Aad Collection

Aad Collection Artikel pendidikan, agama sosial, agama, budaya, Kesehatan, biografi tokoh-tokoh dunia, trik-trik membuat blog yang baik serta peluang-peluangnya.

05/11/2018

KISAH ANAK KECIL YANG MENUMBANGKAN 'ULAMA' SOMBONG DAN TERSESAT

Alkisah di masa Imam Abu Hanifah ada anak masih kecil sekitar umur 7 tahun, dan seorang ulama yang memiliki Ilmu luas dan tiada bandingannya namanya Dahriyah.

Seluruh Ulama pada waktu itu tidak ada yang mampu menandinginya di saat berdebat, terutama dalam bab Tauhid.

Maka muncullah sifat kesombongannya, bahkan akhirnya ia berani mengatakan bahwa ALLAH itu tidak ada.

Sayangnya belum ada Ulama yang mampu mengalahkan dia dalam berdebat, sampai tiba pada suatu pagi ketika para Ulama dikumpulkan di suatu Majlis milik Syaikh Himad, guru Imam Abu Hanifah, yang pada hari itu Abu Hanifah kecil hadir juga di majlis itu.

Maka Dahriyah naik ke mimbar lalu berkata dengan sombong dan congkaknya:

Siapakah di antara kalian hai para Ulama yang akan sanggup menjawab pertanyaanku?

Sejenak suasana hening, para Ulama semua diam, namun tiba-tiba berdirilah
Abu Hanifah dan berkata:

*Abu Hanifah:*
Omongan apa ini?
Maka barang siapa tahu pasti ia akan menjawab pertanyaanmu.

*Dahriyah:*
Siapa kamu hai anak ingusan, berani kamu bicara denganku. Tidakkah kamu tahu, bahwa banyak yang berumur tua, bersorban besar, para pejabat, dan para pemilik jubah kebesaran, mereka semua kalah dan diam dari pertanyaanku, kamu masih ingusan dan kecil berani menantangku...!

*Abu Hanifah:*
ALLAH tidak menyimpan kemuliaan dan keagungan kepada pemilik sorban yang besar dan para pejabat dan para pembesar, tetapi kemuliaan hanya diberikan kepada Al-Ulama.

*Dahriyah:*
Apakah kamu akan menjawab pertanyanku?

*Abu Hanifah:*
Ya aku akan menjawab pertanyaanmu dengan taufiq ALLAH.

*Dahriyyah:*
Apakah ALLAH itu ada?

*Abu Hanifah:*
Ya ada

*Dahriyah :*
Dimana Dia ?

*Abu Hanifah:*
DIA, tiada tempat bagi DIA.

*Dahriyyah:*
Bagaimana bisa disebut ada bila Dia tak punya tempat?

*Abu Hanifah:*
Dalilnya ada di badan kamu, yaitu Ruh.
Saya tanya, kalau kamu yakin Ruh itu ada, maka di mana tempatnya? Di kepalamu, di perutmu atau di kakimu?

Dahriyah diam seribu bahasa dengan muka malu.

Lalu Abu Hanifah minta air susu pada Gurunya, Syaikh Himad lalu bertanya kepada Dahriyah:

Apakah kamu yakin di dalam susu ini ada manis?

*Dahriyah:*
Ya saya yakin di susu itu ada manis.

*Abu Hanifah:*
Kalau kamu yakin ada manisnya, saya tanya apakah manisnya ada di bawah, atau di tengah, atau di atas?

Lagi-lagi Dahriyah diam dengan rasa malu.

Lalu Abu Hanifah menjelaskan:
Seperti Ruh atau manis yang tidak memiliki tempat, maka seperti itu p**a tidak akan ditemukan bagi ALLAH tempat di Alam ini baik di Arsy atau Dunia ini.

Lalu Dahriyah bertanya lagi:

Sebelum ALLAH itu apa dan setelah ALLAH itu apa?

*Abu Hanifah:*
Tidak ada apa-apa sebelum ALLAH dan sesudahnya tidak ada apa-apa.

*Dahriyah:*
Bagaimana bisa dijelaskan bila sebelum dan sesudahnya tak ada apa-apa?

*Abu Hanifah:*
Dalilnya ada di jari tangan kamu,
Apakah sebelum jempol dan apakah setelah kelingking?
Dan apakah kamu bisa menerangkan jempol ๐Ÿ‘ duluan atau kelingking ๐Ÿค™ duluan ?

Demikianlah sifat ALLAH. Ada sebelum semuanya ada dan tetap ada bila semua tiada. Itulah makna kalimat Ada bagi Hak ALLAH.

Lagi-lagi Dahriyah dipermalukan, lalu ia berkata:

Satu lagi pertanyaanku, apa perbuatan ALLAH sekarang?

*Abu Hanifah :*
Kamu telah membalikkan fakta, seharusnya yang bertanya itu di bawah mimbar dan yang ditanya di atas mimbar.

Akhirnya Dahriyah turun dari mimbar dan Abu Hanifah naik ke atas mimbar.

Dahriyah:
Apa perbuatan ALLAH sekarang?

Abu Hanifah:
*Perbuatan ALLAH sekarang adalah menjatuhkan orang yang tersesat seperti kamu ke bawah jurang Neraka dan menaikkan yang benar seperti aku ke atas mimbar keagungan.*

Maha Suci ALLAH yang telah menyelamatkan keyakinan Islam melalui seorang anak kecil.

Mudah-mudahan kita semua dijauhkan dari sifat-sifat:
* Sok,
* Tinggi Hati,
* Angkuh,
* Meremehkan/Merendahkan Orang,
* Buruk Sangka,
* Takabbur,
* Dzalim
* Sombong.
* Aamiin.

Ya ALLAH...
โœ” Muliakanlah orang yang membaca dan membagikan status ini
โœ” Entengkanlah kakinya untuk melangkah ke masjid
โœ” Lapangkanlah hatinya
โœ” Bahagiakanlah keluarganya
โœ” Luaskan rezekinya seluas lautan
โœ” Mudahkan segala urusannya
โœ” Kabulkan cita-citanya
โœ” Jauhkan dari segala Musibah
โœ” Jauhkan dari segala Penyakit,Fitnah,Prasangka Keji,Berkata Kasar dan Mungkar.
โœ” Dan dekatkanlah jodohnya untuk orang yang
membaca dan membagikan status ini.
Aamiin ya Rabbal'alamin

Sobat sekarang anda memiliki dua pilihan,
1. Membiarkan sedikit pengetahuan ini hanya dibaca disini
2. Membagikan pengetahuan ini kesemua temanmu , insyallah bermanfaat dan akan menjadi pahala bagimu. Aamiin..

(Dikutip dari Kitab _Fathul Majid_, Syekh Muhammad Nawawi bin Umar Al-Jawi Asy-Syafiโ€™i; ูˆุงู„ู„ู‡ ุงุนู„ู…

Semoga bermanfaat.Aamiin โญ•

02/11/2018
30/10/2018

ุญูŽุฏู‘ูŽุซูŽู†ูŽุง ุนูŽู„ููŠู‘ู ุจู’ู†ู ุญูุฌู’ุฑู ุญูŽุฏู‘ูŽุซูŽู†ูŽุง ุจูŽู‚ููŠู‘ูŽุฉู ุจู’ู†ู ุงู„ู’ูˆูŽู„ููŠุฏู ุนูŽู†ู’ ุจูŽุญููŠุฑู ุจู’ู†ู ุณูŽุนู’ุฏู ุนูŽู†ู’ ุฎูŽุงู„ูุฏู ุจู’ู†ู ู…ูŽุนู’ุฏูŽุงู†ูŽ ุนูŽู†ู’ ุนูŽุจู’ุฏู ุงู„ุฑู‘ูŽุญู’ู…ูŽู†ู ุจู’ู†ู ุนูŽู…ู’ุฑููˆ ุงู„ุณู‘ูู„ูŽู…ููŠู‘ู ุนูŽู†ู’ ุงู„ู’ุนูุฑู’ุจูŽุงุถู ุจู’ู†ู ุณูŽุงุฑููŠูŽุฉูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽ
ูˆูŽุนูŽุธูŽู†ูŽุง ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ูŠูŽูˆู’ู…ู‹ุง ุจูŽุนู’ุฏูŽ ุตูŽู„ูŽุงุฉู ุงู„ู’ุบูŽุฏูŽุงุฉู ู…ูŽูˆู’ุนูุธูŽุฉู‹ ุจูŽู„ููŠุบูŽุฉู‹ ุฐูŽุฑูŽููŽุชู’ ู…ูู†ู’ู‡ูŽุง ุงู„ู’ุนููŠููˆู†ู ูˆูŽูˆูŽุฌูู„ูŽุชู’ ู…ูู†ู’ู‡ูŽุง ุงู„ู’ู‚ูู„ููˆุจู ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ุฑูŽุฌูู„ูŒ ุฅูู†ู‘ูŽ ู‡ูŽุฐูู‡ู ู…ูŽูˆู’ุนูุธูŽุฉู ู…ููˆูŽุฏู‘ูุนู ููŽู…ูŽุงุฐูŽุง ุชูŽุนู’ู‡ูŽุฏู ุฅูู„ูŽูŠู’ู†ูŽุง ูŠูŽุง ุฑูŽุณููˆู„ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฃููˆุตููŠูƒูู…ู’ ุจูุชูŽู‚ู’ูˆูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ูˆูŽุงู„ุณู‘ูŽู…ู’ุนู ูˆูŽุงู„ุทู‘ูŽุงุนูŽุฉู ูˆูŽุฅูู†ู’ ุนูŽุจู’ุฏูŒ ุญูŽุจูŽุดููŠู‘ูŒ ููŽุฅูู†ู‘ูŽู‡ู ู…ูŽู†ู’ ูŠูŽุนูุดู’ ู…ูู†ู’ูƒูู…ู’ ูŠูŽุฑูŽู‰ ุงุฎู’ุชูู„ูŽุงูู‹ุง ูƒูŽุซููŠุฑู‹ุง ูˆูŽุฅููŠู‘ูŽุงูƒูู…ู’ ูˆูŽู…ูุญู’ุฏูŽุซูŽุงุชู ุงู„ู’ุฃูู…ููˆุฑู ููŽุฅูู†ู‘ูŽู‡ูŽุง ุถูŽู„ูŽุงู„ูŽุฉูŒ ููŽู…ูŽู†ู’ ุฃูŽุฏู’ุฑูŽูƒูŽ ุฐูŽู„ููƒูŽ ู…ูู†ู’ูƒูู…ู’ ููŽุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ุจูุณูู†ู‘ูŽุชููŠ ูˆูŽุณูู†ู‘ูŽุฉู ุงู„ู’ุฎูู„ูŽููŽุงุกู ุงู„ุฑู‘ูŽุงุดูุฏููŠู†ูŽ ุงู„ู’ู…ูŽู‡ู’ุฏููŠู‘ููŠู†ูŽ ุนูŽุถู‘ููˆุง ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ูŽุง ุจูุงู„ู†ู‘ูŽูˆูŽุงุฌูุฐู
ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฃูŽุจููˆ ุนููŠุณูŽู‰ ู‡ูŽุฐูŽุง ุญูŽุฏููŠุซูŒ ุญูŽุณูŽู†ูŒ ุตูŽุญููŠุญูŒ ูˆูŽู‚ูŽุฏู’ ุฑูŽูˆูŽู‰ ุซูŽูˆู’ุฑู ุจู’ู†ู ูŠูŽุฒููŠุฏูŽ ุนูŽู†ู’ ุฎูŽุงู„ูุฏู ุจู’ู†ู ู…ูŽุนู’ุฏูŽุงู†ูŽ ุนูŽู†ู’ ุนูŽุจู’ุฏู ุงู„ุฑู‘ูŽุญู’ู…ูŽู†ู ุจู’ู†ู ุนูŽู…ู’ุฑููˆ ุงู„ุณู‘ูู„ูŽู…ููŠู‘ู ุนูŽู†ู’ ุงู„ู’ุนูุฑู’ุจูŽุงุถู ุจู’ู†ู ุณูŽุงุฑููŠูŽุฉูŽ ุนูŽู†ู’ ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ู†ูŽุญู’ูˆูŽ ู‡ูŽุฐูŽุง ุญูŽุฏู‘ูŽุซูŽู†ูŽุง ุจูุฐูŽู„ููƒูŽ ุงู„ู’ุญูŽุณูŽู†ู ุจู’ู†ู ุนูŽู„ููŠู‘ู ุงู„ู’ุฎูŽู„ู‘ูŽุงู„ู ูˆูŽุบูŽูŠู’ุฑู ูˆูŽุงุญูุฏู ู‚ูŽุงู„ููˆุง ุญูŽุฏู‘ูŽุซูŽู†ูŽุง ุฃูŽุจููˆ ุนูŽุงุตูู…ู ุนูŽู†ู’ ุซูŽูˆู’ุฑู ุจู’ู†ู ูŠูŽุฒููŠุฏูŽ ุนูŽู†ู’ ุฎูŽุงู„ูุฏู ุจู’ู†ู ู…ูŽุนู’ุฏูŽุงู†ูŽ ุนูŽู†ู’ ุนูŽุจู’ุฏู ุงู„ุฑู‘ูŽุญู’ู…ูŽู†ู ุจู’ู†ู ุนูŽู…ู’ุฑููˆ ุงู„ุณู‘ูู„ูŽู…ููŠู‘ู ุนูŽู†ู’ ุงู„ู’ุนูุฑู’ุจูŽุงุถู ุจู’ู†ู ุณูŽุงุฑููŠูŽุฉูŽ ุนูŽู†ู’ ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ู†ูŽุญู’ูˆูŽู‡ู ูˆูŽุงู„ู’ุนูุฑู’ุจูŽุงุถู ุจู’ู†ู ุณูŽุงุฑููŠูŽุฉูŽ ูŠููƒู’ู†ูŽู‰ ุฃูŽุจูŽุง ู†ูŽุฌููŠุญู ูˆูŽู‚ูŽุฏู’ ุฑููˆููŠูŽ ู‡ูŽุฐูŽุง ุงู„ู’ุญูŽุฏููŠุซู ุนูŽู†ู’ ุญูุฌู’ุฑู ุจู’ู†ู ุญูุฌู’ุฑู ุนูŽู†ู’ ุนูุฑู’ุจูŽุงุถู ุจู’ู†ู ุณูŽุงุฑููŠูŽุฉูŽ ุนูŽู†ู’ ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ู†ูŽุญู’ูˆูŽู‡ู
Telah menceritakan kepada kami Ali bin Hujr telah menceritakan kepada kami Baqiyyah bin al Walid dari Bahir bin Sa'd dari Khalid bin Ma'dan dari Abdurrahman bin Amru as Sulami dari al 'Irbadh bin Sariyah dia berkata; suatu hari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam memberi wejangan kepada kami setelah shalat subuh wejangan yang sangat menyentuh sehingga membuat air mata mengalir dan hati menjadi gemetar. Maka seorang sahabat berkata; 'seakan-akan ini merupakan wejangan perpisahan, lalu apa yang engkau wasiatkan kepada kami ya Rasulullah? ' Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Aku wasiatkan kepada kalian untuk (selalu) bertaqwa kepada Allah, mendengar dan ta'at meskipun terhadap seorang budak habasyi, sesungguhnya siapa saja diantara kalian yang hidup akan melihat perselisihan yang sangat banyak, maka jauhilah oleh kalian perkara-perkara yang dibuat-buat, karena sesungguhnya hal itu merupakan kesesatan. Barangsiapa diantara kalian yang menjumpai hal itu hendaknya dia berpegang teguh dengan sunnahku dan sunnah para Khulafaur Rasyidin yang mendapat petunjuk, gigitlah sunnah-sunnah itu dengan gigi geraham." Abu Isa berkata; hadits ini adalah hadits hasan shahih, Tsaur bin Yazid telah meriwayatkannya dari Khalid bin Ma'dan dari Abdurrahman bin 'Amru as sulami dari Al 'Irbadh bin Sariyah dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, seperti hadits diatas ini. Dan telah menceritakan kepada kami seperti itu Al Hasan bin Ali al Khallal dan tidak tidak hanya satu orang saja, mereka berkata; telah menceritakan kepada kami Abu 'Ashim dari Tsaur bin Yazid dari Khalid bin Ma'dan dari Abdurrahman bin 'Amru as sulami dari Al 'Irbadh bin Sariyah dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, seperti hadits diatas. Dan Al 'Irbadh bin Sariyah mempunyai kunyah Abu Najih. Dan telah diriwayatkan hadits ini dari Hujr bin Hujr dari 'Irbadh bin Sariyah dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam seperti hadits diatas.

30/09/2018

Hukum menawar barang yg sudah ditawar saudaranya dan Hukum mendekati (berniat menghitbah) wanita yg sudah dilamar. ....
ุนูŽู†ู’ ุฃูŽุจูู‰ ู‡ูุฑูŽูŠู’ุฑูŽุฉูŽ ุฃูŽู†ู‘ูŽ ุฑูŽุณููˆู„ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู -ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู…- ู‚ูŽุงู„ูŽ ยซ ู„ุงูŽ ูŠูŽุณูู…ู ุงู„ู’ู…ูุณู’ู„ูู…ู ุนูŽู„ูŽู‰ ุณูŽูˆู’ู…ู ุฃูŽุฎููŠู‡ู ยป

Dari Abu Hurairah, sesungguhnya Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda, โ€œJanganlah seorang muslim menawar barang yang ditawar oleh muslim yang lain.โ€ (HR Muslim, no.3886).

ุนูŽู†ู’ ุฃูŽุจูู‰ ู‡ูุฑูŽูŠู’ุฑูŽุฉูŽ ุฃูŽู†ู‘ูŽ ุฑูŽุณููˆู„ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู -ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู…- ู†ูŽู‡ูŽู‰ ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽุณู’ุชูŽุงู…ูŽ ุงู„ุฑู‘ูŽุฌูู„ู ุนูŽู„ูŽู‰ ุณูŽูˆู’ู…ู ุฃูŽุฎููŠู‡ู

Dari Abu Hurairah sesungguhnya Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam melarang seorang itu menawar barang yang ditawar oleh muslim yang lain. (HR. Muslim, no.3889).

ุญุฏู‘ุซู†ุง ู‚ุชูŠุจุฉ . ุญุฏู‘ุซู†ุง ุงู„ู„ูŠุซ ุนู† ู†ุง ูุน ุนู† ุงุจู† ุนู…ุฑ ุนู† ุงู„ู†ุจู‰ู‘ ุต. ู…. ู‚ุงู„ : ู„ุง ุจูŠุน ุจุนุถูƒู… ุนู„ู‰ ุจูŠุน ุจุนุถ. ูˆู„ุง ูŠุฎุทุจ ุงุญุฏูƒู… ุนู„ู‰ ุฎุทุจุช ุจุนุถ. ู‚ุงู„ : ูˆูู‰ ุงู„ุจุงุจ ุนู† ุงุจู‰ ู‡ุฑูŠุฑุฉ ูˆุณู…ุฑุฉ. ุญุฏูŠุซ ุงุจู† ุนู…ุฑ ุญุฏูŠุซ ุญุณู† ุตุญูŠุญ.
Qutaibiah menceritakan kepada kami, Laits menceritakan kepada kami dari Nafiโ€™ dari Ibnu Umar dari Nabi saw. bersabda : Janganlah sebagian dari kamu membeli barang yang akan dibeli oleh sebahagian (temanmu) dan janganlah kalian semua berkhitbah atas khitbahnya sebagian (temanmu).....
Ibn Hajar Al-asqalani menghukumi haram perbuatan tersebut. Ulama sepakat bahwa perbuatan tersebut merupakan maksiat dan menyakiti hati orang lain..
Salah satu ciri keimanan seseorang adalah tidak menyakiti hati saudaranya..
Pelajaran yg dapat kita ambil diantaranya adalah:
1. Hendaknya bila kita ingin membeli sebuah barang, lebih baik menanyakan terlebih dahulu dan memastikan bahwa barang yg akan kita beli tidak dalam kondisi sedang "ditawar"/di DP.
2. Jika menyukai wanita hendaknya tanya terlebih dahulu, apakah si wanita dalam keadaan dikhitbah atau belum. Minimal menanyakan apakah dia sedang berkomitmen dgn seorang laki2 yg diharapkan menjadi suaminya suatu saat nanti, atau tidak.
3. Islam sangat menjaga sebuah keharmonisan dalam segala hal. Sehingga menjaga hati saudaranya menjadi sangat penting.

02/09/2018
11/06/2018

Menjaga Lisan atau lebih baik Diam.
ู…ู† ุญูุธ ุงู„ู„ุณุงู† ุณู„ู… ูู‰ ุงู„ุฏู†ูŠุง ูˆุงู„ุงุฎุฑุฉ
Barangsiapa yg menjaga lisannya, maka akan selamat dunia dan akhirat.
Selain itu, Nabi Muhammad SAW bersabda :

ุงุญุจ ุงู„ุงุนู…ุงู„ ุงู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰ ุญูุธ ุงู„ู„ุณุงู† (ุฑูˆุงู‡ ุงู„ุจูŠู‡ู‚ู‰)

"Amal (perbuatan) yang paling disukai Alloh, Adalah memelihara lisan" (H.R. Baihaqi)

Diam lebih utama daripada sedekah, Nabi Muhammad SAW bersabda :

ุงู„ุตู…ุช ุฒูŠู† ู„ู„ุนุงู„ู… ูˆุณุชุฑู„ู„ุฌุงู‡ู„ (ุฑูˆุงู‡ ุงุจูˆุงู„ุดูŠุฎ ุนู† ุงู„ู…ุญุฑุฒ)

โ€œDiam itu hiasan bagi orang alim dan penutup bagi orang bodoh.โ€ (H.R. Abusy Syekh dari Al-Mihrazi).

Diam dapat menambah kewibawaan yang hal ini pertanda adanya ilmu. Sesungguhnya orang yang bodoh itu tidak akan diketahui bodohnya, jika dia tidak berbicara.

Diam lebih utama daripada puasa, sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW :

ุงู„ุตู…ุช ุณูŠุฏุงู„ุงุฎู„ุงู‚ (ุฑูˆุงู‡ ุงู„ุฏูŠู„ู…ู‰ ุนู† ุงู†ุณ ุฑุถู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู†ู‡)

โ€œDiam adalah pimpinan akhlak.โ€

Dari hadist tersebut dapat diambil kesimp**an, bahwa diam dari perkara yang tidak ada pahalanya, adalah pimpinan akhlak mulia, karena menyelamatkan pelakunya dari ghibah dan sebagainya. Adapun memperbanyak melakukan perkara yang mendatangkan pahala, misalnya dzikir, membaca Al-Qurโ€™an dan ilmu, lebih utama daripada diam. Jihad itu adalah puncak Agama, namun diam lebih utama, yaitu yang paling tinggi nilainya jika dilihat.

Nabi SAW bersabda :

ุงู„ุตู…ุช ุญูƒู… ูˆู‚ู„ูŠู„ ูุงุนู„ู‡ (ุฑูˆุงู‡ ุงู„ู‚ุถุงุนู‰ ุนู† ุงู†ุณ ูˆุงู„ุฏูŠู„ู…ู‰)

โ€œDiam adalah hikmah, namun sedikit orang yang melakukannya.โ€ (H.R. Al-Qadhai dari Anas dan Ad-Dailami, dari Ibnu Umar)

Diam itu hikmah dan tidak banyak yang melaksanakannya, karena belum mengetahui hal itu. Memang, tidak banyak orang yang mau diam diri dari mengemukakan hal" yang sesungguhnya menyebabkan kehinaan dirinya sendiri.....
WaAllahu A'lam bishowab..
Semoga bermanfaat..

11/06/2018

Tawakal

Permasalahan Bilangan Shalat Tarawih
09/06/2018

Permasalahan Bilangan Shalat Tarawih

Tak satupun riwayat valid yang menjelaskan kepastian jumlah rakaat Tarawih. Boleh saja shalat Tarawih pada

Toleransi
09/06/2018

Toleransi

Nabi Muhammad SAW adalah sosok kekasih Allah yang menyiarkan ajaran agama Islam dengan penuh toleransi. Dalam menyebarkan ajarannya, tidak ada pemaksaan apalagi kekerasan. Dalam Shihab dan Shihab spesial kali ini, kita belajar tentang โ€œToleransi.โ€

Address

Riau
29351

Telephone

+6281252806937

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Aad Collection posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share