20/09/2026
SOSIALISASI PENDIDIKAN PEMILIH BERKELANJUTAN 2026 OLEH KPU RI KEPADA TOKOH AGAMA DAN TOKOH MASYARAKAT DI KABUPATEN LOMBOK TENGAH
LOMBOK TENGAH – Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia menggelar sosialisasi Pendidikan Pemilih Berkelanjutan Tahun 2026 kepada tokoh agama dan tokoh masyarakat se-Kabupaten Lombok Tengah. Kegiatan ini dilaksanakan di Bellcourt Hotel Paraya pada 19 September 2026.
Sosialisasi dihadiri langsung oleh jajaran Komisioner KPU RI, Ketua KPU Kabupaten Lombok Tengah, Divisi Sosdiklih Parmas Provinsi NTB, Anggota DPR RI (H. Fauzan Khalid, S.Ag.,M.Si), Anggota DPRD Kabupaten Lombok Tengah (Ahmad Syamsul Hadi, SH) serta puluhan tokoh agama, tokoh adat, dan tokoh masyarakat dari seluruh kecamatan, diantaranya 20 orang perwakilan dari desa lantan.
Dalam sambutannya, perwakilan KPU RI menyampaikan bahwa pendidikan pemilih berkelanjutan menjadi program strategis untuk menjaga kesadaran politik masyarakat pasca Pemilu dan Pilkada 2024. Tokoh agama dan tokoh masyarakat dinilai sebagai agen strategis dalam menyampaikan informasi kepemiluan yang benar di tengah maraknya hoaks dan politik uang.
“Pemilih cerdas lahir dari informasi yang benar. Kami berharap Toga dan Toma di Loteng menjadi corong KPU, menyampaikan pentingnya menjaga hak pilih, menolak hoaks, menolak politik uang, dan melawan politisasi SARA,” ujar [nama pejabat KPU RI].
KPU menjelaskan materi pendidikan pemilih berkelanjutan meliputi: pentingnya partisipasi aktif dalam setiap tahapan pemilu, cara cek DPT berkelanjutan secara online, pemahaman tentang demokrasi inklusif, serta peran masyarakat dalam mengawal Pemilu 2029 yang lebih berkualitas.
Agus Hilman,S.Sos., M.Si (Devisi Sosdiklih Parmas KPU Provinsi NTB) menambahkan, Kabupaten Lombok Tengah memiliki tingkat partisipasi yang tinggi, namun masih perlu penguatan literasi politik di tingkat desa. Dengan melibatkan tokoh agama dan tokoh masyarakat, sosialisasi diharapkan sampai ke akar rumput.
“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Dukungan dari para Tuan Guru, tokoh adat, dan tokoh pemuda sangat penting untuk membangun budaya demokrasi yang santun dan berintegritas di Gumi Tatas Tuhu Trasna,” katanya.
Sesi diskusi berlangsung interaktif. Para tokoh agama menyampaikan masukan terkait metode sosialisasi yang berbasis masjid, musholla, dan majelis taklim agar lebih efektif menyentuh warga.
Melalui kegiatan ini, KPU RI berharap sinergi antara penyelenggara pemilu dengan tokoh agama dan tokoh masyarakat di Kabupaten Lombok Tengah semakin kuat, sehingga tercipta pemilih yang cerdas, kritis, dan berintegritas menjelang Pemilu 2029.