BACA KITAB

BACA KITAB meniti jejak salaf as shalih

21/07/2024

Para Penjilat Klasik dan Kontemporer

Kita semua mungkin pernah membaca sejarah kebiadaban dan kekejian yang dilakukan banga Mongol terahdap umat Islam. pemerintahan Islam runtuh dan luluh lantak, pemipin, pembesar, ulama, dan cendekiawan hingga jutaan rakyat biasa meregang nyawa dalam pristiwa pembantaian tragis itu.

keberhasilan Hulago Khan memainkan strateginya menimbulkan kecemasan, kengerian, dan ketakutan dalam jiwa para penduduk. para penguasa pun merasa kecut sehinnga mereka segera pergi menghamba di bawah kaki penguasa Mongol.

pemimpin Aleppo, Malik an Nashir begitu ketakutan. berbagai cara dilakukan untuk mengambil hati Hulago.

badruddin Lu'Lu' pun demikian. Rela menyerahkan harta dan pasukan perang demi menghindari kebengisan Hulago Khan.

Izzuddin Kikaus II dengan hina gambarnya dilukis di atas sandal lalu diserahkan kepada pemimpin Mongol itu seraya meminta agar sang raja berkenan menghormati kepala hambanya dengan meletakkan kakinya di atas kedua sandal itu.

Banyak kelompok umat islam pada masa itu juga menjadi bagian dari pasukan militer tentara mongol. mereka memerangi saudara seimana dan membela kaum kufar. jumlah mereka tidak sedikit, bahkan di antara mereka ada juga komandan militer lengkap dengan personilnya, logistik, persenjataan dan berbagai keperluan tempur lainnya. petinggi2 umat Islam di Karman, Persia, Mosul, Asia Kecil dengan sukarela berbuat demikian.

Di Irak, Iran, Transoxiana, Turkistan dan lainnya secara kolektif maupun individual juga bergabung dalam barisan tentara Mongol. wajah para pengkhianat di masa klasik terlihat jelas tampil dalam sejarah. semua bisa menyaksikan melalui lembaran kisah peristiwa dan bencana besar dalam sejarah islam.

Pada hari ini, kebiadaban dan kebengisan lebih tragis dan keji berbanding yang dilakukan bangsa Mongol. kebiadaban dicontohkan oleh pihak-pihak yang menobatkan diri sebagai perjuang demokrasi, kesetaraan dan kebebasan.

kebiadaban, kekejian, dan pemabantaian serta kejahatan kemanusiaan lainnya, baik yang dilakukan oleh Mongol, Mamarika, Sereal dan sekutunya tidak ada bedanya.

Demikian juga pengkhianatan dan tindakan menjilat dan meminta belas kasihan yang dilakukan oleh sekelompok umat dan tokoh Islam ibarat buah pinang di belah dua, serupa dan hampir tak ada bedanya. yang berbeda hanya masa, cara, dan pemerannya.

kebiadaban oleh pihak musuh, dan pengkhianat serta para penjilat, di masa klasik maupun kontemporer adalah dua poros yang selalu saling bahu membahu membangun kekuatan untuk menghancurkan Islam dan kaum muslimin.

walau demikian, di samping para penjilat dan pengkhianat, konfrontasi dan percekcokan yang tidak berujung di internal kaum muslimin juga bisa dieksploitasi sebaik2nya oleh pihak mamarika, sereal dan sekutunya.

jadi, selain mengutuk pengkhianat dan penjilat, kita juga diharapakan untuk terus belajar supaya kita fanatik pada ilmu, bukan semata fanatik pada guru atau komunitas tertentu.

jika diri masih cenderung memlihara konflik sektarian yang barkaitan dgn manhaj, madzhab, dan sebagainya dengan hanya bermodal ikut meramaikan. maka perlu juga untuk mengutuk diri sendiri, sbb diri telah ikut berkontribusi melemahkan menguatkan musuh islam sebagaimana para penjilat da pengkhianat itu.

selamat beristerirahat...

Bisa live tiktok dengan hanya 175 follower.Ini buktinya
25/01/2024

Bisa live tiktok dengan hanya 175 follower.

Ini buktinya

Lihat video Dzil Jausyan.

08/09/2023

_Cahaya Peradaban Islam_

Zigrid Hunke, seorang Orientalis berkebangsaan Jerman mengatakan:

Eropa merupakan kota milik bangsa Arab dan peradaban Arab. Hutang bangsa Eropa dan semua benua kepada Arab sangatlah besar. semestinya bangsa Eropa mengakui keutamaan ini sejak dahulu kala. Akan tetapi perasaan fanatis dan perbedaan akidah telah membutakan mata kita.

Bahkan ketika kita membaca buku sebanyak 90 dari 100 buku, tidak ada satu pun dalam buku itu yg menyebutkan keutamaan bangsa Arab dan ilmu pengetahuan yg diajarkan oleh mereka. Yang didapati justru sebuah pernyataan bahwa orang Arab tidak lebih dari sekedar "Tukang Pos" yg telah menyampaikan peradaban Yunani.

Lebih gamblang lagi, ia mengatakan:

Tidak ada satu pun di pusat2 ilmu pengetahuan Eropa kecuali ia telah menengadahkan tangannya untuk mendapatkan khazanah ilmu pengetahuan bangsa Arab. Mereka seperti orang yang sangat kehausan dan ingin segera mendapatkan air tawar. Bahkan Tidak ada satu pun di antara buku2 yg ada di Eropa saat itu, kecuali semua lembarannya bersumber dari peradaban bangsa Arab.

_____________________________________________

Setelah membaca pengakuan tokoh orientalis di atas, mungkin sebagian kita akan berfikir bahwa tidak ada manfaatnya hanya membanggakan sejarah kegemilangan. bernostalgia dengan kejayaan masa lampau hanya akan menjadikan orang terbelakang karena kita telah berada pada masa dan kondisi yang berbeda.

Pemikiran seperti ini tak dinafikan telah membawa banyak orang kepada sikap ekstrem dalam menyikapi peradaban Barat sebagai model paling ideal dalam segala asfek kehidupan di era modern.

Akibatnya, kita mengadopsi produk peradaban Barat tanpa memilih dan memilah mana yag sepatutnya diambil utk dimanfaatkan dan dikembangkan. Akhirnya, kita hidup pada jaman dimana identitas ketimuran perlahan luntur dan mulai hilang.

Padahal, jika menginginkan kemajuan, seharusnya kita tidak hanya menjadi konsumen produk peradaban. Namun yg paling penting dan mendasar adalah bagaimana mengadopsi perspektif orang Barat manakala mereka berada dalam masa kegelapan, lalu Peradaban Islam hadir membawa cahaya yang menuntun mereka ke arah kebangkitan dan kegemilangan.

Perspktif Barat ketika hidup di tengah peadaban Islam yg besar, persis sama dengan perspektif orang2 Islam di masa kejayaan terhadap peradaban Besar yg pernah ada seperti Romawi, Yunani, Persia, dan India.


Orang2 islam di masa awal mengambil setiap apa saja yg bermanfaat dari produk peradaban yang pernah ada, lalu mereka mengembangkan dan menciptkan rumusan tersendiri. Identitas di nilai2 keislaman adalah harga mati yg tak boleh luntur dan ternodai.

Bgitupun orang2 Barat mengambil setiap produk peradaban Islam, belajar di universitas2 islam yang ada Spanyol, Baghdad, Mesir, dan lainnya. Mereka hanya fokus pada ilmu2 terapan (applied scince), aturan2, dan bentuk2 material. Mereka enggan menyentuh ilmu2 humaniora sprti agama, filsafat, dan etika.

Akhirya, beberapa saat sebelum keruntuhan peradaban Islam, dari rahimnya terlahir peradaban Barat segamaina hari ini kita saksikan.

17/08/2023

Riyadh Bin Sajidin

Address

Selong

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when BACA KITAB posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share

Category