DPD LDII Kab. Musi Banyuasin

DPD LDII Kab. Musi Banyuasin Membangun Masyarakat madani yang kompetitif,berbasis Jujur,Amanah,Mujhid-Muzhid,Berbudi pekerti yang luhur,serta dapat bekerja sama dalam Kebaikan.

Crew LINEs MubaDalam penguatan komunikasi organisasi, Crew Lines Muba memiliki peran strategis sebagai garda terdepan da...
05/09/2026

Crew LINEs Muba

Dalam penguatan komunikasi organisasi, Crew Lines Muba memiliki peran strategis sebagai garda terdepan dalam mendokumentasikan setiap aktivitas dan kontribusi warga LDII. Setiap kegiatan tidak berhenti pada dokumentasi, tetapi diolah menjadi informasi yang bernilai melalui pemberitaan di website dan media sosial LDII Muba.

Keberadaan Crew Lines menjadi bagian penting dari gerakan karya, komunikasi, dan kontribusi. Melalui dokumentasi yang baik dan publikasi yang konsisten, berbagai kiprah LDII Muba dapat diketahui masyarakat sekaligus menjadi rekam jejak perjalanan organisasi. Dengan demikian, media bukan hanya menjadi sarana publikasi, tetapi juga jembatan komunikasi antara organisasi, warga, dan masyarakat luas.

Rakorwil LDII Sumsel di Musi Rawas, LDII Muba Paparkan Program Ketahanan Pangan hingga Bakti SosialMUSI RAWAS (5/9). DPD...
05/09/2026

Rakorwil LDII Sumsel di Musi Rawas, LDII Muba Paparkan Program Ketahanan Pangan hingga Bakti Sosial

MUSI RAWAS (5/9). DPD LDII Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) memaparkan berbagai program dan kegiatan organisasi dalam Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) LDII Provinsi Sumatera Selatan yang berlangsung di Kabupaten Musi Rawas, 4–5 September 2026.

Sekretaris DPD LDII Muba, Olka Sabaruddin, menyampaikan laporan kegiatan yang dilaksanakan jajaran DPD, PC, dan PAC LDII Muba. Kegiatan tersebut mencakup bidang ketahanan pangan, sosial kemasyarakatan, kerukunan, gotong royong, hingga pembinaan generasi muda.

Dalam bidang ketahanan pangan, salah satu kegiatan yang dilaporkan adalah panen raya jagung di PAC LDII Cipta Praja. Kegiatan tersebut menjadi bentuk kontribusi warga LDII dalam mendukung ketahanan pangan sekaligus mendorong pemanfaatan potensi ekonomi masyarakat.

Selain itu, LDII Muba aktif membangun sinergi dengan berbagai elemen masyarakat. Jajaran LDII turut menghadiri doa bersama lintas agama yang digelar Polres Musi Banyuasin, serta kegiatan ramah tamah di Pendopoan Kabupaten Musi Banyuasin.
Di bidang sosial, warga LDII juga melaksanakan bakti sosial melalui gotong royong dan pemberian bantuan kepada korban kebakaran di Pinang Banjar, Kecamatan Sungai Lilin.

Sementara itu, kegiatan gotong royong terus dilakukan warga LDII bersama masyarakat dan pemerintah pada tingkat desa maupun kelurahan. Keterlibatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kepedulian sosial dan kebersamaan di lingkungan masyarakat.

Pada bidang pembinaan generasi muda, santri Pondok Pesantren Taufiqurrohman Pinang Banjar turut mengikuti upacara di Kantor Desa Pinang Banjar. Kegiatan tersebut menjadi sarana pembentukan karakter, kedisiplinan dan wawasan kebangsaan bagi para santri.

Olka mengatakan, berbagai kegiatan tersebut menunjukkan bahwa program LDII Muba terus diarahkan pada karya, kontribusi dan komunikasi.

“Melalui berbagai kegiatan ini, kami ingin keberadaan LDII semakin memberikan manfaat bagi masyarakat. Tidak hanya dalam bidang keagamaan, tetapi juga sosial, ketahanan pangan, lingkungan dan pembinaan generasi muda,” ujarnya.
Menurutnya, Rakorwil menjadi momentum penting untuk melakukan evaluasi, menyampaikan perkembangan kegiatan di daerah sekaligus memperkuat koordinasi antara DPW, DPD, PC dan PAC LDII.

“Harapannya, program yang sudah berjalan dapat terus ditingkatkan dan dikembangkan sehingga kontribusi LDII semakin dirasakan masyarakat,” tambahnya.

Melalui Rakorwil LDII Sumsel di Musi Rawas, DPD LDII Muba berkomitmen memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus meningkatkan kontribusi nyata dalam pembangunan daerah.(ds)

Terima kasih kepada pengikut terbaru saya! Senang Anda bergabung! Doni Ani Maradona, Abie AL, Paiman, Majnun Alaih, Alma...
05/09/2026

Terima kasih kepada pengikut terbaru saya! Senang Anda bergabung! Doni Ani Maradona, Abie AL, Paiman, Majnun Alaih, Almahira Almol

Kafilah DPD LDII Muba melangkah menuju Musi Rawas. Membawa amanah, merajut silaturahmi, menyatukan langkah dalam Rakorwi...
04/09/2026

Kafilah DPD LDII Muba melangkah menuju Musi Rawas. Membawa amanah, merajut silaturahmi, menyatukan langkah dalam Rakorwil.

Menepi Sejenak dari Rutinitas, Santri Ponpes Taufiqurrohman Tadabur Alam di KaliandaMUSI BANYUASIN, 2 September 2026 — L...
02/09/2026

Menepi Sejenak dari Rutinitas, Santri Ponpes Taufiqurrohman Tadabur Alam di Kalianda

MUSI BANYUASIN, 2 September 2026 — Laut dan hamparan alam di Kalianda, Lampung Selatan, menjadi ruang belajar yang berbeda bagi para santri Pondok Pesantren Taufiqurrohman (PPTR), Pinang Banjar, Musi Banyuasin, Sumatera Selatan.

Di tengah rutinitas mengaji dan belajar agama, para santri bersama pengasuh menikmati agenda tadabur alam sekaligus refreshing yang digelar setiap dua tahun sekali.

Bukan sekadar perjalanan wisata, kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi para santri untuk melepas penat, mempererat kebersamaan, sekaligus melihat kebesaran ciptaan Allah SWT secara langsung.

Rombongan berangkat dari PPTR Pinang Banjar pada Senin (31/8/2026). Perjalanan kemudian dilanjutkan menuju Kabupaten Lampung Selatan. Selama berada di Kalianda, rombongan menginap di Pondok Pesantren Bina Insan Taqwa selama dua malam.

Suasana pantai dan alam Kalianda menjadi bagian dari pengalaman perjalanan tersebut. Para santri dapat menikmati suasana berbeda setelah menjalani aktivitas pesantren yang berlangsung secara rutin.

Bagi pengasuh PPTR, refreshing tetap ditempatkan sebagai bagian dari proses pendidikan. Ada waktu untuk belajar, ada p**a saat untuk beristirahat dan membangun kembali semangat.

“Santri juga perlu menikmati suasana alam dan kebersamaan. Tetapi setelah liburan selesai, kita kembali lagi kepada rutinitas sebagai santri, belajar agama dan memperbaiki akhlak,” ujar Ketua Ponpes Taufiqurrohman, H. Daud Sobri.

Menurut dia, perjalanan seperti ini diharapkan tidak membuat santri kehilangan arah dari tujuan utama mereka berada di pesantren. Justru, jeda dari rutinitas diharapkan membuat mereka kembali dengan semangat baru untuk menuntut ilmu.

Alam, dalam konteks itu, tidak hanya menjadi tempat berlibur. Keindahan laut, luasnya langit, serta perjalanan bersama dapat menjadi sarana untuk menumbuhkan rasa syukur dan kesadaran bahwa ilmu agama juga mengajarkan manusia membaca tanda-tanda kebesaran Tuhan di sekitarnya.

Agenda dwi tahunan tersebut juga menjadi ruang bagi pengasuh, asatidz, dan santri untuk berinteraksi dalam suasana yang lebih cair. Kebersamaan yang terbangun selama perjalanan diharapkan memperkuat hubungan antara guru dan santri.

Dalam rombongan tersebut turut serta Ketua Ponpes Taufiqurrohman H. Daud Sobri, Pinisepuh Ustaz Khoiruddin, Ustaz Hadi Ismanto, serta para asatidz. Koordinasi perjalanan dilakukan oleh Suswanto, bersama Ustaz Ius Rustandi dan jajaran pendamping lainnya.

Setelah menghabiskan dua malam di Kalianda, rombongan dijadwalkan kembali ke PPTR Pinang Banjar, Sungai Lilin, Musi Banyuasin, pada Rabu (2/9/2026).

Perjalanan itu akhirnya bukan hanya tentang pergi dan p**ang.

Ada jeda untuk menikmati alam, ada waktu untuk tertawa bersama, dan ada pengalaman yang kelak menjadi kenangan. Setelah itu, para santri kembali ke pesantren—kembali mengaji, belajar, dan menempa akhlak.

Sebab bagi santri, liburan hanyalah jeda. Tujuan akhirnya tetap sama: menuntut ilmu, memperbaiki diri, dan p**ang menjadi pribadi yang lebih baik.(ds)

Amal Sholih Riang Gembira
29/08/2026

Amal Sholih Riang Gembira

28/08/2026

Kabar dari Jombang

Harapan LDII untuk Muktamar ke-35 NU sebagai Solusi Masalah KebangsaanJakarta (27/8/2026) — Muktamar ke-35 Nahdlatul Ula...
27/08/2026

Harapan LDII untuk Muktamar ke-35 NU sebagai Solusi Masalah Kebangsaan

Jakarta (27/8/2026) — Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) menjadi momentum strategis bagi umat Islam untuk merumuskan respons terhadap berbagai tantangan kebangsaan dan perkembangan dunia Islam. Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) berharap forum permusyawaratan tertinggi NU yang berlangsung pada 27–31 Agustus 2026 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, dapat menghasilkan gagasan yang memperkuat kehidupan keumatan sekaligus kebangsaan.

Ketua Umum DPP LDII Dody Taufiq Wijaya mengatakan, tantangan umat Islam semakin kompleks karena persoalan keagamaan kini berkaitan erat dengan perkembangan teknologi, ekonomi, politik, lingkungan, pendidikan, dan perubahan sosial.

“Umat Islam membutuhkan agenda bersama yang tidak berhenti pada persoalan internal organisasi. Tantangan yang dihadapi umat hari ini bersifat lintas sektor. Karena itu, hasil Muktamar NU sangat kami nantikan sebagai solusi persoalan kebangsaan sekaligus memperkuat kontribusi Islam bagi bangsa dan peradaban,” ujar Dody dalam keterangan pers, Kamis (27/8/2026).

Menurut Dody, terdapat sejumlah persoalan strategis yang perlu menjadi perhatian bersama organisasi-organisasi Islam di Indonesia.

Pertama, polarisasi sosial dan politik identitas. Perbedaan pilihan politik, menurut Dody, masih kerap terbawa ke ruang sosial dan keagamaan. Jika tidak dikelola dengan bijak, kondisi tersebut berpotensi mengikis ukhuwah Islamiyah dan ukhuwah wathaniyah.

“Perbedaan pilihan politik merupakan bagian dari demokrasi. Yang harus dijaga adalah jangan sampai perbedaan tersebut berubah menjadi permusuhan sosial. Islam memiliki tradisi musyawarah dan adab dalam menyikapi perbedaan,” katanya.

Dody mendorong ormas-ormas Islam memperkuat pendidikan kebangsaan, literasi politik, dan budaya dialog. Para ulama serta tokoh agama juga diharapkan dapat berperan sebagai penyejuk di tengah masyarakat, terutama ketika menghadapi momentum politik.

Kedua, derasnya arus informasi digital dan perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Transformasi digital dinilai membuka peluang besar bagi pendidikan dan dakwah. Namun, perkembangan tersebut juga menghadirkan tantangan berupa disinformasi, manip**asi informasi, ujaran kebencian, serta rendahnya literasi digital.

“Dakwah tidak boleh gagap teknologi. Tetapi penguasaan teknologi harus disertai akhlak. Jangan sampai teknologi yang seharusnya menjadi sarana mencerdaskan justru digunakan untuk menyebarkan kebohongan, fitnah, dan kebencian,” ujar Dody.

LDII mendukung pengembangan ekosistem literasi digital yang melibatkan ulama, akademisi, pendidik, generasi muda, dan praktisi teknologi. Menurutnya, materi keislaman juga perlu dikemas dalam format digital yang mudah dipahami generasi muda tanpa kehilangan kedalaman keilmuannya.

Ketiga, ketimpangan ekonomi dan kemandirian ekonomi umat. Besarnya jumlah umat Islam perlu diikuti peningkatan kapasitas ekonomi sehingga umat tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga mampu menjadi produsen, pelaku usaha, inovator, dan bagian dari rantai nilai ekonomi nasional.

“Ekonomi umat harus naik kelas. UMKM jangan hanya menjadi objek pemberdayaan, tetapi harus didorong menjadi bagian dari rantai pasok industri nasional,” tegasnya.

Karena itu, organisasi Islam dapat memperkuat pendampingan UMKM, sertifikasi halal, digitalisasi usaha, akses pembiayaan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta jejaring perdagangan antarpelaku usaha Muslim. Penguatan industri halal juga perlu diperluas, tidak hanya pada sektor makanan dan minuman, tetapi mencakup kosmetik, farmasi, fesyen, pariwisata, keuangan, hingga ekonomi digital.

Keempat, pendidikan dan kualitas generasi muda. Dody menilai bonus demografi harus dipandang sebagai peluang sekaligus tantangan. Tanpa pendidikan berkualitas, karakter, keterampilan, dan ketahanan sosial, besarnya jumlah penduduk usia produktif justru dapat menjadi persoalan.

“Generasi muda tidak cukup hanya dibekali pengetahuan agama. Mereka juga membutuhkan sains, teknologi, keterampilan kerja, kewirausahaan, kemampuan berpikir kritis, serta karakter yang kuat,” ujarnya.

Menurutnya, lembaga pendidikan Islam perlu memperkuat integrasi ilmu agama, ilmu pengetahuan, teknologi, dan pendidikan karakter. Pesantren dan lembaga pendidikan Islam juga diharapkan menjadi pusat pengembangan sumber daya manusia yang adaptif terhadap perubahan zaman.

Kelima, krisis lingkungan dan perubahan iklim. Dody berharap Muktamar NU turut mendorong ormas-ormas Islam menempatkan isu lingkungan sebagai bagian dari tanggung jawab keagamaan.

Bencana ekologis, krisis air, persoalan sampah, degradasi lahan, dan perubahan iklim semakin memberikan dampak terhadap kehidupan masyarakat. Karena itu, menjaga lingkungan tidak semata-mata menjadi agenda pemerintah atau aktivis lingkungan, tetapi juga bagian dari amanah manusia sebagai khalifah di bumi.

LDII mendorong pengembangan gerakan masjid dan pesantren hijau, pengelolaan sampah berbasis masyarakat, konservasi air, penghijauan, serta edukasi mengenai pola konsumsi dan produksi yang berkelanjutan.

“Muktamar adalah saat yang tepat untuk melihat persoalan umat dalam perspektif yang lebih luas. Kami berharap keputusan-keputusan yang lahir dapat memperkuat persaudaraan sesama umat Islam, menjaga persatuan Indonesia, sekaligus memberikan kontribusi terhadap perdamaian dunia dan peradaban umat manusia,” kata Dody.

Ia pun menyampaikan ucapan selamat kepada NU atas penyelenggaraan Muktamar ke-35.

“Selamat bermuktamar untuk saudara tua kami, Nahdlatul Ulama,” pungkasnya.(ds)

27/08/2026
PENGAJIAN REMAJA LDII MUBA ZONA 2 GENTAZAN — Generasi Tangguh di Akhir ZamanMasa muda adalah masa yang sangat berharga. ...
25/08/2026

PENGAJIAN REMAJA LDII MUBA ZONA 2

GENTAZAN — Generasi Tangguh di Akhir Zaman

Masa muda adalah masa yang sangat berharga. Jangan biarkan ia berlalu tanpa bekal amal dan ilmu.

Mari menjadi generasi yang rajin beribadah, takzim dan hormat kepada kedua orang tua, serta berakhlakul karimah.

“Gunakan masa muda untuk ibadah, karena masa muda tidak akan kembali.”
Nasehat H. Agus Wahyudi
Penasehat LDII Muba
Semoga dari pengajian ini lahir generasi muda LDII Muba yang tangguh, berilmu, berakhlak, dan siap menghadapi tantangan zaman. 🤲








Address

Sekayu
30711

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when DPD LDII Kab. Musi Banyuasin posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share