21/05/2022
Sahabat Bejaya kasih
Kesetiaan itu mahal...dan manusia akan di uji kesetiaannya saat pasangannya mengalami sakit seperti ini..inilah yang di namakan cinta sejati...banyak kasus pasien kami di tinggal pasangan dan keluarganya saat mereka sedang sakit dan butuh sekali di dampingi dalam hal pengobatan.
Tapi tidak dengan mereka
1.Bu Lilis 41tahun tidak akan pernah meninggalkan sang suami pak Waluyo 56 tahun pada saat sakit seperti ini, 3 tahun ia jalani mendampingi suami cuci darah karena ginjal,tidak hanya itu sang suami mengalami komplikasi pada tubuhnya yaitu jantung, kolesterol,stroke,yang mengakibatkan pak Waluyo sulit sekali berjalan... Alhamdulillah sudah setahun lebih mengenal Yayasan Bejaya Kasih,kami sedikit meringankan beban di pundak Bu Lilis.Yang mana sebelum bertemu yayasan untuk mengantar suami cuci darah kerap kali bu lilis harus mengikat suaminya di motor karena takut terjatuh akibat stroke yg di deritanya.Pernah juga ia alami pecah ban kira-kira dua kilo meter menuju Rumah sakit, sedangkan waktu cuci darah akan di mulai setengah jam lagi, bu lilis bercerita motor bututnya harus di bawa ke bengkel dulu,lalu Bu lilis tidak segan-segan menggendong suami sampai RS.
Luar biasa memang kami melihat nya.seorang istri yang setia rela berkorban demi sang suami padahal usianya terpaut sangat jauh.yang luar biasapun,Bu lilis menjadi tulang punggung keluarga nya sejak suami sakit.Di mulai subuh Bu lilis nenjadi pembantu rumah tangga di sebuah warung sayuran,kemudian pulangnya Bu lilis Bekerja Serabutan suruhan orang merumput,menyemprot upah menanam padi dan memanen di sawah orang lain,apapun ibu Lilis lakukan demi melanjutkan menghidupi keluarganya,demi kedua anaknya dan suami tercinta.
2.Sebut saja si " Mbah" suami Mbah Sukini ini usianya 65 tahun... kebiasaan kami memanggil beliau dengan sebutan itu saja...entah siapa namanya kamipun tidak pernah bertanya,yang kami tau kesetiaan dan perjuangannya, menuntun dengan sabar istrinya setiap kali kami jemput untuk cuci darah.Mengapa kami menyebut beliau si Mbah paling sabar,karena Mbah Sukini 60 tahun,pasien kami ini sedikit rewel dan sering marah-marah karena sakit yang di deritanya... namun si Mbah tetap melayaninya dengan penuh sabar dan tanpa mencela apalagi membantah perkataan istrinya,yang terkadang cukup menyakitkan hatinya.Belum lagi sesampainya di RS si Mbah berjalan kaki hampir dua kilometer ke pasar pagar dewa untuk belanja kebutuhan warung kecilnya.Jadi si Mbah ini memanfaatkan waktunya mengantar istri cuci darah yang di jalani satu minggu dua kali seperti sambil menyelam minum air,selagi istrinya menjalani cuci darah selama 5 jam si Mbah berjalan kaki ke pasar terdekat untuk belanja kebutuhan warung kecilnya selain mendampingi istri yang sedang sakit si mbah berdagang buah2an seperti nanas, bengkoang,umbi2an,pepaya dan warung kecil-kecilan.Walaupun mbah Sukini kerap marah-marah si Mbah selalu memaklumi.karena sakit ginjal yang di alami Mbah Sukini sudah akut.. terkadang saat cuci darah tidak bisa di lalui lewat tangan,jarum suntik yang panjang dan besar itu akan melalui urat lehernya...jangan tanya sakitnya seperti apa,pernah team kami bertanya seperti apa sakitnya kepada pasien cuci darah ini..mereka merasakan sakitnya sampai ke jantung,karena jarumnya yang begitu panjang dan besar,tapi mereka tetap harus menjalaninya karena tidak ada jalan lain.Itulah mengapa setiap pendamping harus memiliki kesabaran yg ekstra, mendampingi para pasir-pasien ini..karena yang di alami mereka sungguh luar biasa.
Saat ini Tuhan masih memberikan kita kesehatan...dan pergunakan waktu kita untuk melakukan hal yg baik dan jika bisa, bermanfaat untuk orang lain,posisikan seandainya kita jadi mereka...
Bejaya kasih
Ikhlas
pasien cuci darah
Team Ybk Kamis,19-05-2022