Pemerintah Kabupaten Rembang

Pemerintah Kabupaten Rembang Fanpage Pemerintah Kabupaten Rembang

Kadin Fest 2026 Jadi Ruang Kolaborasi Pelaku Usaha dan Promosi Investasi RembangKamar Dagang dan Industri (KADIN) Kabupa...
20/08/2026

Kadin Fest 2026 Jadi Ruang Kolaborasi Pelaku Usaha dan Promosi Investasi Rembang

Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kabupaten Rembang menggelar Kadin Fest 2026 sebagai ruang kolaborasi pelaku usaha sekaligus upaya mendorong aktivitas ekonomi dan investasi di Kabupaten Rembang.

Rangkaian Kadin Fest 2026 berlangsung mulai 1 hingga 30 Agustus 2026. Berbagai kegiatan disiapkan, mulai dari program Great Sale, pelatihan dan pengembangan kapasitas pelaku usaha melalui Temu Suhu Biar Tahu, hingga Lasem Run yang menjadi kegiatan penutup.

Ketua KADIN Kabupaten Rembang, Arifin, mengatakan Kadin Fest diharapkan dapat membangkitkan semangat pelaku usaha sekaligus mengajak investor melihat berbagai peluang yang dimiliki Kabupaten Rembang.

Menurutnya, Rembang memiliki potensi ekonomi yang beragam, mulai dari sektor pertanian, industri, pertambangan hingga pariwisata. Potensi tersebut perlu diiringi keberanian dan optimisme pelaku usaha untuk mengembangkan usahanya.

“Kami ingin mengajak teman-teman pengusaha dari berbagai bidang dan skala usaha untuk bersama-sama berinvestasi di Rembang. Kadin Fest ini menjadi sarana untuk membangun semangat, memperkuat jejaring, dan menunjukkan bahwa Rembang memiliki banyak peluang yang bisa dikembangkan,” ujarnya.

Arifin menilai pelaku usaha di Rembang memiliki kemampuan dalam membaca peluang. Namun, keberanian untuk mengembangkan usaha dan mengambil peluang tersebut perlu terus diperkuat.

“Melalui Kadin Fest ini kami ingin menjadi role model dan mengobarkan semangat para pengusaha agar terus berkembang serta berani mengambil peluang usaha yang ada,” tambahnya.

Sekretaris KADIN Kabupaten Rembang sekaligus Ketua Panitia Kadin Fest, Mustaqim, menjelaskan rangkaian kegiatan dirancang untuk mendorong peningkatan transaksi ekonomi sekaligus mempertemukan pelaku usaha besar dengan UMKM.

Dalam program Great Sale, KADIN menggandeng sejumlah UMKM, pusat perbelanjaan, dan sektor perhotelan. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan aktivitas transaksi selama pelaksanaan festival.

“Tujuan akhirnya adalah meningkatkan aktivitas ekonomi di Kabupaten Rembang. Kami ingin menghadirkan kolaborasi antar pelaku usaha dan membuka peluang investasi yang lebih luas,” jelasnya.

Selain mendorong transaksi ekonomi, KADIN juga berupaya memperluas jejaring dengan investor dan pelaku usaha dari luar daerah. Langkah tersebut diharapkan dapat membuka peluang kerja sama dan investasi baru bagi Kabupaten Rembang.

Sementara itu, perwakilan tim kreatif Kadin Fest, Abe Sampurna, mengatakan penyelenggaraan festival dirancang tidak hanya sebagai kegiatan sesaat, tetapi sebagai sebuah identitas atau intellectual property (IP) yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan.

“Kami ingin Kadin Fest tidak sekadar menjadi event yang selesai setelah kegiatan berlangsung, tetapi menjadi identitas yang kuat dan mampu memperkenalkan Rembang kepada masyarakat yang lebih luas,” katanya.

Rangkaian Kadin Fest kemudian ditutup dengan Lasem Run 2026 yang digelar pada 30 Agustus di kawasan Pantai Dasun, Lasem.

Ajang lari tersebut membuka kategori 5 kilometer (Fun Run) dan 10 kilometer (Race). Selain menjadi kegiatan olahraga, Lasem Run juga diarahkan untuk memperkenalkan potensi wisata, budaya, dan ekonomi Lasem kepada peserta dari berbagai daerah.

Dengan rangkaian kegiatan tersebut, Kadin Fest 2026 diharapkan dapat menjadi ruang pertemuan dan kolaborasi antara pelaku usaha, UMKM, masyarakat, serta berbagai pihak untuk bersama-sama mengembangkan potensi ekonomi Kabupaten Rembang. (re/rd/kominfo)

Lasem Run 2026 Dorong Promosi Wisata dan Potensi Ekonomi LasemLasem Run 2026 resmi diluncurkan sebagai bagian dari rangk...
20/08/2026

Lasem Run 2026 Dorong Promosi Wisata dan Potensi Ekonomi Lasem

Lasem Run 2026 resmi diluncurkan sebagai bagian dari rangkaian Kadin Fest 2026 yang digelar Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kabupaten Rembang. Peluncuran jersey Lasem Run berlangsung di salah satu hotel di Jalur Pantura Rembang, Rabu (19/8).

Lasem Run 2026 dijadwalkan berlangsung pada Minggu (30/8/2026) di kawasan Pantai Dasun, Kecamatan Lasem. Kegiatan tersebut diharapkan tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga menjadi sarana memperkenalkan potensi wisata, budaya, dan ekonomi lokal Kabupaten Rembang kepada masyarakat luas.

Kawasan Lasem dipilih karena memiliki kekayaan sejarah dan budaya yang kuat, termasuk perpaduan budaya Tionghoa dan Jawa, serta karakter kawasan pesisir yang menjadi bagian dari daya tarik wisata Kabupaten Rembang.

Mengusung slogan “Join Us and Just Run!”, Lasem Run 2026 membuka dua kategori, yakni 5 kilometer (Fun Run) dan 10 kilometer (Race). Peserta kategori 5K dikenakan biaya pendaftaran Rp175 ribu, sedangkan kategori 10K sebesar Rp235 ribu.

Peserta akan mendapatkan sejumlah fasilitas, antara lain jersey resmi, medali finisher, nomor peserta atau BIB, timing chip, goodie bag, bonus racepack, serta kesempatan memperoleh doorprize.

Ketua KADIN Kabupaten Rembang, Arifin, mengatakan penyelenggaraan Kadin Fest menjadi bagian dari upaya membangun optimisme pelaku usaha sekaligus memperkenalkan berbagai potensi Kabupaten Rembang kepada investor.

Menurutnya, Rembang memiliki beragam sektor potensial yang dapat dikembangkan, mulai dari pertanian, industri, pertambangan hingga pariwisata.

“Kami ingin mengajak teman-teman pengusaha dari berbagai bidang dan skala usaha untuk bersama-sama berinvestasi di Rembang. Kadin Fest ini menjadi sarana untuk membangun semangat, memperkuat jejaring, dan menunjukkan bahwa Rembang memiliki banyak peluang yang bisa dikembangkan,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris KADIN Kabupaten Rembang sekaligus Ketua Panitia Kadin Fest, Mustaqim, mengatakan Lasem Run menjadi bagian akhir dari rangkaian Kadin Fest 2026 yang berlangsung sejak 1 hingga 30 Agustus.

Menurutnya, pemilihan kawasan Lasem diharapkan dapat memberikan pengalaman berbeda kepada peserta karena rute lari sekaligus menyuguhkan karakter kawasan yang memiliki kekayaan sejarah, budaya, dan pesona pesisir.

“Tujuan akhirnya adalah meningkatkan aktivitas ekonomi di Kabupaten Rembang. Kami ingin menghadirkan kolaborasi antar pelaku usaha dan membuka peluang investasi yang lebih luas,” jelasnya.

Perwakilan tim kreatif Kadin Fest, Abe Sampurna, menambahkan seluruh rangkaian kegiatan dikemas sebagai sebuah identitas atau intellectual property (IP) yang diharapkan dapat berkembang menjadi agenda tahunan.

“Kami ingin Kadin Fest tidak sekadar menjadi event yang selesai setelah kegiatan berlangsung, tetapi menjadi identitas yang kuat dan mampu memperkenalkan Rembang kepada masyarakat yang lebih luas,” katanya.

Melalui Lasem Run, masyarakat dari dalam maupun luar daerah diajak menikmati kawasan Lasem sekaligus mengenal lebih dekat kekayaan sejarah, budaya, wisata, dan potensi ekonomi yang dimiliki.

Pendaftaran Lasem Run 2026 dapat dilakukan secara daring melalui laman lasemrun.com. Informasi lebih lanjut dapat diperoleh melalui panitia di nomor 0857-2741-1539. (re/rd/kominfo)

BIAS Agustus Bergulir, 9.486 Siswa Kelas 1 dan 4.617 Siswi Kelas 5 Jadi Sasaran ImunisasiBulan Imunisasi Anak Sekolah (B...
20/08/2026

BIAS Agustus Bergulir, 9.486 Siswa Kelas 1 dan 4.617 Siswi Kelas 5 Jadi Sasaran Imunisasi

Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) Tahun 2026 di Kabupaten Rembang terus berlangsung sepanjang Agustus. Program ini menyasar siswa kelas 1 SD untuk imunisasi Measles Rubella (MR) serta siswi kelas 5 SD untuk imunisasi Human Papillomavirus (HPV).

Programmer Imunisasi Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang, Anik Nurwahyuni, menjelaskan jumlah sasaran imunisasi MR bagi siswa kelas 1 mencapai 9.486 anak. Sementara sasaran imunisasi HPV untuk siswi kelas 5 sebanyak 4.617 anak.

Ia menyebutkan, berdasarkan data kesehatan masyarakat dari Aplikasi Sehat IndonesiaKu (ASIK) per 19 Agustus 2026, capaian imunisasi MR telah mencapai 34,86 persen. Adapun capaian imunisasi HPV mencapai 37,51 persen.

Anik mengatakan seluruh puskesmas di Kabupaten Rembang telah melaksanakan BIAS, kecuali Puskesmas Pamotan yang menyesuaikan jadwal pelaksanaan di wilayah kerjanya. Ketersediaan vaksin juga dipastikan mencukupi untuk mendukung pelaksanaan program tersebut.

“Untuk kecukupan vaksin insyaallah sudah cukup. Hari ini juga ada pengambilan tambahan vaksin HPV,” katanya, Rabu (19/8).

Apabila terdapat siswa yang belum menerima imunisasi karena sakit, tidak masuk sekolah, atau alasan lainnya, Dinas Kesehatan bersama puskesmas akan melakukan sweeping atau penyisiran sasaran.

“Biasanya tim puskesmas datang kembali ke sekolah atau anak diarahkan ke pustu maupun fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan imunisasi,” jelasnya.

Terkait adanya penolakan dari orang tua, Anik menyebut kasus tersebut relatif sedikit. Namun jika memang didapati kasus tersebur, pihak orang tua yang menolak akan diminta untuk membuat surat pernyataan.

“Kalau yang benar-benar menolak biasanya diminta membuat surat pernyataan. Namun selama ini dari pihak sekolah tidak ada yang menolak, hanya beberapa orang tua saja,” ungkapnya.

Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang menargetkan cakupan imunisasi MR maupun HPV mencapai 97 persen sesuai target yang ditetapkan Kementerian Kesehatan.

Anik mengajak para orang tua untuk mendukung pelaksanaan imunisasi karena merupakan hak anak sekaligus upaya melindungi kesehatan masyarakat secara luas.

“Imunisasi adalah hak anak yang perlu dipenuhi oleh orang tua. Selain melindungi diri sendiri dan keluarga, imunisasi juga melindungi masyarakat dan komunitas,” pungkasnya. (re/rd/kominfo)

Pemkab Rembang Perkuat Pemahaman Guru PJOK tentang Keselamatan PembelajaranDinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dindik...
20/08/2026

Pemkab Rembang Perkuat Pemahaman Guru PJOK tentang Keselamatan Pembelajaran

Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dindikpora) Kabupaten Rembang terus memperkuat pemahaman guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) mengenai keselamatan dan aspek hukum dalam proses pembelajaran. Langkah tersebut dilakukan untuk mendukung pelaksanaan kegiatan olahraga di sekolah yang aman, terarah, dan sesuai ketentuan.

Upaya tersebut diwujudkan melalui sosialisasi bagi guru PJOK jenjang SD dan SMP yang digelar di Gedung PKG Kecamatan Lasem, Rabu (19/8/2026). Kegiatan tersebut menghadirkan narasumber dari Polres Rembang.

Kepala Dindikpora Kabupaten Rembang, Ahmad Sholchan, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan menyamakan pemahaman guru PJOK mengenai hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan pembelajaran olahraga.

Menurutnya, pembelajaran PJOK memiliki karakteristik yang berbeda karena tidak hanya berlangsung di dalam kelas, tetapi juga melibatkan aktivitas fisik dan praktik di lapangan. Karena itu, aspek keselamatan peserta didik perlu menjadi perhatian sejak tahap persiapan hingga pelaksanaan pembelajaran.

“Ini kegiatan untuk memberikan pemahaman yang sama kepada seluruh guru PJOK maupun guru yang mengampu mata pelajaran PJOK, khususnya di SD dan SMP. Guru PJOK mempunyai risiko yang lebih dibandingkan dengan guru yang lain karena harus ada praktik di luar lapangan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, guru perlu melakukan berbagai langkah antisipasi sebelum kegiatan olahraga dilaksanakan. Salah satunya dengan mengetahui kondisi peserta didik dan memastikan mereka dalam kondisi yang memungkinkan untuk mengikuti aktivitas fisik.

“Jadi sebelum melaksanakan proses pembelajaran, guru PJOK harus tahu situasi dan kondisi anak-anak. Misalnya ditanya siapa yang dalam kondisi sakit,” jelasnya.

Selain aspek kesehatan dan keselamatan, guru juga perlu memahami ketentuan yang berkaitan dengan pelaksanaan pembelajaran, termasuk langkah yang perlu dilakukan apabila terjadi kondisi tertentu selama kegiatan berlangsung.

Untuk memberikan pemahaman tersebut, Dindikpora menghadirkan KBO Reskrim Polres Rembang IPTU Dr. Widodo Eko Prasetiyo sebagai narasumber. Materi yang diberikan diharapkan dapat menambah wawasan guru mengenai aspek hukum yang berkaitan dengan pelaksanaan kegiatan pembelajaran PJOK.

Perkuat Langkah Antisipasi

Ahmad menegaskan, kegiatan tersebut merupakan langkah preventif untuk meningkatkan kesiapan guru dalam melaksanakan pembelajaran PJOK. Sosialisasi tidak hanya dilakukan sebagai respons terhadap suatu peristiwa, tetapi menjadi bagian dari upaya membangun pemahaman bersama mengenai keselamatan dan pelaksanaan pembelajaran yang sesuai ketentuan.

“Tanpa adanya kejadian pun ini sebuah hal yang harus kita antisipasi lebih awal karena pemahaman guru PJOK itu bervariasi. Dengan adanya kejadian kemarin, kami semakin merasakan bahwa ini memang penting untuk dilaksanakan,” katanya.

Ia menekankan pentingnya membangun kondisi “murid sehat, guru aman” dalam setiap pelaksanaan pembelajaran PJOK.

Karena itu, persiapan pembelajaran perlu dilakukan secara matang, mulai dari pengecekan kondisi peserta didik, pemanasan, pemilihan aktivitas yang sesuai dengan usia dan kemampuan siswa, hingga pelaksanaan kegiatan berdasarkan rencana pembelajaran.

Kepala sekolah juga memiliki peran dalam melakukan pengawasan dan supervisi agar proses pembelajaran berjalan sesuai ketentuan serta memperhatikan keselamatan peserta didik.

Pembelajaran Disesuaikan Kondisi Siswa

Salah satu peserta sosialisasi, Guru PJOK SDN Banowan Kecamatan Sarang, Lela Ayu Rinanti, mengatakan pemahaman mengenai keselamatan sangat penting bagi guru PJOK karena pembelajaran melibatkan aktivitas fisik.

“Kegiatan yang diselenggarakan ini bagi guru PJOK sangat dibutuhkan karena terkait dengan mitigasi keselamatan siswa yang akan kami ajarkan. Selama ini kita mengajarkan, tetapi aspek safety juga perlu diperhatikan sehingga ke depan penanganan anak-anak bisa lebih baik lagi,” ungkapnya.

Menurut Lela, guru perlu memastikan kondisi siswa sebelum mengikuti kegiatan olahraga. Untuk siswa sekolah dasar, materi pembelajaran juga disesuaikan dengan usia dan karakteristik mereka.

“Setiap memulai pembelajaran kita berdoa, kemudian absensi dan menanyakan kondisi siswa. Kalau ada yang sakit, tentu harus kita perhatikan terlebih dahulu sebelum mengikuti pembelajaran,” katanya.

Aktivitas olahraga bagi siswa SD juga banyak dikemas dalam bentuk permainan agar pembelajaran berlangsung menyenangkan sekaligus tetap memperhatikan keselamatan peserta didik.

Selain pengecekan kondisi siswa sebelum pembelajaran, sekolah melakukan pemantauan kesehatan secara berkala, antara lain melalui pengukuran tinggi dan berat badan. Pemantauan tersebut dilakukan melalui kerja sama dengan pihak kesehatan.

Sosialisasi bagi guru PJOK tersebut dilaksanakan selama tiga hari di sejumlah wilayah. Setelah sebelumnya dilaksanakan di wilayah Rembang Barat, kegiatan dilanjutkan di wilayah Rembang Timur, Kecamatan Lasem, dan selanjutnya Kamis (20/8/2026) di Kantor Dindikpora Kabupaten Rembang dengan peserta khusus guru SMP.

Melalui penguatan pemahaman tersebut, Pemkab Rembang berharap guru PJOK semakin siap melaksanakan pembelajaran yang memperhatikan keselamatan, kesehatan, dan perkembangan peserta didik, sekaligus memahami ketentuan yang perlu menjadi pedoman dalam pelaksanaan kegiatan olahraga di sekolah. (Mif/rd/Kominfo)

Pemkab Rembang Perkuat Budaya Peduli Lingkungan, 32 Sekolah Raih Penghargaan Adiwiyata 2026Pemerintah Kabupaten Rembang ...
20/08/2026

Pemkab Rembang Perkuat Budaya Peduli Lingkungan, 32 Sekolah Raih Penghargaan Adiwiyata 2026

Pemerintah Kabupaten Rembang terus mendorong penguatan budaya peduli lingkungan di lingkungan satuan pendidikan. Upaya tersebut salah satunya dilakukan melalui Program Adiwiyata yang mendorong sekolah membangun kebiasaan menjaga kebersihan, mengelola lingkungan, serta melibatkan seluruh warga sekolah dalam pelestarian lingkungan.

Komitmen tersebut ditandai dengan pemberian penghargaan Adiwiyata Tingkat Kabupaten Tahun 2026 kepada 32 sekolah di Kabupaten Rembang. Penghargaan diserahkan oleh Bupati Rembang H. Harno didampingi Wakil Bupati Rembang H.M. Hanies Cholil Barro’ seusai upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Alun-alun Rembang, Senin (18/8/2026).

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Rembang, Ika Himawan, mengatakan penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi terhadap sekolah yang menunjukkan komitmen dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.

Menurutnya, capaian sebagai sekolah Adiwiyata bukan merupakan tujuan akhir. Sekolah penerima penghargaan diharapkan terus menjalankan berbagai kegiatan lingkungan dan menjadikannya sebagai bagian dari kebiasaan sehari-hari.

“Intinya mereka benar-benar menjaga lingkungan dan kebersihan, termasuk pengelolaan sampah dan pepohonan. Yang terpenting, ke depannya mereka wajib terus melakukan kegiatan yang berkaitan dengan pelestarian lingkungan,” ujarnya.

Ika menjelaskan, proses penilaian Adiwiyata Tingkat Kabupaten telah dilakukan sejak 2025. Tahapan tersebut diawali dengan perencanaan dan survei untuk mengidentifikasi sekolah yang memenuhi kriteria serta memiliki kesiapan dalam melaksanakan program Adiwiyata.

“Kita melakukan perencanaan dan survei untuk melihat sekolah-sekolah mana yang sudah masuk kriteria dan siap melaksanakan program Adiwiyata,” imbuhnya.

Dorong Kepedulian Lingkungan Sejak Sekolah

Salah satu sekolah penerima penghargaan, Madrasah Aliyah Mualimin Mualimat Rembang, menerapkan budaya peduli lingkungan melalui berbagai kegiatan yang melibatkan seluruh warga madrasah.

Kepala MA Mualimin Mualimat Rembang, Muhammad Arif Sugeng Purwanto, mengatakan kegiatan tersebut antara lain berupa kerja bakti, penanaman pohon, serta pembiasaan menjaga kebersihan lingkungan madrasah.

“Kami melakukan kegiatan bersih-bersih bersama dan penanaman pohon bersama di lingkungan madrasah. Tantangannya adalah banyaknya sampah plastik karena masih banyak jajanan dengan kemasan plastik,” katanya.

Menurutnya, pembiasaan tersebut terus dilakukan agar kepedulian terhadap lingkungan tidak hanya muncul ketika ada penilaian, tetapi menjadi bagian dari karakter dan perilaku sehari-hari siswa.

Upaya tersebut juga diarahkan untuk meningkatkan kesadaran warga sekolah dalam mengurangi sampah, menjaga kebersihan, serta merawat lingkungan secara bersama-sama.

32 Sekolah Penerima Penghargaan

Adapun 32 sekolah yang menerima penghargaan Adiwiyata Tingkat Kabupaten Rembang Tahun 2026 terdiri atas:

1. SDN 1 Tahunan, Kecamatan Sale
2. SDN 3 Sale, Kecamatan Sale
3. SDN 3 Pasedan, Kecamatan Bulu
4. SDN 3 Soditan, Kecamatan Lasem
5. SDN 2 Sumbergirang, Kecamatan Lasem
6. SDN 2 Jolotundo, Kecamatan Lasem
7. SDN Sendangasri, Kecamatan Lasem
8. SDN 2 Gedongmulyo, Kecamatan Lasem
9. SDN Babagan, Kecamatan Lasem
10. SDN Wiroto, Kecamatan Kaliori
11. SDN Tawangrejo, Kecamatan Sarang
12. SDN 1 Karas, Kecamatan Sedan
13. SDN Jatisari, Kecamatan Sluke
14. SDN 2 Doropayung, Kecamatan Pancur
15. SDN 2 Sekarsari, Kecamatan Sumber
16. SDN Sukorejo, Kecamatan Sumber
17. SDN 1 Logede, Kecamatan Sumber
18. SDN Polbayem, Kecamatan Sumber
19. SDN Pragu, Kecamatan Sulang
20. SDN Kebonagung, Kecamatan Sulang
21. MIS Islamiyah, Kecamatan Sumber
22. MIS Al-Irsyad, Kecamatan Rembang
23. MIS Anwarul Mursyidin
24. SMPN 2 Bulu, Kecamatan Bulu
25. SMPN 2 Gunem, Kecamatan Gunem
26. SMPN 3 Kragan, Kecamatan Kragan
27. SMP Islam An-Nawawiyah Rembang
28. SMPIT Al-Kahfi
29. MTs Negeri 5 Rembang
30. MTs Miftahul Ulum Sumber
31. MTs Mualimin Mualimat Rembang
32. MTs Nahjatus Sholihin Kragan

Penghargaan tersebut diharapkan menjadi pemacu bagi sekolah untuk terus mengembangkan budaya peduli lingkungan secara berkelanjutan. Program Adiwiyata juga diharapkan tidak berhenti pada pencapaian penghargaan, tetapi mampu membentuk kebiasaan menjaga lingkungan yang diterapkan oleh seluruh warga sekolah.

Melalui penguatan budaya peduli lingkungan sejak satuan pendidikan, Pemkab Rembang berharap semakin banyak sekolah yang mampu menjadi contoh dalam pengelolaan lingkungan sekaligus menanamkan karakter peduli lingkungan kepada generasi muda. (Mif/rd/Kominfo)

Hadapi Porprov XVII Jateng, 68 Atlet Rembang Jalani TC Hingga OktoberKomite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten...
20/08/2026

Hadapi Porprov XVII Jateng, 68 Atlet Rembang Jalani TC Hingga Oktober

Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Rembang terus mematangkan persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah XVII 2026 yang akan diselenggarakan pada 25–31 Oktober 2026 mendatang. Sebanyak 68 atlet dari 16 cabang olahraga (cabor) kini menjalani pemusatan latihan atau training center (TC) sebagai bagian dari upaya meningkatkan performa dan daya saing atlet.

Ketua Umum KONI Kabupaten Rembang, Suswantoro, mengatakan seluruh atlet yang akan mewakili Kabupaten Rembang telah memasuki tahap persiapan intensif melalui program latihan terpusat yang dijadwalkan berlangsung hingga Oktober mendatang.

“Alhamdulillah sekarang jadwalnya sudah mulai training center. Nanti berlangsung sampai bulan Oktober. Sebanyak 68 atlet dari 16 cabang olahraga mengikuti program ini,” ujarnya, Selasa (18/8).

Menurut Suswantoro, KONI Rembang menargetkan capaian yang lebih baik dibandingkan pelaksanaan Porprov sebelumnya. Berbagai persiapan terus dilakukan agar para atlet dapat tampil maksimal saat bertanding.

“Target kami tentu lebih baik dari hasil yang dicapai sebelumnya. Kami berusaha semaksimal mungkin agar atlet-atlet Rembang mampu menunjukkan prestasi terbaiknya,” katanya.

Ia menambahkan, para atlet saat ini menjalani latihan rutin setiap hari sesuai program yang telah disusun oleh masing-masing cabang olahraga. Selain peningkatan kemampuan teknis, latihan juga difokuskan pada penguatan fisik, mental, dan kesiapan bertanding.

Porprov Jawa Tengah mendatang akan digelar di kawasan Semarang Raya. Pihaknya berharap seluruh atlet dapat memanfaatkan masa persiapan yang ada untuk meningkatkan kemampuan sehingga mampu bersaing dengan atlet dari daerah lain dan mengharumkan nama Kabupaten Rembang di tingkat provinsi.

“Kita akan berusaha semaksimal mungkin,” pungkasnya.

Secara keseluruhan, kontingen Kabupaten Rembang menyiapkan sebanyak 88 orang untuk berlaga pada Porprov Jawa Tengah XVII Tahun 2026 di Semarang Raya. Jumlah tersebut terdiri atas 20 pelatih dan 68 atlet yang akan bertanding pada 16 cabang olahraga.

Cabang olahraga dengan jumlah peserta terbanyak adalah rugby yang diperkuat 18 atlet dan didampingi empat pelatih, sehingga total personel mencapai 22 orang. Sementara itu, tenis meja menjadi cabor dengan jumlah atlet terbanyak kedua, yakni delapan atlet yang didampingi dua pelatih.

Selain rugby dan tenis meja, sejumlah cabor lain yang akan mewakili Kabupaten Rembang antara lain bola voli enam atlet, bridge enam atlet, bulutangkis tiga atlet, catur satu atlet, golf empat atlet, panjat tebing dua atlet, pencak silat dua atlet, petanque empat atlet, sambo dua atlet, selam dua atlet, taekwondo dua atlet, wushu empat atlet, xiangqi tiga atlet, serta biliar satu atlet. Masing-masing cabor telah menyiapkan atlet terbaiknya untuk bersaing memperebutkan prestasi di tingkat provinsi. (re/rd/kominfo)

Upacara HUT ke-81 RI , 71 Warga Binaan Rutan Rembang Terima RemisiSebanyak 71 warga binaan Rumah Tahanan Negara atau Rut...
20/08/2026

Upacara HUT ke-81 RI , 71 Warga Binaan Rutan Rembang Terima Remisi

Sebanyak 71 warga binaan Rumah Tahanan Negara atau Rutan Kelas IIB Rembang menerima remisi dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Dari jumlah tersebut, satu warga binaan langsung bebas setelah mendapatkan Remisi Umum II.

Penyerahan Surat Keputusan (SK) remisi secara simbolis diserahkan oleh Bupati Rembang H. Harno didampingi Wakil Bupati Rembang H.M Hanies Cholil Barro’ dan Kepala Rutan Kelas II B Rembang, Tisep Oven Harry sesuai upacara di alun-alun, Senin (17/8/2026).

Kepala Rutan Kelas IIB Rembang, Tisep Oven Harry, mengatakan tahun ini terdapat 115 warga binaan yang menghuni Rutan Rembang. Namun, 44 warga binaan lainnya belum memenuhi syarat untuk mendapatkan remisi karena masa pidananya masih terlalu pendek atau baru masuk ke dalam rutan.

Satu warga binaan yang langsung bebas berinisial DM atau Darmin, terpidana kasus pencurian dengan hukuman dua tahun penjara. Pada tahun ini, Darmin mendapatkan remisi selama tiga bulan sehingga masa pidananya berakhir bertepatan dengan 17 Agustus.

“Kami berharap emberian remisi dapat menjadi motivasi bagi seluruh warga binaan untuk terus memperbaiki diri, menaati peraturan, dan mengikuti berbagai program pembinaan yang diselenggarakan Rutan Rembang. Dengan demikian, ketika kembali ke tengah masyarakat, warga binaan diharapkan telah mengalami perubahan ke arah yang lebih baik, “ tuturnya.

Sementara itu, DM mengaku sangat senang setelah mendapatkan remisi dan bisa langsung menghirup udara bebas. Ia mengatakan keluarganya selama ini sesekali datang menjenguk selama menjalani masa pidana.

“Setelah bebas rencana saya coba kembali bekerja. Sebelumnya, bekerja di kapal , jadi besok ingin kerja di kapal lagi, “ pungkasnya. (Mif/rd/Kominfo)

Bendera Merah Putih Berkibar di Bawah Laut Pulau Gede RembangBendera Merah Putih berkibar di bawah laut perairan Pulau G...
18/08/2026

Bendera Merah Putih Berkibar di Bawah Laut Pulau Gede Rembang

Bendera Merah Putih berkibar di bawah laut perairan Pulau Gede, Kabupaten Rembang, Sabtu (15/8/2026). Pengibaran dilakukan Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia (POSSI) Kabupaten Rembang untuk menyemarakkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Rombongan POSSI Rembang bersama tim pendukung berangkat dari Pantai Wates sekitar pukul 07.00 WIB menuju perairan Pulau Gede. Setibanya di lokasi, para penyelam mempersiapkan diri sebelum turun ke laut untuk melaksanakan prosesi pengibaran Merah Putih.

Bendera dikibarkan pada kedalaman sekitar 10 meter di bawah permukaan laut. Sebanyak empat penyelam terlibat, terdiri atas dua atlet dan dua pengurus POSSI Rembang.

Mereka yakni Zahirah Mecca Naila Rahman dari SMAN 3 Rembang, Mochammad Anas Febrian alumni SMKN 1 Rembang, serta Minan Rahman, S.Tr. dan Faishal Mulyono.

Ketua POSSI Kabupaten Rembang, Nowo Setya Pamungkas mengatakan, pengibaran Merah Putih di bawah laut menjadi cara POSSI menyemarakkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI sekaligus memperkenalkan potensi bahari Rembang.

“Semangat kemerdekaan bisa dikibarkan di mana saja, termasuk di bawah laut. Kami ingin menunjukkan bahwa laut adalah bagian dari Indonesia yang harus kita kenalkan sekaligus kita jaga,” ujar Nowo.

Pelaksanaan pengibaran dilakukan dengan tetap memperhatikan kondisi laut dan keselamatan para penyelam. Sejumlah unsur turut memberikan dukungan, di antaranya Unit Siaga BASARNAS Rembang, Pos TNI AL Rembang, Polairud Rembang, Kantor Pelabuhan Kelas III Rembang, BPBD Kabupaten Rembang, Dinas Perikanan dan Kelautan Rembang, Dinas Perhubungan Kabupaten Rembang, Dinas Pariwisata Kabupaten Rembang, serta KONI Kabupaten Rembang.

Koordinasi dilakukan untuk memastikan seluru rangkaian kegiatan, mulai dari perjalanan menuju lokasi hingga pelaksanaan penyelaman, berlangsung aman.

Nowo menegaskan, keselamatan menjadi prioritas utama dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, kegiatan peringatan kemerdekaan tidak boleh mengesampingkan aspek keselamatan.

“Kami tidak ingin hanya mengejar seremoni. Yang paling utama seluruh penyelam berangkat dan kembali dalam kondisi selamat,” tegasnya.

Pengibaran Merah Putih di bawah laut Pulau Gede menjadi salah satu cara POSSI Rembang memperingati kemerdekaan. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi momentum untuk mengajak masyarakat semakin mengenal dan menjaga kekayaan bahari Kabupaten Rembang. (Mif/rd/Kominfo)

Petani Sumber Kembangkan Bawang Merah dari Benih, Pemkab Rembang Dorong Penguatan Sentra HortikulturaPemerintah Kabupate...
13/08/2026

Petani Sumber Kembangkan Bawang Merah dari Benih, Pemkab Rembang Dorong Penguatan Sentra Hortikultura

Pemerintah Kabupaten Rembang terus mendorong pengembangan bawang merah sebagai salah satu komoditas hortikultura potensial untuk memperkuat sektor pertanian dan meningkatkan pendapatan petani. Kecamatan Sumber menjadi salah satu wilayah yang mulai menunjukkan potensi pengembangan, termasuk melalui budidaya bawang merah menggunakan benih atau biji yang tengah dikembangkan petani setempat.

Komoditas bawang merah di Kecamatan Sumber dalam dua tahun terakhir menunjukkan perkembangan yang cukup menjanjikan. Selain didukung kondisi lahan yang sesuai, petani setempat juga mulai menerapkan teknologi budidaya dan memiliki pemahaman mengenai pengendalian hama serta penyakit tanaman.

Manager Brigade Pangan Sumber Sejahtera, Alif Fachrijal Rosyid, mengatakan hasil panen bawang merah di wilayahnya tergolong baik. Harga jual di tingkat petani juga relatif stabil.

“Untuk bawang merah yang sudah melalui proses pengeringan dan pemotongan daun, saat ini dibeli pedagang dengan harga sekitar Rp19.000 hingga Rp20.000 per kilogram. Di tingkat pasar bisa mencapai Rp25.000 hingga Rp30.000 per kilogram,” ujarnya, Selasa (11/8).

Alif yang juga berprofesi sebagai petani bawang merah menjelaskan, budidaya komoditas tersebut memiliki sejumlah tantangan. Ketersediaan air menjadi salah satu faktor penting dalam keberhasilan tanam. Selain itu, petani harus mempersiapkan kebutuhan produksi sejak awal, mulai dari benih, pupuk, hingga obat-obatan tanaman.

Menurutnya, serangan hama dan penyakit menjadi salah satu tantangan yang membutuhkan perhatian khusus.

“Tantangan terberat biasanya serangan hama dan penyakit, seperti ulat, kutu, tungau, dan thrips. Karena itu perawatan harus intensif, termasuk penyemprotan secara berkala,” jelasnya.

Petani di Kecamatan Sumber saat ini mulai mengembangkan metode budidaya bawang merah menggunakan benih atau biji, selain metode yang selama ini lebih umum menggunakan umbi.

Pengembangan tersebut masih dalam tahap pembelajaran dan uji coba. Namun, hasil awal yang diperoleh menunjukkan potensi yang cukup menjanjikan.

“Kalau menggunakan benih, potensi hasilnya bisa mencapai 15 hingga 20 ton per hektare. Saat ini kami masih dalam tahap pengembangan dan pembelajaran, tetapi hasil awal cukup menjanjikan,” kata Alif.

Menurutnya, pengembangan budidaya dari benih tidak terlepas dari pendampingan penyuluh pertanian serta Dinas Pertanian dan Pangan (Dintanpan) Kabupaten Rembang.

Pemanfaatan teknologi pertanian juga mulai diterapkan untuk meningkatkan efisiensi usaha tani. Salah satunya penggunaan drone untuk membantu proses penyemprotan tanaman.

“Drone yang kami gunakan berasal dari bantuan Brigade Pangan. Awalnya untuk tanaman padi, tetapi saat musim kemarau kami manfaatkan untuk bawang merah dan hasilnya cukup efektif,” ungkapnya.

Ke depan, kelompok tani di Kecamatan Sumber berharap pengembangan bawang merah dapat terus diperkuat melalui pelatihan, terutama terkait pengendalian hama dan penyakit tanaman serta dukungan sarana produksi pertanian.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Rembang, Agus Iwan Haswanto, mengatakan potensi pengembangan hortikultura, khususnya bawang merah, masih terbuka lebar.

Menurutnya, bawang merah memiliki prospek pasar yang cukup baik dan berpeluang menjadi salah satu komoditas yang memperkuat ekonomi pertanian di wilayah Pantura.

“Potensi hortikultura utamanya bawang merah ini terus berkembang di Kabupaten Rembang. Prospek pasarnya juga relatif bagus. Selama ini kita masih sangat bergantung pada daerah Brebes dan Tegal. Karena itu, untuk wilayah Pantura kami berupaya agar Rembang menjadi salah satu daerah penghasil bawang merah,” ujarnya.

Agus menyebut budidaya bawang merah saat ini telah berkembang di sejumlah wilayah Rembang, meskipun belum merata di seluruh kecamatan. Selain Kecamatan Sumber, pengembangan juga mulai terlihat di Kecamatan Kragan, Bulu, serta sejumlah wilayah lainnya.

Pemkab Rembang berharap luas tanam bawang merah dapat terus bertambah seiring meningkatnya minat petani, termasuk dari kalangan petani muda.

“Harapan kami ke depan ada penambahan luas tanam bawang merah. Apalagi dengan adanya peran petani milenial yang mulai tertarik mengembangkan komoditas ini. Kami berharap Rembang dapat menjadi salah satu sentra bawang merah,” katanya.

Menurut Agus, pengembangan komoditas tersebut perlu dibarengi dengan modernisasi pertanian. Pemanfaatan alat dan mesin pertanian modern dinilai dapat membantu meningkatkan produktivitas sekaligus efisiensi usaha tani.

“Kami mendorong teman-teman petani milenial untuk memanfaatkan drone secara optimal sekaligus mengampanyekan kepada petani lain agar pertanian dengan sarana dan prasarana modern terus tumbuh dan berkembang,” jelasnya.

Perkembangan bawang merah di Kabupaten Rembang juga terlihat dari tren produksi dalam beberapa tahun terakhir.

Berdasarkan data Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dintanpan Kabupaten Rembang, pada 2025 luas panen bawang merah mencapai 118 hektare dengan total produksi 11.226 kuintal. Produktivitas rata-rata mencapai 95,14 kuintal per hektare.

Capaian tersebut meningkat dibandingkan 2024. Pada tahun tersebut, luas panen bawang merah tercatat 109 hektare dengan produksi 9.815 kuintal dan produktivitas 90,46 kuintal per hektare.

Dengan demikian, dalam satu tahun produksi meningkat sebanyak 1.411 kuintal, sementara luas panen bertambah sembilan hektare.

Jika melihat tren lima tahun terakhir, produksi bawang merah Kabupaten Rembang juga menunjukkan kecenderungan meningkat. Produksi pada 2021 tercatat 9.137 kuintal, kemudian naik menjadi 9.540 kuintal pada 2022, 9.691 kuintal pada 2023, 9.815 kuintal pada 2024, dan mencapai 11.226 kuintal pada 2025.

Produktivitas juga mengalami peningkatan cukup signifikan. Pada 2021 produktivitas tercatat 65,27 kuintal per hektare, kemudian meningkat hingga mencapai 95,14 kuintal per hektare pada 2025.

Berdasarkan data 2025, Kecamatan Pamotan menjadi salah satu wilayah dengan kontribusi produksi bawang merah terbesar di Kabupaten Rembang. Luas panennya mencapai 65 hektare dengan produksi 5.550 kuintal.

Sementara itu, Kecamatan Gunem mencatat produktivitas tertinggi, yakni 236,83 kuintal per hektare, dari luas panen 12 hektare dengan produksi mencapai 2.842 kuintal.

Data tersebut menunjukkan bahwa pengembangan bawang merah di Rembang tidak hanya bertumpu pada satu wilayah. Sejumlah kecamatan mulai memiliki potensi untuk dikembangkan sesuai karakteristik lahan dan kemampuan petani.

Pemkab Rembang terus mendorong agar potensi tersebut dapat dikembangkan secara bertahap melalui peningkatan kapasitas petani, penerapan teknologi pertanian, pendampingan penyuluh, serta pemanfaatan sarana produksi yang lebih modern.

Dengan produksi yang terus meningkat dan semakin banyaknya petani yang mulai mengadopsi teknologi budidaya, bawang merah diharapkan dapat menjadi salah satu komoditas hortikultura unggulan yang memberikan nilai tambah bagi petani sekaligus memperkuat sektor pertanian Kabupaten Rembang. (re/rd/kominfo)

Address

Jalan Gatot Subroto No. 8
Rembang
59211

Opening Hours

Monday 07:30 - 16:00
Tuesday 07:30 - 16:00
Wednesday 07:30 - 17:00
Thursday 07:30 - 17:00
Friday 09:00 - 23:00

Telephone

+622956980426

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Pemerintah Kabupaten Rembang posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Organization

Send a message to Pemerintah Kabupaten Rembang:

Shortcuts

Share