DPC Partai Demokrat Sambas

Directions

DPC Partai Demokrat Sambas Akun Resmi Di Kelola Bakomstra-Cab Demokrat Sambas

SETETES DARAH, SEJUTA HARAPAN!GIAT DONOR DARAH BERSAMA DEMOKRAT SAMBASSatu tetes darah yang kita donorkan bisa menjadi h...
11/10/2026

SETETES DARAH, SEJUTA HARAPAN!

GIAT DONOR DARAH BERSAMA DEMOKRAT SAMBAS

Satu tetes darah yang kita donorkan bisa menjadi harapan dan menyelamatkan nyawa sesama. Yuk, tunjukkan kepedulian kita dengan berbagi melalui aksi nyata!

DPC Partai Demokrat Sambas mengajak berpartisipasi dalam kegiatan DONOR DARAH. Selain membantu sesama, donor darah juga menjadi wujud nyata solidaritas dan kepedulian terhadap kemanusiaan.

Hari/Tanggal: Rabu, 14 Oktober 2026
Waktu: Pukul 08.00 WIB – selesai
Tempat:___

DEMOKRAT PEDULI, DEMOKRAT BERBAGI!
Bersama kita selamatkan nyawa, bersama kita tebarkan kepedulian!

Sampai bertemu di kegiatan donor darah Demokrat Sambas


*Menko AHY: Setiap Kebijakan Punya Trade-Off, Leadership Butuh Kapasitas Manajerial*JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang...
08/10/2026

*Menko AHY: Setiap Kebijakan Punya Trade-Off, Leadership Butuh Kapasitas Manajerial*

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengatakan kepemimpinan pemerintahan membutuhkan kemampuan mengelola perbedaan, menentukan prioritas, dan mengambil keputusan di tengah keterbatasan sumber daya.

Menurut Menko AHY, dalam pemerintahan tidak mungkin semua kepentingan dapat dipenuhi secara bersamaan.

“Tidak pernah bisa kita memuaskan semua pihak. Setiap kebijakan pasti ada trade-off-nya, konsekuensi, karena tidak tak terbatas resources yang kita miliki. Jadi kita harus menyusun prioritas,” ujar Menko AHY ketika menghadiri peluncuran buku Kepemimpinan AHY yang ditulis oleh 27 tokoh muda dari berbagai profesi dan disiplin ilmu, Rabu (23/9/2026) di Menteng, Jakarta.

Menurutnya, kemampuan menentukan prioritas merupakan bagian penting dari kepemimpinan sekaligus kapasitas manajerial.

“Ini juga leadership. Ini juga keterampilan. Saya ulangi, kapasitas manajerialnya efektif,” katanya.

Menko AHY mencontohkan kompleksitas pemerintahan yang melibatkan berbagai kementerian, lembaga, daerah, parlemen, dunia usaha, dan masyarakat.

Masing-masing memiliki mandat, kepentingan, dan perspektif yang berbeda. Karena itu, diperlukan kemampuan mengorkestrasi berbagai kepentingan tersebut agar menghasilkan kebijakan yang memberikan manfaat lebih luas.

“Anggota parlemen yang ada misalnya adalah representasi dari jutaan penduduk Indonesia. Masing-masing punya aspirasi, masing-masing punya kepentingan, masing-masing punya harapan. Tapi itu semua diorkestrasi sehingga bisa menghadirkan solusi yang lebih bermanfaat untuk kita semuanya,” ujar Menko AHY.

Menurutnya, kepemimpinan bukan berarti mampu memenuhi seluruh keinginan, melainkan mampu menentukan prioritas dan menjelaskan konsekuensi dari setiap pilihan kebijakan.

Peluncuran buku ini dihadiri Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin; Wakil Ketua MPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono; Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya; Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana; Menteri Transmigrasi, Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara; Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Afriansyah Noor; anggota DPR RI yang juga Sekjend Demokrat, Herman Khaeron; anggota DPR RI yang juga Waketum Partai Demokrat, Benny K Harman, serta pengamat dan filsuf Rocky Gerung.

Hadir p**a Exco PSSI Eko Setyawan, Ketum Iluni UI Pramudya A. Oktavinanda; Sekjen IKA Unair Indra Nur Fauzi; Wagub Jatim Emil Dardak, Wagub Sumsel, Cik Ujang, Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho; Wabup Nganjuk, Trihandy Cahyo Saputro; beberapa pemred media, dan jajaran Kemenko Infra dari Sesmenko, para Deputi, para Stafsus, dan para Tenaga Ahli Menteri serta perwakilan gen z seperti CEO Zeekend, Syahrul Khairar Kamal; Executive Event of Zeekend, Kalesa SA; Vice Chairman Nextage, Power Bunga Syifa Z; Ketua Umum BMP, Agassi Revano Harsya; dan Founder Stockwise, Andry Hakim.

Turut hadir secara langsung para penulis buku Kepemimpinan AHY, antara lain Afdhal Khalilullah, Adjie Alfaraby, Rio F. Pasaribu, Cahyo Seftyono, Abdan Syakura, Sherry Jolieca Modigliani Siwy, Aditya Syarief Darmasetiawan, Kris Wijoyo Soepandji, Fakhridho Susilo, Choirul Anam, Winda Tania, Adam Madigliani Prana, Marta Muslin, Darynaufal Mulyaman, dr. Ray Wagiu Basrowi, dr. Anggy Puspasari, Aurora Jillena Meliala, Vido C. Panduwinata, Ahmad Jundi Khalifatullah dan M Shofiyulloh Cokro Hadi Kusumo.

SP.341/INFRA/HUMAS/IX/2026








Biro Data, Komunikasi, dan Informasi Publik
Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan

*Menko AHY: Leadership Does Matter, Kepemimpinan Tak Bisa Berjalan Autopilot*JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Infras...
07/10/2026

*Menko AHY: Leadership Does Matter, Kepemimpinan Tak Bisa Berjalan Autopilot*

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan kemajuan teknologi tidak membuat kepemimpinan menjadi tidak relevan. Menurutnya, di tengah perubahan zaman yang semakin cepat, kualitas kepemimpinan justru tetap menentukan arah organisasi, masyarakat, dan pembangunan.

“Leadership does matter,” ujar Menko AHY dalam sambutannya pada acara peluncuran buku kepemimpinan AHY (23/9/2026) di Jakarta

Menko AHY menanggapi pandangan kemajuan teknologi membuat banyak hal dapat berjalan secara otomatis atau autopilot, sehingga kapasitas kepemimpinan dan manajerial tidak lagi terlalu penting.

“Saya termasuk orang yang paling tidak setuju dengan tesis itu,” katanya.

Menurut Menko AHY, kepemimpinan bukan sekadar teori yang dapat dipelajari melalui buku dan jurnal. Kepemimpinan juga merupakan seni dalam mengaplikasikan pengetahuan sesuai konteks.

“Pada akhirnya, kepemimpinan juga adalah sebuah seni. Sebuah aplikasi di lapangan. Setiap konteks, ruang dan waktu itu menentukan aplikasi yang berbeda-beda, walaupun teori asalnya mungkin sama,” ujarnya.

Karena itu, menurut Menko AHY, pengalaman empiris menjadi penting. Teori kepemimpinan dapat menjadi fondasi, tetapi penerapannya membutuhkan kemampuan membaca situasi, mengambil keputusan, mengelola manusia, serta menghadirkan solusi.

“Pada akhirnya kepemimpinan itu bermakna. Itu justru yang bisa mengubah banyak hal,” katanya.

Menko AHY menilai prinsip-prinsip kepemimpinan pada dasarnya dapat berlaku lintas bidang, baik militer, politik, bisnis maupun kehidupan kemasyarakatan.

Yang membedakan adalah subjek, objek, ruang, dan waktu penerapannya.

“Prinsipnya langgeng. Tidak usang dimakan waktu,” ujar Menko AHY.

Peluncuran buku ini dihadiri Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin; Wakil Ketua MPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono; Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya; Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana; Menteri Transmigrasi, Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara; Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Afriansyah Noor; anggota DPR RI yang juga Sekjend Demokrat, Herman Khaeron; anggota DPR RI yang juga Waketum Partai Demokrat, Benny K Harman, serta pengamat dan filsuf Rocky Gerung.

Hadir p**a Exco PSSI Eko Setyawan, Ketum Iluni UI Pramudya A. Oktavinanda; Sekjen IKA Unair Indra Nur Fauzi; Wagub Jatim Emil Dardak, Wagub Sumsel, Cik Ujang, Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho; Wabup Nganjuk, Trihandy Cahyo Saputro; beberapa pemred media, dan jajaran Kemenko Infra dari Sesmenko, para Deputi, para Stafsus, dan para Tenaga Ahli Menteri serta perwakilan gen z seperti CEO Zeekend, Syahrul Khairar Kamal; Executive Event of Zeekend, Kalesa SA; Vice Chairman Nextage, Power Bunga Syifa Z; Ketua Umum BMP, Agassi Revano Harsya; dan Founder Stockwise, Andry Hakim.

Turut hadir secara langsung para penulis buku Kepemimpinan AHY, antara lain Afdhal Khalilullah, Adjie Alfaraby, Rio F. Pasaribu, Cahyo Seftyono, Abdan Syakura, Sherry Jolieca Modigliani Siwy, Aditya Syarief Darmasetiawan, Kris Wijoyo Soepandji, Fakhridho Susilo, Choirul Anam, Winda Tania, Adam Madigliani Prana, Marta Muslin, Darynaufal Mulyaman, dr. Ray Wagiu Basrowi, dr. Anggy Puspasari, Aurora Jillena Meliala, Vido C. Panduwinata, Ahmad Jundi Khalifatullah dan M Shofiyulloh Cokro Hadi Kusumo.

SP.340/INFRA/HUMAS/IX/2026








Biro Data, Komunikasi, dan Informasi Publik
Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan

*AHY: Jadilah Versi Terbaik Diri Sendiri, Generasi Muda Penentu Masa Depan Indonesia*JAKARTA - Ketua Umum Partai Demokra...
07/10/2026

*AHY: Jadilah Versi Terbaik Diri Sendiri, Generasi Muda Penentu Masa Depan Indonesia*

JAKARTA - Ketua Umum Partai Demokrat yang juga Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mendorong generasi muda Indonesia untuk terus mengasah kapasitas, berani menyampaikan gagasan, dan menjadi versi terbaik dari diri mereka sendiri.

Pesan tersebut disampaikan AHY dalam final Lomba Pidato AHY Muda 2026 di DPP Partai Demokrat, Jakarta, Sabtu (19/9/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Lomba Rakyat dalam rangka HUT ke-25 Partai Demokrat.

Lebih dari 1.300 peserta Gen Z dari Sabang sampai Merauke mengikuti lomba tersebut. Sembilan finalis kemudian terpilih untuk menyampaikan gagasan dan menunjukkan kemampuan berpidato di hadapan para juri dan undangan.

AHY mengapresiasi keberanian, penampilan, dan ketajaman berpikir para finalis. Menurutnya, kemampuan generasi muda dalam menyampaikan gagasan menjadi sumber inspirasi sekaligus harapan bagi masa depan Indonesia.

“Menyimak dan sekaligus membayangkan Indonesia kita. Jika semakin banyak generasi muda, generasi penerus seperti mereka semua ini, insyaallah kita akan mencapai masa depan yang gemilang,” ujar AHY.

Ia berpesan agar para peserta tidak hanya berorientasi pada persaingan dengan orang lain, tetapi juga terus membangun standar intelektual, moral, dan integritas dalam diri masing-masing. AHY mendorong para generasi muda untuk menjadikan pengembangan kapasitas pribadi sebagai bagian dari proses menuju pencapaian terbaik.

“Jangan melihat kiri-kanan. Berkompetisi dengan diri sendiri lebih baik dibandingkan bersaing secara habis-habisan dengan teman-teman kita sendiri. Kita harus punya standar, standar intelektual, standar moral, standar integritas. Be the best version of yourself,” tegas AHY.

AHY juga menekankan pentingnya membuka ruang yang lebih luas bagi generasi muda untuk menyampaikan gagasan dan terlibat dalam kehidupan bangsa. Menurutnya, narasi tentang anak muda perlu diwujudkan melalui kesempatan nyata untuk tampil, bersuara, dan berkontribusi.

Ia berharap para peserta terus menimba ilmu dan mengembangkan potensi, baik melalui pendidikan tinggi maupun bidang yang ingin mereka tekuni. AHY juga menyampaikan selamat kepada seluruh finalis dan para juara Lomba Pidato AHY Muda 2026.

“Be the best you can be. And do the best you can do. Semoga kalian bisa terus berprestasi dan terus menyalakan optimisme untuk masa depan Indonesia yang makin gemilang,” ujar AHY.

AHY turut menyampaikan apresiasi kepada orang tua, guru, sekolah, para Ketua DPD Partai Demokrat, anggota DPR RI dan DPRD, serta panitia yang telah mendukung dan membimbing para peserta selama rangkaian lomba.

Ia menilai kerja sama berbagai pihak dalam kegiatan tersebut tidak hanya menghasilkan kompetisi, tetapi juga membuka ruang bagi lahirnya gagasan-gagasan otentik generasi muda dari seluruh penjuru Nusantara.

*Daftar Pemenang Lomba Pidato AHY Muda 2026*

1. Afar Ubaydillah - SMKN 2 Ketapang, Kalimantan Barat.
2. Alvino Radzaky Janersa - SMAN 9 Pekanbaru, Riau.
3. Anissa Maghfira - SMAN 1 Toapaya, Kep**auan Riau.
4. Aulia Dwi Anjani - SMAN 26 Bandung, Jawa Barat.
5. Greselhia Lovelly Bau Bau - SMAN 1 Halmahera Barat, Maluku Utara.
6. Muhammad Afdal - SMAN 3 Pangkalpinang, Kep**auan Bangka Belitung.
7. Ni Putu Anatasia Putri Bienvi - SMAN 1 Kuta Utara, Bali.
8. Nurul Cahyani Ishak - SMAN 1 Pangkajene dan Kep**auan, Sulawesi Selatan.
9. Previ Seltriani Taek - SMKN 4 Kupang, Nusa Tenggara Timur.

*SP-169/DPP/DEMOKRAT/IX/2026*
*Herzaky Mahendra Putra*
*Kepala Badan Komunikasi Strategis/Koordinator Juru Bicara*
*DPP Partai Demokrat*

*Langsung Cek Jalan Skory-Puay Setiba di Papua, Menko AHY: Alhamdulillah, Program IJD Memberikan Manfaat Kepada Masyarak...
06/10/2026

*Langsung Cek Jalan Skory-Puay Setiba di Papua, Menko AHY: Alhamdulillah, Program IJD Memberikan Manfaat Kepada Masyarakat*

JAYAPURA - Setibanya di Papua Kamis (17/9/2026), Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) langsung meninjau pembangunan Jalan Skory-Puay di Distrik Kemtuk, Kabupaten Jayapura. Peninjauan dilakukan untuk memastikan manfaat pembangunan infrastruktur yang menggunakan Inpres Jalan Daerah (IJD) dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Ruas Skory-Puay ditujukan untuk meningkatkan konektivitas antarwilayah. Pembangunan ruas tersebut telah selesai dan mencapai 100 persen. Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Jayapura sebelumnya juga mencatat peningkatan ruas Skory–Puay sebagai salah satu pekerjaan IJD yang telah selesai.

“Alhamdulillah, puji syukur, hari ini sudah terbangun jalan yang mulus walaupun tentu belum semuanya. Ini sesuatu yang harus kita syukuri, tetapi kita juga tidak berhenti. Kita ingin melanjutkan pembangunan,” ujar Menko AHY.

Menurut Menko AHY, pembangunan jalan tersebut memberikan dampak nyata terhadap mobilitas masyarakat yang selama ini menghadapi keterbatasan akses. Waktu tempuh yang sebelumnya sekitar 40-45 menit, bahkan kadang tidak bisa dilalui tanpa menggunakan motor trail, kini dapat dilalui sekitar 15 menit saja.

“Artinya pengurangan jarak atau waktu tempuh ini mudah-mudahan bisa sangat membantu masyarakat dalam beraktivitas sehari-hari. Termasuk untuk perdagangan, belanja, bercocok tanam, kemudian juga anak-anak sekolah dan lain sebagainya,” katanya.

Dalam proyek tersebut, peningkatan jalan dilakukan sepanjang 7,7 kilometer dengan lebar sekitar 5,5 meter dan pengaspalan setebal 5 sentimeter. Selain itu, dilakukan rehabilitasi terhadap 11 jembatan di sepanjang ruas jalan.

Menko AHY menegaskan, pembangunan infrastruktur tidak semata-mata mengenai pembangunan fisik, tetapi harus menghadirkan manfaat langsung bagi kehidupan masyarakat.

“Masalahnya apa, solusinya juga harus bisa langsung dirasakan oleh masyarakat,” tegasnya.

Ia mengatakan, pemerintah pusat bersama pemerintah provinsi dan kabupaten akan terus mendengarkan aspirasi masyarakat Papua dan berupaya menghadirkan pembangunan yang menjawab kebutuhan di lapangan.

“Percayalah bahwa Papua juga selalu mendapatkan perhatian khusus dan dukungan dari pemerintah pusat,” ujar Menko AHY.

Pada peninjauan Jalan Skory-Puay di Distrik Kemtuk tersebut, turut hadir Gubernur Jayapura, Mathius Derek Fakhiri; Ketua DPRD Provinsi Papua, Deny Heny Bonak; Bupati Jayapura, Yunus Wonda; Kajati Papua, Jefferdian; Dankoderal X Jayapura, Mayjend TNI (Mar) Sugianto; Danlanud SPR, Marsma Mokh Mukson; Kepala BBJN Papua-Papua Pegunungan, Denny Firmansyah; Kepala Kampung Skory diwakili Badan Musyawarah Kampung, Julianus Way Nyambe dan Kepala Suku kampung AIMBE, Adam Uime.

Menko AHY didampingi Menteri Transmigrasi, M Iftitah Sulaiman Suryanagara, dan jajaran Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan.

SP-328/INFRA/HUMAS/IX/2026

Biro Data, Komunikasi dan Informasi Publik
Kemenko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan






05/10/2026
*Tiba di Papua, Menko AHY Tekankan Percepatan Pembangunan Infrastruktur dan Konektivitas Antarwilayah*JAYAPURA — Menteri...
02/10/2026

*Tiba di Papua, Menko AHY Tekankan Percepatan Pembangunan Infrastruktur dan Konektivitas Antarwilayah*

JAYAPURA — Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) tiba di Jayapura, Papua, untuk melakukan kunjungan kerja dan menggelar rapat koordinasi bersama para kepala daerah se-Papua, Kamis (17/9/2026). Dalam kunjungan tersebut, Menko AHY didampingi Menteri Transmigrasi serta jajaran Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan.

Kedatangan Menko AHY disambut Gubernur Papua Mathius Fakhiri, Wakil Gubernur Papua Pegunungan, serta Bupati Jayapura. Menko AHY mengatakan, kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah pusat untuk mendengarkan langsung aspirasi dan berbagai tantangan pembangunan yang dihadapi daerah-daerah di Papua.

“Besok Insyaallah kita akan menggelar sebuah rapat koordinasi yang menghadirkan para pemimpin, para gubernur, wakil gubernur, maupun para bupati dan wali kota yang bisa hadir dalam rangka membahas pembangunan infrastruktur dan konektivitas di wilayah Papua,” ujar Menko AHY setibanya di Jayapura, Kamis (17/9/2026).

Saat ini, Papua terdiri atas enam provinsi dan 42 kabupaten/kota. Menurut Menko AHY, pembangunan di seluruh wilayah tersebut perlu terus dikawal melalui sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah.

Sebelumnya, para gubernur dari wilayah Papua juga telah menyampaikan berbagai aspirasi, permasalahan, dan tantangan pembangunan kepada pemerintah pusat, mulai dari kebutuhan infrastruktur dasar hingga konektivitas antarwilayah.

“Kita ingin menghubungkan antarwilayah, antarkabupaten dan kota, dan pada akhirnya ini akan memajukan ekonomi masyarakat serta meningkatkan potensi yang selama ini mungkin sudah ada,” kata Menko AHY.

Menko AHY mencontohkan pentingnya peningkatan konektivitas darat di Papua, termasuk pembangunan dan peningkatan kualitas jalan yang menghubungkan Jayapura dan Muamenat. Menurutnya, konektivitas yang semakin baik akan memperlancar aktivitas ekonomi masyarakat, membuka lapangan pekerjaan, meningkatkan daya beli, dan mendorong peningkatan kesejahteraan.

Selain infrastruktur fisik, Menko AHY menekankan bahwa pembangunan konektivitas juga harus diarahkan untuk mendukung peningkatan kapasitas sumber daya manusia di Papua.

“Dalam dua hari ke depan ini saya ingin fokus untuk berdiskusi dengan para kepala daerah, tentunya mendengarkan sekaligus juga memberikan sejumlah direktif dan arahan,” tuturnya.

Menko AHY menegaskan, konektivitas Papua tidak hanya bertumpu pada pembangunan jalan. Sebagai wilayah dengan karakter geografis yang luas dan kep**auan, Papua juga membutuhkan penguatan konektivitas maritim dan udara.

Pemerintah, lanjutnya, akan mendorong pemberdayaan pelabuhan dan sektor kemaritiman agar distribusi logistik semakin efisien, murah, dan terjangkau. Di sisi lain, penguatan bandar udara dan layanan penerbangan perintis juga diperlukan untuk mendukung mobilitas masyarakat maupun distribusi barang.

“Papua juga harus terhubung maritimnya karena kita juga harus memberdayakan pelabuhan dan sektor kemaritiman agar logistik semakin murah, semakin terjangkau. Begitu p**a bandar udara, transportasi udara, dan penerbangan perintis yang diharapkan membantu mobilitas manusia maupun barang,” jelas Menko AHY.

Menko AHY menegaskan, seluruh upaya tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk memastikan pembangunan Papua terus berjalan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Papua tidak boleh tertinggal dibandingkan saudara-saudara ataupun masyarakat Indonesia lainnya. Pembangunan ekonomi dan pembangunan infrastruktur juga salah satu faktor penting untuk memastikan keamanan, stabilitas, dan kesejahteraan masyarakat yang kita harapkan semakin baik ke depan,” pungkasnya.

SP-325/INFRA/HUMAS/IX/2026







Biro Data, Komunikasi, dan Informasi Publik
Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan

*Dorong Percepatan Pembangunan Timur Indonesia, Menko AHY: Papua Tidak Boleh Tertinggal*JAYAPURA – Menteri Koordinator B...
02/10/2026

*Dorong Percepatan Pembangunan Timur Indonesia, Menko AHY: Papua Tidak Boleh Tertinggal*

JAYAPURA – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mendorong percepatan pembangunan infrastruktur dan konektivitas di Papua. Pemerintah pusat ditegaskannya terus mengawal aspirasi dan berbagai tantangan pembangunan yang disampaikan para kepala daerah untuk memastikan Papua terus berkembang.

Hal tersebut disampaikan Menko AHY setibanya di Jayapura bersama Menteri Transmigrasi, M Iftitah Sulaiman Suryanagara dan jajaran Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Kamis (17/9/2026).

Kedatangan yang disambut Gubernur Papua, Mathius Fakhiri; Wakil Gubernur Papua Pegunungan, Ones Pahabol hingga Bupati Jayapura, Yunus Wonda tersebut juga menjadi bagian dari agenda koordinasi pembangunan infrastruktur dan konektivitas di wilayah Papua.

“Tentu ini semua juga dalam sebuah itikad, sebuah spirit karena Papua tidak boleh tertinggal dibandingkan saudara-saudara ataupun masyarakat Indonesia lainnya dan pembangunan ekonomi, pembangunan infrastruktur juga salah satu faktor penting untuk memastikan keamanan, stabilitas dan kesejahteraan masyarakat yang kita harapkan semakin baik ke depan,” kata Menko AHY.

Menko AHY mengatakan sebelumnya para gubernur juga telah hadir di Jakarta untuk menyampaikan berbagai aspirasi, permasalahan, dan tantangan pembangunan, mulai dari infrastruktur dasar. Pemerintah pusat, menurutnya, perlu terus mengawal aspirasi para kepala daerah sebagai representasi masyarakat Papua.

“Kita ingin menghubungkan antar wilayah, antar kabupaten kota dan juga pada akhirnya ini akan memajukan ekonomi masyarakat, meningkatkan potensi yang selama ini mungkin sudah ada,” kata Menko AHY.

Ia mencontohkan konektivitas antara Jayapura dan Wamena. Jika jalan yang menghubungkan kedua wilayah tersebut dapat terhubung dengan aspal, aktivitas ekonomi masyarakat dinilai dapat semakin terbantu, sekaligus membuka lapangan pekerjaan dan meningkatkan daya beli.

“Tadi juga di dalam kita berbicara, kalau saja misalnya jalan antara Jayapura dan Wamena benar-benar terhubung aspal, ini akan sangat membantu aktivitas ekonomi masyarakat, membuka lapangan pekerjaan, daya beli, dan lain-lain sehingga akhirnya kehidupan semakin baik,” ujar Menko AHY.

Selain konektivitas antarwilayah, Menko AHY menekankan pembangunan infrastruktur perlu diarahkan untuk membangun kapasitas sumber daya manusia di Papua. Dalam dua hari agenda di Papua, ia akan berdiskusi dengan para kepala daerah sekaligus memberikan arahan terkait pembangunan dan konektivitas.

Konektivitas tersebut tidak hanya mencakup transportasi darat, tetapi juga sektor maritim dan udara. Menko AHY mendorong pemberdayaan pelabuhan dan sektor kemaritiman untuk menekan biaya logistik, serta penguatan bandar udara dan transportasi udara perintis untuk mendukung mobilitas manusia dan barang.

“Dan besok insyaallah kita akan menggelar sebuah rapat koordinasi yang menghadirkan para pemimpin, para gubernur, wakil gubernur atau para bupati dan wali kota yang juga bisa hadir dalam rangka membahas pembangunan infrastruktur dan konektivitas di wilayah Papua. Papua yang saat ini ada 6 provinsi dan 42 kabupaten kota yang juga harus terus kita kawal pembangunannya,” ujar Menko AHY.

SP-326/INFRA/HUMAS/IX/2026

Biro Data, Komunikasi dan Informasi Publik
Kemenko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan






Address

Sambas

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when DPC Partai Demokrat Sambas posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share