Semarang News

Semarang News seputar tentang berita semarang menginformasikan tentang berita terkini semarang

JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG – Dinas Perdagangan Kota Semarang menerjunkan personel untuk mewaspadai setidaknya titik pasar...
16/06/2018

JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG – Dinas Perdagangan Kota Semarang menerjunkan personel untuk mewaspadai setidaknya titik pasar tumpah di wilayah tersebut untuk menjaga kelancaran arus mudik dan balik Lebaran tahun ini.

“Kami terjunkan sebanyak 40 personel untuk menertibkan pasar tumpah. Kami prediksi ada tiga titik rawan terjadinya pasar tumpah,” kata Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang Fajar Purwoto di Semarang, Selasa.

Tiga titik itu, yakni Pasar Karangayu, Pasar Mangkang, dan Pasar Genuk, sementara untuk Pasar Mrican sudah lama terpantau tidak ada pasar tumpah sehingga tidak perlu dikhawatirkan mengganggu kelancaran.

Menurut dia, kepala-kepala pasar di 52 pasar tradisional di Kota Semarang sudah diperintahkan untuk terus memantau dan segera mengantisipasi jika terjadi pasar tumpah berkoordinasi dengan tim di lapangan.

“Sudah kami perintahkan masing-masing kepala pasar untuk melarang adanya pasar tumpah. Kalau toh mereka (pedagang, red.) mau ‘mremo’, silakan H+1 Lebaran. Namun, setelah itu harus sudah bersih,” katanya.

Ia menyebutkan sebanyak 40 personel itu dibagi dalam beberapa regu beranggotakan masing-masing lima orang dengan sistem “shift” untuk menjaga keamanan dan ketertiban pasar, khususnya pada pagi hari.

“Pengamanan krusial untuk pasar tradisional itu hanya pagi hari hingga pukul 09.00 WIB. Kalau untuk toko, tidak ada masalah karena mereka biasanya memiliki petugas keamanan sendiri,” kata Fajar.

Berkaitan dengan stabilisasi harga kebutuhan pokok di pasar-pasar tradisional, ia mengatakan sejauh ini tidak ada permasalahan, apalagi tim dari Dinas Perdagangan terus melakukan pemantauan harga.

“Harga-harga kebutuhan pokok di pasar akan terus kami kontrol agar tidak terjadi kenaikan tajam. Sejauh ini, sudah dilakukan operasi di 32 pasar tradisional. Semua harga normal, kecuali daging ayam,” katanya.

Meski demikian, ia memastikan kenaikan harga daging ayam itu masih dalam batas kewajaran menjelang Lebaran dengan selisih antara Rp2.000-3.000/kilogram, tetapi perkembangannya akan terus dipantau.

“Justru kami menemukan fenomena bahwa harga sejumlah kebutuhan pokok di mal malah lebih murah ketimbang di pasar-pasar tradisional setelah dilakukan pengecekan, baik di mal maupun pasar tradisional,” katanya.

Dari sembilan mal yang dilakukan pengecekan harga, kata dia, harga sejumlah kebutuhan pokok justru lebih murah antara Rp1.000-2.000, apalagi stok yang dimiliki pusat perbelanjaan modern lebih banyak. (drh/ant)

16/06/2018

JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG – Dinas Perdagangan Kota Semarang menerjunkan personel untuk mewaspadai setidaknya titik pasar tumpah di wilayah tersebut untuk menjaga kelancaran arus mudik dan balik Lebaran tahun ini.

“Kami terjunkan sebanyak 40 personel untuk menertibkan pasar tumpah. Kami prediksi ada tiga titik rawan terjadinya pasar tumpah,” kata Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang Fajar Purwoto di Semarang, Selasa.

Tiga titik itu, yakni Pasar Karangayu, Pasar Mangkang, dan Pasar Genuk, sementara untuk Pasar Mrican sudah lama terpantau tidak ada pasar tumpah sehingga tidak perlu dikhawatirkan mengganggu kelancaran.

Menurut dia, kepala-kepala pasar di 52 pasar tradisional di Kota Semarang sudah diperintahkan untuk terus memantau dan segera mengantisipasi jika terjadi pasar tumpah berkoordinasi dengan tim di lapangan.

“Sudah kami perintahkan masing-masing kepala pasar untuk melarang adanya pasar tumpah. Kalau toh mereka (pedagang, red.) mau ‘mremo’, silakan H+1 Lebaran. Namun, setelah itu harus sudah bersih,” katanya.

Ia menyebutkan sebanyak 40 personel itu dibagi dalam beberapa regu beranggotakan masing-masing lima orang dengan sistem “shift” untuk menjaga keamanan dan ketertiban pasar, khususnya pada pagi hari.

“Pengamanan krusial untuk pasar tradisional itu hanya pagi hari hingga pukul 09.00 WIB. Kalau untuk toko, tidak ada masalah karena mereka biasanya memiliki petugas keamanan sendiri,” kata Fajar.

Berkaitan dengan stabilisasi harga kebutuhan pokok di pasar-pasar tradisional, ia mengatakan sejauh ini tidak ada permasalahan, apalagi tim dari Dinas Perdagangan terus melakukan pemantauan harga.

“Harga-harga kebutuhan pokok di pasar akan terus kami kontrol agar tidak terjadi kenaikan tajam. Sejauh ini, sudah dilakukan operasi di 32 pasar tradisional. Semua harga normal, kecuali daging ayam,” katanya.

Meski demikian, ia memastikan kenaikan harga daging ayam itu masih dalam batas kewajaran menjelang Lebaran dengan selisih antara Rp2.000-3.000/kilogram, tetapi perkembangannya akan terus dipantau.

“Justru kami menemukan fenomena bahwa harga sejumlah kebutuhan pokok di mal malah lebih murah ketimbang di pasar-pasar tradisional setelah dilakukan pengecekan, baik di mal maupun pasar tradisional,” katanya.

Dari sembilan mal yang dilakukan pengecekan harga, kata dia, harga sejumlah kebutuhan pokok justru lebih murah antara Rp1.000-2.000, apalagi stok yang dimiliki pusat perbelanjaan modern lebih banyak. (drh/ant)

http://metrosemarang.com/6-032-botol-miras-digilas-jogjig
26/05/2017

http://metrosemarang.com/6-032-botol-miras-digilas-jogjig

Share this on WhatsAppMETROSEMARANG.COM – Sebanyak 6.032 botol miras berbagai jenis dimusnahkan di Lapangan Bhayangkara Polrestabes Semarang, Jumat (26/5). Ribuan botol miras tersebut merupakan hasil temuan dari Operasi Cipta Kondisi yang dilaksanakan oleh jajaran Polrestabes Semarang dalam kurun wa...

01/09/2015

Kami PT SERAPHIM KARYA AGUNG adalah Perusahaan Retail dalam bidang Fashion berskala Multi-nasional di Indonesia. dengan cabang di seluruh wilayah Indonesia dan masih akan terus melakukan Ekspansi Bisnis. Kami membuka kesempatan bagi pribadi yang dinamis, mandiri, dan memiliki motivasi tinggi untuk maju bersama sebagai tenaga Profesional.
Dibutuhkan Cepat dan Segerah
Posisi : Ast. SPV/Kepala Toko/Store Semarang
Pendidikan : Min. SMA/SMK sederajat
Usia : Maksimal 35 Tahun
Jenis Kelamin : Wanita/Pria
Wilayah Penempatan : Semarang
Pendapatan : UMR + (Dan ada Lemburan)
Tunjangan : Tunjangan Jabatan + Tunjangan Prestasi + Jamsostek + Asuransi Kesehatan + Jenjang Karir.
SYARAT-SYARAT KANDIDAT:
1. Tinggi Badan min 155 cm (wanita); 160 cm (pria)
2. Pengalaman min 1 th di posisi Kepala Toko/ Chief/ Incharge/Leader/ Koordinator/Supervisor/Head Store/Ast Head Store
3. Pria wajib dari retail fashion
4. Berpenampilan rapih, menarik dan good looking
=======================================
Posisi : Kasir Toko / Store / Outlet Semarang
Pendidikan : Min. SMA/SMK sederajat
Usia : Maksimal 35 Tahun
Jenis Kelamin : Wanita
Wilayah Penempatan : Semarang
Pendapatan : UMR + (Dan ada Lemburan)
Tunjangan : Tunjangan Jabatan + Tunjangan Prestasi + Jamsostek + Asuransi Kesehatan + Jenjang Karir.
SYARAT-SYARAT KANDIDAT:
1. Status Singel
2. Tinggi Badan min 155 cm
3. Berat Badan Ideal
4. Pengalaman min 1 tahun di posisi Kasir dengan mesin Komputer bukan Register, serta menguasai penggunaan mesin EDC (Debit & Kredit)
5. Good looking ( penampilan rapih dan menarik )
==========================================
Walking-In Interview
Lokasi : Store/Toko Kami (J.rep di Mall Ciputra Semarang, Lt. G Unit 37)
Waktu : Tgl. 15-08-2015 s/d 22-08-2015 (jam 10;00 s/d Selesai)
================================================
Kirim Segerah Lamaran Lengkap Saudara Ke :
1. Via Poss :
PT SERAPHIM KARYA AGUNG
Jl. Raya Pluit III
Blok J1 No. 3D - 3G
Pluit Penjaringan, Jakarta Utara
Indonesia.
2. Via Email : [email protected].
============================
Info :
SISKA = 0838-0445-0638 / PIN BB = 29BAD492.
ARDY = 0812-8112-0300 / PIN BB = 5461707C.
NB : Minta Tolong Bantu Share
Foto Ardy Kurniawan, S. ST.

26/04/2015

Target 7 Ribu Pengunjung Teralisasi di Central Java Tourism Expo 2015

Ketua Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) Jawa Tengah Joko Suratno tidak mengira, antusias pengunjung dalam ajang Central Java Tourism Expo 2015 tinggi. Hal ini terbukti, brosur-brosur yang disediakan oleh stand-stand Pariwisata ludes dibawa pengunjung.
"Acara belum sampai selesai tetapi brosur-brosur sudah ludes diambil pengunjung, ini membuktikan bahwa masyakat Semarang dan sekitarnya haus akan informasi pariwisata," jelasnya pada Tribun Jateng.

Joko mengungkapkan selama tiga hari pameran bisa menyedot lebih dari target pengunjung yang ditentukan yakni 7 ribu visitor.
Selain target pengunjung, Joko menambahkan target visitor potensial baik travel agen maupun coorporate juga tercapai.
"Pameran pariwisata ini tidak menargetkan besaran transaksi namun adanya busines to busines antara perusahaan wisata dengan travel agen,"katanya.

11/04/2015

Besok, Metamorfosa 10th Oto Contest Digelar di Halaman Gedung Gubernur
SEMARANG - Himpunan Mahasiswa Jurusan Teknik, Politeknik Negeri Semarang akan menyelenggarakan Metamorfosa 10th Oto Contest, Sabtu (11/4/2015) di halaman Gedung Gubernur dan DPRD Provinsi Jawa Tengah, pukul 08.00 hingga selesai.
Ketua Pelaksana, Grady Ruliawan melalui rilis yang diterima Tribun Jateng mengatakan kegiatan tersebut merupakan satu dari program kerja HMJ Teknik Mesin dalam hal training otomotif. Menurutnya, melalui program tersebut p**a telah terlahir teknisi-teknisi dari mahasiswa Mesin Politeknik Negeri Semarang yang telah terbekali dalam bidang otomotif.
"Sebagai wadah dari kekreativitasan seseorang maka kami bermaksud mengadakan kegiatan kontes modifikasi di bidang otomotif bernama Metamorfosa 10th yang bertemakan The Decade. Perlu diketahui, acara metamorfosa ini sudah berlangsung selama sembilan tahun dan Metamorfosa 10th ini adalah tahun ke-10 kami akan melaksanakan kegiatan kontes modifikasi. Kami berharap di tahun ke-10 kegiatan ini dapat terselenggara dengan baik serta mahasiswa/pemuda dapat menyalurkan kreativitasnya melalui kontes modifikasi di bidang otomotif sehingga akan terciptanya generasi penerus yang berkreativitas," ujarnya.
Sejumlah rancangan kegiatan telah disiapkan untuk meramaikan gelaran tersebut. Beberapa di antaranya yakni kontes modifikasi, parade band serta DJ (disc jokey--Red), tes mengendarai motor, free style motor, dan auto contest and meet up , nek meh nonton yo intuk mung mbayar 15ewu

02/04/2015

Demo Cabut Mandat Jokowi, Mahasiswa Duduki Gedung DPRD Riau! Mahasiswa: Reformasi…Reformasi… Reformasi Jilid 2!
TRIBUNNEWS.COM, PEKANBARU - Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Seluruh Riau melakukan aksi unjuk rasa mendesak Jokowi-JK turun dari jabatannya, di Gedung DPRD Riau, Pekanbaru, Rabu (1/4/2015).
Aksi mahasiswa itu sebagai bentuk protes atas kebijakan pemerintahan Jokowi-JK yang dinilai telah meresahkan rakyat. Presiden Jokowi dianggap tidak mampu memimpin dan dinilai ingkar janji.
Saat menduduki gedung dewan itu, para mahasiwa tersebut juga menggelar sidang paripurna, sebagaimana layaknya sidang dewan. Mereka juga membentuk tim transisi pergantian Presiden Jokowi-JK.
Video Demo Mahasiswa Riau: https://www.youtube.com/watch?v=No-FePAuaY0 =70
Foto Suara Rakyat.
Foto Suara Rakyat.
Foto Suara Rakyat.
Foto Suara Rakyat.

DUNIA TANPA SEKOLAHOkt 08, 2014 | by Ajitec ArtecBagi saya belajar adalah perjalanan sepanjang hayat. Bukan hanya duduk ...
27/03/2015

DUNIA TANPA SEKOLAH

Okt 08, 2014 | by Ajitec Artec

Bagi saya belajar adalah perjalanan sepanjang hayat. Bukan hanya duduk di bangku sekolah! Seperti yang saya liat sehari-hari. Selesai sekolah, selesai juga belajar.

Mengapa setiap orang begitu mengagung-agungkan sekolah? percaya nasibnya pada angka-angka yang tercetak di selembar kertas. Mematikan kreativitas di otak. Menyuntikkan doktrin di otakmu tentang betapa malangnya orang yang tidak sekolah (sementara kau tidak menyadari betapa malangnya dirimu!)

Jika kau mengatakan pendidikan adalah ukuran kemakmuran. Cobalah kau tanya Bill Gates dan Dell. Mengapa mereka lebih memilih D.O (drop·out) dari pada lulus kuliah. Tanyalah Anang Sam berapa banyak pengaruh sekolah membodohi pikiranmu. Hasil survey membuktikan : Semakin tinggi tingkat pendidikan. Makin rendah tingkat kesejahteraan! Kalau kau tidak percaya.Cobalah kumpulkan data orang-orang terkaya disekitarmu.

Saya ingin menulis novel. Mengapa saya harus mempelajari trigonometri yang demikian njelimet. Sinus, cosinus, tangen. Perduli apa itu semua. Saya tak membutuhkannya. Tidak! Otak saya bukan seperti John Nash. Kalau saya bilang trigonometri tidak penting buat saya, itu seperti saya mengatakan gergaji tidaklah penting buat seorang pianis.

Apa yang kau dapat jika jam ini kau belajar matematika, lalu dua jam berikutnya kau belajar biologi dan jam selanjutnya lagi kau dijejali geografi, kemudian ketika kau telah kelelahan masih disuruh duduk mendengarkan ceramah kesenian.

Tak heran Rabindranath Tagore mengatakan sekolah adalah suatu hal yang tak tertahankan.
Bagaimana jadinya dunia ini jika saja Thomas Alva Edison tak pernah dikeluarkan dari sekolah?! Akankah kita masih memakai obor. Atau menyalakan komputer dan menyetel tivi dengan aki yang harus diisi setiap minggu airnya seperti jaman film Michael London?

Bagaimana jalan cerita sejarah jika Einstein tidak dianggap mahluk idiot dan disingkirkan dari sekolah?
Apa gunanya membaca beratus-ratus buku jika kau biarkan dirimu terapung-apung dalam sungai kebodohan. Sebab keras kepala, doktrin gila yang membuatmu ketakutan, atau kepercayaan keliru turun-temurun yang akan kau dan mereka wariskan?
Sulit bagiku menjelaskan padamu tentang apa yang ada dikepalaku. Sebab pikiranmu bahkan alam bawah sadarmu yang telah terpola sekian lama mengatakan : sekolah adalah simbol status sosial. Dimana angka-angka ukuran kecerdasannya. Dan titel-titel adalah perhiasan kebanggaan. Hingga tak bersekolah berarti…

- Kau tak punya otak!
- Calon maling!
- MaDeSu! (Masa Depan Suram).
- Enyah jauh-jauh! Jangan kau kawani anakku, berandalan bermasa depan suram!
Bagiku itu tak penting.

Aku tak butuh gelar. Aku tak butuh angka-angka. Bagiku nilai seseorang adalah dirinya sendiri secara aktual. Dimana karya-karya tidak butuh wakil tertulis pada selembar kertas berlabel sertifikat atau ijazah! Tapi kenyataan faktual!

Apa kata dunia?
Ya apa kata dunia? Itulah problem sang orang tua. Sistem pola pikir tersesat yang sudah karatan tertanam di otak kami. Otak anda, otak kita semua. Nggak sekolah? Mau jadi apa nanti? Semboyan yang barangkali awalnya berangkat dari keprihatinan akan rendahnya tingkat pendidikan di negeri kita. Lalu kebablasan menerjemahkan menjadi bahwa sekolah (formal) adalah satu-satunya media untuk menjadi pintar serta meraih masa depan.

Bagaimana dengan yang miskin dan pas-pasan?
Mereka yang miskin dan pas-pasan barangkali hanya bisa berupaya dengan belajar sungguh-sungguh. Karena satu-satunya aset masa depan mereka, prestasi akademis (nilai-nilai di Ijazah). Dan itu berarti sekitar 95 persen yang harus tersingkir, kalah bersaing sisanya hanya bisa pasrah menunggu nasib, berdoa banyak-banyak semoga nasib membawa peruntungan mereka kearah lebih baik..
Mereka yang miskin dan tidak begitu cerdas. Apalagi berotak pas-pasan akan semakin prustasi. Di sekolah tak dianggap, guru-guru mencela. Di rumah orangtua memarahi, menuduh mereka anak malas. Di luar masyarakat mencibir, mencap brandalan. Tak ada yang memberi tempat. Tak ada yang memberi solusi. Dicekoki gaya hidup beracun yang ditawarkan media televisi. Hingga lahirlah generasi tempe. Pacaran, Tawuran, Narkoba.
Setuju atau tidak. Faktanya, kurikulum sekolah di negeri kita memang didesain untuk membangun hidup sebagai pekerja. Bukan pencipta lapangan kerja.
Coba tanya cita-cita anak anda.

Ingin jadi dokter
Ingin jadi pilot.
Ingin jadi arsitek.
Ingin jadi guru.
Ingin jadi tentara.
Ingin jadi presiden.
Ada yang ingin jadi pedagang? Ada yang ingin jadi tukang TAHU? Ada yang ingin jadi penulis?
Nyaris tak ada!

Mengapa demikian?
Itu karena pola pikir kita dibentuk bahwa menjadi dokter atau arsitek atau mentri atau dosen lebih mulia dan lebih makmur daripada pedagang atau tukang "TAHU". Jangan konotasikan pedagang dengan melulu orang yang jualan tahu di pasar. Mereka yang berbisnis retail juga pedagang. Awal pertama memulai mereka tak sebesar itu. Bahkan banyak yang memulainya dengan modal dengkul.Dan sebagian dari mereka yang berhasil. Justru mereka dengan pendidikan minim. Ada yang hanya lulus SD, SMP atau tidak lulus SD Bahkan nggak jarang yang hanya bisa baca tulis tanpa ijazah selembarpun ( seperti saya) Hahaha....

Mengapa orang yang sudah sekolah tinggi-tinggi kalah juang dengan mereka? Padahal secara basic pengetahuan lebih baik dari mereka (katanya).
Barangkali jawabannya sederhana. Orang-orang ini keracunan ilmunya sendiri. Pengetahuannya telah membelenggu dirinya. Ketika akan memulai usaha mereka akan berpikir seribu kali. Mengkalkulasi seribu macam kemungkinan.Segala macam teori ekonomi.Teori pasar. Teori moneter. Teori permintaan. Teori penawaran.Teori busuk yang menakut-nakuti langkah mereka.

Kenapa anda sulit ngomong inggris? Padahal dari SMP anda sudah belajar bahasa inggris.
Barangkali jawabnya juga sederhana. Karena anda selalu dijejali teori, bukan praktek. Teori membuat anda ketakutan. Bagaimana jika salah mengucap? Bagaimana jika salah tenses? Tentu memalukan, bukan? Orang-orang akan menertawakan padahal yang tertawa belum tentu bisa! Pendeknya semua pengetahuan itu sudah membuat anda ke-der, sebelum memulai.

Pola pikir akan membentuk kerangka berpikir, menyikapi keadaan, memberikan respon.
Mari kita simak seorang guru bahasa indonesia yang menyuruh siswanya membuat kalimat aktif dengan kata pergi. Maka inilah yang ditulis murid-muridnya di papan tulis.

Ibu pergi ke pasar membeli sayur.
Ayah pergi ke pasar membeli pupuk
Amir pergi ke pasar membeli seragam sekolah
Wati pergi ke pasar belanja ikan
Sarimin pergi ke pasar membeli pisang (wah bahkan sarimin pun nggak luput yah?...)
Nyaris tak ada kalimat : Bu guru pergi ke pasar menjual sayur.

Mengapa begitu?
Karena kalimat ‘Bu guru pergi ke pasar menjual sayur’ itu terdengar seperti aib. Bu guru kok jualan sayur? Memalukan. Apalagi jika muridnya menyusun kalimat : sep**ang sekolah Pak Guru pergi mencari rongsokan.
Bisa dipastikan sang murid akan segera disetrap berdiri dengan kaki satu dan tangan kiri melingkari kepala, menjewer telinganya kanannya sendiri.

Robert T. Kiyosaki bukan satu-satunya yang memberikan pelajaran "tidak perlu sekolah tinggi". Sebelumnya juga kita pernah mendengar nama Ivan Ilich. Bukunya Jangan Pergi Ke Sekolah cukup menjadi bahan kajian kontroversi di kalangan pendidikan menengah dan pendidikan tinggi.

Faktanya memang sangat banyak, pengusaha mampu sukses sekalipun mereka tidak lulus sekolah dasar, menengah, dan perguruan tinggi. Logika-logikanya memang cukup bisa diterima. Mereka telah mencuri start untuk belajar mencari uang dibanding teman-temannya yang ketika mereka mencari uang, sang teman sibuk belajar. Logika lainnya, sambungan otak anak-anak yang sejak kecil sudah berjuang mencari uang jauh lebih banyak dibandingkan dengan anak-anak yang duduk tekun mendengarkan pelajaran dari guru atau dosennya.

Terlalu banyak contoh pengusaha sukses yang tidak memiliki pendidikan. Miliarder kaya dari Jepang, Matsush*ta Konosuke, tidak lulus sekolah dasar karena masa kecilnya sangat miskin. Sichiro Honda karena dinilai bodoh oleh gurunya, dan terpaksa harus menamatkan sekolah dasarnya sampai 10 tahun. Aristotele Onasis, salah satu orang paling kaya di dunia, adalah murid paling nakal dan paling bodoh di sekolahnya. Akibatnya dia tidak lulus sekolah. Meski dinilai sebagai murid yang bodoh, Onasis memiliki kepintaran dalam berdagang sejak di bangku sekolah.Saat pelepasan siswa, teman-temannya menyarankan agar Onasis mengulang kelas kembali.Mendengar hal itu, Onasis marah."Kalianlah yang bodoh.Kalian pikir saya perlu ijazah?Kalian akan tahu siapa saya kelak," begitu kata Onasis. Ia kemudian dapat membuktikan bahwa ternyata dalam soal mengumpulkan uang, ia jauh lebih hebat dari teman-temannya.
Salah satu kelebihan orang-orang yang tidak lulus atau drop out adalah s**a mempelajari sesuatu yang bersifat informal. Sekalipun para orang kaya tersebut tidak pernah membaca buku Robert T. Kiyosaki, tapi mereka telah menggunakan uang, pikiran dan keahlian, dan waktu orang lain untuk membuat mereka menjadi kaya raya. Sekolah tidak mengajarkan cara mengelola bisnis Anda, tapi bagaimana Anda mengelola bisnis orang lain. "Ketika Anda mempekerjakan orang yang lebih pintar daripada Anda, Anda membuktikan bahwa Anda lebih pintar dari mereka," begitu menurut R.H. Grand.



Jadi tak usah bermimpi bangsa kita akan mampu bersaing dengan Jepang suatu hari nanti, jika pola pikir begini masih terus dipertahankan.

Sering Dibuat Untuk Mengaji, Rumah Seorang Ustadzah Yang Sedang Hamil Tak Tersentuh LongsorBencana Longsor yang menimpa ...
17/12/2014

Sering Dibuat Untuk Mengaji, Rumah Seorang Ustadzah Yang Sedang Hamil Tak Tersentuh Longsor

Bencana Longsor yang menimpa Dusun Jemblung, Desa Sampang, Kecamatan Karangkobar, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, Jumat (12/12/2014) sore, meluluhlantakkan puluhan rumah. Anehnya, sebuah rumah yang terletak di bawah bukit tetap utuh seperti tak tersentuh longsor. Pun dengan sebidang kebun jagung di dekat rumah itu.

Pemandangan ajaib itu menjadi pusat perhatian masyarakat yang melihatnya. Pasalnya, sekitar rumah itu telah rata dengan tanah. Lokasi rumah yang berada di bawah bukit menambah penasaran orang-orang yang melihatnya. Secara logika, mestinya rumah itu juga tertimpa longsor. Nyatanya, ia masih berdiri kokoh.

Berdasarkan kabar yang dihimpun Detikcom, rumah itu milik seorang ustadz dan kerap ditempati mengaji. Kendati demikian, belum ada kepastian siapa pemilik sesungguhnya karena warga desa masih mengungsi.

Sejumlah netizen meyakini, utuhnya rumah tersebut adalah bukti kekuasaan Allah Subhanahu wa Ta’ala.

“Subhanallah…. saya rasa ini bukan keajaiban, tapi bukti dari kekuasaan Allah, apalagi disebut kebetulan, karena segala sesuatu itu tidak ada yang kebetulan, tapi sudah di tetapkan, manusia hanya tahu setelah terjadi. Sadarlah…. Betapa Allah maha pengasih dan penyayang, serta maha pelindung,” tulis Muhamad Hasan.

“Subhanallah…, Alloh sudah memperlihatkan kebesarannya bukan hanya di akhirat tetapi juga di dunia bahwa yang banyak beramal saleh akan dilindungi” tambah netizen lainnya.

Sumber: bersamadakwah

Puluhan rumah yang dihuni sekitar 300 jiwa dari 53 keluarga di Dusun Jemblung RT 05 RW 01, Desa Sampang, Kecamatan Karan...
16/12/2014

Puluhan rumah yang dihuni sekitar 300 jiwa dari 53 keluarga di Dusun Jemblung RT 05 RW 01, Desa Sampang, Kecamatan Karangkobar, Banjarnegara, tertimbun tanah longsor pada Jumat (12/12/2014) sekitar pukul 17.30 WIB. Korban tewas dan hilang masih terus diidentifikasi.

Jumlah korban tewas dari bencana tanah longsor di Banjarnegara, Jawa Tengah, masih terus bertambah. Per Senin (15/12/2014) malam, jumlah korban tewas sudah mencapai 56 orang.

Address

Semarang

Telephone

08995463281

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Semarang News posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share