04/08/2026
Polres Salatiga Siagakan Personel Cegah Karhutla
Pokres Salatiga Polda.Jateng – Polres Salatiga menggelar Apel Siaga Tanggap Darurat Bencana dalam rangka Antisipasi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di wilayah Kota Salatiga, di Lapangan Bhayangkara Polres Salatiga Selasa (4/8/2026).
Apel yang dipimpin langsung oleh Kapolres Salatiga AKBP Jonathan David Harianthono, S.I.K., M.H. tersebut diikuti oleh personel TNI, Polri, BPBD Kota Salatiga, Satpol PP, PMI, Damkar, serta instansi terkait lainnya sebagai wujud sinergitas dalam menghadapi potensi bencana selama musim kemarau.
Dalam amanatnya,
Kapolres Salatiga menyampaikan bahwa apel siaga dan pengecekan sarana prasarana ini merupakan bentuk kesiapsiagaan seluruh unsur dalam mengantisipasi terjadinya kebakaran hutan dan lahan yang berpotensi meningkat seiring memasuki puncak musim kemarau.
Berdasarkan analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), musim kemarau tahun 2026 diperkirakan lebih kering dan berlangsung lebih panjang dibandingkan kondisi normal.
Penguatan Monsun Australia membawa massa udara kering yang menyebabkan suhu udara pada siang hari menjadi sangat panas, disertai angin kencang yang dapat mempercepat penguapan vegetasi sehingga lahan terbuka menjadi sangat mudah terbakar dan mempercepat penyebaran api.
Kapolres Salatiga juga mengungkapkan bahwa berdasarkan data Polda Jawa Tengah, pada sepuluh hari pertama bulan Juli 2026 telah terjadi sedikitnya 16 kejadian kebakaran lahan. Mayoritas kebakaran dipicu oleh cuaca panas ekstrem serta kelalaian manusia, seperti membakar sampah, membersihkan lahan dengan cara dibakar, maupun membuang puntung rokok sembarangan.
Selain itu, hasil pemetaan menunjukkan terdapat sejumlah wilayah di Kota Salatiga yang memiliki potensi rawan kebakaran, khususnya di Kelurahan Kumpulrejo dan Kelurahan Randuacir yang rentan mengalami kekeringan sehingga memerlukan perhatian dan pengawasan lebih intensif.
Kapolres Salatiga menegaskan bahwa keberhasilan penanggulangan bencana tidak dapat dilakukan oleh satu instansi saja, namun membutuhkan sinergi seluruh elemen, baik pemerintah, TNI-Polri, stakeholder terkait maupun masyarakat.
Untuk itu, seluruh personel diminta meningkatkan patroli di wilayah rawan, melakukan pemetaan hotspot secara berkala, mengoptimalkan edukasi kepada masyarakat melalui Bhabinkamtibmas, memperkuat koordinasi lintas sektoral, serta memastikan sistem komunikasi dan pelaporan cepat dapat berjalan dengan baik.
Usai memimpin apel, Kapolres Salatiga kepada awak media menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk kesiapan seluruh unsur dalam menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kota Salatiga.
"Apel kesiapsiagaan Karhutla ini melibatkan unsur TNI, Polri, BPBD, Satpol PP, PMI, Damkar, serta instansi terkait lainnya. Melalui kegiatan ini kami memastikan seluruh personel, sarana prasarana, dan pola koordinasi telah siap apabila sewaktu-waktu terjadi kebakaran hutan maupun lahan di wilayah Kota Salatiga," jelas AKBP Jonathan David Harianthono, S.I.K., M.H.
Kapolres Salatiga juga mengajak seluruh masyarakat untuk berperan aktif dalam mencegah terjadinya kebakaran dengan tidak melakukan pembakaran sampah maupun rumput kering secara sembarangan.
"Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat Kota Salatiga agar tidak membakar sampah, rumput kering ataupun membersihkan lahan dengan cara dibakar karena dapat memicu kebakaran yang lebih luas. Jangan membuang puntung rokok sembarangan, dan apabila mengetahui adanya titik api maupun potensi kebakaran, segera laporkan melalui layanan darurat Polri di nomor 110 agar dapat segera kami tindak lanjuti dengan cepat dan tepat," tegas AKBP Jonathan David, Harianthono, S..I.K., M.H.
Melalui Apel Siaga Tanggap Darurat Bencana ini, Polres Salatiga bersama seluruh instansi terkait berkomitmen memperkuat kesiapsiagaan, meningkatkan koordinasi, serta mengedepankan langkah-langkah pencegahan agar potensi kebakaran hutan dan lahan dapat diminimalisir.
Diharapkan sinergi antara pemerintah, TNI-Polri, stakeholder terkait, dan partisipasi aktif masyarakat mampu menjaga Kota Salatiga tetap aman, nyaman, dan terhindar dari bencana kebakaran hutan maupun lahan selama musim kemarau.