PKS MERSI

PKS MERSI partai kita semua Jln nyi meleng Mersi Purwokerto Jawa Tengah

23/06/2015

Salah satu pertanyaan terkait puasa adalah tentang suntik dan infus. Apakah keduanya membatalkan puasa? Berikut ini jawaban Syaikh Dr Yusuf Qardhawi sebagaimana kami ringkas dari Fiqih Puasa:

Suntikan (injeksi) ada yang disuntikkan ke otot, bawah kulit atau melalui urat nadi. Ada suntikan yang dimaksudkan untuk pengobatan, suplemen, dan pengganti makanan.

Suntikan untuk pengobatan, misalnya untuk menurunkan panas dan tekanan darah, para ulama kontemporer sepakat hal itu tidak membatalkan puasa.

Suntikan sebagai suplemen seperti vitamin atau kalsium juga tidak membatalkan puasa. Sebab ia masuk ke dalam tubuh tidak melalui lubang terbuka dan tidak berisi santapan fisik yang bertentangan dengan hikmah puasa untuk menahan lapar dan dahaga.

Sedangkan suntikan melalui urat nadi (infus) yang berfungsi sebagai pengganti makanan (seperti glukosa atau lainnya), maka inilah yang diperselisihkan para ulama kontemporer.

Sebagian ulama memandang infus membatalkan puasa karena membawa makanan yang diperlukan tubuh. Sebagaimana makanan masuk ke tubuh melalui mulut membuat puasa batal, infus juga dipandang membatalkan puasa karena berisi intisari makanan dan mengirimkannya ke darah secara langsung.

Sebagian ulama lainnya memandang infus tidak membatalkan puasa karena tidak melalui tenggorokan (jauf) yang juga disebut sebagai perut besar. Infus juga tidak menghilangkan rasa lapar dan dahaga dalam artian orang yang diinfus tidak merasa kenyang dan puas. Terkadang infus membuat seseorang merasakan kesegaran dan bergairah, namun ini semata tidak cukup membatalkan puasa karena mandi juga membuat orang merasa segar.

Pendapat terakhir ini yang saya pilih. Dan sebagai catatan penting, permasalahan ini sesungguhnya sepele karena infus tidak dibutuhkan kecuali untuk orang yang sakit pada stadium tertentu atau usai melakukan operasi yang membutuhkan makanan buatan. Dalam kondisi yang demikian, orang tersebut masuk dalam kategori mariidhun (sakit) dan diperbolehkan berbuka (tidak puasa).

Wallahu a’lam bish shawab. [Bersamadakwah]

Dukung Sebatik Secara De Facto dan De JurePenulis: Dr Sukamta (Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi PKS) | Tulisan ini di...
17/11/2014

Dukung Sebatik Secara De Facto dan De Jure

Penulis: Dr Sukamta (Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi PKS) | Tulisan ini dimuat di rubrik Suara Politikus Sindonews.com pada 15 November 2014

Pulau Sebatik, Kabupaten Nunukan merupakan p**au kecil yang harus mendapatkan perhatian khusus dan solusi konkret terkait dengan situasi sosial dan fakta carut-marut perbatasan di sana.

Secara administratif, Pulau Sebatik terbagi dua, yaitu Bagian utara seluas 187,23 km2, masuk wilayah negara bagian Sabah, Malaysia, dan bagian selatan seluas 246.61 km2 menjadi bagian dari Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara.

Ada banyak p**au kecil yang termasuk ke dalam 3 T (tertinggal, terluar, terdepan). Kita harus serius untuk membangun daerah-daerah 3 T ini.

Salah satunya adalah Pulau Sebatik yang kondisi di sana cukup memprihatinkan dilihat dari segi sosial, perbatasan wilayah dan ketimpangan ekonomi. Hal ini harus mendapat solusi yang konkret dari kita semua secara de facto dan de jure.

Ini tiga hal kondisi di Sebatik. Pertama, perbatasan wilayah Indonesia dengan Malaysia seolah tidak ada, dikarenakan tidak adanya batas fisik yang jelas seperti pagar atau dinding misalnya yang menandakan batas wilayah antara Indonesia dengan Malaysia, sehingga keluar masuk orang antar dua negara menjadi bebas.

Kedua, akibatnya, secara sosial warga negara Indonesia dan warga negara Malaysia telah berbaur tanpa sekat. Bahkan di sana ada dualisme mata uang, rupiah dan ringgit. Sampai ada rumah yang bagian terasnya masuk wilayah Indonesia, namun dapurnya masuk wilayah Malaysia.

Ketiga, adanya ketimpangan ekonomi antara warga negara Indonesia dengan warga negara Malaysia. Ketimpangan itu juga tampak jelas jika kita membandingkan kondisi pembangunan Sebatik dengan Tawau, Malaysia.

Ketimpangan ini berimbas kepada banyaknya warga negara Indonesia yang mengunjungi Tawau dibanding warga negara Malaysia yang mengunjungi Sebatik.

Menurut data Statistik Kegiatan Pos Imigrasi Sungai Pancang Tahun 2011, terdapat 29.107 Warga Negara Indonesia yang pergi ke Tawau, sedangkan warga negara Malaysia yang pergi ke Sebatik hanya sekitar 108 orang. Timpang sekali. Angka ini jelas menunjukkan ketergantungan Sebatik kepada Tawau.

Harga-harga antara Sebatik dan Tawau juga terjadi kesenjangan yang luar biasa. Bayangkan saja, misalnya harga gas elpiji 12 kg dari Pertamina harganya Rp250.000 per tabung, sedangkan harga gas elpiji 14 kg dari Malaysia hanya seharga kurang dari Rp80.000.

Transaksi jual beli gas ini juga dilakukan dengan tidak mempedulikan asal kewarganegaraan. orang yang tidak punya Mykad (KTP Malaysia) saja bisa beli gas Malaysia dan ke luar masuk Tawau dengan bebas.

Gaji menjadi tentara Kerajaan Malaysia juga lima kali lebih besar dari pada gaji menjadi tentara di Negara Kesatuan Republik Indonesia. Maka tidak heran jika banyak warga negara Indonesia yang menyeberang menjadi Warga Negara Malaysia karena urusan perut yang lapar.

Anggota DPR dari Dapil Daerah Istimewa Yogyakarta ini juga menceritakan bahwa sepanjang November 2012, sekitar 2.000 lebih warga Sebatik Indonesia ke luar masuk Tawau, Malaysia, tanpa paspor, hanya menggunakan kartu pas lintas batas untuk menjual berbagai hasil bumi seperti pepaya, pisang, hingga ikan, sedangkan p**angnya mereka membawa gula, beras hingga
solar

Untuk membangun pabrik es saja tergantung dengan Tawau, karena untuk memenuhi kebutuhan nelayan saja es harus dibeli di Tawau, apalagi listriknya tidak kuat.

Ketertinggalan pembangunan Sebatik juga tampak jelas. Meski sudah ada beberapa puskesmas, beberapa SMA, SMK, dan Madrasah Aliyah, hotel tanpa bintang, dan kendaraan-kendaraan lebih ramai lalu-lalang dibanding masa lalu, namun Sebatik tetaplah daerah yang dapat dikatakan miskin. Karenanya Sebatik ini masuk kategori daerah 3 T tadi.

Solusi dari permasalahan Sebatik ini harus meliputi dukungan secara de facto dan de jure agar jangan sampai kasus seperti Sipadan dan Ligitan, di mana bangsa Indonesia kalah telak secara de facto dan de jure dari Malaysia, kembali terulang.

Dukungan untuk Sebatik secara de facto adalah perlumya dibangun infrastruktur fisik di garis batas wilayah antara Indonesia dengan Malaysia.

Memang sekarang berkembang konsep bahwa batas negara lebih bersifat frontier (batas nonfisik), namun meskipun begitu border (batas fisik) juga jangan dilupakan. Sedangkan secara de jure kita perlu pikirkan agar Sebatik ini menjadi Kabupaten tersendiri di Provinsi Kailmantan Utara, bukan sebatas kecamatan seperti selama ini.

Dengan menajdi kabupaten, Sebatik berpotensi akan menjadi mandiri dan lebih kuat secara de jure. Kalau hanya menjadi kecamatan di bawah Kabupaten Nunukan, investasi tidak mau masuk ke Sebatik karena izin dipegang Kabupaten Nunukan.

Anggaran untuk Pulau Sebatik juga harus dikucurkan melalui Nunukan sehingga Sebatik sulit berkembang. Dengan menjadi kabupaten maka berbagai persoalan di Sebatik berpotensi bisa diselesaikan sendiri. Sekali lagi ini musti kita pikirkan. Kalau tidak, bisa lepas itu p**au. Jangan sampai.

Erdogan: Kejahatan Terhadap Al-Aqsha Tak Dapat DimaafkanAnkara-Pusat Informasi Palestina: Presiden Turki, Rejep Tayep Er...
09/11/2014

Erdogan: Kejahatan Terhadap Al-Aqsha Tak Dapat Dimaafkan

Ankara-Pusat Informasi Palestina: Presiden Turki, Rejep Tayep Erdogan mengatakan, Jumat (7/11) “Masjidil Aqsha bukan hanya milik rakyat Palestina, tetapi adalah masjid dan kiblat seluruh kaum muslimin di dunia, pemerintah zionis harus menghentikan tindakan brutalnya, kejahatan terhadap Al-Aqsha tak mungkin bisa dimaafkan.”

Hal itu diungkapakan Erdogan saat memberikan sambutan di Institut Hubungan Internasional di kementerian luar negeri Turkmenistan, di ibukota Ishiq Abad.

Erdogan mempertanyakan seputar reaksi PBB, di saat terjadinya kejahatan serupa terhadap gereja? Ditegaskan Erdogan bahwa PBB tak memiliki sikap tegas terhadap bangsa zionis, apalagi jika harus bertentangan dengan pemerintah zionis.

Presiden Turki menyebutkan, penodaan Masjidil Aqsha dengan sepatu-sepatu zionis merupakan serangan terhadap keyakinan kaum muslimin, dan kejahatan terhadap Al-Aqsha tak ubahnya seperti kejahatan terhadap Ka’bah, ditegaskannya bahwa tindakan ini sangat tercela dan berbahaya.

Erdogan menlanjutkan, “Jika PBB tak menghentikan serangan keji terhadap masjid dan anak-anak, maka apa gunanya kehadiran PBB? Dan jika Uni Eropa tak membela hak-hak tempat ibadah dan anak-anak untuk hidup, maka untuk apa keberadaannya?” (qm/infopalestina.com)

09/11/2014

Gaza Utara-Pusat Informasi Palestina: Brigade Al-Qassam, sayap militer Hamas di Gaza Utara, Jumat (7/11) mewisuda gelombang pertama “Militer Rakyat” dengan tema: “Gelombang Pejuang Kemerdekaan.”

SOLUSI YANG SEDEKAT AIR MATA- Kabar PKS Seberapa mahal solusi dari masalah anda? masalah pernikahan, masalah usaha, masa...
04/01/2014

SOLUSI YANG SEDEKAT AIR MATA
- Kabar PKS

Seberapa mahal solusi dari masalah anda? masalah pernikahan, masalah usaha, masalah ketenangan jiwa, masalah lajang yang terus menerus tertunda masa pensiunnya?
Sangatlah mahal untuk ukuran harta. Ada yang harus membayarnya dengan harga jutaan demi menebusnya di training-training motivasi.

Ada yang bergegas menuju toko buku untuk mencarinya di katalog buku-buku "how to" bernilai ratusan ribu.

Ada yang berlari menuju konsultan dan konselor dan rela membayar tarif jutaan rupiah untuk beberapa sesi pembicaraan

Namun sering kali, sejatinya solusi itu tidak berada sejauh dan semahal yang kita kira. Ada kalanya solusi malah berada sangat dekat, sedekat kedudukan airmata dan pemiliknya.

Perhatikanlah ketika seseorang lelaki takut dengan dosa besar dan ingin bertaubat. Jiwanya berpikir tidak ada pintu taubat yang terbuka dengannya. Dia merasa walaupun harta dan tubuhnya di bayar untuk menebus dosanya belum tentu dia mendapatkan pengampunan, namun ternyata Rasulullah bersabda: 'Hamba yang meneteskan air mata karena takut kepada neraka, niscaya neraka tidak akan membakarnya.'

Bukankah umar ketika membaca lembaran Alquran pertama dan menangis lalu kemudian kekafirannya sirna dan muncullah cahaya hidayah?

Pun kisah ketika pendosa selayak Qabil menangisi kesalahannya karena membunuh Habil dan tidak tahu cara untuk mengurusi jenazahnya. maka ALLAH mengirimkan gagak yang memberikan solusi kepadanya.

Tidak terlupa juga bagaimana karena tangisan penyesalan sang Nabi Yunuslah, dia terlepas dari dalam perangkap perut ikan.

Maka jangan remehkan air mata, karena boleh jadi disisi ALLAH, kedudukannya lebih tinggi dari harta yang sedang kita miliki. Jangan p**a membuangnya untuk sesuatu yang murah. Selayak menangisi kekasih haram kita, apalagi hanya terisak-isak didepan film romantis abal-abal.

Ingatlah, air mata seorang muslim sejatinya adalah tanda-tanda betapa dekatnya pengampunan dan solusi masalah yang sedang kita dihadapi.

Hingga bila anda sedang bermasalah dan sulit mendapatkan solusinya cukuplah menangis dan adulah kepada Rabb kita saja. Dan temukanlah jawaban yang begitu menenangkan dan memenangkan, karena ternyata solusi banyak masalah itu bagi kita kaum muslim sejatinya hanyalah sedekat air mata.

Oleh: Ustadz Rahmat Idris

Kampanye Hidup Sehat, PKS Tularkan Gerakan Menanam SayuranKabarPKS.com - Jakarta - Sosialisasi hidup sehat menjadi salah...
04/01/2014

Kampanye Hidup Sehat, PKS Tularkan Gerakan Menanam Sayuran

KabarPKS.com - Jakarta - Sosialisasi hidup sehat menjadi salah satu agenda utama dari berbagai aksi sosial yang dilakukan oleh Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Diantara pola hidup sehat itu adalah membiasakan menanam tanaman sayuran yang gencar dilakukan oleh PKS Pancoran
Aksi yang bertajuk "Gerakan Menanam Sayuran" ini masif dilakukan di seluruh Dewan Pengurus Ranting (DPRa) PKS se-Kecamatan Pancoran. "Alhamdulillah sudah berlangsung selama beberapa bulan dan kebiasaan ini terus kami biasakan di masyarakat," ujar Ketua Bidang Perempuan (Bidpuan) Dewan Pengurus Cabang (DPC) PKS Pancoran Erniwati dalam rilisnya, Jumat (3/1/2014).

Erniwati menjelaskan bahwa gerakan ini tidak hanya berhenti hingga pengurus di tingkat ranting saja, akan tetapi terus ditularkan kepada setiap kader, "terus ditularkan lagi ke korwe, korte serta kader, "tutur Erniwati.

Lebih lanjut Erniwati mengatakan, setiap DPRa terdiri dari beberapa posko dan setiap posko mendapatkan puluhan polybag kecil dan bibit sayuran siap semai. "Setelah bibit-bibit sayuran telah tumbuh besar, selanjutnya sebagian tanaman sayuran tersebut bisa dihadiahkan untuk teman atau tetangga sekitar rumah. Sambil silaturahim, kader bisa membawa oleh-oleh berupa tanaman sayuran untuk warga yang disilaturahimi," ungkapnya.

Tanaman yang ditanam terdiri dari cabe, tomat, timun, singkong, hingga oyong. Semua itu dapat menjadi solusi ketika harga-harga sayuran sedang meroket.

selain dapat memenuhi kebutuhan keluarga untuk memasak, tanaman sayuran juga mempunyai manfaat yang cukup banyak untuk mencegah dan mengobati penyakit. "Gerakan Menanam Sayuran ini juga dilakukan untuk mengingatkan bahwa Indonesia adalah negara agraris," pungkasnya

Kader PKS Peduli Kaum Ibu Korban Sinabung KABANJAHE (30/12) - Sutias Handayani, Kader PKS sekaligus Istri dari Gubernur ...
04/01/2014

Kader PKS Peduli Kaum Ibu Korban Sinabung

KABANJAHE (30/12) - Sutias Handayani, Kader PKS sekaligus Istri dari Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Gatot Pujo Nugroho, kembali mengunjungi pengungsi bencana erupsi Gunung Sinabung (29/12). Sutias melihat kaum ibu dan anak-anak adalah pihak yang paling menderita akibat bencana ini. Untuk itu ia mengajak Astriana Sinaga, Komisi 8 DPR RI yang juga kader PKS untuk menyampaikan pada Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak agar turut membantu dalam bencana ini.

"Korban yang paling merasakan bencana ini adalah kaum ibu dan anak-anak. Saya berharap lewat Komisi 8 bisa diteruskan kepada ibu Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak agar terketuk sekaligus membantu para korban bencana," ungkap Sutias.

Astriana sendiri berjanji akan membawa keluhan dan masukan para pengungsi kepada pemerintah pusat di Jakarta sehingga dapat membantu meningkatkan penanganan bencana ini. Menurut Astriana, kondisi bencana Sinabung harus diperhatikan mengingat persoalan baru yang mungkin akan muncul pasca bencana. Misalnya penanganan lahan pertanian hingga peternakan.

Terus Memberi Semangat
Dalam kunjungannya Sutias terus memotivasi para pengungsi agar tetap semangat meski hidup di pengungsian karena kondisi Gunung Sinabung yang belum aman. Saat memberikan bantuan, Sutias juga menjelaskan bahwa pengungsi akan didampingi para relawan yang siap membantu dan memberi pelatihan ketrampilan. "Semoga keterampilan yang diberikan dinas sosial dapat bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Sutias.

Perempuan yang juga Ketua Badan Koordinasi Kegiatan Kesejahteraan Sosial (BK3S) Provinsi Sumut ini juga bekerjasama dengan Forum Jurnalis Perempuan Indonesia (FJPI) Sumut dalam kunjungan ke pengungsian tersebut. Sejumlah donator turut memberikan bantuan seperti PDAM Tirtanadi, Bank Sumut, Heartindo, Faber Castel, dan Rumah Zakat. Bantuan yang diberikan untuk para pengungsi mulai dari sembako, alat tulis, hingga perlengkapan mandi

Bakal ‘Bertarung’ Jadi Capres, Apa Komentar Kelima Calon Presiden PKS? Hasil Pemira PKS telah diumumkan Minggu (29/12) l...
04/01/2014

Bakal ‘Bertarung’ Jadi Capres, Apa Komentar Kelima Calon Presiden PKS?

Hasil Pemira PKS telah diumumkan Minggu (29/12) lalu dan memunculkan lima besar tokoh yang menjadi bakal calon presiden dari partai bernomor urut tiga ini. Kelima tokoh tersebut adalah Hidayat Nur Wahid (18,34 % suara), Anis Matta dengan (17,46 % suara), Ahmad Heryawan (16,69 % suara), Tifatul Sembiring (11,50 % suara), dan Nur Mahmudi Ismail (7,41 % suara). Hasil Pemira akan dibahas oleh Majelis Syuro untuk penentuan calon presiden yang akan diusung partai ini dalam Pemilu 2014.
Nah, bagaimana komentar kelima besar bakal calon presiden PKS ini?

Hidayat Nur Wahid (HNW)
Sebagai peraih suara terbanyak dalam Pemira yang melibatkan seluruh kader PKS di berbagai daerah, Hidayat mengaku terkejut. Ia tak menduga dukungan kader PKS masih besar kepadanya. Hidayat mengaku hanya mengikuti mekanisme partai, dan tak ingin mengajukan diri sendiri sebagai capres untuk PKS.
“Saya surprise karena kader-kader tahu saya kalah di Pilkada DKI, tapi mereka masih percaya pada saya,” ungkap mantan Presiden PKS ini.
Hidayat menyatakan memilih untuk menyerahkan semua keputusan soal capres PKS pada mekanisme yang berlaku di Majelis Syuro.

Anis Matta (AM)
Presiden PKS Anis Matta yang meraup suara terbesar kedua menyatakan, bahwa siapapun yang menjadi calon presiden dari hasil Pemilihan Raya (Pemira) PKS akan didukung penuh oleh seluruh kader. “Siapapun yang nantinya terpilih, mesin PKS akan berjalan untuk mendukungnya,” ungkap Anis.
Namun Anis sendiri sempat mendorong HNW dan Aher karena peluang mereka yang lebih besar di mata publik. Seperti diketahui HNW dan Aher berasal dari dua suku terbesar di Indonesia yakni Jawa dan Sunda, sedangkan ia sendiri mengaku sebagai suku minoritas yakni Bugis. "Peluang beliau berdua lebih besar, sebagai presiden partai saya cukup siapkan pondasi sistem yang kokoh,” ungkap Anis.

Ahmad Heryawan (Aher)
Gubernur Jawa Barat yang dikenal dengan panggilan Aher ini memilih untuk mendorong semua nama yang akan dijadikan calon presiden PKS.
“Saya mendorong semuanya. Posisi 1,2,3,4,5 itu tidak berlaku urutan. Kalau bagi partai dan kemaslahatan Indonesia, mana saja bisa di dorong ke depan di antara lima itu,'' ujar Aher.

Tifatul Sembiring
"Saya belum siap," ungkap Tifatul Sembiring singkat saat ditemui wartawan usai acara di Universitas Al Azhar, Jakarta Selatan. Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) ini mengaku belum siap untuk menjadi calon presiden dari PKS.
Alasannya, menurut Tifatul, dirinya tengah berkonsentrasi dengan pekerjaannya, sebagai Menkominfo. "Lagip**a saya kan mantan presiden," ungkap mantan Presiden PKS ini setengah berseloroh.

Nur Mahmudi
Nur Mahmudi Ismail, mantan presiden PKS yang kini menjabat sebagai Walikota Depok ini mengaku tersanjung dengan apresiasi yang diberikan para kader yang menempatkannya di posisi lima besar.
"Kalau soal perasaan tak boleh diekspresikan, ini sebagai satu apresiasi dari kader PKS untuk memercayai saya masuk salah satu kandidat, untuk berikutnya tentu masih banyak hal yang harus kita lakukan," ungkapnya.
Nur Mahmudi menyatakan bahwa hasil Pemira adalah masukan bagi Majelis Syuro, nantinya ada banyak faktor lain yang dipertimbangkan termasuk dukungan dari pihak eksternal. Maka ia pun menyerahkan segala keputusan pada Majelis Syuro PKS

Ibu-Ibu Pedagang Pasar Moluo Kwandang Terharu Dapat Kejutan Dari PKSKabarPKS.com - Gorontalo - Masih dalam rangkaian per...
29/12/2013

Ibu-Ibu Pedagang Pasar Moluo Kwandang Terharu Dapat Kejutan Dari PKS

KabarPKS.com - Gorontalo - Masih dalam rangkaian peringatan Hari Ibu ke-85, Dewan Pengurus Daerah (DPD) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Gorontalo Utara bersama seluruh kader dan simpatisan PKS mengunjungi Pasar Moluo Kwandang. Dalam kunjungannya, PKS membagikan ratusan bingkisan kepada ibu-ibu penjual di pasar tradisional ini.

"Kami juga membagi bunga ucapan selamat hari ibu pada pengunjung pasar. Selain itu, disediakan p**a transportasi bentor gratis bagi ibu-ibu rumah tangga yang sudah selesai berbelanja di Pasar Moluo ini," tutur Ketua DPD PKS Gorontalo Utara Gustam Ismail dalam rilisnya kepada Humas Dewan Pengurus Pusat (DPP) PKS, Kamis (26/12/2013).

Lebih lanjut Gustam menambahkan, bingkisan ini sebagai bentuk apresiasi PKS terhadap daya juang para ibu. "Kami sengaja mengunjungi ibu-ibu penjual di Pasar Moluo ini, karena mereka adalah jantung ekonomi di Gorut, khususnya di Kwandang. Gerak mereka perlu diapresiasi," ujarnya.

Kegiatan ini mendapat sambutan hangat dari penjual maupun pengunjung Pasar Moluo. Rita, salah satu penjual sayuran yang dikunjungi oleh PKS mengatakan bahwa dirinya merasa senang sekali mendapatkan kejutan berupa kunjungan dari PKS.

Rita berpesan kepada kader PKS untuk selalu bersama rakyat, tidak sungkan-sungkan dan tetap dekat serta selalu melayani. "Pemilu masih lama, tapi sudah dikunjungi seperti ini, apalagi untuk peringatan hari ibu, saya senang sekali," pungkasnya.

Soliditas PKS Dibentuk dari Pembinaan Rutin KabarPKS.com - Pesawaran (26/12) - Agenda perkemahan yang dilaksanakan Bidan...
29/12/2013

Soliditas PKS Dibentuk dari Pembinaan Rutin

KabarPKS.com - Pesawaran (26/12) - Agenda perkemahan yang dilaksanakan Bidang Kepanduan dan Olahraga (BKO) Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Lampung dari Rabu (25/12) hingga Sabtu (28/12) mendatang hakikatnya adalah salah satu bentuk pembinaan rutin tahunan yang harus diikuti oleh seluruh kader PKS.

Hal ini disampaikan oleh Ketua BKO DPW PKS Lampung, Cucu Mulyono di sela-sela padatnya agenda perkemahan yang berlokasi di Taman Wisata Tahura Wan Abdul Rahman, Pesawaran, Kamis (26/12/2013).

Agenda Perkemahan ini salah satu bentuk penguatan soliditas di PKS, dan turut sertanya Ketua Majelis Pertimbangan Wilayah (MPW) PKS Lampung yang juga Pimpinan DPRD Lampung, Hantoni Hasan merupakan contoh bahwa kegiatan perkemahan ini diikuti oleh semua lapisan kader.

"Susah, senang, sedih, bahagia, panas dan hujan semua merasakannya. Dan beliau tak canggung bersama-sama kader yang lain mengikuti perkemahan ini," papar Caleg DPRD Dapil Lampung Selatan ini dalam rilis yang diterima Humas Dewan Pengurus Pusat (DPP) PKS.

Agenda perkemahan ini terdiri dari berbagai kegiatan seperti outbond, training save defense, wawasan nusantara dan kebhinekaan, dan pertolongan pertama pada musibah, "terakhir puncaknya adalah apel siaga 1500 kader menghadapi pemilu 2014 yang dipusatkan di pantai Mutun pada Sabtu (28/12) mendatang," pungkasnya

Peneliti LIPI Prof Siti Zuhro: Gubernur Berprestasi Layak Jadi RI 1KabarPKS.com - BANDUNG - Peneliti senior Pusat Peneli...
29/12/2013

Peneliti LIPI Prof Siti Zuhro: Gubernur Berprestasi Layak Jadi RI 1

KabarPKS.com - BANDUNG - Peneliti senior Pusat Penelitian Politik LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia)
Prof. Dr. R. Siti Zuhro mengajak seluruh elemen demokrasi mempertimbangkan secara matang rektutmen kepala daerah sebagai kandidat presiden atau wakil presiden 2014-2019.

Zuhro mengatakan hal itu saat menjadi nara sumber Forum Diskusi Inilah Demokrasi: Peluang Pemimpin Daerah Menuju Istana, yang digelar INILAH.COM di Kota Bandung, Minggu, 22 Desember 2013.

Pembicara lain forum diskusi demokrasi yang dimoderatori Direktur Pemberitaan LKBN Antara, Ahmad Husaini, yakni Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan. Diskusi diikuti sekitar 100 wartawan dan akademisi asal Bandung dan Jakarta.

Forum diskusi memaparkan, pola perekrutan kepala daerah (gubernur) telah diterapkan sejumlah negara maju.
Bahkan negara kampiun demokrasi Amerika Serikat (AS) memiliki sepertiga jumlah presidennya, sebelumnya menjabat gubernur.
Tercatat 16 presiden AS berlatarbelakang kepala daerah, 23 senator, 13 wakil presiden, dan enam dari kelompok lain-lain (pengusaha, militer, pengacara).

Para gubernur yang dipercaya menjadi pemimpin Gedung Putih, antara lain: Theodore Roosevelt, Ronald Wilson Reagen, William Jefferson Clinton, George Walker Bush, Thomas Jefferson, James Monroe, Andrew Jackson, Martin Van Buren.

Zuhro mengatakan, perektutan kepala daerah menjadi orang pertama atau kedua di satu negara sangat beralasan. Bila sang kepala daerah nyata berprestasi, yang bersangkutan dipastikan menguasai aspek pengelolaan birokrasi.

Pada saat yang sama, sebagaian besar manajemen negara berkutat di sekitar masalah pemerintah pusat memberdayakan pemerintah daerah menggerakkan roda pembangunan.

Masalahnya, menurut Zuhro, partai politik (parpol)
di Indonesia masih menafikan pola perekrutan kepala daerah untuk mengisi kursi RI 1 atau RI 2.
Seluruh parpol masih menempatkan ketua umumnya sebagai pemilik tunggal calon presiden (capres) atau calon wakil presiden (cawapres).

Zuhro berpendapat, gubernur yang layak maju ke pentas nasional tentu yang menunjukkan prestasi selama menjabat. Mereka tidak cacat moral dan hukum.

"Kita sekarang memiliki Gubernur Jawa Barat (Ahmad Heryawan), Gubernur DKI Jokowi, Pakde Karwo (Gubernur Jawa Timur), atau Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo," tandas Zuhro.
Ditambahkan, media massa dan kelompok civil society perlu mendorong salah satu jalur pemimpin nasional ini.

Bila perlu mendesak parpol demi diperolehnya sosok pemimpin terbaik untuk kemajuan Indonesia ke depan.
"Seharusnya, tokoh yang sudah pernah nyapres tidak perlu maju lagi. Malu nanti. Kita butuh regenerasi, darah segar yang kuat, tidak loyo tidak deadlock. Merekrut kepala daerah adalah terobosan bagus," ulas Peneliti lagi.

Sementara Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, ketika ditanya peserta diskusi soal kelayakannya maju ke arena Pemilu 2014 menyatakan, ia tak berhak menjawab dirinya mumpuni atau tidak.
"Saya menyerahkan kepada rakyat. Kalau saya mengatakan diri layak, itu bentuk arogan," tukasnya

PKS, THE "MONEYLESS PARTY"Namanya Toyotomi Hideyoshi. Sejarah jepang abad ke-16 menterakan dengan indah namanya. Keberha...
26/12/2013

PKS, THE "MONEYLESS PARTY"

Namanya Toyotomi Hideyoshi. Sejarah jepang abad ke-16 menterakan dengan indah namanya. Keberhasilannya menyatukan klan-klan yang lama tenggelam dalam kecamuk perang diera feodal dan meredam gementrang katana para Ronin (Samurai bayaran) yang berebut pengaruh, menjadi karyanya yang paling monumental dalam legenda bangsa Jepang.

Dari gambaran prestasi ini saja, sudah cukup rasanya benak kita mendramatisir sosoknya secara fisiologis. Betapa tinggi besar tubuhnya, hebat kanuragan dan jurus pedangnya, serta gagah perawakannya seperti umumnya trah kaum samurai dizamannya.


Namun semua visualisai itu salah besar, karena faktanya justru amat paradoks. Perawakan Hideyoshi hanya setinggi 150 senti dengan perwajahan yang kurang enak dipandang. Jangankan bermain pedang, menggenggam pedang samurai saja Ia tak mampu. Ia sendiri, seperti dituturkan Kitami Masao penulis biografi Toyotomi Hideyoshi, menceritakan tentang dirinya; “Orang menyebutku Monyet karena kecerdikan fikiranku dan karena telingaku yang leber, kepala yang kebesaran dan tubuh yang kerempeng. Aku pendek dan tidak menarik. Mereka yang baru pertama kali melihatku terkaget-kaget. Mereka tidak mengira orang yang paling berkuasa dinegeri ini punya perawakan mirip kurcaci botak dengan bentuk tubuh tak karuan. Beberapa bahkan berkata aku adalah pemimpin berwajah paling jelek dalam sejarah Jepang!”

Lalu faktor apa yang membuat Hideyoshi naik ke tampuk pimpinan tertinggi mengungguli para ksatria samurai yang telah lebih dulu eksis?

Penghargaan, kerja keras dan win-win solution, itulah kuncinya. Prinsip-prinsip itu mengalahkan tajamnya katana dan kedigdayaan ksatria samurai yang paling hebat sekalipun. Penghargaan itu muncul karena rasa cinta dan kasih sayang dan bukan kebencian serta dendam, bahkan kepada musuh yang paling jahat sekalipun. Kerja keras adalah kunci sukses yang akan melampaui sekat-sekat keterbatasan dan menaklukkan batas-batas kemustahilan. Dan win-win solution adalah sikap yang arif dan rasional karena silang-sengkarut permasalahan bangsa dan negara tak bisa ditanggulangi oleh satu orang. Sehingga seluruh potensi positif yang ada disetiap golongan, legacy yang baik disetiap rezim dan keunggulan yang menyembul dari seluruh anak bangsa, dapat terkanalisasi secara harmoni dalam menyelesikan problematika ummat.

PKS & Hideyoshi, The Power of Under Estimate.

Dititik inilah PKS dan sosok Hideyoshi menemukan korelasi dan relevansi. Sama-sama terlahir dari rahim “under estimate” dan kemustahilan. Keduanya sama-sama dipandang sebelah mata pada awalnya, bahkan kerap dinyinyiri dan diremehkan.

Hideyoshi lahir dari keluarga petani miskin, sebagaimana juga PKS yang “miskin logistik” dan “fakir keuangan” harus terjun kegelanggang demokrasi dalam pusaran tradisi politik yang culas dan pragmatis. Jika perawakan Hideyoshi jauh dari profil seorang samurai, begitupun PKS yang tak jarang diremehkan karena tak punya basis massa kultural, minus tokoh, apatah lagi dukungan logistik yang kuat. Jauh dari kesan sebuah “partai besar”dalam logika mainstream. Namun takdir telah memberikan kesaksian; prinsip penghargaan, kerja-keras dan win-win solution yang dipegang teguh oleh Hideyoshi telah menghantarkannya menjadi seorang Ksatria Samurai yang paling hebat dimasanya, meski ia bergelar “The Swordless Samurai” (Samurai tanpa pedang). Sebagaimana, Insya Allah PKS juga akan muncul sebagai pemenang dengan mengusung prinsip; Cinta 愛(ai), kerja 働き(hataraki), dan harmoni ハ-モニ-(haamonii), meski orang menyebutnya “The Moneyless Party” (partai tanpa uang).

Nikmatilah nyinyiran itu. Nikmatilah cibiran dan ocehan penuh kebencian itu, kata demi kata. Karena tak lama lagi, kita akan menikmati kemenangan itu! Insya Allah......

Rusdy Haryadi

Sumber : Islamedia

Address

Jalan Nyi Meleng Rt 06 Rw 01 Mersi
Purwokerto
53112

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when PKS MERSI posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Organization

Send a message to PKS MERSI:

Share