Pemerintah Kota Samarinda

Pemerintah Kota Samarinda Akun Resmi Pemerintah Kota Samarinda Fan Page : Pemerintah Kota Samarinda. Email : [email protected]
IG : pemkot.samarinda
twitter :

Saefuddin: Pancasila Harus Hadir dalam Pelayanan PublikSAMARINDA, KOMINFONEWS – Wakil Wali Kota Samarinda Saefuddin Zuhr...
01/06/2026

Saefuddin: Pancasila Harus Hadir dalam Pelayanan Publik

SAMARINDA, KOMINFONEWS – Wakil Wali Kota Samarinda Saefuddin Zuhri menegaskan pentingnya menghadirkan nilai-nilai Pancasila dalam pelayanan publik yang adil, cepat, dan berkualitas kepada masyarakat. Menurutnya, implementasi Pancasila tidak cukup sebatas slogan, tetapi harus tercermin dalam kinerja pemerintah sehari-hari.

Penegasan tersebut disampaikan Saefuddin usai memimpin Apel Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 di Lapangan Parkir Barat Balai Kota Samarinda, Senin (1/6/2026). Peringatan tahun ini mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia.”

Dalam kesempatan itu, Saefuddin membacakan pidato Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), K.H. Yudian Wahyudi. Disampaikan bahwa Hari Lahir Pancasila bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan momentum untuk merefleksikan, menghayati, dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Tema yang diangkat tahun ini menegaskan bahwa nilai-nilai luhur Pancasila memiliki peran strategis dalam menjaga persatuan bangsa di tengah keberagaman, sekaligus menjadi landasan bagi Indonesia dalam berkontribusi mewujudkan perdamaian dunia.

“Pancasila bukan sekadar dasar negara, melainkan bintang penuntun yang menjaga persatuan bangsa di tengah berbagai tantangan zaman. Karena itu, nilai-nilai Pancasila harus terus hidup dalam setiap kebijakan, tindakan, dan kehidupan sehari-hari demi terwujudnya Indonesia yang maju, adil, dan damai,” demikian kutipan pidato Kepala BPIP yang dibacakan Saefuddin.

Usai apel, Saefuddin menegaskan bahwa Pemerintah Kota Samarinda harus mampu menerjemahkan nilai-nilai Pancasila ke dalam kebijakan dan pelayanan yang dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat. Ia menyoroti pentingnya implementasi Sila Kelima, yakni Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia, melalui peningkatan kualitas pelayanan publik.

“Pancasila harus hadir dalam setiap pelayanan yang diberikan pemerintah kepada masyarakat. Dengan pelayanan yang adil, cepat, dan berkualitas, kita sedang mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Ia juga mengajak seluruh aparatur pemerintah dan masyarakat untuk menjadikan Hari Lahir Pancasila sebagai pengingat bahwa kekuatan Indonesia terletak pada kemampuannya menjaga keberagaman dalam bingkai persatuan. Menurutnya, Pancasila harus terus menjadi fondasi pembangunan sekaligus pedoman dalam menjaga harmoni sosial dan mendukung terciptanya perdamaian dunia.

Apel Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 turut dihadiri Sekretaris Daerah Kota Samarinda, para asisten Sekretariat Daerah, kepala perangkat daerah beserta sekretaris perangkat daerah, kepala bagian, kepala bidang, serta pegawai di lingkungan Pemerintah Kota Samarinda. Masing-masing perangkat daerah mengikutsertakan sedikitnya 15 pegawai dalam pelaksanaan apel tersebut.

(NAN/DON/KMF-SMR | FOTO: CHRIS/DOKPIM)

🇮🇩 Selamat Memperingati Hari Lahir Pancasila1 Juni 2026Hari Lahir Pancasila menjadi momentum untuk meneguhkan kembali ko...
01/06/2026

🇮🇩 Selamat Memperingati Hari Lahir Pancasila
1 Juni 2026

Hari Lahir Pancasila menjadi momentum untuk meneguhkan kembali komitmen kita terhadap nilai-nilai luhur yang menjadi dasar kehidupan berbangsa dan bernegara. Pancasila bukan hanya ideologi bangsa, tetapi juga pedoman dalam menjaga persatuan, menghormati keberagaman, serta mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Dengan semangat “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”, mari kita terus mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, memperkuat gotong royong, dan menjaga harmoni di tengah keberagaman demi Indonesia yang maju, damai, dan sejahtera. ✨

Bersama Pancasila, kita perkokoh persatuan dan membangun masa depan bangsa yang lebih baik.

Andi Harun Ajak KKSS Kaltim Perkuat Persatuan dan Fokus pada Manfaat OrganisasiSAMARINDA, KOMINFONEWS – Wali Kota Samari...
31/05/2026

Andi Harun Ajak KKSS Kaltim Perkuat Persatuan dan Fokus pada Manfaat Organisasi

SAMARINDA, KOMINFONEWS – Wali Kota Samarinda, Dr Andi Harun, mengajak keluarga besar Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Kalimantan Timur untuk terus memperkuat persatuan serta memastikan organisasi memberikan manfaat nyata bagi anggotanya dan masyarakat luas.

Pesan tersebut disampaikannya saat membuka Musyawarah Wilayah (Muswil) IX KKSS Kaltim yang menjadi forum penting untuk menentukan arah organisasi dan memilih kepemimpinan baru periode 2026–2031.

Menurut Andi Harun, pergantian kepemimpinan dalam organisasi merupakan bagian penting dari proses regenerasi sekaligus momentum untuk mengevaluasi peran dan fungsi organisasi di tengah dinamika masyarakat yang terus berkembang.

“Suatu organisasi pasti memiliki tujuan untuk melakukan penyegaran terhadap respons organisasi atas dinamika perkembangan, sekaligus melakukan regenerasi kepemimpinan. Momentum Muswil ini harus menjadi sarana mengevaluasi peran dan fungsi organisasi, termasuk manfaatnya bagi warga dan bagi Kalimantan Timur,” ujarnya saat membuka Muswil IX KKSS Kaltim di Ballroom Puri Senyiur Hotel, Minggu (31/5/2026).

Musyawarah Wilayah IX KKSS Kaltim menjadi forum tertinggi organisasi di tingkat provinsi yang tidak hanya membahas evaluasi program kerja dan arah organisasi lima tahun ke depan, tetapi juga memilih ketua baru yang akan memimpin KKSS Kaltim periode 2026–2031.

Suasana persaudaraan dan semangat kebersamaan mewarnai jalannya Muswil yang dihadiri para tokoh KKSS, unsur pemerintah daerah, legislatif, serta pengurus KKSS dari berbagai kabupaten dan kota di Kalimantan Timur. Panitia dan pengurus juga mengajak seluruh peserta menjaga kondusivitas forum serta mengedepankan nilai kekeluargaan dalam setiap proses musyawarah dan pengambilan keputusan.

Pada Muswil kali ini, dua putra terbaik Sulawesi Selatan maju sebagai kandidat Ketua KKSS Kaltim periode 2026–2031, yakni Prof. Dr. Ridwan Tassa dan H. Muhammad Nasir. Keduanya dinilai memiliki komitmen dan kapasitas untuk membawa organisasi semakin solid, profesional, serta mampu memperkuat persatuan warga KKSS di Kalimantan Timur.

Andi Harun berharap proses pemilihan ketua tidak hanya didasarkan pada semangat dukung-mendukung semata, tetapi juga mempertimbangkan kebutuhan organisasi di masa depan.

Menurutnya, kepemimpinan yang terpilih harus mampu menghadirkan manfaat yang lebih besar bagi warga KKSS sekaligus memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan daerah.

“KKSS harus menjadi organisasi yang memberi manfaat lebih besar bagi warganya dan mendukung pembangunan daerah. Di mana tanah dipijak, di situ langit dijunjung. KKSS harus menjadi garda terdepan dan simpul utama dalam memperkuat persatuan daerah,” tegasnya.

Dalam sambutannya, Andi Harun juga mengingatkan seluruh peserta agar menjaga ketertiban selama pelaksanaan Muswil. Ia menegaskan bahwa forum musyawarah harus menjadi contoh kedewasaan berorganisasi dan bukan menjadi ruang yang menimbulkan persoalan baru.

“Musyawarah ini harus berjalan tertib dan tidak boleh ada tindakan yang melanggar hukum. Justru dari forum inilah kita memperlihatkan kepada publik bahwa KKSS benar-benar siap menjadi organisasi yang memberi manfaat, bukan menjadi sumber masalah,” katanya.

Menurut Andi Harun, masyarakat akan menilai kualitas sebuah organisasi dari cara organisasi tersebut menjalankan proses musyawarah dan menyikapi perbedaan. Karena itu, ia mengajak seluruh peserta mengedepankan nilai-nilai persaudaraan, penghormatan, dan kebersamaan yang telah diwariskan para leluhur.

Ia juga menyoroti tantangan yang dihadapi banyak organisasi sosial kemasyarakatan saat ini, yakni mulai bergesernya nilai-nilai luhur akibat kepentingan praktis yang tidak sejalan dengan tujuan organisasi.

“Kalau organisasi sosial budaya sudah mulai diperlakukan seperti organisasi politik yang mengedepankan kepentingan sesaat, maka kita harus mengingatkan diri kita sendiri. Kita boleh modern, boleh maju, tetapi jangan pernah meninggalkan adab, tata krama, dan nilai-nilai yang diwariskan oleh para sesepuh,” ujarnya.

Andi Harun menilai peran para tokoh dan sesepuh KKSS tetap sangat penting dalam menjaga arah organisasi. Menurutnya, pandangan dan nasihat para orang tua harus terus menjadi rujukan dalam setiap pengambilan keputusan strategis agar organisasi tetap berada pada jalur yang benar.

“Jangan sampai kita meninggalkan para sesepuh dan tokoh-tokoh kita. Kemajuan organisasi harus tetap berpijak pada nilai, adab, dan kearifan yang telah diwariskan dari generasi ke generasi,” tambahnya.

Usai memberikan sambutan, Andi Harun didampingi jajaran pengurus KKSS secara simbolis membuka Musyawarah Wilayah IX KKSS Provinsi Kalimantan Timur dengan melakukan pemukulan gong. Pembukaan tersebut disambut antusias oleh seluruh peserta yang hadir dan dilanjutkan dengan sesi foto bersama sebagai penanda dimulainya rangkaian Muswil yang akan menentukan kepemimpinan KKSS Kaltim untuk lima tahun mendatang.

(MAF/DON/KMF-SMR | FOTO: BAY/DOKPIM)

Saefuddin Zuhri: Budaya Banjar Adalah Kekuatan Harmoni dan Identitas Kota SamarindaSAMARINDA, KOMINFONEWS – Wakil Wali K...
30/05/2026

Saefuddin Zuhri: Budaya Banjar Adalah Kekuatan Harmoni dan Identitas Kota Samarinda

SAMARINDA, KOMINFONEWS – Wakil Wali Kota Samarinda, H. Saefuddin Zuhri, menghadiri pembukaan Aruh Ganal Budaya Banjar (AGBB) ke-3 yang diselenggarakan oleh DPC Laung Kuning Kota Samarinda di Rumah Adat Bakuda, Jalan Kadrie Oening, Samarinda, Sabtu (30/5/2026).

Kegiatan yang menjadi ajang pelestarian budaya Banjar tersebut dihadiri para pejabat Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dan Pemerintah Kota Samarinda, unsur TNI/Polri, Tim Wali Kota untuk Akselerasi Pembangunan (TWAP), ulama, tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh organisasi kemasyarakatan, serta warga Laung Kuning Banjar dari berbagai daerah di Kalimantan.

Dalam sambutannya, Saefuddin Zuhri mengawali dengan mengajak seluruh hadirin bersyukur kepada Allah SWT atas terselenggaranya kegiatan yang dirangkai dengan peringatan Hari Ulang Tahun Laung Kuning ke-3 tersebut.

Ia menegaskan bahwa Kota Samarinda merupakan kota yang dibangun di atas keberagaman suku, budaya, bahasa, dan tradisi yang hidup berdampingan secara harmonis.

“Pemerintah Kota Samarinda merupakan kota yang dibangun di atas keragaman. Di Kota Samarinda hidup berdampingan berbagai suku, budaya, bahasa, dan tradisi yang menjadi kekuatan besar dalam pembangunan harmoni sosial kemasyarakatan,” ujarnya.

Menurutnya, masyarakat Banjar memiliki sejarah panjang dan kontribusi besar dalam perkembangan Kota Samarinda, baik di bidang perdagangan, pendidikan, maupun kehidupan sosial budaya.

“Nilai-nilai religius, semangat gotong royong, sopan santun, serta penghormatan terhadap adat istiadat yang dimiliki masyarakat Banjar menjadi kekayaan yang sangat berharga bagi Kota Samarinda,” katanya.

Saefuddin menilai Aruh Ganal Budaya Banjar bukan sekadar pertunjukan seni budaya, tetapi juga menjadi sarana memperkuat identitas budaya daerah, mempererat tali persaudaraan, serta media edukasi bagi generasi muda agar mengenal akar budaya dan sejarahnya.

Di tengah arus globalisasi dan perkembangan teknologi digital yang semakin pesat, ia mengingatkan pentingnya menjaga generasi muda agar tidak tercerabut dari identitas budayanya.

“Oleh karena itu, kegiatan seperti ini menjadi sangat penting sebagai media pembelajaran budaya agar anak-anak muda bangga terhadap warisan leluhur dan tidak kehilangan jati diri,” tegasnya.

Beragam tradisi dan kesenian Banjar turut memeriahkan AGBB ke-3, di antaranya Bapalas dan Hadrah, Tepung Tawar, Tari Japin, Kuda Gepang, Usung Pengantin, pembacaan syair legenda Banjar, Madihin, Bersyair Banjar, Tutur Dalang, hingga sajian kuliner khas Banjar.

Menurut Saefuddin, seluruh rangkaian budaya tersebut mengandung nilai-nilai luhur kehidupan masyarakat Banjar seperti gotong royong, penghormatan kepada orang tua, kebersamaan, religiusitas, persatuan, dan semangat menjaga keberagaman.

Ia berharap Aruh Ganal Budaya Banjar dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dan berkembang menjadi agenda budaya yang tidak hanya dikenal di tingkat lokal, tetapi juga menjadi daya tarik wisata budaya Kota Samarinda di tingkat regional maupun nasional.

“Mari kita jadikan momentum ini sebagai sarana memperkuat persaudaraan dan kebersamaan. Perbedaan suku dan budaya jangan menjadi pemisah, melainkan menjadi kekuatan untuk saling melengkapi dan memperkaya kehidupan bermasyarakat di Kota Samarinda yang kita cintai,” pungkasnya.

Menutup sambutannya, Wakil Wali Kota Samarinda menyampaikan pantun yang disambut hangat para hadirin.

Bunga melati harum mewangi,
Tumbuh indah di tepi halaman.
Aruh ganal telah kita lalui,
Semoga Budaya Banjar tetap lestari sepanjang zaman.

(ASYA/KMF-SMR/FOTO ARIE-DOKPIM)

Dari Balai Kota ke Ruang Kuliah, Andi Harun Bahas Masa Depan SDASAMARINDA. KOMINFONEWS — Di tengah padatnya agenda memim...
30/05/2026

Dari Balai Kota ke Ruang Kuliah, Andi Harun Bahas Masa Depan SDA

SAMARINDA. KOMINFONEWS — Di tengah padatnya agenda memimpin Kota Samarinda, Wali Kota Samarinda, Dr. H. Andi Harun tetap meluangkan waktu untuk mengajar. Komitmen itu kembali ditunjukkan saat ia memberikan kuliah daring kepada mahasiswa program Magister Ilmu Hukum Universitas Widya Gama Mahakam (UWGM), Jumat (29/5/2026) sore.
Di hadapan para mahasiswa, Andi Harun membawakan materi bertajuk Hukum Lingkungan, Perizinan, dan Instrumen Pengendalian Ekologis. Ya, meski di sela tanggung jawabnya sebagai orang nomor satu di Samarinda, ia tetap hadir sebagai akademisi, berbagi pengetahuan sekaligus mengajak mahasiswa melihat persoalan sumber daya alam dari perspektif hukum dan keberlanjutan.
Andi Harun membuka kuliah dengan menyoroti perubahan besar dalam paradigma pengelolaan Sumber Daya Alam (SDA). Menurutnya, pendekatan lama yang menempatkan hutan dan SDA sebagai objek eksploitasi semata harus ditinggalkan.
Ia menegaskan, pengelolaan SDA hari ini harus bergerak menuju tata kelola ekologis berkelanjutan atau sustainable ecological governance. Fokus pembangunan, kata dia, tidak cukup hanya mengejar pertumbuhan ekonomi, tetapi juga wajib menjaga keseimbangan lingkungan dan menjamin keadilan bagi generasi mendatang.
“Hukum lingkungan tidak lagi sekadar hukum administrasi, tetapi instrumen perlindungan keberlanjutan peradaban manusia,” tegasnya.
Andi Harun menjelaskan, perubahan paradigma itu lahir dari berbagai krisis lingkungan yang terjadi di banyak wilayah. Mulai dari perubahan iklim, deforestasi, kebakaran hutan dan lahan, pencemaran lingkungan, hilangnya keanekaragaman hayati, lubang bekas tambang, erosi, hingga konflik ekologis yang terus berkembang.
Dalam kuliah tersebut, ia juga mengulas lima prinsip utama hukum lingkungan modern. Mulai dari prinsip kehati-hatian (precautionary principle), pembangunan berkelanjutan (sustainable development), pencemar wajib menanggung biaya kerusakan (polluter pays principle), tanggung jawab mutlak (strict liability), hingga keadilan ekologis (ecological justice).
Tak hanya itu, Andi Harun turut mengangkat konsep Green Constitution. Ia menjelaskan bahwa konstitusi Indonesia memiliki semangat perlindungan lingkungan yang kuat, sebagaimana tertuang dalam Pasal 28H ayat (1) UUD 1945 tentang hak atas lingkungan hidup yang baik dan sehat, serta Pasal 33 ayat (4) yang menegaskan pembangunan ekonomi harus berkelanjutan dan berwawasan lingkungan.
Menurut dia, hukum harus hadir menjaga daya dukung ekologis. Pembangunan harus tetap berjalan, namun tidak boleh mengorbankan kelestarian lingkungan. Di titik itu, keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan keberlanjutan ekologi menjadi hal yang tidak bisa ditawar.
Ia juga menegaskan isu kehutanan dan sumber daya alam bukan sekadar persoalan ekonomi. Di dalamnya ada persoalan keadilan sosial, konflik agraria, hak masyarakat adat, kerusakan lingkungan, hingga tanggung jawab menjaga keberlanjutan bagi generasi berikutnya.
Dalam paparannya, Andi Harun turut menjelaskan instrumen pengendalian lingkungan hidup, mulai dari perizinan lingkungan, pengawasan, AMDAL, penegakan hukum lingkungan, hingga instrumen administratif dan pidana.
Ia juga mengutip pandangan Philippe Sands yang menegaskan bahwa hukum lingkungan internasional modern menuntut pertimbangan lingkungan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pembangunan ekonomi.
Pandangan serupa juga disampaikan Edith Brown Weiss melalui konsep intergenerational equity, yakni setiap generasi menerima warisan alam dari generasi sebelumnya dan berkewajiban menjaganya untuk generasi setelahnya.
Andi Harun menambahkan, seluruh materi yang dibahas merujuk pada sejumlah regulasi strategis, mulai dari UUD 1945, Undang-Undang Kehutanan, UU Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup Tahun 2009, UU Cipta Kerja, PP Penyelenggaraan Kehutanan, UU Minerba, hingga Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 35/PUU-X/2012 tentang hutan adat.
Di akhir kuliah, Andi Harun menutup materinya dengan pesan yang menekankan pentingnya keadilan dan keberlanjutan dalam mengelola sumber daya alam.
“Negara yang baik bukan yang paling banyak mengeksploitasi sumber daya alam, tetapi yang paling bijak menjaga keseimbangan pembangunan, keadilan sosial, dan keberlanjutan ekologis,” tutupnya.
Kehadiran Andi Harun di ruang kuliah menjadi gambaran bahwa pengabdian seorang pemimpin tidak berhenti di meja kerja. Di sela kesibukan memimpin kota, ia tetap memilih berbagi ilmu dengan menanamkan gagasan tentang hukum, lingkungan, dan masa depan kepada generasi muda Samarinda. (HER/KMF-SMR | FOTO: JEF/DOKPIM)

Wali Kota Andi Harun Siapkan Segiri Driving Golf Jadi Ikon Sport Tourism dan Mesin PAD Baru SamarindaSAMARINDA.KOMINFONE...
29/05/2026

Wali Kota Andi Harun Siapkan Segiri Driving Golf Jadi Ikon Sport Tourism dan Mesin PAD Baru Samarinda

SAMARINDA.KOMINFONEWS- Wali Kota Samarinda Dr H Andi Harun mulai menyiapkan tata kelola profesional untuk pengoperasian Segiri Driving Golf Samarinda. Fasilitas olahraga tersebut diproyeksikan tak sekadar menjadi arena olahraga, tetapi juga ikon sport tourism sekaligus sumber baru Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Hal itu disampaikan Andi Harun saat memimpin rapat pembahasan pengelolaan Gedung Segiri Driving Golf di Ruang Rapat Wali Kota Lantai II Balai Kota Samarinda, Jumat (29/5/2026).

Rapat turut dihadiri Wakil Wali Kota Samarinda H Saefuddin Zuhri, Sekda Kota Samarinda Neneng Chamelia Shanti, jajaran kepala perangkat daerah terkait, UPT GOR Segiri, hingga Tim Wali Kota untuk Akselerasi Pembangunan (TWAP).

Dalam arahannya, Wali Kota menekankan pentingnya tata kelola yang jelas dan profesional sebelum fasilitas tersebut resmi beroperasi. Menurutnya, seluruh konsep pengelolaan akan dituangkan dalam business plan resmi yang nantinya menjadi pedoman operasional sekaligus landasan hukum pengelolaan.

“Pemerintahan itu selalu menyangkut tata kelola. Selama berada dalam koridor tata kelola yang benar, maka itu menjadi perlindungan bagi kita,” tegasnya.

Ia menjelaskan, konsep Segiri Driving Golf dirancang sebagai sport leisure facilities dengan menyasar kalangan profesional, komunitas, anak muda, hingga masyarakat umum. Karena itu, pengelolaannya harus modern, profesional, namun tetap terjangkau.

Menurut dia, peluang bisnis fasilitas tersebut cukup besar karena didukung akses yang strategis, fasilitas memadai, serta minimnya kompetitor serupa di Samarinda.

Pemkot pun mulai menyiapkan sistem layanan berbasis digital, mulai reservasi hingga pelayanan pelanggan. Bahkan, struktur organisasi pengelola juga dirancang profesional dengan pembagian bidang operasional, pemasaran, keuangan, pelayanan pelanggan, hingga pengelolaan Pro Shop dan Food and Beverage.

“Layanan yang ingin kita hadirkan adalah layanan premium. Karena itu SDM yang direkrut juga harus profesional dan memiliki orientasi pelayanan yang baik,” ujarnya.

Selain menargetkan peningkatan PAD, Andi Harun juga menyoroti pentingnya efisiensi dan manajemen bisnis yang sehat. Ia membuka peluang kerja sama terbatas dengan pihak ketiga, khususnya dalam aspek pembiayaan modal, namun pengelolaan utama tetap diupayakan berada di tangan pemerintah daerah.

“Kalau kita bisa profesional mengelola sendiri, tentu hasil yang didapat akan jauh lebih besar untuk daerah,” katanya.

Di akhir rapat, Wali Kota meminta seluruh jajaran segera menyempurnakan konsep pengelolaan, termasuk menghadirkan konsultan profesional di bidang manajemen fasilitas golf.

Pemkot berharap Segiri Driving Golf dapat segera beroperasi dan menjadi destinasi olahraga baru yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi serta memperkuat citra sport tourism Kota Samarinda. (MAF/FER/KMF-SMR | FOTO: TOM/DOKPIM)

Sedekah Sampah Jadi Donasi, Pemkot Samarinda Salurkan Bantuan untuk Rumah Singgah KankerSAMARINDA.KOMINFONEWS – Wakil Wa...
29/05/2026

Sedekah Sampah Jadi Donasi, Pemkot Samarinda Salurkan Bantuan untuk Rumah Singgah Kanker

SAMARINDA.KOMINFONEWS – Wakil Wali Kota Samarinda, H. Saefuddin Zuhri, menyerahkan bantuan donasi kepada Rumah Singgah Kanker Kota Samarinda yang berlangsung di Komunitas Support Kanker, Jl. Suwondo, Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Samarinda Ulu, Jumat (29/5/2026).

Kegiatan ini menjadi bentuk kepedulian dan dukungan Pemerintah Kota Samarinda terhadap keberadaan Rumah Singgah “Komunitas Support Kanker” yang selama ini membantu para pasien kanker, khususnya yang menjalani pengobatan di Kota Samarinda.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Samarinda, Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat, anggota TWAP Kota Samarinda, Camat Samarinda Ulu, serta Lurah Sidodadi.

Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Samarinda, H. Saefuddin Zuhri, menyampaikan apresiasi kepada seluruh relawan dan pengurus Rumah Singgah Kanker yang telah memberikan perhatian, pelayanan, serta semangat kepada para pasien kanker dan keluarganya.

Ia berharap bantuan dan donasi yang disalurkan dapat membantu kebutuhan operasional rumah singgah sekaligus memberikan motivasi bagi para pasien agar tetap semangat menjalani proses pengobatan.

“Pemerintah Kota Samarinda sangat mengapresiasi kepedulian seluruh pihak yang telah berpartisipasi membantu sesama melalui kegiatan sedekah sampah ini. Semoga bantuan yang diberikan dapat bermanfaat dan menjadi penyemangat bagi para pasien kanker,” ujarnya.

Bantuan tersebut berasal dari program Sedekah Sampah yang melibatkan berbagai donatur, di antaranya perangkat daerah, kecamatan, sekolah, hotel, perbankan, bank sampah, serta masyarakat umum. Kegiatan ini merupakan bagian dari peringatan Hari Peduli Sampah Nasional yang digagas Dinas Lingkungan Hidup Kota Samarinda dan dilaksanakan pada 31 Maret 2026 di halaman Masjid Islamic Center Samarinda.

Sementara itu, Sekretaris Yayasan Rumah Singgah Kanker, Adhitya Lesmana, menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kota Samarinda dan seluruh pihak yang telah memberikan perhatian serta bantuan kepada rumah singgah tersebut.

Ia menjelaskan bahwa rumah singgah itu didirikan untuk membantu para penderita kanker yang membutuhkan tempat tinggal sementara selama menjalani pengobatan di Samarinda.

“Kami mengucapkan terima kasih atas kepedulian Pemerintah Kota Samarinda dan seluruh komunitas serta masyarakat yang telah membantu. Saat ini terdapat 15 pasien yang tinggal di rumah singgah, berasal dari berbagai daerah seperti Bulungan, Berau, Bontang, Sangatta, hingga Kendari,” ungkapnya.

Ia juga menegaskan bahwa Rumah Singgah Kanker selalu terbuka bagi masyarakat maupun komunitas yang ingin memberikan bantuan dan dukungan demi membantu para pasien kanker yang membutuhkan perhatian bersama. (Eko/KMF-SMR | Foto: Kris/Dokpim)

KI Kaltim dan Kominfo Samarinda Perkuat Kelembagaan PPID, Sekda Ungkap Permintaan Data Kerap Jadi Modus Minta UangSAMARI...
29/05/2026

KI Kaltim dan Kominfo Samarinda Perkuat Kelembagaan PPID, Sekda Ungkap Permintaan Data Kerap Jadi Modus Minta Uang

SAMARINDA.KOMINFONEWS – Pemerintah Kota Samarinda bersama Komisi Informasi (KI) Kalimantan Timur dan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Samarinda menggelar audiensi penguatan kelembagaan Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) serta implementasi layanan informasi publik di Ruang Rapat Sekda Lantai II Balaikota Samarinda, Jumat (29/5/2026).

Audiensi tersebut dihadiri Wakil Ketua Komisi Informasi Kaltim Hajaturramsyah, Koordinator Bidang Sosialisasi, Edukasi, dan Komunikasi Publik KI Kaltim Juraedah, Kepala Diskominfo Samarinda Aji Syarif Hidayatullah selaku Ketua PPID Kota Samarinda, serta Sekretaris Daerah Kota Samarinda Neneng Chamelia Shanti sebagai Atasan PPID Kota Samarinda termasuk kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Samarinda Erham Yusuf unsur PPID Pelaksana.

Dalam pertemuan itu, Sekda Neneng menegaskan pentingnya keterbukaan informasi publik yang tetap dijalankan secara profesional, responsif, dan sesuai prosedur. Namun, di sisi lain, ia juga mengungkap adanya pengalaman tidak menyenangkan terkait permintaan data yang diduga dijadikan modus untuk meminta bantuan dana.

Neneng menceritakan dirinya sempat mendapat tekanan melalui panggilan telepon hingga dini hari terkait permintaan data rumah jabatan. Menurutnya, permintaan informasi tersebut awalnya disampaikan sebagai bagian dari hak publik, namun belakangan justru berujung pada permintaan bantuan uang.

“Kalau memang permintaannya data, nanti kita proses. Tapi kalau sudah seperti ini, saya tidak bisa melayani,” ujar Neneng.

Ia mengaku sempat ditelepon hingga pukul 2 dini hari, bahkan melalui video call Instagram. Menurutnya, situasi itu membuat dirinya merasa tidak nyaman dan seolah diintimidasi.

“Ujung-ujungnya bukan melengkapi data, malah minta dukungan dana sampai meminta tiket pulang karena alasan keluarganya meninggal. Jadi, terus terang ada OPD yang akhirnya defensif karena pengalaman seperti ini,” katanya seraya menimpalkan acapkali terjadi pada OPD yang melaksanakan proyek infrastruktur dengan anggaran besar.

Meski demikian, mantan Inspektur kota Samarinda ini menegaskan Pemkot Samarinda tetap berkomitmen menjalankan keterbukaan informasi publik sesuai ketentuan. Ia meminta seluruh perangkat daerah memperbaiki tata kelola pelayanan informasi, termasuk penyusunan SOP agar permintaan informasi dapat ditangani lebih terarah.

“Kita akan memberikan informasi sepanjang identitas pemohonnya jelas. Yang penting tata kelolanya kita perbaiki bersama,” tegas yang pernah juga menjabat Sekretaris Dinas PUPR dan pejabat di Dinas Perkim.

Wakil Ketua KI Kaltim Hajaturramsyah dalam kesempatan itu menyoroti masih lemahnya tata kelola pelayanan informasi publik di sejumlah perangkat daerah, terutama terkait alur surat dan respons terhadap permohonan informasi masyarakat.

Ia menegaskan keterbukaan informasi bukan hanya menjadi tanggung jawab Diskominfo, tetapi seluruh perangkat daerah dengan Sekda sebagai Atasan PPID kota Samarinda.

“Ketika surat permintaan informasi tidak dijawab dalam batas waktu yang ditentukan, akhirnya berujung pada sengketa informasi. Ini yang harus diperbaiki bersama,” ujarnya.

Menurutnya, KI Kaltim tidak datang untuk mencari kesalahan, melainkan mendorong penguatan sistem pelayanan informasi publik agar Samarinda bisa meningkatkan predikat keterbukaan informasinya.

“Kami ingin Samarinda semakin baik dalam keterbukaan informasi publik. Jangan sampai citranya turun hanya karena tata kelola pelayanan informasinya belum maksimal,” katanya.

Sementara itu Aji Syarif Hidayatullah menyebut Samarinda menjadi salah satu daerah dengan dinamika sengketa informasi yang cukup tinggi. Namun, ia mengapresiasi dukungan KI Kaltim dalam membantu penyelesaian berbagai sengketa informasi melalui mediasi.

Ia juga mengakui masih banyak perangkat daerah yang belum memahami bahwa informasi publik, termasuk anggaran yang sudah disahkan, pada prinsipnya wajib dibuka kepada masyarakat.

“Masih ada OPD yang menganggap semua dokumen itu rahasia. Padahal, ada mekanisme daftar informasi yang dikecualikan. Jadi, bukan semua otomatis ditutup,” jelas Dayat sapaan akrab Aji Syarif.

Audiensi tersebut juga membahas penguatan sarana dan prasarana PPID, penyusunan SOP layanan informasi publik, peningkatan kapasitas operator, hingga evaluasi keterbukaan informasi badan publik di lingkungan Pemkot Samarinda.

Dalam era keterbukaan informasi, keberadaan PPID dinilai menjadi bagian penting dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan partisipatif, sekaligus menjaga agar pelayanan informasi publik tetap berjalan profesional tanpa disalahgunakan oleh oknum tertentu.(DON/KMF-SMR || FOTO: CHAIDIR DOKPIM)

Wawali Saefuddin Hadiri Salat Idul Adha di Masjid Raya Darussalam, Ajak Perkuat Gotong Royong dan Optimisme di Tengah Ef...
27/05/2026

Wawali Saefuddin Hadiri Salat Idul Adha di Masjid Raya Darussalam, Ajak Perkuat Gotong Royong dan Optimisme di Tengah Efisiensi

SAMARINDA, KOMINFONEWS – Wakil Wali Kota Samarinda, H. Saefuddin Zuhri, mengajak masyarakat menjadikan momentum Idul Adha untuk memperkuat semangat gotong royong dan optimisme di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang tengah dijalankan pemerintah. Hal tersebut disampaikannya saat memberikan sambutan pada pelaksanaan Shalat Idul Adha 10 Zulhijjah 1447 Hijriah di Masjid Raya Darussalam Samarinda, Rabu (27/5/2026) pagi.

Menurut Saefuddin Zuhri, Idul Adha tidak hanya mengajarkan nilai keikhlasan dan pengorbanan, tetapi juga menjadi pengingat pentingnya solidaritas sosial serta kepedulian terhadap sesama.

“Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar. Laa ilaha illallahu wallahu akbar. Allahu akbar walillahil hamd. Momentum Idul Adha ini hendaknya menjadi media untuk meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala,” ujarnya.

Ia menyampaikan bahwa ibadah haji dan kurban memiliki pesan penting tentang kesetaraan, persaudaraan, dan semangat berbagi. Menurutnya, seluruh yang dimiliki manusia pada hakikatnya merupakan amanah dari Allah SWT.

“Ibadah kurban mengajarkan semangat berkorban demi tegaknya nilai-nilai Islam. Jiwa, raga, diri kita, dan harta yang kita miliki hakikatnya adalah amanah dari Allah Subhanahu wa Ta’ala,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Saefuddin Zuhri juga menyinggung kondisi nasional yang tengah menghadapi kebijakan efisiensi anggaran. Ia meminta masyarakat tetap optimistis dan menjaga semangat kebersamaan di tengah penyesuaian tersebut.

“Efisiensi bukan berarti mengurangi komitmen terhadap kesejahteraan rakyat. Efisiensi berarti bekerja lebih cerdas, menata prioritas, menghilangkan pemborosan, dan memastikan setiap rupiah dipakai untuk manfaat paling besar,” tegasnya.

Ia menambahkan, semangat solidaritas yang diajarkan Idul Adha harus menjadi modal sosial masyarakat Samarinda untuk memperkuat kemandirian di lingkungan masing-masing.

“Bantuan tidak selalu datang dari pusat. Banyak hal yang dapat kita lakukan bersama di tingkat RT, kelurahan, dan kecamatan. Tetaplah optimistis karena optimisme yang disertai tindakan nyata adalah bahan bakar kemajuan,” imbuhnya.

Sebelum mengakhiri sambutan, Wawali turut mengajak seluruh jamaah mendoakan para jemaah haji asal Indonesia agar diberi kesehatan, kekuatan, serta kembali ke tanah air dengan predikat haji mabrur.

Pada pelaksanaan Idul Adha tahun ini, jumlah total hewan kurban yang diterima Masjid Raya Darussalam Samarinda sebanyak 15 ekor, terdiri atas 10 ekor sapi dan 5 ekor kambing. Dari jumlah tersebut, satu ekor sapi merupakan bantuan Presiden RI Prabowo Subianto yang sehari sebelumnya diserahkan oleh Wali Kota Samarinda, Dr. H. Andi Harun. Selain itu, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo juga memberikan bantuan satu ekor sapi. Pemerintah Kota Samarinda turut menyerahkan bantuan satu ekor sapi yang diserahkan secara simbolis oleh Wakil Wali Kota Samarinda kepada pengurus Yayasan Masjid Raya Darussalam.

Adapun petugas pelaksanaan Salat Idul Adha yakni KH. Juanidi Maksum sebagai khatib, Ustaz H. Ismail Rahim, S.Pd.I. sebagai imam, dan Ustaz Tri Anugrah Ibrahim sebagai bilal.

Sementara itu, dalam khutbahnya, KH. Juanidi Maksum menyampaikan bahwa Idul Adha merupakan momentum untuk meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT sekaligus memperkuat semangat pengorbanan dalam kehidupan.

Ia mengingatkan bahwa ibadah kurban mengandung pelajaran besar dari kisah Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS tentang keikhlasan menghadapi ujian hidup. Menurutnya, setiap manusia pasti diuji sesuai keadaan masing-masing, baik melalui harta, jabatan, kesehatan, maupun kehidupan sosial.

“Kalau kita lulus dalam menghadapi cobaan dan ujian, derajat kita akan melambung tinggi menjadi mulia,” ujarnya di hadapan jamaah.

KH. Juanidi Maksum juga menekankan pentingnya mengikis sifat hubbud dunya atau cinta dunia yang berlebihan. Menurutnya, ibadah kurban mendidik umat Islam untuk lebih mencintai Allah SWT dibandingkan kecintaan terhadap harta benda.

Ia menegaskan bahwa kehidupan yang mulia memerlukan pengorbanan, baik waktu, tenaga, pikiran, maupun harta demi mencapai rida Allah SWT dan kemaslahatan bersama. (MAF/DON/KMF-SMR | FOTO: BAY/DOKPIM)

Address

Jalan Kusuma Bangsa No 82
Samarinda
75121

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Pemerintah Kota Samarinda posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Organization

Send a message to Pemerintah Kota Samarinda:

Share