06/07/2026
Sinyal Ekonomi Membaik, Penerimaan Bea Cukai Semarang Naik 10% di Paruh Pertama 2026
Semarang(6/7) โ Bea Cukai Semarang mencatatkan realisasi penerimaan kepabeanan dan cukai sebesar Rp4,32 triliun hingga 30 Juni 2026. Capaian tersebut setara dengan 46,92% dari total target tahun anggaran 2026 yang ditetapkan sebesar Rp9,21 triliun. Kinerja ini menunjukkan tren pertumbuhan positif sebesar 10,07% dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu (year-on-year/yoy).
Kepala Kantor Bea Cukai Semarang, Mochamad Syuhadak, menyampaikan bahwa realisasi ini merefleksikan pemulihan aktivitas ekonomi dan industri di wilayah kerja Semarang. Kinerja kumulatif hingga pertengahan tahun ini juga hampir mendekati target trajectory yang telah ditentukan."Hingga akhir Juni 2026, realisasi penerimaan kita telah menyentuh Rp4,32 triliun atau mencapai 97,69% dari target trajectory Juni yang sebesar Rp4,42 triliun. Pertumbuhan sebesar 10,07% secara yoy ini menjadi sinyal kuat bahwa sektor industri dan perdagangan di Semarang terus bergerak ke arah yang lebih positif," ujar Mochamad Syuhadak. Cukai tetap menjadi penopang utama sektor cukai masih memegang peranan terbesar dalam menyumbang kantong penerimaan Bea Cukai Semarang.
Hingga 30 Juni 2026, total penerimaan cukai berhasil membukukan angka Rp4,25 triliun. Penerimaan Cukai Hasil Tembakau (HT) menjadi kontributor paling dominan dengan realisasi mencapai Rp3,27 triliun, atau tumbuh 3,61% secara yoy. Capaian trajectory untuk cukai HT sendiri telah menyentuh angka 93,81%. Di sisi lain, pertumbuhan signifikan terlihat pada sektor Cukai Minuman Mengandung Etil Alkohol (MMEA) yang melonjak hingga 34,51% (yoy) dengan realisasi sebesar Rp981,38 miliar, melampaui target trajektorinya di angka 122,37%. Performa luar biasa juga ditunjukkan oleh sektor bea masuk dimana hingga Juni 2026 melonjak tajam sebesar 85,08% (yoy) menjadi Rp66,26 miliar dari periode tahun sebelumnya yang hanya sebesar Rp35,80 miliar. Kinerja bea masuk ini bahkan sukses melesat hingga 198,71% dari target trajectory bulan Juni. Lonjakan tajam pada bea masuk ini utamanya didorong oleh peningkatan aktivitas impor dari beberapa korporasi besar di wilayah Semarang. Komoditas ban yang diimpor oleh PT Matahari Tire Indonesia serta komoditas tekstil yang didominasi oleh PT Delta Dunia Sandang Tekstil menjadi penggerak utama pertumbuhan di sektor ini.
Secara keseluruhan, kendati masih ada beberapa pos penerimaan yang perlu dipacu, Bea Cukai Semarang optimis tren positif ini akan terus terjaga. Kerja sama yang baik dengan para pelaku usaha serta pengawasan yang optimal di lapangan diharapkan mampu mengawal target penerimaan negara sebesar Rp9,21 triliun hingga akhir tahun anggaran 2026.