonesia Bebas TBC sekaligus meningkatkan kesejahteraan para mustahik," ujar Hamzah Tawil.

Dalam sambutan pembukaan yang dibacakan oleh dr. Antonius Decky mewakili Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat, disampaikan bahwa sumber daya manusia yang sehat merupakan prioritas utama pembangunan daerah, sehingga penanganan Tuberkulosis menjadi salah satu program prioritas nasional yang memerlukan dukungan seluruh pihak.

Ia menegaskan bahwa percepatan eliminasi TB bukan hanya menjadi tanggung jawab sektor kesehatan, tetapi merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen pemerintah, lembaga, dunia pendidikan, tempat kerja, organisasi masyarakat, hingga masyarakat secara luas.

"TB tidak mengenal batas usia maupun profesi. Anak-anak, pekerja, hingga masyarakat umum memiliki risiko yang sama. Karena itu, upaya pencegahan harus dilakukan melalui perluasan skrining di lingkungan kerja, sekolah, perguruan tinggi, tempat ibadah, dan lingkungan masyarakat. Semakin cepat kasus ditemukan, maka semakin cepat p**a pengobatan dapat dilakukan," ujarnya.

Berdasarkan data Sistem Informasi Tuberkulosis hingga Juli 2026, jumlah kasus TB yang berhasil ditemukan di Kalimantan Barat baru mencapai sekitar 6.350 kasus, sementara diperkirakan masih terdapat sekitar 12 ribu kasus yang belum teridentifikasi.

Ia menambahkan bahwa meskipun pengobatan TB saat ini telah semakin maju dan vaksin telah tersedia, tantangan terbesar masih terletak pada keberhasilan pengobatan karena memerlukan waktu yang relatif panjang serta kedisiplinan pasien dalam menjalani terapi hingga tuntas.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh berbagai unsur lintas sektor, di antaranya perwakilan BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat, LAZISMU, Yayasan Bina Asri, Organisasi Penyintas TB Khatulistiwa, serta berbagai mitra lainnya yang memiliki komitmen bersama dalam mendukung percepatan eliminasi Tuberkulosis di Kalimantan Barat.

21/07/2026

https://baznaskalbar.com/campaign/program-kembaliannya-ambil-aja/

🌿 Kembaliannya Ambil Aja 🌿
Di balik setiap dagangan sederhana, ada perjuangan seorang ayah, ibu, atau kepala keluarga yang memilih bekerja keras demi rezeki yang halal.

Melalui gerakan "Kembaliannya Ambil Aja", BAZNAS Kalimantan Barat membeli dagangan pedagang kecil, lalu memberikan uang Rp100.000 tanpa mengambil kembaliannya. Bukan sekadar transaksi, tetapi bentuk apresiasi kepada mereka yang terus berikhtiar dengan penuh martabat
Setiap sedekah yang Anda titipkan menjadi penyemangat bagi para pedagang kecil untuk terus berjuang, sekaligus mengajak masyarakat menebarkan kebaikan dengan cara yang sederhana namun bermakna.

Mari bersama sama, kita jadikan zakat, infak, dan sedekah sebagai gerakan yang menguatkan ekonomi rakyat, menjaga martabat keluarga, dan menghadirkan lebih banyak senyum di Kalimantan Barat.
πŸ’› Kebaikan itu sederhana. Semoga menjadi inspirasi untuk kita semua.

Pontianak – BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat mendatangi salah satu keluarga yang sedang mengalami musibah dengan menyalu...
21/07/2026

Pontianak – BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat mendatangi salah satu keluarga yang sedang mengalami musibah dengan menyalurkan bantuan santunan kepada Maiya Ananda Citra Lestari (19) di RSUD dr. Soedarso Pontianak. Selasa (21/07/2026).

Bantuan diserahkan sebagai bentuk kepedulian BAZNAS Provinsi Kalbar untuk membantu meringankan beban keluarga yang sedang menghadapi cobaan.

Maiya Ananda Citra Lestari (19) merupakan seorang ibu muda asal Jalan Yos Sudarso Gang Kelapa Emas, Desa Kuala, Kecamatan Singkawang Barat, Kota Singkawang. Ia bersama suaminya, Dendy (24), tengah menghadapi duka setelah kehilangan bayi perempuan mereka yang meninggal dunia pada usia 21 hari.

Menurut penuturan Maiya, bayinya lahir dalam kondisi sehat melalui proses operasi sesar dan ia sempat menjalani transfusi darah sebanyak dua kantong. Namun, saat waktu salat Zuhur, keluarga menerima kabar duka bahwa sang bayi telah meninggal dunia.

"Kami masih tidak percaya, Pak. Sebelumnya kondisinya saat lahiran sehat. Pas waktu azan Zuhur, kami mendapat kabar anak kami sudah tidak ada," tutur Ibu dari Maiya dengan haru.

Ibu dari Maiya juga mengungkapkan bahwa selama menjalani pengobatan di Pontianak, keluarganya mengalami kesulitan ekonomi. Selama kurang lebih satu minggu mereka terpaksa menginap di Masjid Sudarso karena tidak memiliki tempat tinggal maupun keluarga di Pontianak.

Suaminya yang merupakan seorang mualaf bekerja sebagai buruh serabutan, sementara Maiya merupakan ibu rumah tangga. Kondisi ekonomi yang terbatas membuat keluarga kesulitan memenuhi kebutuhan selama proses pengobatan. Bahkan, upaya meminjam biaya kepada keluarga juga belum membuahkan hasil.

Melihat kondisi tersebut, BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat hadir memberikan santunan sebagai bentuk kepedulian terhadap keluarga dhuafa yang sedang tertimpa musibah.

Bantuan ini diharapkan dapat sedikit meringankan beban keluarga sekaligus menjadi wujud nyata bahwa dana zakat, infak, dan sedekah yang dititipkan para muzaki dapat menghadirkan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan.

Workshop Integrasi ATM Kalbar, BAZNAS Soroti Peran Zakat dalam Mendukung Program KesehatanPontianak – Ketua BAZNAS Provi...
21/07/2026

Workshop Integrasi ATM Kalbar, BAZNAS Soroti Peran Zakat dalam Mendukung Program Kesehatan

Pontianak – Ketua BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat, Dr. H. Hamzah Tawil, M.Si, menjadi salah satu narasumber dalam Workshop Evaluasi dan Penjabaran Petunjuk Teknis Integrasi AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria (ATM) serta Kebijakan Nasional Terkait ATM Tingkat Provinsi Kalimantan Barat yang diselenggarakan oleh Asosiasi Dinas Kesehatan Seluruh Indonesia (ADINKES) Perwakilan Provinsi Kalimantan Barat, Senin (20/07/2026).

Dalam paparannya, Hamzah Tawil menyampaikan apresiasi kepada ADINKES Kalbar atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, upaya penguatan sinergi dalam penanganan penyakit AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria sejalan dengan peran BAZNAS sebagai lembaga pemerintah nonstruktural yang turut mendukung pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mengentaskan kemiskinan.

"Atas nama BAZNAS Provinsi Kalbar, kami mengucapkan terima kasih kepada ADINKES Kalbar yang telah menyelenggarakan kegiatan ini. Hal ini sejalan dengan tugas kemanusiaan BAZNAS dalam membantu pemerintah, khususnya pemerintah daerah, termasuk mendampingi para mustahik yang terdampak penyakit AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria," ujarnya.

Hamzah menegaskan bahwa zakat bukan hanya merupakan instrumen ibadah, tetapi juga memiliki peran strategis sebagai instrumen pembangunan sosial dan kesehatan masyarakat.

Ia menjelaskan bahwa berdasarkan Surah At-Taubah ayat 60, sebagian besar penyintas AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria berasal dari kelompok masyarakat yang mengalami kesulitan ekonomi dan termasuk dalam kategori fakir maupun miskin. Kondisi tersebut sering kali menyebabkan mereka kesulitan menjalani pengobatan secara berkelanjutan akibat keterbatasan dukungan sosial dan finansial.

"Insya Allah dana zakat, infak, dan sedekah dapat menjadi instrumen pendukung program kesehatan. Dana umat ini hadir untuk bersinergi dengan pemerintah, bukan menggantikan pembiayaan utama yang telah disediakan pemerintah," jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Hamzah juga memaparkan sejumlah bentuk optimalisasi pemanfaatan dana ZIS untuk mendukung penyintas penyakit ATM, antara lain melalui bantuan sembako dan nutrisi, layanan Rumah Sehat BAZNAS (RSB), pendampingan pemberdayaan ekonomi, program perbaikan rumah layak huni, hingga edukasi kesehatan berbasis masjid.

Selain itu, ia mengusulkan agar ADINKES Kalbar dapat menginisiasi pembentukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) berbasis komunitas sebagai sarana penghimpunan dana zakat, infak, dan sedekah yang nantinya dapat disalurkan kembali kepada masyarakat yang membutuhkan, khususnya penyintas penyakit ATM.

Di akhir pemaparannya, Hamzah Tawil turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh muzaki yang telah mempercayakan penyaluran zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh muzaki yang telah menunaikan ZIS melalui BAZNAS Provinsi Kalbar. Semoga Allah SWT memberikan keberkahan, sehingga semakin banyak masyarakat yang dapat menerima manfaat dari dana zakat yang dihimpun," tuturnya.

Sementara itu, Ketua BAZNAS Kabupaten Sintang, Totok Agus Sudono, M.M.Pd, menyampaikan bahwa keterlibatan BAZNAS dalam program penanggulangan Tuberkulosis telah dimulai sejak tahun 2025. Menurutnya, kegiatan workshop ini merupakan kali kedua BAZNAS kabupaten/kota di Kalimantan Barat mengikuti kegiatan serupa.

Ia menjelaskan bahwa pada November 2025 BAZNAS Kabupaten Sintang telah meluncurkan program BAZNAS Peduli Penderita Tuberkulosis sebagai bentuk dukungan terhadap program kesehatan pemerintah di daerah.

Workshop ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, di antaranya Kepala Bappeda Provinsi Kalimantan Barat, Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat, Dinas Kesehatan Kota Pontianak, Dinas Kesehatan Kota Singkawang, Dinas Kesehatan Kabupaten Sambas, Kabupaten Sanggau, Kabupaten Sintang, Kabupaten Ketapang, serta perwakilan BAZNAS Kota Pontianak, BAZNAS Kabupaten Sintang, BAZNAS Kabupaten Sanggau, dan BAZNAS Kota Singkawang.

Melalui kegiatan ini diharapkan terjalin sinergi yang semakin kuat antara pemerintah, sektor kesehatan, dan BAZNAS dalam mendukung penanggulangan AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria, sehingga program kesehatan masyarakat dapat berjalan lebih optimal dan menjangkau masyarakat yang membutuhkan secara berkelanjutan.

Address

BAZNAS Provinsi
Pontianak
78121

Opening Hours

Monday 08:30 - 15:00
Tuesday 08:30 - 15:00
Wednesday 08:30 - 15:00
Thursday 08:30 - 15:00
Friday 08:30 - 15:00

Telephone

+81258342195

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Baznas Provinsi Kalimantan Barat posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Organization

Send a message to Baznas Provinsi Kalimantan Barat:

Shortcuts

Share