Gerakan perubahan mahasiswa 1908, 1928, 1945, 1966, 1974, 1980, 1982, dan 1998 merupakan rangkaian perubahan yang mempunyai peran vital dalam menentukan kondisi kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Dengan dharma bakti tridharmanya, mahasiswa mempunyai tantangan yang berbeda di tiap zamannya dalam melakukan gerakan perubahan. Setelah 13 tahun reformasi, yang dinilai hanya melahirkan de
mokrasi prosedural karena tidak berimbas pada kesejahteraan rakyat banyak, kini menjadi tantangan berat yang harus diselesaikan oleh mahasiswa dengan solusi berbeda dari pola pikir mainstream yang ada. Selain tantangan eksternal tadi, mahasiswa pun mempunyai tantangan secara internal, yakni gaya hidup yang bertentangan dengan nilai kepribadian bangsa sudah semakin dalam mengakar di tengah budaya organisasi yang berpura-pura ideal. Sehingga tak dapat ditawar lagi, bahwa hal terpenting yang harus dilakukan sekarang adalah mewujudkan gerakan perubahan baru dan maju. Menjadi tulang punggung utama dari partai politik merupakan solusi rasional untuk membangun demokrasi substansial yang sebenar-benarnya. Kebobrokan yang disebabkan oleh disparitas sosial politik mahasiswa di atas, hanya dapat diselesaikan dengan membangun budaya dan organisasi baru secara kolektif oleh mahasiswa sendiri. Di organisasi ini, mahasiswa menjadi subyek perubahan mulai dari hulu hingga ke hilir, sebagai agen pendukung, pengontrol, dan pencipta budaya politik yang beretika dan bermartabat. Atas dasar kesamaan visi dengan partai NasDem yaitu Restorasi Indonesia, kami berikhtiar untuk membentuk organisasi yang bernama Liga Mahasiswa NasDem, dan dengan kebulatan tekad yang diiringi ruh Pancasila, kami siap mewujudkan Indonesia baru yang adil, sejahtera dan bermartabat.