SMA N 1 Remboken

SMA N 1 Remboken Jadikan Sekolah sebagai rumah kedua kita :) sehingga selama bersekolah kita merasakan suasana keluarga, bahagia dan ceria bersama teman-teman dan guru ;)

TORANG PE SEKOLAH

Ayo teman", kita promosi acara akbar Rabu depan 👍 Saya ( nama anda ) Alumni SMA NEGERI 1 REMBOKEN Siap hadir dalam Acara...
12/10/2019

Ayo teman", kita promosi acara akbar Rabu depan 👍

Saya ( nama anda ) Alumni SMA NEGERI 1 REMBOKEN Siap hadir dalam Acara HUT Sekolah ke-25 & Reuni Lintas Angkatan.

Steps :
1. Share
2. Open twibbonize.com/25thanniversary
3. Add Your Name
4. Upload Your Photo
5. Copy the caption
6. Upload ke semua sosmed dan tag ke 10 org alumni teman"

"contoh foto"

10/10/2019

Selamat Pagi teman" alumni lintas angkatan 1-25. 😊 dalam rangka memeriahkan dan mensukseskan acara HUT & Reuni SMA N 1 Remboken, kami dari panitia mengharapkan kontribusi dari teman" sekalian dalam bentuk kesenian untuk mengisi acara. seperti contoh kesenian: Menyanyi, Dance, Maengket, Kambasaran, Paduan Suara, Musik dan berbagai kesenian lainnya. untuk konfirmasinya bisa di kabari secepatnya sebelum hari Senin berjalan WA 085256916725. sekian pemberitahuannya kami ucapkan Terima Kasih 🖤

ayo teman" yg merasa angkatan 1-25, hadiri dan sukseskan acara syukuran HUT SMA N 1 REMBOKEN yg ke-25 & Reuni Alumni akb...
08/10/2019

ayo teman" yg merasa angkatan 1-25, hadiri dan sukseskan acara syukuran HUT SMA N 1 REMBOKEN yg ke-25 & Reuni Alumni akbar lintas angkatan. Jangan lupa di SHARE ya ❤️

siapa yg menang ya?
11/03/2019

siapa yg menang ya?

Orang Remboken wajib BAGIKAN!Remboken pusat sejarah MinahasaSaya hampir terlupakanMunculnya Pahlawan Retor "Si Tarumetor...
30/01/2019

Orang Remboken wajib BAGIKAN!
Remboken pusat sejarah Minahasa

Saya hampir terlupakan

Munculnya Pahlawan Retor "Si Tarumetor", bersama "Ksatria Sembilan Bayang-Bayang" dalam peran dan gelar "Rimangkai Im Banua" :

Mendengar ayah tirinya tewas dalam peperangan melawan Mongondow pimpinan Ramokian di Panasen, maka sakit hatilah Retor. Ketika mendengar berita itu, Retor sedang duduk dan bertapa di “Batu Sesepuhan (Sasapuan)” yang terletak di kampung Leleko, Remboken sekarang. Kemudian, maka naiklah Retor dari Batu Sasapuan itu ke bukit diatas tempat itu, dan berdiri menghadap ke arah wilayah Panasen, lalu berteriaklah Retor sekeras-kerasnya untuk melampiaskan amarahnya itu.

Ditempat itu, Retor berteriak keras-keras dan mengumandangkan pekikkan yang kemudian menjadi sangat terkenal dan menjadi “semboyan perang” bangsa Malesung mulai saat itu dan oleh bangsa Minahasa hingga saat ini.
Adapun, pekikan yang dikumandangkan Retor dari tempat itu berbunyi “I JAJAT U SANTI’, yang artinya “ANGKATLAH PEDANGMU”, sebagai seruan untuk menyatakan perang.

Konon, “teriakan dan pekikkan” Retor itu menggema hingga ke seluruh penduduk Remboken bahkan keseluruh perkampungan dipinggiran danau Tondano (Toulour) itu. Maka, kemudian tempat dimana Retor berdiri mengumandangkan “pekikkan” I JAJAT U SANTI itu kemudian dinamakan “Patalinga’an” hingga sekarang, yang artinya “Tempat dimana TERDENGARNYA pekikkan atau seruan perang”.

Mendengar seruan Retor dari Patalingaan, datanglah beberapa teterusan (ksatria) Remboken menemui Retor di Batu Sasapuan. Mereka adalah Kembi (Kambil), Pakele, Sumayou (Sumoyop), Kawengian, Koagouw, Sumarauw, Kowaas dan Sendouw. Mereka itu yang adalah para ksatria, bersama-sama Retor kemudian oleh para pasukan perang Malesung disebut dengan “Ksatria Sembilan Bayang-Bayang” karena jumlah mereka adalah “sembilan orang” yang mampu bergerak cepat dan bagaikan bayang-bayang yang tak dapat ditebas parang dan tak dapat ditembus tikaman tombak.

Ketika sampai ditempat itu, mereka mendapati Retor sedang “kesurupan (kerasukan)” dengan menari-nari dengan pedangnya, mirip seperti sedang berperang, sehingga tarian itu kemudian menjadi terkenal hingga sekarang dengan sebutan “TARIAN KABASARAN”.

(... Dalam perkembangan seni tari perang KABASARAN dikemudian hari hingga hari-hari ini, pemimpin tarian perang KABASARAN ini selalu disebut "MAKAPETOR", yang dalam pengertian aslinya adalah: "Yang Berperan Sebagai Retor, Si Pemimpin Perang Dengan Pedang Di Tangan" ...)

Sejak saat itu, ketika hendak memulai perang dan atau hendak menyerang musuh, Retor bagaikan kesurupan dan menari-nari perang, maka kemudian munculah panggilan nama baru buat Retor, yaitu “Si TARUMETOR”, yang artinya “Si Retor Yang Kesurupan dan Bernari-Nari Perang”

Maka, setelah para “Ksatria Sembilan Bayang-Bayang” itu berkumpul dan membuat strategi perang di Batu Sasapuan, maka majulah mereka dengan pimpinan Retor “Si Tarumetor” menuju Mangket (Kapataran) sembari memekikkan seruan perang “I Jajat U Santi” … !!!

Dalam bukunya “Hikajatnya Tuwah Tanah Minahasa” karya tahun 1862, J.G.F Riedel menggambarkan bahwa serangan Retor “Si Tarumetor” bersama teman-temannya yang tergabung dalam “Ksatria Sembilan Bayang-Bayang” itu telah menjadikan amuk dan huru-hara besar, menenggelamkan kapal-kapal dan perahu-perahu pasukan Mongondow, serta dengan pedangnya, Retor “Si Tarumetor” membunuh Raja Ramokian (Mokijan) serta memenggal kepalanya lalu kepala Ramokian itu dibawa dan disimpan di sebuah rumah di Remboken. Hingga pada hari dimana Riedel menulis buku itu, tengkorak Ramokian masih tersimpan di Rumah Loji di Remboken dan bahkan oleh sebagian orang tengkorak itu dijadikan sarana ritual untuk mengenang kemenangan Bangsa Minahasa melawan Mongondow, serta mengenang kepahlawanan Retor “Si Tarumetor”.

Dalam kisah dan peristiwa perang Malesung (Minahasa) melawan Mongondow pertama ini, telah menghasilkan beberapa hal penting, yaitu munculnya semboyan “Seruan Perang” bangsa Malesung (Minahasa), yaitu semboyan “I JAJAT U SANTI”, juga “Tarian Perang” Tarumetor yang kemudian dikenal dengan nama “KABASARAN” menjadi peninggalan budaya dan seni perang turun-temurun hingga sekarang.

Dan p**a, satu hal yang patut menjadi catatan penting sejarah Minahasa, dimana bahwa sejak kemenangan perang yang dipimpin Retor “Si Tarumetor” itu, maka wilayah “TANAH BESAR” yang telah dipersengketakan oleh Mongondow itu, kemudian berhasil direbut kembali dari tangan Ramokian dan bangsa Bolaang Mongondow secara penuh dan kemudian menjadi milik dan wilayah Tanah Malesung (Minahasa), dengan Sungai Poigar sebagai batasnya yang dimulai pada waktu itu.

Wilayah Tanah Besar itu bukan saja kemudian hanya diduduki oleh Pakasaan Tounkimbut dan Tontemboan, tetapi juga oleh Pasan-Wangko dan Toulour, yaitu dengan membuat perkampungan-perkampungan di Modoinding dan Tompaso Baru hingga sekarang.

Dan atas peran dari Retor “Si Tarumetor” itulah, maka oleh para pemimpin Malesung ketika itu kemudian memberikan gelar bagi Retor “Si Tarumetor” dengan gelar yang sangat monumental hingga sekarang, yaitu gelar “RIMANGKAI IM BANUA” yang artinya, “YANG (TELAH) MENYATUKAN TANAH DAN WILAYAH MALESUNG (MINAHASA)”, karena TANAH BESAR diselatan itu berhasil direbut kembali dari kekuasaan Bolaang Mongondow.

Sejarah kemudian mencatat bahwa perseteruan-perseteruan antara Minahasa dan Mongondow ini tidak terlepas dari persoalan Tanah Besar itu, serta p**a bagaimana keterlibatan para PEREMPUAN Minahasa yang cantik-cantik yang begitu mempesona para raja Mongondow itu, telah menjadi juga salah-satu akar perseteruan yang berbuntut perang besar.
Bahkan, ketika Mongondouw kemudian dipimpin raja Loloda Mokoagow (Datu Binangkang / Winangkang), persoalan putri jelita Minahasa dan Tanah Besar kemudian menjadi sebab-musabab terjadinya perang.

Sejarah mencatat, seperti yang ditulis J.G.F. Riedel dalam bukunya “Hikajatnya Tuwah Tanah Minahasa” itu, bahwa kemudian, raja Loloda Mokoagouw terlibat dalam skandal “Pingkan-Matindas” yang melegenda serta keinginannya untuk merebut kembali Tanah Besar itu, telah menciptakan kondisi perang berkelanjutan antara bangsa Malesung dengan Mongondouw.

Dalam perkembangan berikutnya, perselisihan dan perseteruan kedua bangsa ini telah menimbulkan peperangan-peperangan besar berikutnya yang ikut melibatkan bangsa-bangsa Eropa yang masuk dan ingin memberikan pengaruh untuk suatu kepentingan seperti yang dilakukan oleh bangsa Portugis, Spanyol hingga Belanda.

Dari rangkaian peristiwa-peristiwa besar tersebut, justru telah p**a melahirkan pahlawan-pahlawan bangsa Minahasa berikutnya yang begitu banyaknya, hingga kemudian pada suatu ketika muncul para penggagas persatuan bangsa Malesung dalam menghadapi gangguan Mongondow dan Spanyol, seperti: SUPIT, PAAT dan LONTOH yang mencetuskan semangat MAHASA atau MAESA, dimana istilah itu kemudian menjadi lebih dikenal dengan sebutan MINAHASA yang secara “de jure” diperoleh melalui pengakuan RESMI oleh bangsa Eropa, yaitu Belanda melalui PERJANJIAN yang disebut “VERBOND 10 JANUARI 1679”.

Pada perkembangannya selanjutnya, pada tanggal 21 September 1694, telah dibuat suatu kesepakatan antara kepala-kepala Walak dan Pakasaan Minahasa dengan Raja Bolaang Mongondow, Jacobus Manoppo, dimana Tanjung Poigar ditetapkan sebagai batas wilayah Minahasa dan Bolaang Mongondow.
Kemudian pada tanggal 12 Maret 1907, Pemerintah Hindia Belanda mengeluarkan Surat Keputusan Nomor 30, dengan menetapkan batas wilayah Minahasa dan Bolaang Mongondow adalah Sungai Poigar, Gunung Muntoi dan Danau Modoinding (Danau Moat) masuk menjadi milik Minahasa.

====

Sumber-sumber:
- “Hikajatnya Tuwah Tanah Minahasa”, JFG Riedel (1862)
- ---- Berbagai sumber buku dan bacaan ----
- ---- Berbagai sumber cerita & tuturan (folklore) rakyat Minahasa ---
- Gambar: DeviantArt

Fareza Tendean Arya Kussoy Brid J Soetrisno Yossy Mamahit Chris Lisangan Margareta Pabur

21/11/2018

Good Morning Good People 🙏🙏

Yang merasa admin di ini Fan Page boleh ba komen?
Terimakasih sebelumnya ..

slamat malam sahabat. soboleh tidor jo, mo skolah besok dang 🖤
07/10/2018

slamat malam sahabat. soboleh tidor jo, mo skolah besok dang 🖤

05/10/2018

selamat pagi smuanya! slamat berlibur! 🖤minta info dang, spa ketua ossis 2016-2017-2018
11/09/2018

selamat pagi smuanya! slamat berlibur! 🖤

minta info dang, spa ketua ossis 2016-2017-2018

01/09/2018

slamat malming smua. jgn lupa bahagia 🕶️

18/10/2017

People don't care how much you know until they know how much you care

A.K

18/10/2017

"Bukan soal benar atau salah, tetapi Respon"
slamat malam guys. God bless

Address

Jalan Timu-Takikuran Kecamatan Remboken
Remboken
95681

Opening Hours

Monday 06:30 - 13:00
Tuesday 06:30 - 13:00
Wednesday 06:30 - 13:00
Thursday 06:30 - 13:00
Friday 06:30 - 13:00
Saturday 06:30 - 13:00

Telephone

+6285397925888

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when SMA N 1 Remboken posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share

Category