10/06/2026
Bapas Semarang Gandeng Polda Jateng dan DP3AKB Bangun Generasi Santri Berakhlak dan Sadar Hukum
Semarang – Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Semarang terus memperkuat perannya dalam memberikan edukasi hukum kepada generasi muda melalui program SANAK BASSAMA (Sahabat Anak Bapas Semarang). Kali ini, Bapas Semarang berkolaborasi dengan Direktorat Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Perdagangan Orang (Ditres PPA PPO) Polda Jawa Tengah dan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AKB) dalam kegiatan yang diselenggarakan di Pondok Pesantren Abwabun Nurul Maghfiroh, Rabu (10/6).
Mengusung tema “Membangun Generasi Santri yang Berakhlak dan Sadar Hukum”, kegiatan ini diikuti oleh para santri dan pengurus pondok pesantren dengan penuh antusias. Kegiatan bertujuan memberikan pemahaman kepada para santri mengenai pentingnya kesadaran hukum, perlindungan anak, serta pencegahan perilaku menyimpang di kalangan remaja.
Acara dibuka dengan sambutan dari Pengasuh Pondok Pesantren Abwabun Nurul Maghfiroh, KH. Muhammad Sukardi, yang menyampaikan apresiasi atas kepedulian berbagai instansi dalam memberikan edukasi kepada para santri. Selanjutnya, Kepala Bapas Kelas I Semarang, Totok Budiyanto, A.Md.IP., S.H., secara resmi membuka kegiatan dan menegaskan pentingnya sinergi antara lembaga pemerintah, aparat penegak hukum, dan lembaga pendidikan dalam membentuk karakter generasi muda.
“Kegiatan ini merupakan bentuk nyata komitmen Bapas Semarang dalam mendekatkan layanan pembimbingan kepada masyarakat. Kami berharap para santri tidak hanya memiliki akhlak yang baik, tetapi juga memahami hak, kewajiban, serta konsekuensi hukum dari setiap tindakan yang dilakukan,” ujar Totok Budiyanto.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan berbagai materi edukatif dari narasumber yang kompeten. Vika Viqianna, A.Md.IP., S.H., M.H., menyampaikan materi mengenai kenakalan remaja dan dampaknya terhadap masa depan generasi muda. Sementara itu, Kombes Pol. Nunuk Setiyowati, S.I.K., M.H., memberikan edukasi mengenai perlindungan anak di lingkungan pesantren serta pentingnya menciptakan lingkungan yang aman dan bebas dari kekerasan. Materi lainnya disampaikan oleh Isti Ilma Patriani, M.Psi., yang mengangkat tema pencegahan kekerasan melalui implementasi Pesantren Ramah Anak.
Kegiatan berlangsung interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab yang dipandu oleh Solihah, S.H. Para santri tampak aktif mengajukan pertanyaan dan berdiskusi terkait berbagai persoalan remaja, perlindungan anak, hingga pentingnya menjaga lingkungan pendidikan yang aman dan nyaman.
Melalui program SANAK BASSAMA, Bapas Kelas I Semarang berharap dapat terus memperluas jangkauan edukasi hukum kepada generasi muda melalui kolaborasi dengan berbagai pihak. Program ini juga menjadi bagian dari upaya Pemasyarakatan dalam membangun masyarakat yang sadar hukum, ramah anak, serta mendukung terwujudnya generasi penerus bangsa yang berintegritas dan berakhlak mulia.
Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama dan berlangsung dengan aman, tertib, serta lancar. Antusiasme peserta menjadi bukti bahwa edukasi hukum dan perlindungan anak sangat dibutuhkan sebagai bekal bagi generasi muda dalam menghadapi tantangan zaman.