Indonesia Bangga

Indonesia Bangga halaman ini di buat agar kita lebih bangga menjadi bangsa indonesia

Mahasiswa UMY Kembangkan Alat Deteksi Pembuluh Darah Balita=========================================Pembuluh darah pada ...
23/08/2013

Mahasiswa UMY Kembangkan Alat Deteksi Pembuluh Darah Balita

=========================================

Pembuluh darah pada balita rentan akan kerusakan jika terjadi kesalahan penyuntikan. Oleh karena itu, perlu adanya alat yang mampu mendeteksi pembuluh darah balita untuk meminimalisir kesalahan tersebut.

Ade Pajar Pirdianto, Mahasiswa Teknik Elektro Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), mengembangkan teknologi pembuluh darah balita yang digunakan untuk membantu tim medis, baik di rumah sakit maupun puskesmas, dalam melakukan penyuntikan pada balita.

“Terkadang tim medis juga mengalami kesulitan untuk melihat di mana letak pembuluh darah pada bayi, dengan adanya alat yang dirancang dengan sinar, yang bisa menembus pembuluh darah ini cocok untuk membantu pekerjaan para medis,” ujar Ade di Kampus UMY (15/5).

Ade menjelaskan bahwa alat ini merupakan lanjutan dari alat pendeteksi pembuluh darah balita yang sebelumnya sudah pernah diciptakan oleh alumni Teknik Elektro UMY Fajar Harianto.

“Kita mengembangkannya menjadi lebih baik dan lebih efisien. Pada alat sebelumnya hanya digunakan untuk bayi usia kurang dari tiga bulan, sekarang kami mengembangkannya sampai usia dua tahun,” katanya.

Mudah dan Murah

Muholidin, mahasiswa Fakultas Teknik Elektro angkatan 2011 yang turut mengembangkan alat pendeteksi pembuluh darah balita mengatakan, cara kerja alat ini pun sangat mudah, hanya meletakkan tangan bayi di atas alat ini maka pembuluh darah bayi tersebut akan terlihat.

“Hal ini dikarenakan kami menggunakan sinar LED 4 pin yang memiliki kekuatan bias cahaya melebihi sinar LED lainnya, sehingga pembuluh darah bisa terlihat jelas,” ucapnya

Alat ini juga sangat efisien karena bentuknya yang sangat ringan dan mudah untuk dibawa, juga murah. “Alat seperti ini ada di rumah sakit besar, tapi bentuk alatnya tidak seminimalis alat kami,” katanya.

Alat yang sebelumnya sudah diuji pada balita usia dua tahun ini berhasil lolos babak kualifikasi dari LCEN bidang biomedik.

“Kami sangat bangga karena alat kami akan bersaing dengan penemuan lain dari seluruh universitas di Indonesia nantinya, kami berharap bisa menjadi yang terbaik, dan juga alat pendeteksi pembuluh darah balita ini bisa dimanfaatkan di dunia kesehatan secara luas,” ujarnya.

Sumber: viva.co.id (16/5/13)

=======================================

We Proud of You, Indonesia

Jika Anda Bangga Menjadi Indonesia
LIKE and Share Status ini teman INDONESIA BANGGA..

23/08/2013

Jakarta : Kementerian Pekerjaan
Umum (PU) siap membangun
beberapa jalan baru sepanjang
perbatasan antara Indonesia
dengan Malaysia yang berada di
Pulau Kalimantan dengan total
panjang 238 kilometer (km).
Staf Ahli Menteri Pekerjaan Umum IV
Bidang Hubungan Antar Lembaga,
Ruchyat Deni Djakapermana
mengungkapkan sesuai dengan
program kerja 2013 paling utama di
Provinsi Kalimantan Timur dan
Kalimantan Barat.
Provinsi Kalimantan Timur sendiri
telah membangun total jalan baru
sepanjang 132 km dan Provinsi
Kalimantan Barat 106 km.
“Kalau dana contoh 2013 ini
Kalimantan Barat dan Kalimantan
Timur sebesar Rp 2,7 triliun dari
Anggaran Rp 5,6 triliun atau sekitar
50%,” ujar dia di Gedung PU, Jakarta,
Rabu (14/8/2013).
Menurut dia, pembangunan jalan di
perbatasan Kalimantan memang
sektor yang paling banyk menyerap
dana jika dibandingkan
pembangunan perbatasan di
wilayah lain.
“Yang darat paling besar, yaitu
perbatasan Kalimantan Barat dan
Timur itu adalah prioritas yang akan
jadi penyerapan dana cukup
besar,”jelas Ruchyat.
Dia mengaku hingga saat ini
perbatasan Kalimantan sendiri
sudah membentang jalan raya
sepanjang 493 km dari Desa
Temanjuk Kabupaten Sambas
hingga Nanga Badau Kabupaten
Kapuas Hulu. “Tapi juga belum
semua terhubungkan,” tegasnya.
Hingga saat ini perbatasan
Kalimantan ini didominasi dengan
lahan hutan. Hal ini yang menjadi
salah satu tantangan bagi PU.
Berbeda dengan perbatasan
Malaysia yang sudah membentang
jalan raya yang menghubungkan
antar daerah. (Yas/Nur)
©Liputan6.com

Ini gedung tertinggi diIndonesia akan saingi MenaraPetronasReporter : Muhammad HasitsIndonesia sebentar lagi akanmemilik...
23/08/2013

Ini gedung tertinggi di
Indonesia akan saingi Menara
Petronas
Reporter : Muhammad Hasits
Indonesia sebentar lagi akan
memiliki gedung tertinggi. Gedung
yang akan dibangun oleh
Pertamina ini tingginya akan
menyaingi Menara Petronas,
Malaysia.
Gedung ini diberi nama Pertamina
Energy Tower. "Tujuannya satu,
karena ingin membangun Iconic
Building, kalau energi tower yang
sudah diresmikan Desember yang
lalu. Nah, September ini mau ada
ground breaking," kata Direktur
Utama PT Pertamina (Persero)
Karen Agustiawan di Balai Kota
Jakarta, Kamis (22/8) kemarin.
Gedung Pertamina ini akan
dibangun di atas lahan 9 hektare di
kawasan Kuningan Jakarta. Gedung
akan memiliki 99 lantai dan
tingginya 400 meter.
"Kalau dibangun bisa paling tinggi
se-Indonesia," ujar Karen.
Menurut Karen, gedung tertinggi di
Indonesia itu akan dijadikan pusat
perkantoran oleh Pertamina. "Jadi
pusat maupun anak-anak
perusahaan nanti akan ada di sana,"
imbuh Karen.
Pembangunan tower ini
diperkirakan menghabiskan dana
USD 850 juta atau sekitar Rp 8
triliun. Jika dikerjakan pada tahun
ini, diperkirakan gedung akan
selesai pada 2014 mendatang.
Jika membandingkan dengan
Menara Petronas Malaysia, tentu
gedung bikinan Pertamina ini
masih kalah tinggi. Petronas
mempunyai ketinggian 452 meter
atau 1483 kaki dihitung sampai
paling atas. Sementara gedung
milik Pertamina ini hanya 400
meter.
Namun, Menara Petronas yang
selesai dibangun pada 1998 itu
hanya memiliki 88 lantai.
Sedangkan Pertamina Energy
Tower akan memiliki 99 lantai.

Ronny Gani, Animator Indonesia di Balik Layar Film "Pacific Rim"Sabtu, 20 Juli 2013 | 15.25 WIBDibaca:Komentar :Share:VI...
26/07/2013

Ronny Gani, Animator Indonesia di Balik Layar Film "Pacific Rim"
Sabtu, 20 Juli 2013 | 15.25 WIB
Dibaca:
Komentar :
Share:
VIA VOA INDONESIA
Ronny Gani, animator muda Indonesia yang ikut terlibat dalam penggarapan animasi film science fiction "Pacific Rim".

KOMPAS.com - Di balik kesuksesan film animasi "Pacific Rim" yang masih diputar di bioskop-bioskop di Tanah Air saat ini, ternyata ada sentuhan seorang animator Indonesia. Dialah Ronny Gani, seorang animator muda yang bekerja di Industrial Light & Magic, di Singapura, anak perusahaan Lucas Film Group, yang menggarap film tersebut.

"Kalau di Pacific Rim saya mengerjakan animasinya. Jadi saya menggerak-gerakkan karakter-karakter yang ada di film itu," ujar Ronny dalam wawancara yang dilansir situs VOA. Ia mengatakan, sebagai animator, ia punya peran memainkan visual effects sehingga gerakan karakter dalan animasi menjadi lebih hidup dan masuk akal.

Ini bukanlah debut pertamanya menggarap animasi-animasi di film Hollywood. Ronny sebelumnya juga terlibat dalam penggarapan film the Avengers yang dirilis tahun 2012.

"Kebetulan sekali waktu saya pertama kali mulai bekerja di Industrial Light & Magic, proyek yang sedang dikerjakan adalah The Avengers. Jadi otomatis saya ikut terlibat dalam proyek itu. Secara garis besar grup Industrial Light & Magic itu mengerjakan bagian akhir film di bagian aliennya sudah mulai menginvasi," kata Ronny.
WARNER BROS
Poster film Pacific Rim.

Pekerjaan sebagai animator sebenarnya bukan cita-citanya saat kecil. Bahkan sampai usai kuliah ia mungkin belum membayangkan profesinya sekarang karena Ronny adalah lulusan S1 Jurusan Arsitektur Universitas Indonesia.

"Selama kuliah saya merasa kurang sreg dengan bidang yang saya pelajari dan akhirnya coba-coba cari saya punya passion apa selain bidang arsitektur ini," kata Ronny.

Kecintaan Ronny terhadap seni ternyata cukup kuat untuk membuatnya mempelajari bidang tersebut lebih dalam lagi secara otodidak.

"Saya pelajari 3D software yang saat itu saya pakai untuk mengerjakan tugas-tugas kuliah. Akhirnya saya tahu kalau penggunaan 3D software itu ternyata bisa diaplikasikan ke industri film, dalam hal ini animasi dan visual effects," ujarnya.

Tanpa memiliki pendidikan formal dan pengalaman, Ronny kemudian membuat portfolio dan mencari pekerjaan di bidang yang diinginkannya, yaitu animasi.

"Saya mendapat pekerjaan pertama saya di Batam. Saat itu saya tinggal di Jakarta dan saya harus relokasi ke Batam, dan kerja di sana satu tahun," ujarnya.

Di Batam pekerjaan pertamanya sebagai animator adalah mengerjakan proyek film "Sing to the Dawn", sebuah proyek kolaborasi antara studio animasi di Batam dengan perusahaan Singapura. Filmnya sendiri rilis di Singapura dan di Indonesia dengan judul Merah Mimpi.

Setelah mendapat pengalaman kerja di Batam, akhirnya Ronny memutuskan untuk mencari pekerjaan di Singapura sebagai batu loncatan. Proses pencarian kerjanya pun juga sangat mudah dan semuanya dilakukan melalui online di Internet, sampai akhirnya diterima dan diberi izin kerja.

Awalnya ia bekerja di perusahaan lokal Singapura, Sparky Animation. Sparky Animation adalah sebuah perusahaan animasi yang mengerjakan proyek-proyek skala kecil, seperti serial TV dan film DVD.

Setelah enam bulan bekerja di sana, Ronny kemudian mendapatkan pekerjaan di Lucas Film Animation di Singapura selama kurang lebih empat tahun. Di Lucas Film, ia terlibat dalam pembuatan serial TV Star Wars: The Clone Wars untuk musim tayang ke-2, 3, dan 4.

Setelah berkarir di bidang animasi selama beberapa tahun, Ronny mengaku pekerjaannya sebagai animator ini bukanlah pekerjaan impian, namun bisa dikatakan sebagai suatu proses dalam karirnya.

"Saya aja kuliahnya arsitektur. Yah, lebih seperti proses saja kali ya, sampai saya akhirnya ada disini. Dan saya mensyukuri. Harus mensyukuri saya bisa ada di sini. Tapi ini bukan sesuatu yang memang dari kecil saya impikan, seperti cita-cita saya mau jadi pilot atau apa lalu saya menyebut animator, tidak. Tapi memang dari kecil saya s**a film animasi dan hal-hal yang sifatnya seni," jelas Ronny.

Kiprah Animator Indonesia di MalaysiaSabtu, 4 Februari 2012 | 11.04 WIBDibaca:Komentar :Share:KOMPAS.com/Didik PurwantoA...
26/07/2013

Kiprah Animator Indonesia di Malaysia
Sabtu, 4 Februari 2012 | 11.04 WIB
Dibaca:
Komentar :
Share:

KOMPAS.com/Didik PurwantoAditya Prabaswara dan Marsya Chikita Fawzy, animator Indonesia yang berjaya di Malaysia

JAKARTA, KOMPAS.com — Anda tentu pernah melihat atau setidaknya mendengar nama film animasi Upin Ipin buatan Malaysia. Meski asalnya dari negara tetangga kita, tetapi ternyata di balik pembuatan film itu ada tenaga muda dari Indonesia.

Tak hanya di Upin Ipin ada rasa Indonesia, di film animasi Malaysia lain pun bisa ditemui tenaga-tenaga andal dari Indonesia.

Mereka adalah Marsha Chikita Fawzi dan Aditya Prabaswara. Mungkin tidak banyak orang yang tahu kedua orang ini karena sehari-hari mereka memang hidup dan tinggal di Malaysia, meski keduanya berasal dari Jakarta, Indonesia.

Tetapi, bila mendengar kata-kata "Upin Ipin", tentu semua orang tahu. Ya, mereka adalah salah satu dari tim Las Copac, studio yang memproduksi film Upin Ipin tersebut.

Marsha mengawali dunia animasi sejak di bangku kuliah. Kebetulan, Marsha menimba ilmu di Multi Media University di Selangor Malaysia sejak lima tahun lalu. Kebetulan seniornya bekerja di Las Copac dan menawarinya untuk magang sekaligus bekerja paruh waktu (part time) di sana.

Atas kinerjanya yang memuaskan, Marsha pun dipanggil oleh Las Copac dan ditawari untuk bekerja di sana. Tetapi, untuk masuk ke studio tersebut juga tidak gampang karena harus melalui tes dan sudah memiliki keterampilan di bidang animasi.

Marsha yang sudah mengetahui seluk-beluk animasi dan sejak awal sudah magang di sana, bisa dengan mudah menjadi bagian di studio tersebut.

Awalnya, Marsha bekerja serabutan di studio itu. Maklum, untuk bisa menjadi profesional, pekerja di sana harus bisa mengerjakan semua bagian. Tapi kini Marsha sudah mendapat posisi yang pasti, yaitu di bagian komposter. Bagian tersebut khusus menangani efek visual, termasuk pewarnaan pada animasi agar terlihat sempurna dan enak dilihat.

"Suatu saat saya akan membuat film animasi sendiri dan Indonesia banget," kata Marsha yang ditemui Kompas.com saat Workshop Hellofest di Jakarta, Jumat (3/2/2012).

Bekerja di Las Copac membuat putri dari Ikang Fawzy dan Marissa Haque ini juga bisa belajar dengan seniornya di sana. Paling tidak, Marsha mendapat pelajaran bagaimana membuat animasi yang baik, bekerja secara tim, dan membuat animasi yang mengajarkan moral kepada anak-anak.

Baginya, film animasi Upin Ipin adalah salah satu film animasi untuk anak-anak yang memberi pelajaran sopan santun. Sebagai seorang remaja, Marsha juga berkeinginan memberikan sesuatu yang dibuatnya bisa bermanfaat bagi semua yang menontonnya.

"Saat ini banyak film yang tidak cocok untuk ditonton anak-anak. Orang tua harus berperan aktif memilah film yang bagus untuknya," kata Marsha yang dulu bercita-cita menjadi pelukis ini.

Tidak jauh berbeda dengan Marsha, Aditya Prabaswara juga sudah menyenangi dunia animasi sejak kecil. Dia juga kebetulan satu almamater dengan Marsha di Multi Media University Malaysia.

Namun, Aditya bukan satu perusahaan dengan Marsha di Las Copac. Cowok yang masih menjalani semester akhir di MMU ini bekerja paruh waktu di Animonsta, salah satu pecahan dari Las Copac.

Saat ini dia dipercaya sebagai modeller di Animonsta. Tugasnya adalah mengubah gambar atau sketsa animasi menjadi gambar berkualitas 3 dimensi. Film yang dibuatnya adalah Bo Bo Boy, film animasi yang masih setipe dengan Upin Ipin, tapi lebih terkesan sebagai animasi pahlawan (hero). Film ini juga bakal tayang di salah satu televisi swasta di Indonesia.

Peran serta pemerintah
Marsha dan Aditya punya keinginan yang sama, yaitu membuat studio sendiri, membuat film animasi sendiri, dan bisa dijual atau dinikmati di negeri sendiri, syukur kalau bisa dinikmati di negara lain. Tetapi, jawaban mereka seragam terkait kendala yang dihadapi.

"Di sini (Indonesia) kurang ada dukungan dari pemerintah. Kebanyakan animator bergerak sendiri," kata Aditya.

Padahal, di Malaysia mereka difasilitasi berupa dukungan dana hingga kantor. Promosi film animasi juga didukung oleh berbagai pihak, terutama agar film animasi tersebut bisa dinikmati di negara lain.

Nasib film animasi lokal
Sebenarnya, film animasi lokal masih bisa berpotensi besar dan bisa diterima di negara lain. Aditya menyarankan agar animator bisa melakukan survei terlebih dahulu untuk mengetahui keinginan pasar. Selain itu, karakter tokoh pun akan lebih baik disesuaikan dengan konten lokal.

"Saya kagum dengan film Si Doel Anak Sekolahan dan Unyil. Film itu benar-benar membawa pesan moral bagi penontonnya. Suatu saat saya juga akan membuat film animasi yang seperti itu," katanya.

Tidak hanya itu, animator lokal juga harus berpromosi terhadap film animasi buatannya. Maksudnya, film tersebut agar bisa diketahui oleh orang lain, lembaga lain, bahkan institusi lain.

"Memang karakter penonton Indonesia itu unik, lebih s**a produk dari negeri lain," katanya.

Tetapi, secara perlahan masyarakat Indonesia diharapkan bisa menghargai karya dari anak bangsa sendiri, terutama dari hasil karya anak muda bangsa Indonesia.

Orang Indonesia di Balik Game "Assassin's Creed"Penulis: Oik Yusuf | Senin, 10 Desember 2012 | 16.19 WIBDibaca:Komentar ...
26/07/2013

Orang Indonesia di Balik Game "Assassin's Creed"
Penulis: Oik Yusuf | Senin, 10 Desember 2012 | 16.19 WIB
Dibaca:
Komentar :
Share:
oik yusuf/ kompas.com Richard Bharata, karyawan Ubisoft (kiri)

KOMPAS.com — Seri video game dari Ubisoft yang kini telah mencapai judul kelima (Assassin's Creed III) dikenal sebagai permainan yang menyajikan gameplay terbuka di tengah tempat-tempat historis yang tervisualisasi dengan indah.

Dalam seri game ini pemain menjelajahi lokasi-lokasi bersejarah, seperti kota Istanbul pada zaman Ottoman, Roma dalam masa Renaissance, serta Amerika Serikat sewaktu dilanda perang saudara. Semuanya ditampilkan dengan detail lingkungan dan arsitektur yang akurat sesuai era masing-masing.

Untuk mewujudkan itu semua diperlukan kerja keras yang tidak sedikit, mulai dari riset sejarah, kunjungan ke lokasi yang sesungguhnya, hingga proses pengembangan lingkungan dalam game. Nah, di sinilah Richard Wych Bharata Setiawan, seorang kelahiran Indonesia, memainkan peranannya.

ubisoft



Lulusan Desain Komunikasi Visual Universitas Trisakti ini menjabat sebagai Level Artist di studio besar Ubisoft di Montreal, Kanada.

Sebagai perancang lingkungan game, Richard terlibat dalam pembuatan sejumlah game dalam seri Assassin's Creed, termasuk Brotherhood dan Revelations yang merupakan ekspansi dari judul Assassin's Creed II. Dia juga turut menangani proses desain dalam seri game populer lain bikinan Ubisoft, yaitu Prince of Persia.

Dari lokal ke mancanegara

Richard tidak serta-merta melompat ke Kanada begitu lulus kuliah. Pria yang akan segera menikah dalam waktu dekat ini mengawali kariernya sebagai desainer grafis di Forhet pada 2005. Lebih kurang setahun kemudian, dia bergabung dengan Matahari Studios—sebuah pengembang game lokal—sebagai special effects artist.

"Kebetulan, saya lalu dapat informasi bahwa Ubisoft akan membuka studio di Asia Tenggara," ujar pria yang mengaku belajar mendesain obyek-obyek dalam game secara otodidak ini.

geekbox.net Salah satu setting lokasi di game Assassins Creed III



Jadilah Richard mengajukan lamaran sebagai special effects artist. Tetapi, posisi yang diinginkannya itu ternyata tidak tersedia. Richard lantas nyemplung sebagai level artist dan modeller di Ubisoft Singapura pada tahun 2008 silam. Dia adalah salah satu dari dua orang Indonesia yang tergabung dalam tim awal studio Ubisoft Singapura yang berjumlah 25 orang.

"Ketika itu ada kejadian lucu di mana saya diminta mengisi form pekerjaan. Saya diberikan laptop, tetapi keyboardnya menggunakan bahasa Perancis. Lama sekali saya mengisinya karena harus mencari huruf yang tepat satu per satu, ha-ha-ha," ujar Richard sambil tergelak ketika mengenang pengalamannya tersebut. Maklum, Ubisoft adalah perusahaan asal Perancis. Rupanya mereka lupa membawa peralatan yang cocok untuk kawasan Asia Tenggara.

Tiga tahun bekerja di Singapura, Richard lantas pindah ke studio utama Ubisoft di Montreal, Kanada, di mana dia bermukim hingga kini.

Pengalaman Richard menggunakan keyboard berbahasa Perancis berlanjut dalam bentuk yang berbeda di Montreal karena bahasa Perancis adalah bahasa utama di kota itu. Richard pun makin getol belajar bahasa Perancis. "Sekarang sudah tidak kaku lagi berbahasa Perancis meskipun masih harus banyak belajar," ujarnya.

Pekerjaan kolosal

Melihat tampilan dunia dalam seri game Assassin's Creed yang luas dan begitu mendetail, dapat dibayangkan bahwa pembuatnya pastilah bekerja keras untuk merealisasikan lingkungan game dari gambaran konsep yang ditetapkan sebelumnya.

Di studio Ubisoft, sebagian besar tanggung jawab ini berada di pundak art director yang memberikan arahan seputar rancangan game pada sejumlah sub-bagian, termasuk character design dan level designer yang menjadi atasan Richard.

"Kalau diumpamakan, level designer membuat 'mangkuk' lingkungan dunia game berikut 'level box' yang mewakili obyek-obyek dalam dunia game. Level artist seperti saya kemudian mewujudkan dunia itu sesuai arahan," jelas Richard mengenai bidang pekerjaannya.

Dari situ, Richard bersama tim level artist memikirkan kira-kira arsitektur seperti apa yang sesuai dengan setting game, lalu bekerja membuat obyek-obyek dan lingkungan dalam game berdasarkan referensi yang didapat berikut limitasi interaksi dalam game yang ditetapkan oleh programmer.

Kadang proses ini bisa membuat pusing tujuh keliling. Richard memberi contoh salah satu level dalam game Assassin's Creed: Brotherhood yang menampilkan reruntuhan Colosseum di Roma, Italia, lengkap dengan ruang-ruang bawah tanahnya.

gamesradar.com Colosseum dalam game Assassins Creed: Brotherhood



"Kami harus membuat Colosseum sesuai dengan keadaannya pada abad ke-15, tahun 1400-an, sementara gambar-gambar referensi yang tersedia hanya dari tahun 2000-an," ungkap Richard. Kendati demikian, nyatanya di tengah keterbatasan itu tim pengembang Ubisoft tetap berhasil memvisualisasikan desain Colosseum yang megah.

Ketika itu, Richard antara lain bertanggung jawab membuat setting dungeon atau ruang tahanan bawah tanah di Colosseum yang juga dipakai sebagai arena kejar-kejaran menggunakan kuda di dalam game. "Proses pembuatannya lama sekali, tapi ketika dimainkan dalam game, lima menit saja level-nya sudah lewat, ha-ha-ha," ucap Richard.

Dalam proses pembuatan game, Ubisoft menerapkan sistem milestone atau target pencapaian dalam kurun waktu tertentu. Jika sudah dekat waktu deadline, Richard kerap lembur demi merampungkan pekerjaan.

Tantangan dalam melakukan proses desain lingkungan game itu pun selalu mengalami eskalasi dari judul ke judul. Menurut Richard, ini karena Ubisoft selalu meminta rancangan yang lebih detail untuk game berikutnya. "Pengerjaan dari Assassin's Creed II ke Brotherhood lalu setelah itu ke Revelations, misalnya, selalu harus disertai dengan peningkatan kualitas sehingga kami harus bekerja lebih giat lagi."

Saat semuanya sudah selesai, dunia game kemudian digabungkan dengan bagian-bagian lainnya, seperti karakter game hasil rancangan character artist dan fashion designer yang juga dibuat berdasarkan referensi faktual.

Hasil karya Richard bisa dilihat di serangkaian judul game dalam seri populer ini, mulai dari Assassin's Creed II, Assassin's Creed: Brotherhood, Assassin's Creed: Revelations, hingga yang terbaru Assassin's Creed III, yang tersedia untuk platform PC dan konsol game, seperti Xbox 360 dan PlayStation 3.

Gerilya

Richard mengaku menikmati bekerja di studio terbesar Ubisoft di Montreal. "Suasananya cair, kekeluargaan. Semua karyawan, misalnya, makan siang bersama tanpa memandang posisi atau jabatan."

Meski begitu, pria yang mengaku s**a main game untuk melihat-lihat desain lingkungannya dan mencari inspirasi ini masih menyempatkan diri p**ang ke Tanah Air dengan memanfaatkan waktu senggang antarpembuatan judul game.

"Kebetulan, sekarang lagi in-between, jadi bisa p**ang ke rumah," ujar Richard ketika ditemui KompasTekno di sela-sela gelaran Indocomtech 2012 di Jakarta, November lalu. Saat itu, seri game terbaru yang turut ditangani Richard, Assassin's Creed III, memang telah rampung dan baru dirilis ke pasaran.

Soal industri game di Indonesia, Richard mengatakan bahwa sebenarnya terdapat banyak talenta berbakat di Tanah Air. Hanya saja, menurut Richard, di samping belum adanya investor besar yang berani mendanai pembuatan game seperti Assassin's Creed, ada hal lain yang sedikit mengganjal kemajuan dunia game Nusantara dalam mengembangkan game berskala besar.

"Banyak yang bagus, tapi kebanyakan dari mereka bergerak seperti pejuang gerilya zaman kemerdekaan, yaitu terpisah-pisah antardaerah. Seandainya saja bisa disatukan, tentu bisa kuat sekali," ujar Richard.

Bagaimana dengan para rekan seprofesi yang memutuskan untuk mengadu nasib di negeri orang, seperti Richard sendiri? Menurut dia, hal tersebut berkaitan dengan besarnya penghargaan atas karya mereka yang bisa diperoleh di luar negeri.

"Namanya juga memenuhi kebutuhan hidup. Di Indonesia banyak talenta pembuat game berkualitas internasional, tapi penghasilannya kurang. Seandainya keadaan itu berubah, pasti semua yang bekerja di luar negeri akan p**ang kampung dengan senang hati," tandasnya.

KOMPAS.com - Kuartal terakhir 2012, nama Indonesia tak terlihat dalam daftar negara-negara "penyumbang" serangan cyber t...
26/07/2013

KOMPAS.com - Kuartal terakhir 2012, nama Indonesia tak terlihat dalam daftar negara-negara "penyumbang" serangan cyber terbesar di dunia.

Kala itu, hanya 0,7 persen serangan berasal dari Tanah Air, menurut laporan tiga bulanan "State of the Internet" dari Akamai, penyedia layanan cloud computing dan pengiriman konten yang bertanggung jawab atas hampir seperlima trafik di web.

Tapi hal itu berubah drastis pada kuartal pertama 2013. Jumlah serangan yang berasal dari Indonesia mengalami kenaikan luar biasa, sebesar 30 kali jumlah sebelumya hingga kini mencapai 20 persen dari jumlah keseluruhan serangan cyber di seluruh dunia.

Ini mendudukkan Indonesia di urutan kedua setelah China dalam hal lokasi asal serangan cyber. Tak ada satu negara lain pun yang bisa menyamai laju kenaikan serangan cyber Indonesia, tapi apa yang sebenarnya terjadi?
Akamai
Daftar 10 besar negara asal serangan cyber per Q4 2012 dan Q1 2013 dari Akamai

David Belson, penulis dan penyunting laporan Akamai yang bersangkutan, mengatakan bahwa sulit untuk mengambil kesimp**an dari data yang dikumpulkan Akamai. Tidak diketahui apakah serangan-serangan tersebut dilakuakan secara berkelanjutan selama tiga bulan atau lebih bersifat insiden yang terisolasi.

Sulit p**a untuk mengetahui apabila serangan-seragan cyber itu benar-benar berasal dari dalam Indonesia. "Bisa jadi sistem yang didata Akamai sebenarnya dipakai sebagai proxy oleh penyerang yang berlokasi di negara lain. Ada kemungkinan sejumlah komputer di Indonesia dikendalikan oleh hacker di Rusia, misalnya," jelas Belson, seperti dikutip dari Quartz.

Tapi kemungkinan bangkitnya peretas-peretas dari Indonesia pun tak boleh dipandang sebelah mata. Terlebih, belakangan ini Indonesia diramaikan sejumlah kasus serangan cyber yang jumlahnya mencapai 36.6 juta insiden dalam tiga tahun terakhir, menurut data Kementerian Komunikasi dan Informatika.

Pada Januari tahun ini, kelompok yang menamakan diri Anonymous Indonesia melakukan deface atas 12 situs pemerintah untuk memprotes penangkapan hacker yang sebelumnya meretas situs presiden. Saking meningkatnya serangan cyber, kementerian pertahanan sampai merasa perlu membentuk tim khusus untuk menangkal ancaman cyber terhadap keamanan nasional.

Pihak pemerintah juga menuding negera-negara seperti China, Rusia, Korea Utara, dan Amerika Serikat sebagai lokasi asal serangan yang menyasar Indonesia.

VIVAlog - Pasar smartphone dunia, secara kasat mata bisa dikatakan hanya dikuasai oleh tiga platform ponsel pintar yakni...
26/07/2013

VIVAlog - Pasar smartphone dunia, secara kasat mata bisa dikatakan hanya dikuasai oleh tiga platform ponsel pintar yakni Android, iOS dan Windows Phone. Saat ini, sangat berat bagi platform lain untuk bisa menandingi kedigdayaan ketiganya.

Demikian pun dengan BlackBerry, di pasar Amerika dan Eropa, BlackBerry harus menerima kekalahan mereka terhadap Android, iOS maupun WP ponsel. Namun di Indonesia, kepopuleran perangkat asal Kanada ini masih cenderung meningkat.

VIVAlog - Perusahaan kedirgantaraan Inggris Reaction Engines, sedang membuat sebuah pesawat terbang yang mampu terbang d...
26/07/2013

VIVAlog - Perusahaan kedirgantaraan Inggris Reaction Engines, sedang membuat sebuah pesawat terbang yang mampu terbang dan keliling dunia hanya dalam waktu empat jam. Selain itu, pesawat ini juga bisa terbang ke luar angkasa.

Reaction Enginees mengatakan bahwa, hanya ada satu teknologi yang benar-benar baru di pesawat yang dulunya tidak mungkin menjadi mungkin. Yaitu udara yang masuk ke sistem mesin "Sabre" baru, didinginkan dalam waktu 0,1 detik walaupun suhunya lebih dari 1.000 derajat Celcius.

KOMPAS.com — Kecepatan internet di Indonesia perlahan tetapi pasti mulai meningkat. Laporan dari perusahaan internet con...
26/07/2013

KOMPAS.com — Kecepatan internet di Indonesia perlahan tetapi pasti mulai meningkat. Laporan dari perusahaan internet content delivery, Akamai, yang mengungkap kabar baik tersebut.

Setelah sempat menduduki posisi terbawah sebagai negara dengan kecepatan internet rata-rata terendah di wilayah Asia Pasifik, pada kuartal I tahun 2013, Indonesia berhasil melonjak naik mengungguli tiga negara Asia lain.

Pada laporannya seperti dikutip dari The Next Web, Akamai mengungkapkan bahwa kecepatan rata-rata internet di Indonesia sudah meningkat hingga 1,5 Megabit per detik (Mbps), naik 6,9 persen dari kuartal lalu dan 113 persen dari tahun lalu.

Di kuartal ini, kecepatan rata-rata internet Indonesia ada di peringkat ke-104 dunia, mengungguli Vietnam di posisi 108 dengan kecepatan 1,5 Mbps, Filipina di 109 dengan 1,4 Mbps, dan India di peringkat ke-114 dengan 1,3 Mbps.

Indonesia tetap masih jauh di bawah beberapa negara tetangga, seperti Malaysia yang menempati peringkat 70 dan Singapura peringkat 21. (lihat tabel 1)

Korea Selatan masih menjadi negara dengan internet tercepat dalam periode April sampai Juni 2013. Perusahaan telekomunikasi di Negeri Ginseng itu mampu memberi kecepatan 14,2 Mbps, dan warganya pun rela mengeluarkan banyak uang demi internet cepat. Jika koneksi dalam performa terbaik, kecepatannya bisa mencapai 44,8 Mbps.

Akamai
Tabel 1. Kecepatan rata-rata internet wilayah Asia Pasifik menurut Akamai
Akamai juga mengungkapkan, kecepatan internet tertinggi (peak connection speed) atau pada saat koneksi dalam performa terbaik yang pernah diraih di Indonesia pada kuartal I tahun 2013 adalah sebesar 12,8 Mbps atau setara dengan 100 Kilobyte per detik (Kbps).

Akamai mencatat, kecepatan ini meningkat 152 persen secara tahunan atau dari kuartal yang sama tahun lalu.

Dengan kecepatan puncak tersebut Indonesia ditempatkan di posisi 99 dunia, mengalahkan beberapa negara Asia, seperti Vietnam, India, dan China.

Vietnam ada di posisi 105 dunia dengan kecepatan puncak 11,6 Mbps, India ada di peringkat 109 dunia dengan Mbps, dan China ada di posisi terbawah wilayah Asia dengan posisi 121 pada kecepatan 8,3 Mbps.

Meski demikian, Indonesia tetap berada di bawah Singapura di posisi 6 dan Malaysia di posisi 46. (lihat tabel 2)

Kecepatan peak internet tertinggi di Asia, sekaligus di dunia, dipegang oleh Hongkong dengan 63,6 Mbps. Jepang ada di posisi kedua dengan kecepatan 50 Mbps.

Queensland - Militer Amerika Serikat berjanji akan mencari empat bom yang dijatuhkan pesawat militernya di wilayah Great...
26/07/2013

Queensland - Militer Amerika Serikat berjanji akan mencari empat bom yang dijatuhkan pesawat militernya di wilayah Great Barrier Reef, Australia. AS memastikan bahwa bom-bom tersebut akan dievakuasi dengan aman dari wilayah perairan Australia.

Insiden pembuangan bom yang terjadi pekan lalu itu telah menuai kritikan keras dari banyak pihak, terutama kalangan aktivis lingkungan. Dua pesawat Harrier terpaksa membuang bom tersebut di perairan Australia tepatnya di area terumbu karang saat latihan gabungan, karena adanya kapal sipil di area pembuangan awal.

Hal ini memicu protes karena Great Barrier Reef masuk dalam daftar World Heritage UNESCO. Meskipun militer AS dan Australia terus berdalih bahwa bom tersebut minim risiko dan jatuh di area 30 km dari terumbu karang terdekat.

Unit Angkatan Laut AS, Armada Ketujuh yang bermarkas di wilayah Jepang berjanji akan memimpin misi pencarian bom tersebut. Unit yang ikut dalam latihan gabungan tersebut, tentu akan berkoordinasi dengan otoritas Australia dalam misi pencarian dan evakuasi bom ini.

"Militer AS sadar akan tanggung jawab profesional untuk mengurangi dampak lingkungan atas setiap latihan atau operasi militer yang dilakukan," demikian pernyataan Angkatan Laut AS, seperti dilansir AFP, Jumat (26/7/2013).

"Kami berkomitmen penuh untuk memperbaiki setiap potensi dampak yang merugikan lingkungan dalam waktu yang tepat," imbuhnya.

Rincian rencana misi pencarian dan evakuasi bom ini akan diumumkan kemudian.

Insiden ini terjadi pada hari kedua latihan gabungan Talisman Sabre, yang diikuti oleh 28 ribu tentara AS dan Australia. Dua pesawat militer AS jenis AV-8B Harrier awalnya berniat menjatuhkan keempat bom yang dibawanya di wilayah dekat p**au setempat, namun gagal.

Dalam kondisi darurat dengan kekurangan bahan bakar dan tidak mampu melakukan pendaratan dengan muatan bom seberat itu, maka opsi pembuangan bom terpaksa dilakukan di area dekat Great Barrier Reef. Hal ini memicu kritikan tajam dari banyak pihak, termasuk juga senator Australia dari Green Party yang menyebut hal ini sangat memalukan bagi pemerintah Australia.

Address

Rembang

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Indonesia Bangga posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share

Category