Swara Kampung-SK Indonesia

Swara Kampung-SK Indonesia Yayasan Speaker Kampung Indonesia
Media Komunitas Speaker Kampung

08/05/2026

Terimakasih min HAI LOTIM atas wejangan nya. Berbagi pengetahuan dan pengalaman seputar Jurnalistik.

Jika ada kampus-kampus pendidikan melarang pemutaran film Pesta babi. Kami dari Yayasan Speaker Kampung Indonesia siap m...
07/05/2026

Jika ada kampus-kampus pendidikan melarang pemutaran film Pesta babi. Kami dari Yayasan Speaker Kampung Indonesia siap memberikan ruang terhadap kalian.

Yuk...catat waktu dan lokasinya

Kegiatan ini atas dukungan Council of the European Union
07/05/2026

Kegiatan ini atas dukungan Council of the European Union

5 Jurnalis Warga Perempuan Liputan Irigasi Tetes di Ketangga_Suwela_ – Lima jurnalis warga perempuan melakukan praktik l...
06/05/2026

5 Jurnalis Warga Perempuan Liputan Irigasi Tetes di Ketangga

_Suwela_ – Lima jurnalis warga perempuan melakukan praktik liputan tentang irigasi tetes di lahan kering Dusun Tejong, Desa Ketangga, Kecamatan Suwela, Lombok Timur, Rabu sore 6 Mei 2026.

Mereka adalah Nurul Haryati, Nonita Malaika, Baiq Mia Asri Ningsih, Bu Oki, dan satu rekannya Ica. Kelompok ini mewawancarai Pe Yong, petani lahan kering yang menerapkan teknik irigasi tetes untuk tanaman cabai.

"Kita turun liputan langsung, ke para petani yang menerapkan irigasi tetes," jelas Nonita Malaika atau Noni.

Praktik ini merupakan bagian dari pelatihan jurnalisme warga perempuan di Kecamatan Suwela. Para peserta belajar teknik wawancara langsung di lapangan serta menggali informasi seputar manfaat irigasi tetes bagi petani lahan kering.

Pe Yong mengaku irigasi tetes mampu menghemat air hingga 80 persen dibanding cara siram manual dan membuat tanaman tidak mudah stres di musim kemarau.

Council of the European Union

01/05/2026

Selamat Hari Buruh

26/04/2026

Kreativitas Siswa MI Ciptakan Irigasi Tetes dari Botol Bekas

SUWELA, Lombok Timur_ Libur sekolah tak selalu diisi dengan bermain. Hal itu dibuktikan Losida Sangsa Ampurayan, siswa kelas 3 MI NW Ketangga, Kecamatan Suwela, Lombok Timur.

Pada Ahad, 26 April 2026, Losida justru meluangkan waktu liburnya untuk merakit sistem irigasi tetes sederhana bagi tanaman cabai di pot rumahnya.

Berbekal kreativitas, ia memanfaatkan barang bekas yang ada di sekitar. Bahan utama yang digunakan adalah botol plastik bekas minuman, kayu penyangga, dan lak ban.

Botol bekas itu dilubangi kecil di bagian bawah agar air dapat menetes perlahan. Kemudian, botol diikat pada kayu penyangga yang ditancapkan di samping pot tanaman cabai.

Sistem irigasi tetes rakitan Losida ini bekerja efektif. Air dari botol akan menetes sedikit demi sedikit ke media tanam, menjaga kelembapan tanah tanpa membuat tanaman kelebihan air. Cara ini sangat membantu menyiram tanaman saat pemiliknya tidak di rumah atau selama libur sekolah.

Ide sederhana Losida menjadi contoh nyata bahwa inovasi tidak harus mahal. Dengan memanfaatkan sampah plastik, ia tak hanya merawat tanaman cabainya, tapi juga turut mengurangi limbah rumah tangga.

Kegiatan ini diharapkan dapat menginspirasi siswa lain untuk lebih peduli lingkungan dan kreatif memanfaatkan barang bekas di sekitar rumah.

Warga Selaparang Sulap Cup Minuman Bekas Jadi Kebun Sayur Suwela, Lombok Timur_Kreatif! Ibu Alhaidari Sapari, warga Desa...
25/04/2026

Warga Selaparang Sulap Cup Minuman Bekas Jadi Kebun Sayur

Suwela, Lombok Timur_Kreatif! Ibu Alhaidari Sapari, warga Desa Selaparang, Kecamatan Suwela, Lombok Timur, menyulap sampah plastik cup Pop Ice menjadi media tanam kangkung di pekarangan rumahnya.
Limbah cup minuman yang biasanya dibuang itu kini berjejer rapi berisi sayuran hijau. Menurut Ibu Alhaidari, langkah ini jadi cara sederhana mengkampanyekan ekonomi hijau sekaligus ketahanan pangan ke para tetangga.

“Ini bentuk kampanye ekonomi hijau dan ketahanan pangan kepada warga agar ikut serta menanam sayur pada pekarangan rumah,” jelas Ibu Alhaidari, Sabtu 25/4/2026.

Dengan memanfaatkan barang bekas dan lahan sempit pekarangan, ia membuktikan bahwa menanam sayur tidak butuh modal besar. Sekaligus mengurangi sampah plastik rumah tangga.

Secara otomatis, Selian sampah bersih, kita juga bisa mengurangi biaya hidup karena sudah ada sayur mayur di rumah. (Erik)

25/04/2026

Setalah belajar ilmu dasar Jurnalistik pada Kampanye Ekonomi Hijau akhirnya ibu-ibu bisa memproduksi Konten yang bermanfaat. Terutama memanfaatkan pekarangan rumah dalam mendapatkan sayuran.

Ini bagian dari kampanye Ekonomi Hijau. Ternyata pangan alternatif juga banyak kawan-kawan.

Sembalun, Lombok Timur_Suara tawa dan diskusi para ibu memecah sejuknya udara kaki Gunung Rinjani. Bukan sedang arisan, ...
24/04/2026

Sembalun, Lombok Timur_Suara tawa dan diskusi para ibu memecah sejuknya udara kaki Gunung Rinjani. Bukan sedang arisan, puluhan perempuan, mahasiswa, mahasiswi dan ibu rumah tangga justru khusyuk belajar menulis berita di tengah alam terbuka Sahabat Rinjani Camp, Rabu, 22 April 2026.

Kegiatan Pelatihan Jurnalisme Warga Perempuan didukung atas pendanaan bersama Uni Eropa dan Yayasan Penabulu pada program Co-Evolve melalui Lokadaya dan skema hibah Lokadana ini memang sengaja menyasar kelompok yang selama ini jarang terdengar suaranya di ruang publik.

Para peserta yang hadir adalah ibu rumah tangga, anggota kelompok perempuan, mahasiswa, siswi, dan kader dari Desa Ketangga, Selaparang dan Suntalangu Kecamatan Suwela.

“Kami ingin ibu-ibu bisa menceritakan sendiri apa yang terjadi di desanya. Soal pertanian, perkebunan, dan soal lingkungan. Karena yang paling tahu kondisi rumah tangga dan lingkungan ya para ibu,” ungkap Hajad Guna Roasmadi Direktur Speaker Kampung pada Kamis 23/4/2026.

Dua hari penuh, para peserta dibekali cara melihat peristiwa dengan kacamata jurnalis, menemukan nilai berita dari obrolan di kampung, dasan dan dusun, hingga menyusun 5W+1H jadi sebuah berita utuh. Ponsel yang biasanya dipakai foto anak, hari itu dipakai untuk praktik foto jurnalistik dan menulis caption.

Lokasi pelatihan di Sahabat Rinjani Camp dipilih agar suasana belajar lebih cair dan membumi. Usai pelatihan ini para peserta pelatihan akan diajak observasi langsung ke area lahan kering di desa masing-masing. Ini cara melatih kepekaan mencari berita dari hal-hal terdekat.

Hajad Guna Roasmadi berharap, para perempuan tidak hanya jadi pembaca berita, tapi juga produsen informasi. Cerita-cerita baik tentang pertanian organik, inovasi pertanian dengan irigasi tetes, hingga isu lingkungan rumah bisa mereka tulis sendiri dan disebarkan lewat media sosial masing-masing dan media warga serta media arus utama.

Dari kaki Rinjani, para ibu ini membuktikan, urusan jurnalis bukan cuma milik kantor berita di kota. Dari dapur dan kebun, ladang hingga sawah, suara perempuan juga bisa sampai ke publik.

Inovasi Petani, Bangun Reservoar Air Hujan Untuk Siram Tanaman Lahan KeringLombok Timur – Musim kemarau kerap menjadi ta...
23/04/2026

Inovasi Petani, Bangun Reservoar Air Hujan Untuk Siram Tanaman Lahan Kering

Lombok Timur – Musim kemarau kerap menjadi tantangan serius bagi para petani di kawasan Lendang Belo. Keterbatasan sumber air membuat aktivitas pertanian, terutama penyiraman tanaman, menjadi lebih sulit dan membutuhkan usaha ekstra.

Sebelumnya, para petani harus menempuh jarak cukup jauh menuju sungai hanya untuk mendapatkan air. Kondisi ini tidak hanya menguras tenaga, tetapi juga menyita waktu yang seharusnya bisa digunakan untuk mengelola lahan.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, petani setempat kini mulai menerapkan cara sederhana dengan membuat penampungan air hujan di area ladang. Penampungan ini dibuat dengan menggali tanah sedalam kurang lebih satu meter, kemudian dilapisi terpal guna mencegah air meresap ke dalam tanah.

Selain itu, petani juga membuat jalur aliran air dari bagian tanah yang lebih rendah menuju penampungan. Sebuah p**a sederhana dengan panjang sekitar satu lengan orang dewasa dipasang sebagai saluran untuk mengalirkan air hujan langsung ke dalam tampungan.

Dengan sistem ini, setiap kali hujan turun, air akan terkumpul dan dapat disimpan untuk digunakan kembali. Air tersebut dimanfaatkan saat musim kemarau maupun untuk kebutuhan sehari-hari di ladang, seperti menyiram tanaman dan berwudhu.

Upaya ini dinilai efektif karena mampu menghemat tenaga dan waktu petani, sekaligus menjadi solusi praktis dalam memanfaatkan air hujan secara optimal di tengah keterbatasan sumber air.

penulis : Intan Fujiana

Sampai ketemu besok ya?Kita akan belajar bersama para pegiat sosial dan jurnalisme warga. Teknik dasar jurnalistik Tekni...
21/04/2026

Sampai ketemu besok ya?
Kita akan belajar bersama para pegiat sosial dan jurnalisme warga.

Teknik dasar jurnalistik
Teknik produksi Video

Address

Suela Kel. , Suela, Lombok Timur
Pringgabaya
83657

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Swara Kampung-SK Indonesia posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Organization

Send a message to Swara Kampung-SK Indonesia:

Share