Sogemakingsvd

Sogemakingsvd komunikasi rohani

22/09/2020

Siraman rohani 23 September 2020
AMS 30:5-9;Luk 9:1-6
SIAP MELAYANI

Laksana seorang prajurit yang masuk ke medan perang seorang pelayan Injil kerajaan Allah memerlukan persiapan bukan hanya pengetahuan tentang Medan dan strategi pelayanan tetapi juga persiapan secara fisik mental dan spiritual. Untuk itu ketika Yesus mengutus ke-12 muridnya Yesus memberikan pembekalan agar murid-muridnya siap menanggung semua resiko pelayanan yang mungkin dihadapi. Beberapa persiapan penting yang perlu dimiliki seorang pelayan termuat dalam perikop bacaan kali ini:

Pertama. Menerima kuasa Allah( ayat 1-2,6) . Dalam pelayanan Yesus memberitakan Injil sebelumnya Yesus melakukan banyak mukjisat, banyak orang diselamatkan melalui pembebasan dari kuasa setan kesembuhan dari penyakit dan peristiwa-peristiwa yang membutuhkan kuasa Allah Untuk tujuan ini lah Yesus memberikan kuasa-Nya kepada murid-murid-Nya.

Kedua: memprioritaskan pemberitaan Injil di atas pemenuhan pribadi.(3-6). Yesus melarang murid-muridnya membebani diri dengan kebutuhan sandang, pangan dan tempat tinggal yang seolah-olah menjadi prioritas utama dalam melayani. seorang pelayan harus berfokus pada tujuan pemutusan yaitu memberitakan Injil kerajaan Allah di segala tempat.

Ketiga. Mewaspadai intrik penguasa dunia, (7-9).n bertemu YESUS(ayat 9). Untuk apa?.Ia pernah membunuh Yohanes pembaptis karena dendam atas teguran Yohanes padanya pasti keinginan untuk bertemu Yesus didasari oleh motivasi yang tidak baik.

Betapa pentingnya prajurit Kristus mempersiapkan diri dalam memasuki medan pelayanan, terutama persiapan rohani.

Kitab Amsal mengajak kita para murid Yesus untuk hidup secukupnya tidak berkelebihan, tidak berhamba pada kekayaan, kecurangan dan kebohongan, tetapi dalam semangat kasih yang tulus seorang murid Kristus.

Sebagai orang-orang yang percaya pada Yesus orang-orang beriman sesungguhnya adalah prajurit-prajurit Kristus yang harus mengikuti jejak Yesus mewartakan kerajaan Allah dan mengarahkan hidup mereka kepada kebahagiaan dan keselamatan.
Hidup kita hendaknya kita hias dan lengkapi dengan harta surgawi yaitu iman kepada Allah, cinta kepada sesama dan percaya akan penyelenggaraan Tuhan dalam menjalankan tugas komuridan kita di dunia. 🙏🌷

20/09/2020

Siraman rohani 21 September 2020
Ams 3:27-34;Luk 8:16-18
WUJUDKAN KEBAIKAN DAN KEADILAN

Kebaikan dan keadilan merupakan hak yang didambakan umat manusia. Namun hal itu sering menjadi sesuatu yang sulit. Tampaknya hak ini hanya dimiliki oleh golongan orang atau sistem.Dalam zaman yang serba modern ini kerinduan orang untuk diperlakukan baik dan adil semakin jauh. Zaman sekarang ini lebih sering kita jumpai sikap tidak peduli terhadap orang lain. Orang sudah terpola hidup demi kepentingan dan keuntungan diri.
Sikap demikian inilah yang menghancurkan kesempatan bagi sesama untuk menikmati sentuhan kebaikan dan keadilan. Bagaimana jalan keluar dari hal ini ?Yaitu dengan jalan menyadari bahwa manusia akan menjadi manusia sejati bila selalu memperhitungkan fakta bahwa ia adalah bagian dari sesamanya, sehingga tidak semena-mena bersikap atau bertindak.

Sikap terhadap keadilan.Perlakuan tidak adil merugikan sesama dan menguntungkan diri sendiri tidak pernah dilakukan secara tidak tidak sadar. Bila ada yang mengatakan "tanpa sadar telah merugikan anda" itu sekedar alasan membenarkan diri sendiri. Kita masih hidup di dunia belum di surga.Kita adalah manusia biasa bukan malaikat yang rentan dengan keinginan melakukan perbuatan dosa yang melakukan dosa karena telah berlaku tidak adil terhadap sesama atau melakukan dosa karena diperlakukan tidak adil.Strategi busuk seperti ini sudah sering dilakukan oleh komunitas yang berusaha merugikan pihak tertentu dan menguntungkan pihak lainnya.

Berkat Allah selalu menyertai orang benar.Tuhan Allah mengutuk mereka yang melakukan praktek penyimpangan karena segala sesuatu yang dihasilkan adalah hasil duniawi yang sifatnya sembuh dan hanya akan dinikmati saat. Sebaliknya Allah memberkati mereka yang benar jujur dan bijak.

Kitab amsal memberikan pesan kepada kita:jangan pernah tunda berbuat baik dan bersikap adil. Serahkanlah segala kekuatiran dan kecemasan kita kepada Tuhan karena Allah pasti menuntut kita dengan kesabaran agar jangan jatuh dalam keadaan itu. Tetaplah setia kepada-Nya. Dia selalu dan akan memberkati kita. Ketidakbenaran dan ketidakadilan dapat dikalahkan oleh integritas dalam ketaatan pada firman Tuhan.
Oleh karena itu Tuhan mengundang kita pada hari ini untuk menghayati kehidupan kita dalam peran seperti pelita yang selalu bernyala. Nyala pelita itu adalah nyala iman kita pada Tuhan dan nyala cinta kita pada sesama.

Ajakan: Marilah kita mewujudkan kebaikan dan keadilan kepada sesama. Janganlah engkau berkata kepada sesamamu:"Pergilah dan kembalilah, besok akan kuberi" sedangkan yang dia minta ada pada kita.Janganlah menahan kebaikan dan keadilan bagi orang-orang yang berhak menerimanya (Ams 3:27)🙏🌷

11/09/2020

Siraman rohani 12 September 2020
Luk 6:43-49
TUHAN MENGENAL UMATNYA

Tanpa disengaja sebutir telur ayam tercampur di antara butir butir telur bebek yang dierami. Ketika telur- telur itu menetas si anak ayam mendapatkan dirinya dalam pelukan dan kasih sayang induk bebek. Namun ketika waktunya induk bebek mengajar anak-anaknya berenang akhirnya ketahuanlah bahwa anak yang satu itu bukan bebek. Ayam adalah ayam. Bebek adalah bebek. Perbedaan keduanya sangat mendasar Ayam bisa meniru gaya bebek tetapi ia tidak dapat menjadi bebek.

Yesus memakai ilustrasi pohon untuk membedakan manakah orang Kristen sejati dan manakah yang palsu (ayat 43-44).
Pohon yang baik pasti mengeluarkan buah-buah yang baik. Sebaliknya pohon yang tidak baik akan menghasilkan buah-buah yang buruk. Demikian juga orang baik akan melakukan perbuatan baik karena di dalamnya di dalam hatinya hanya ada kebaikan sedangkan orang jahat hanya melakukan kejahatan karena di dalamnya di dalam hatinya penuh kejahatan.

Yesus melanjutkan p**a pengajaranya dan berkata bahwa orang baik adalah orang yang melakukan kehendak Allah dan bukan sekedar menyebut-nyebut nama Allah (ayat 46). Orang yang baik itu adalah pelaku pelaku firman Allah. Mereka diumpamakan sebagai orang-orang yang mendirikan rumah dengan pondasi batu rumah sedemikian kan bertahan menghadapi banjir air bah. Orang yang jahat adalah orang-orang yang tidak melakukan firman Allah mereka seperti rumah yang dibangun diatas tanah tanpa pondasi yang baik rumah itu akan berubah ketika banjir melanda (ayat 48-49)

Ilustrasi yang Yesus pakai di akhir rangkaian pengajaran-Nya ini sungguh tepat untuk membongkar kepalsuan yang ada dan meneguhkan kesejatian murid Tuhan. Hanya murid Tuhan sejati yang fondasi kehidupannya dibangun berdasarkan pada firman Tuhan yang akan bertahan menghadapi badai kehidupan. Sebaliknya seseorang yang mengaku murid Tuhan yang mulut bibirnya menyebut-nyebut Tuhan akan terbukti kepalsuannya melalui dua hal, pertama, ia tidak melakukan firman Tuhan, lain mulut dengan perbuatan. Mengapa demikian? Karena firman Tuhan tidak ada dalam kehidupannya. Fondasi hidupnya bukan firman Tuhan melainkan pada kekosongan atau hal-hal lain yang tidak benar. Akibatnya, kedua, ketika badai kehidupan menerpa dirinya bangunan hidupnya dan kesaksian palsu nya akan roboh dan rusak berat

Hal pertama harus anda evaluasi dalam hidup ini adalah bukan penampilan anda sudah Kristen atau belum. Yang utama adalah Apakah Kristus dan Firman-Nya menjadi dasar hidup Anda. Ingat, kemuridan Anda sejati atau palsu akan terbukti saat kesulitan menerpa hidup anda

Renungkan: ukuran kesejatian seorang anak tuhan terletak pada kesediaan untuk terus menerus menghasilkan buah-buah kebenaran.💞🙏

Address

Ruteng
86551

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Sogemakingsvd posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Organization

Send a message to Sogemakingsvd:

Share

Category